1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Dismiss Notice
  7. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  8. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Biography Napoleon Bonaparte Keturunan Makassar

Discussion in 'World History' started by gusrus, May 27, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. gusrus M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    219
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,432 / -0
    Ini bukan bagian sas sus, kabar burung, atau cerita mulut kemulut tanpa bukti. Tapi, cerita ini dipercaya oleh banyak orang-orang di Makassar. Bagi orang Makassar yang belum tahu ya maaf….

    Tapi, kepercayaan terhadap sas-sus tersebut makin menguat setelah membaca buku buah karya Nasarrudin Koro yang berjudul “Ayam Jantan Tanah Daeng”. Saya mulai berharap cerita itu benar adanya. Bangga juga sih, sebagai orang Indonesia, tentu cerita-cerita hebat para penduduk Nusantara akan turut membanggakan kita yang hidup di Indonesia ini.

    Alkisah, I Yandulu Daeng Mangalle, salah satu putra atau pengeran keturunan Sultan Hasannudin, setelah dikalahkan Belanda pergi ke Siam dan meminta suaka kepada Raja Siam (sekarang Thailand). Permintaan suaka tersebut dikabulkan oleh Raja Siam yakni Raja Narai. Bukan hanya diberi suaka, pangeran Daeng Mangalle beserta para pengikutnya ini diberikan tempat di ibukota raja yang kelak dikenal sebagai Makkasan. Baru-baru ini, kisa Daeng Mangalle ditulis di harian kompas beberapa hari yang lalu.

    Tak lama kemudian, Daeng Mangalle bersama adik raja terlibat rencana pemberontakan untuk menjatuhkan tahta Raja Narai. Sayang rencana ini keburu bocor, dan rencana pemberontakan pun dibatalkan. Meskipun demikian, Daeng Mangalle dan Adik Raja Narai diampuni diampuni oleh sang raja.

    Rupanya, Daeng Mangalle tak menyerah begitusaja, masih berkobar dalam dirinya niat untuk melakukan pemberontakan. Ia kembali terlibat persekongkolan dengan dua pangeran Champa yang kebetulan juga tengah mendapatkan suaka dari Raja Narai di negeri Siam.

    Mereka bersekongkol untuk kembali menjatuhkan Raja Narai dan kemudian akan menyerahkan tahta kepada sang Adik Raja Narai. Sebab, para pangeran penerima suaka ini menyadari jika tahta kerajaaan dipegang kepada adik raja, maka sesungguhnya secara defacto merekalah yang menguasai kerajaan. Sayang, adik raja ini entah tidak berminat dan membocorkan rencana ini kepada Raja.

    Mendengar rencana kudeta ini, kerajaan sudah siap dengan pasukannya. Sehingga, sebagian besar pendukung kudeta kembali meminta ampun menyatakan setia kepada Raja.

    Daeng Mangalle tidak meminta ampun, sehingga ia dan ratusan pengikutnya dihancurkan oleh pasukan Raja. Meskipun tumpas, jumlah mereka jauh lebih sedikit ternyata dapat membuat repot ribuan pasukan Siam. Akhirnya, sikap gagah berani yang mereka perlihatkan membuat tentara kerajaan dan tentara asing yang disewa oleh Kerajaan Siam angkat topi.

    Dua putra I Yandullu Daeng Mangalle diampuni Raja Siam dan dibawa oleh Kapten tentara Perancis menghadap raja dan menetap di Perancis. Kedua putra Daeng Mangalle yakni Daeng Tulolo dan Daeng Ruru kemudian dikirim ke sekolah akademi tentara di perancis. Daeng Ruru kemudian berganti nama menjadi Louis Pierre de Macassart, sementara Daeng Tulolo menjadi Louis Dauphin. Mereka dibaptis tanggal 7 Maret 1687 oleh uskup kota Le Mans dengan ayah baptis Raja Louis.

    Percaya gak, mereka inilah kakek moyangnya si Napoleon. Dan, itulah sebabnya, Napoleon itu kecil dan tidak tinggi. Juga, menurut buku ini kedua cucu Sultan Hasannudin itulah yang mengenalkan Perancis dengan binatang kesayangan ayam jago. Sama persis dengan ayam jagonya Sultan Hasannudin.

    www.regional.kompasiana.com
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  2. Raestloz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 5, 2009
    Messages:
    4,991
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +4,533 / -0
    '_' ? too good to be true ah...

    Maksud saya, ngga ada kejelasan. Modal bapaknya bersekongkol dua kali aja jadi Dauphin? Diangkat jadi anak raja? Dauphin itu di Prancis bukan sekedar nama lho. Dauphin itu gelar. Inget cerita Joanne d'Arc? Yang dilayani Joanne itu gelarnya Dauphin

    By the way, nama Louis Pierre de Macassart cuma ada di website berbahasa Indonesia. Mengingat disebut menjadi anak angkat raja Louis seharusnya minimal disebut dalam silsilah kerajaan lah (biasanya anak angkat masih masuk). Tapi de Macassart... kasarnya untuk saat ini cuma ada di pikiran masyarakat Indonesia

    Update:
    1. Seperti yang disebutkan disini, "Dauphin" adalah gelar untuk "penerus tahta kerajaan", dan bukan raja itu sendiri. Dauphin itu gelar sebagai persiapan, begitu sang raja mati/turun tahta sang Dauphin naik tahta, gelar Dauphinnya lepas dan siapapun yang dianggap cocok diberi gelar Dauphin, sebagai penerus tahta berikutnya. Nggak ada makhluk bernama "Louis Dauphin", karena Dauphin itu semata-mata gelar.

    Lebih jauh lagi, Dauphin adalah gelar bagi mereka yang mau tidak mau, terkecuali karena alasan drastis seperti kematian pasti menjadi raja Prancis.

    Nama "Louis" sendiri udah terlalu umum, kayak Budi dan Anton di buku Bahasa Indonesia

    Jadi, kalau modal bapaknya ngotot mau berontak aja jadi raja Prancis, mungkin gw bisa bilang modal nyambi jadi sales mobil bisa jadi presdir perusahaan motor

    2. Baru nemu, wujudnya PDF, dan dalam bahasa Prancis. Menyebut-nyebut nama Makassar dengan referensi buku2 yang menyangkut Sulawesi. Tapi jangan banyak berharap. Kemungkinan besar buku ini cuma menyebutkan ada orang Indonesia yang pernah ke Prancis di abad ke-17, karena... ya.. itu tadi: modal bersekongkol jadi anak raja? Please
     
    • Like Like x 4
    • Thanks Thanks x 3
    Last edited: May 27, 2010
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.