1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Pikirkanlah Kalian Yang masih Muda.!

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by ddesta, Dec 15, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. ddesta Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    3,109
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +8,979 / -0
    Pikirkanlah Kalian Yang masih Muda.!
    Sebagai renungan buat kita sebagai seorang Anak … Orangtua kita tidak terlalu membutuhkan materi, tetapi mereka lebih membutuhkan perhatian dari kita. Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti orang tua bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagia-kan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

    Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang
    teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tetapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

    Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk
    anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. Demikian pula dengan anak-anak
    saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

    Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena
    mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukanya.

    Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar maupun melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

    Tetapi apa yang saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi.

    Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan. Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya Akan mendapatkan sukacita ddalamnya, tetapi rupanya tidak. Yang lebih Menyakitkan, semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tetapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

    Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua.

    Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

    Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya
    berikan mereka. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tetapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetetap sa ya merindukan anak-anak saya.

    Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tetapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

    Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini. Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua. Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu.....:)
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. aquaphx M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 25, 2007
    Messages:
    802
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,605 / -0
    no no no.. kenyataannya orang tua jaman sekarang lebih banyak mengeksploitasi anaknya, mereka menganggap anaknya seperti benda kepemilikannya. dan lalu memaksakan kehendaknya, melampiaskan kekecewaan/keinginannya terhadap anaknya.
    seperti pepatah kahlil gibran, bahwa anak bukanlah milikmu tapi dititipkan.

    secara alami, orang tua yang baik dan menghargai pasti kelak dimasa tuanya, sang anak akan mengasuh dan membalas budi.
    tapi jika orang tua itu hanya mengekspoitasi, memang pantas mereka hidup sendiri di panti jompo.

    dunia terlalu buta membela sepihak terhadap orang tua, sehingga stigma anak durhaka malah menyebabkan sang anak ketika menjadi orang tua lalu melampiaskannya lagi terhadap anaknya lagi. dan menjadi suatu lingkaran setan.

    sehingga sekarang paradigmanya harus diubah dari orientasi orang tua menjadi orientasi anak.
     
  4. Feischmaker M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 28, 2008
    Messages:
    1,489
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,022 / -0
    hmm... kedua poster di atas saya ada benarnya, dunia dan kehidupan di dalamnya seperti dua sisi koin... jadi dibilang paradigma anak "tidak berbakti" itu salah... tapi "orangtua yang mengeksploitasi" saya juga tidak setuju...
     
  5. Cress M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jun 18, 2008
    Messages:
    4,908
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +16,719 / -0
    yah, just as you said.

    kebanyakan orang tua sekarang cuman order BELAJAR BELAJAR ujung2nya kerja yang bener dll.

    kebanyakan materi bingung, tapi gak ada materi juga susah?


    well dude that's called life.
     
  6. One_D M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +147 / -0
    kasian tuh opa..
    gw pernah berkunjung ke salah satu panti werdha..dsana tuh oma2 na blg kalo uang kiriman gak dateng2 erlakuan ke mereka nya uda gak layak n parah..tp kalo anak nya datang berkunjung mereka diancam untuk gak ngmg..panti werdha sama aja ky penjara scr gak lgsg..
    kalo selalu mengharapkan dunia ini untuk adil sama kita yg ada kita yg sakit hati..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.