1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Peluang Usaha Busana Muslim dengan Modal Rp. 1 Juta dan Satu Buah Mesin Jahit Mini

Discussion in 'Micro Business Talks' started by wizamrobb, Apr 14, 2016.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. wizamrobb Members

    Offline

    Joined:
    Oct 10, 2015
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2 / -0
    [​IMG]

    Yuniar Fadjar adalah seorang pengusaha yang bertekad membuka peluang usaha aneka perlengkapan muslimah dengan modal minim, yakni 1 juta rupiah saja.

    Padahal sebenarnya usaha tersebut justru bertolak belakang dengan pendidikannya dahulu di UNAIR sebagai lulusan D3 jurusan pemasaran.

    Saat ditemui di tokonya yang berlokasi di ITC Mega Grosir, Surabaya, perempuan low profile ini terlihat ramah saat menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut team redaksi.

    Yuniar mengakui bahwasanya usaha butik yang ia bangun tersebut berawal dari ia membuat busana muslim anak, khususnya untuk anak TPA/TPQ dan TK pada tahun 2000.

    Pada tahun tersebut, ia dan beberapa teman pengajiannya menggali sebuah ide bisnis untuk mendirikan suatu usaha. Setelah menyita waktu yang agak lama, akhirnya mereka memutuskan untuk membangun peluang bisnis butik anak saja. Maklum, kala itu busana anak dengan label Danis sedang lagi nge-trend.

    Kemudian ia dibantu dengan dua orang partner pengajiannya, Anik beserta Nyoman Astuti secara nekat membangun usaha konveksi dengan modal uang secukupnya,

    Mulailah busana anak yang mereka produksi tersebut diberi brand jual bernama Etima. Sejak saat itulah mereka bertiga memproduksi baju tersebut di rumah Yuniar dengan peralatan seadanya di Surabaya.

    Dengan modal yang tak sampai 1 juta rupiah kala itu, mereka sukses membuat beragam baju. Kemudian busana-busana tersebut mereka jual kepada beberapa teman atau masyarakat sekitar.

    Singkat cerita, bu Yuniar selaku pemiliki butik menyarankan agar mengajukan proposal penawaran pembuatan seragam ke sekolah anaknya yang kebetulan masuk TK ISLAM.

    Dari sana, bu Yuniar mememperoleh pesanan sebanyak 50 baju. Dari uang DP yang konsumen berikan, bu Yanuar biasanya dimanfaatkan untuk membeli bahan berupa kebutuhan pokok, seperti mesin jahit mini dan lain sebagainya.

    Waktu pun berjalan, pada tahun 2006 bu Yuniar mendapatka pesanan jilbab instant dengan bahan kaos dari pelanggan. Meskipun awalnya kurang tertarik, akan tetapi ia akhirnya mencoba karena penasaran.

    Pastinya, bahan kaos sangatlah berbeda dengan bahan kain. bu Yuniar harus membelinya dengan hitungan kilo. Setiap kilo hampir sulit untuk dipastikan cukup atau tidaknya dalam membuat suatu desain.

    Disinilah kekreatifan bu Yuniar diuji, akhirnya ia mengganti bahas kaos polos tadi dengan kaos bermotif misty supaya terlihat berbeda dan bagus untuk dilihat.

    Semenjak itu, orderan pun mulai mengalir deras. Jilbab berlabel Rabbani dijadikan sebagai patokan yang mana sebelumnya telah menjadi pioneer diantara beragam merk jilbab instant berbahan kaos.

    Saat ini, usaha yang dibagun Yunia beserta dua rekannya selama 10 tahun telah memproduksi 4 merek dalam memetakan beragam produk desainnya.

    Label Estyle disematkan untuk jilbab. Label Noume diberikan untuk busana remaja dibawah 25 tahun. Kemudian Wui! dilabelkan khusus untuk busana anak-anak.

    Tak hanya itu, mereka juga menyediakan aneka perlengkapan manasik haji yang diberi nama Shiba atau arti kerinduan.

    Dengan jumlah karyawan total 10 orang, kini ia berhasil memproduksi jilbab hingga perlengkapan haji sekitar 750 buah produk di setiap bulannya. Di setiap produknya Yuniar mematok variasi harga, jilbab paling murah 50 ribu. Baju anak sekitar 45 ribu dan mukena dewasa yang mencapai hingga 125 ribu.

    Meskipun usaha yang dikelolanya kini telah berkebang pesat, akan tetapi Yuniar mengaku bahwa kebiasannya dalam membangun usahanya bukan dikarenakan bakan menjahit bahkan desain.

    Ia mengaku hanya dengan modal nekat saja. Yuniar tahu banyak soal desain hanya karena kebetulan, dan ia menyukainya makannya ia tahu sedikit demi sedikit. Intinya, ia masih mau belajar dari keadaan atau kondisi yang ada.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.