1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Pengen ganti nama ID? Plat tambahan? Promo GK? Cek Promo Spesial Hari Kemerdekaan, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  3. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  4. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  5. Pengen hadiah pulsa buat ngisi paketan internet? Ikuti TTS Cartoons 2018 di AMVC CrossWords. Langsung saja jawab, aku tunggu yaaaa!!
  6. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!

OriFic Lives of Mermaids

Discussion in 'Fiction' started by XtracK, May 19, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    halo, semuanya :hi:
    Ini cerita yang udah lama kali ditulis, pas smp, tapi masih dilanjutin sampai sekarang :peace:
    Jadi, alur ceritanya pas diliat-liat cepat kali :maaf:

    huf, deg-degan.
    baru kali ni posting cerita di internet :keringat:
    mohon bimbingannya, ya :maaf:
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Lives of Mermaids


    Genre : Fantasy, shoujo, adventure, romance, ......... etc (lagi dipikir)

    --------------------xxXxx--------------------​
    Lei Cian, Yan Ao, Te Rou, dan Ah Lyang adalah 4 bersahabat yang selalu bersama, sampai suatu hari salah satu dari mereka, Yan Ao, menghilang tanpa sebab dan hubungan mereka berempat menjadi renggang.
    Lei Cian percaya bahwa Ao masih hidup di luar sana.
    Sedangkan Te Rou, Ah Lyang, dan seluruh penduduk EQ-Land yakin bahwa Ao sudah mati.
    "Menghilang selama 20 tahun waktu masih berumur 4 tahun, memang masih hidup? Kalau masih, kenapa nggak pulang kampung?"
    Lei Cian selalu terbayang dengan pertanyaan2 itu dan akhinya percaya bahwa Ao telah tiada.
    Namun, apa yang akan dilakukannya saat melihat seekor mermaid yang mirip dengan Ao?
    Apakah Rou dan Lyang mau percaya?
    --------------------xxXxx--------------------​
    Gambar para tokoh yang dianggap penting..
    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]
    Ne gambar memang bukan merman, karna cari gambar merman yang pas kagak ada:maaf:
    tolong dibayangkan saja ekornya.. :haha:
    [​IMG]
    --------------------xxXxx--------------------​
    Lokasi-lokasi cerita..
    [​IMG]
    [​IMG]
    --------------------xxXxx--------------------​
    [​IMG]
    --------------------xxXxx--------------------​

    Masih dalam proses penulisan dan pengeditan :siul:
     
    Last edited: Jun 12, 2013
  4. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Ni hao!

    Perkenalkan, aku Lei Cian dari lautan. Kenapa dari lautan? He.. he.. mau tau? Tentu saja!! Sebab aku adalah seorang mermaid.

    Tapi.. jangan pernah menanyakan apa itu mermaid. Keterlaluan sekali kalau kamu menanyakan hal itu.
    Tempat tinggalku di EQ-Land, dekat sekali dengan tempat tinggal penguin yang lucu-lucu itu. Hm.. jangan iri, ya…?!

    Sekarang sudah waktunya festival penyambutan ‘Aqua Rii’. Siapa itu Aqua Rii?
    Aqua Rii adalah sesosok peri yang menjaga EQ-Land.
    Menurut kabar yang kudengar, Aqua Rii sangat cantik dan bijaksana.
    Tapi, bagaimana cara memanggilnya bila kita ada keperluan sangat rahasia.
    Katanya sih, dulu ada anak yang tahu tempat tinggal Aqua Rii, sayangnya, anak tersebut ditahan dan dididik menjadi penerus Aqua.

    Gosipnya, sekarang anak itu jadi Aqua Rea di TR-Qua (negeri tetangga).
    Mm.. hebat!! Aku juga ingin seperti dia. Bisa dekat dengan peri-peri Aqua yang lain.

    “Lei Cian sayang!! Ayo cepat siap-siap!! Sudah waktunya, nih!!”.

