1. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  2. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  3. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  4. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  5. Suka baca buku? Tuangkan pengalaman baca kamu dalam Event Review Buku, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!

Penyakit kanker sudah tidak berbahaya lagi

Discussion in 'Intensive Health Unit' started by One_D, Dec 3, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. One_D M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +147 / -0
    [​IMG]

    [​IMG]

    Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
    "KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

    Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .

    Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
    Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

    Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
    payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
    menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
    "Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
    kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.

    Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
    informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
    "Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
    tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

    Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
    tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,
    mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di
    Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

    Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

    Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.

    Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
    mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.

    Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
    mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
    pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.

    Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
    Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.

    Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

    Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi..
    Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
    Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,
    karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

    Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
    Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut

    mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi
    revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr.. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di
    Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,
    dan di Buduran, Sidoarjo.

    Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.

    Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
    obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni. " Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.

    Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
    ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
    pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

    Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut.

    Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
    sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
    pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.

    Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.

    Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
    payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
    dan hepatitis.

    Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial

    "Cancer Care Indonesia "

    beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,
    telp : 021-4894745,
     
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. satoshi M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 6, 2009
    Messages:
    490
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +190 / -0
    wew.. beneran nih??
     
    • Like Like x 1
  4. xaea M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 17, 2008
    Messages:
    1,519
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +14,826 / -0
    tapi kok kayaknya jadi "hak paten" malaysia? kan tanaman dari indonesia
    whatever lah, yang penting bisa nyembuhin kanker
     
    • Like Like x 1
  5. angga_yagami M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 11, 2008
    Messages:
    4,544
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,901 / -0
    hah beneran tuh??? Aq copas ya.. wa sebarin ke temen2 wa...

    @xaea
    Namanya juga "Malingsia" apa sih yang ga di ambil ma dia...
     
    • Like Like x 1
  6. TheSinister Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 3, 2009
    Messages:
    122
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    wow ada toh obat buat penyakit kanker....
    tp serius bisa ngobatin??
     
  7. kiva88 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 2, 2009
    Messages:
    497
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,811 / -0
    wew bneran bs ngobatin kanker gak ni ... perlu dicek nih.
    Coba ah tak hubungi contact person yang dicantumin ma TS, mudah2an emang beneran bisa.
     
    • Like Like x 1
  8. kulocaki M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 1, 2008
    Messages:
    5,007
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +49,763 / -2
    mungkin juga dari orang indonya juga yg kurang "care" ama kekayan negeri sendiri..... sudah banyak kasus yg serupa kek gini. Penanganan yg lambat... klo dah keburu di ambil ma malaysia baru teriakĀ² dech.....

    btw nice post...
     
  9. sinaga86 Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 17, 2009
    Messages:
    308
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +43 / -0
    duh serius neh, kalo gitu, ntar gw kasi tau keluarga gw deh....
    thx bro:top:
     
  10. wilson M V U

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 21, 2008
    Messages:
    195
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +10 / -0
    dlu saudara g sakit kanker stadium 3 divonis 1 bulan waktunya tapi bisa bertahan 1 tahunan dengan minum obat2 tradisional kaya mahkota dewa+kunyil dll campuran2 nya, telat baca forum ini deh
     
  11. zutara M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Aug 3, 2008
    Messages:
    9,282
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +46,299 / -0
    wah...tw gt..... :madesu:

    telat gw baca postingan ne......





    nice info gan..... :top:
     
  12. AngelKing M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 9, 2008
    Messages:
    503
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +263 / -0
    wow....

    nice inpoh gan....

    keren neh... bisa jd referensi bg para penderita kanker....:top:
     
    • Like Like x 1
  13. NuRaider M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    3,866
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +54,550 / -0
    Baru liat gw ada info kek gini, harus disimpen ini..
    Thanks to TS..

    Semoga beneran nih, kan jadi harapan hidup buat orang yang menderita kanker..

    :top:
     
    • Like Like x 1
  14. BanZaii M V U

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 16, 2008
    Messages:
    164
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +10 / -0
    hmmm walau bener.. emangnya bisa langsung sembuh tah ? udah gitu berapa tuh harga tumbuhannya ? udah ada yang test pake ?
     
  15. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,109
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,237 / -0
    btw, sudah ada hasil uji klinis fase I dan II-nya belum :???:
     
    • Like Like x 1
  16. sosmall Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jan 10, 2009
    Messages:
    5,279
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +74,100 / -0
    Hebat bener buad penemu tanaman itu :sembah:

    Semoga aja dapat terus dikembangkan di berbagai negara dan mengurangi korban kanker :sembah:
     
    • Like Like x 1
  17. TukangSantet M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    738
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +226 / -0
    keladi tikus yg gw punya kok ga sebesar itu tanamannya,. ? :???:
    punya gw lebih kecil,. apa gw salah liat atau, penjual nya yg salah,. atau mungkin gw yg salah beli? :pusing:
     
  18. erickstrad Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    7,472
    Trophy Points:
    252
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +53,555 / -0
    :terharu:

    bisa jd alternatif buat org2 yg ga mampu byar biaya operasi n terapi yg selangit biayanya :swt:
     
    • Like Like x 1
  19. nemesis007 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Dec 20, 2009
    Messages:
    252
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +2,704 / -0
    menarik gan....tp w masih tetep ja ma kanker...
    apalagi kan kanker macam2 gan...?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.