1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

TersenyumLah Slalu

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by kiefs, Nov 13, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kiefs M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 8, 2009
    Messages:
    1,194
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +747 / -0
    Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3th) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

    Tugas terakhir yang diberikannyadiberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

    Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

    Ketika berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih
    pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum".

    Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia
    berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

    Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu
    adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

    Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi saja, Nona"
    karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan
    menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu.Ia hanya ingin menghangatkan badan).

    Kemudian saya benar-benar merasakannya - desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.

    Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

    Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih."
    Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."

    Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak
    saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

    Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.
    Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas.

    Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..

    Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yg ada diMcDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi..

    Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari:
    PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

    Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.

    Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan
    itu ke dalam sarang mereka. Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak; Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak; tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.
    Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya seni...d end^^
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. DelQ M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 17, 2009
    Messages:
    411
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +119 / -0
    *applause* *applause* *applause*

    Keren, Bro!
    Kl gw ga bakal sanggup tu kaya gitu... Kabur duluan pasti...
     
  4. benjiro Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 11, 2009
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    wow this is an awsome story, semoga bisa jadi pencerahan bagi para pembacanya....
     
  5. fay_ang M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 11, 2009
    Messages:
    841
    Trophy Points:
    101
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +388 / -0
    nice story! :top:
    betapa bahagianya bila Tuhan bekerja di dalam kita bagi orang lain. :terharu:
     
  6. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,257 / -0
    kadang2 pelajaran paling berharga bisa didapat dari orang paling kecil/hina sekalipun.
    makanya jangan suka meremehkan orang.
     
  7. tsuna11 Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 15, 2009
    Messages:
    285
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +13 / -0
    :terharu:
    bagus bener ceritanya....
    jarang ada orang yang mau berbuat seperti itu...
    T_T
     
  8. siromatanabe Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 17, 2009
    Messages:
    16
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    Cerita yang bagus..
    hihi..
    Aku bingung neh ama judul sama kesimpulan akhirnya..
    ~_~
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.