1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Untuk kamu yang mendapatkan peringatan "Koneksi tidak aman" atau "Your connection is not private" ketika mengakses forum IDWS, bisa cek ke sini yak.
  3. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  4. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  5. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekarang kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Historical Event Mikhail Gorbachev Mikhail Gorbachev 30 Tahun Keruntuhan Uni Soviet

Discussion in 'World History' started by janartocahya, Aug 20, 2021.

  1. janartocahya Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 9, 2020
    Messages:
    43
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    [​IMG]

    Gorbachev memimpin Uni Soviet dari tahun 1985, menggantikan Konstantine Chernenko, sampai Desember 1991 -- atau ketika Uni Soviet secara resmi dinyatakan bubar.

    Ia dipandang sebagai tokoh terpenting abadke-10, menikmati reputasi positif di luar negeri tapi tidak di Rusia saat ini. Banyak orang menyalahkannya atas krisis eonomi pasca-Uni Soviet, yang menyebabkan penurunan dramatis standar hidup, status Moskwa di panggung dunia.

    Banyak orang menyalahkan perestroika, kata dalam bahasa Rusia yang berarti reformasi politik, melulu dituding sebagi faktor penyumbang signifikan keruntukan Uni Soviet. Mikhail Gorbachev, sang pelaku sejarah, punya pandangan lain,

    Perestroika, menurut Gorbachev, secara historis menang dan diperlukan untuk Uni Soviet. Perestroika merupakan upaya merestrukturisasi sistem eonomi dan mengakhiri stagnasi.

    Sebagai bagian kebijakan, Gorbachev memperkenalkan reformasi pasar ke dalam sistem sosialis. Yang terjadi adalah kekurangan pangan dan ketegangan politik.

    "Mereka lupa atau tidak ingin mengingat seperti apa situasi moral dan psikologis dalam masyarakat Soviet tahun1985," tulis Gorbachev. "Orang-orang menuntut perubahan. Semuanya, pemimpin maupun warga biasa merasa ada yang tak beres dengan negara."

    Uni Soviet saat itu, masih menurut Gorbachev, tenggelam dalam stagnasi. Pertumbuhan ekonomi nyaris terhenti.

    Menurut Gorbachev, penyebab sebenarnya keruntuhan Uni Soviet adalah pembangkangan di dalam jajaran partai. "Dua pukulan bagi perestroika sangat fatal," tulisnya.

    Pertama, demikian Gorbachev, percobaan kudeta yang diorganisir kekuatan reaksioner, termasuk kelompoknya, pada Agustus 1991. Kedua, kolusi pemimpin Rusia, Ukraina, dan Belarusia pada Desember 1991, mengakhiri sejarah Uni Soviet.

    Gorbachev masih belum lupa bagaimana sejumlah perwira dan orang-orang partai membawanya ke istana musim dingin Almaty, dan dibiarkan sendiri di dalam kamar tenpa alat komunikasi. Itu berlangsung selama dua hari.

    Kudeta itu gagal. Gerakan perlawanan di Moskwa membawa kembali Gorbachev ke kursi pemimpin Uni Soviet.

    Khusus kolusi Desember 1991, Gorbachev secara khusus menunjuk Boris Yeltsin. Saat itu, Yeltsin adalah pemimpin Republik Sosialis Federal Soviet Rusia yang berjanji satu serikat akan bertahan.

    "Yeltsin ingkar janji," kenang Gorbachev. "Ia berkumpul bersama pemimpin Ukraina dan Belarusia, lalu memutuskan menghancurkan Uni Soviet."

    Yeltsin, masih menurut Gorbachev, mengorbankan Uni Soviet untuk ambisinya memerintah di Kremlin.










    Sumber
     
  2. tiebushan M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 19, 2013
    Messages:
    239
    Trophy Points:
    42
    Ratings:
    +86 / -9
    tidak pernah ada dalam sejarah dimana SOCIALISM berhasil...tidak ada manusia suka ditindas dan dijajah...meskipun yg menjajah dan menindas itu adalah pemerintah bangsanya sendiri, tetap manusia tidak ada yg suka...makanya SOCIALISM, dimana pemerintah menguasai segala-galanya, akan selalu gagal, karena berlawananan dengan sifat manusia yang menyukai kebebasan...
    indonesia sebenarnya sejak awal condong ke SOCIALISM dimulai dari nasakom nya soekarno dan dari UUD juga sudah keliatan, negara MENGUASAI cabang produksi yg mempengaruhi hajat hidup orang banyak...lalu proteksi "pengusaha kecil" dari persaingan bebas dengan pengusaha besar...ini lah yang membuat indonesia susah maju...
    SOCIALISM menghancurkan negara, dan hanya CAPITALISM yg bisa membuat negara maju...tidak usah banyak argumen, contoh konkrit --> AMERICA, dengan CAPITALISM berhasil menciptakan kekayaan yang luar biasa...
    bandingkan, dari sisi SOCIALISM (uni sovyet, korut, cuba, dll) penduduk TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk LARI ke luar negeri. bahkan penduduk yang menolak untuk kembali ke negara-negara SOCIALIST dianggap sebagai penjahat (TREASON)...
    sekarang, dari sisi CAPITALISM (USA), orang-orang seluruh dunia mempertaruhkan nyawa untuk MENEROBOS MASUK ke dalam USA, orang-orang yg mendengung-dengungkan bahwa USA adalah negara yang RASIS dan OPRESIF, tidak ada satupun dari mereka yang mau meninggalkan USA...bahkan saat Trump terpilih, para artis yg menyatakan mau meninggalkan USA kalo Trump sampai terpilih, tidak ada satupun yang bersedia keluar dari amerika...bahkan, banyak orang amerika yang menawarkan membayari biaya supaya semua artis-artis cepat ANGKAT KAKI dari USA, tetap saja tidak ada yang mau meninggalkan USA...bayangkan, diusir pun tidak mau pergi...
    silakan dipikirkan, sistem ekonomi mana yg berhasil dan mana yang gagal...
     

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.