1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Tanda-Tanda Anda Diktator Cinta

Discussion in 'Lifestyle' started by khuma_putry, May 5, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. khuma_putry Regional Leader

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,804
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +124,301 / -10
    APAKAH selalu menurut keinginan Anda atau keinginan bersama? Hati-hati, sikap memonopoli hubungan bisa membahayakan jalinan cinta Anda dan si dia.

    Kebanyakan orang tidak mengalami kendala untuk mengidentifikasi perilaku orang lain yang cenderung penuh kendali. Namun bagaimana bila mereka harus mengukur diri?

    Bisakah Anda menyadari bahwa diri menjadi diktator cinta yang selalu mengendalikan segala keputusan dalam hubungan? Padahal, cinta Anda tidak dibangun sendiri, tapi bersama pasangan.

    Judith Orloff MD, penulis Liberate Yourself From Negative Emotions and Transform Your Life memberikan panduan untuk Anda mengenali tanda-tanda saat diri mulai menjadi control freak, seperti dikutip GALTime.

    Simak beberapa pernyataan berikut:

    1. "Saya memberitahu orang-orang apa yang harus mereka lakukan dan mengklaim tahu yang terbaik untuk mereka."

    2. "Saya ingin melakukan sesuatu dengan cara saya dan tidak mau berkompromi."

    3. "Saya menjadi dominan dan memaksa. Saya kurang spontan. Sikap saya cenderung kaku.”

    Adakah salah satunya lekat dengan sikap Anda? Jika iya, berarti Anda mungkin menjadi control freak. Mengapa Anda bersikap ini tanpa menyadarinya?

    "Orang-orang yang merasa lepas kendali cenderung menjadi pengendali. Dalam hati terdalam, mereka takut sesuatu menjadi berantakan, sehingga mereka mengatur setiap hal kecil untuk mengurangi kecemasan," jelas Dr Judith.

    Dr Judith menegaskan, penyebabnya bisa jadi lantaran hubungan orangtua yang tidak harmonis hingga menjadi gambaran buruk bagi anak.

    “Mereka mungkin punya masa kecil yang kacau, orangtua pecandu alkohol, atau ditinggalkan orangtua, sehingga sulit untuk memercayai atau menyerahkan kontrol atau kekuasaan yang lebih tinggi kepada orang lain,” jelasnya.

    Anehnya, perilaku ini bukan hanya dilakukan kepada orang lain, tapi juga untuk mengendalikan diri mereka sendiri.

    "Mereka bisa fanatik ketika menghitung karbohidrat, sangat gila kebersihan atau pecandu kerja," tukasnya.

    "Para psikiatri mengklasifikasikan kasus-kasus ekstrem ini sebagai obsesif kompulsif—orang yang kaku dan sibuk dengan daftar rincian, peraturan, dan mendominasi orang lain dengan mengorbankan fleksibilitas dan keterbukaan," paparnya.

    Sayangnya, perilaku semacam ini dapat menyebabkan kerusakan pada hubungan Anda. Jadi bagaimana Anda belajar untuk melepaskan dan berbagi kebebasan kepada pasangan?

    "Bisa dengan diskusi terbuka dengan pasangan. Minta dia untuk memberitahu bila Anda terlalu mengontrol. Misalnya, jika dia mengatakan Anda terlalu memaksa baju yang akan dikenakan, cara memotong rambut, bagaimana harus bersikap, dan sebagainya. Hentikan perilaku tersebut," sarannya.

    Namun ingat, ini bukan sesuatu yang bisa segera dimatikan seperti tombol lampu. Berikan diri Anda waktu untuk mengubah dan memaafkan diri sendiri.

    "Berpikirlah terbuka ketika Anda melihat diri tergelincir ke dalam aktivitas control freak," ujar Dr Judith.

    "Dan, buat diri Anda merasa lebih aman daripada mencoba untuk mengendalikan orang lain. Ucapkan doa ketenangan, 'Tuhan, berilah aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah dan keberanian untuk mengubah hal yang aku bisa'," sarannya.

    Sumber : Disini :madesu:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Aisaka_Taiga M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 21, 2010
    Messages:
    414
    Trophy Points:
    37
    Ratings:
    +383 / -0
    kalo kaya gini lebih enak kalo pasangan lebih terbuka, dan juga belajar saling toleransi sih.
    kadang pasangan yang merasa dikendalikan yang ga bisa berkutik untuk ngomong atau memberi tahu pasangannya kalo dia terlalu ketat. Mereka cenderung menyimpan rasa samapi akhirnya meledak dan ujungnya break up.
     
  4. scofieldnick Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 30, 2009
    Messages:
    66
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    saya kebetulan tipe yg komunikatif, yg memberi arahan untuk hal" yg akan dilakukan pasangan saya. klopun ditentang saya paling mengajak diskusi, klo masih ttp ingin menjalankan berbeda dengan arahan saya ya akan saya biarkan saja toh yg menjalani dia :)
     
  5. rainboycoolx Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Apr 20, 2011
    Messages:
    269
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +20 / -0
    semoga gw ga jadi seorang diktaktor baik cinta maupun kekuasann...... gila nyusahin orang banget klo sifat kita udah kek diktaktor
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.