    Aduh, mamaku panggil. Udah dulu, ya.. Diary sayang. nanti aku pasti nyambung lagi ceritanya.

    Aku menarik napas.

    Huff…

    Kututup diary mungil pemberian Yan Ao sewaktu ulang tahunku 20 tahun yang lalu.
    Sekarang.. aku sama sekali tidak tahu dimana keberadaannya kini.
    Ao sangat humoris. Ao sangat pandai. Ao sangat ramah.. Ao sangat…
    Hh.. kini, semakin kuingatingat, aku semakin rindu pada Ao. Ao sahabatku sejak kecil.
    Diary pemberiannya diserahkan tepat sebelum ia menghilang untuk selamanya.
    Sekarang.. baru sekarang aku menulis di diary tersebut.
     
    Last edited: May 21, 2011
  5. Gorgomm M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    374
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +783 / -0
    Lanjut terus bro ceritanya, masih ngambang .... semangat:hero:
     
  6. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,226 / -0
    disusun lebih baik dunk per paragrafnya..... tulis aja di word baru copas kesini.

    hmmm genre e drama fantasy ya?

    weit nama2 e ini nama cina atau korea atau taiwan ya base e

    :cerutu:
     
    • Thanks Thanks x 1
  7. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    ehe..
    ak bru pertama x nulis, jadi masih kelimpungan gitu :keringat:
    nama2nya, ntah knapa bisa jadi nama cina, ak juga nggak ngerti :haha:
    dulu waktu nulisnya mungkin ge sneng ma cina
    g jelas juga.
    makasih atas komen2 dan hwaitingnya :maaf:
    membangun banget. arigatou.. :matabelo:
     
  8. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Aku bangkit dari tempat dudukku. Memakai baju terindah yang pernah mama buat untukku. Bajunya seperti gaun, panjang, menutupi ekorku. Setelah itu, aku mematut-matutkan diriku di depan cermin. Aku mengelung rambut panjangku, lalu kuberi mutiara secara acak. Sebisa mungkin aku ingin seperti putri Hana, idolaku.

    “Mm.. ok! Aku siap sekarang!!” ucapku sambil mengepalkan tangan. Kini aku yakin sudah seperti putri. Ya.. walaupun nggak mirip-mirip amat, yang penting udah bisa mendekatinya. Ya, kan?

    Aku keluar kamar lewat jendela dan bergabung dengan teman-teman.

    “Ciee.. si Lei Cian!! Udah kayak putri raja!” puji Te Rou. Aku malu sekaligus senang. Tapi, baru mau kuucapkan kata terimakasih, ada suara yang mengeledek dari belakang. Aku mengeryit. Suara itu tidak asing lagi bagiku. Ya.. pemilik suara itu….

    “Wa.. ha.. ha.. aduuh.. si Rou ini! Bilang aja terus terang!! Si Cian itu putri, apa putrid?” ledek Ah Lyang. Ia berenang mendekatiku.

    “Hm.. lumayan bagus juga dandananmu untuk seorang putrid!” sambungnya lagi. Aku diam.

    Dia ini Ah Lyang. Sobatku sejak kecil. Tapi, entah kenapa, sejak menghilangnya Ao, ia selalu tidak merasa puas dengan yang kulakukan. Dia juga menjulukiku putrid (jelek).

    “Halo.. putrid? Ngapain bengong lagi acara festival? Hei! Kamu udah bisu, ya? Ooi..”. Ng.. mungkin cuma perasaan aku aja? Rasanya dari nadanya bicara ia kelihatan panik.

    “Hei teman-teman! Si putrid jadi bisu!!” teriaknya. Amarahku tiba-tiba meledak begitu mendengar ia memanggil teman-temannya yang jahil itu.

    Tanganku reflek mengayun, dan…

    PLAAK!!

    “Lyang jahaaaaat!!!!!!” semburku dan langsung berenang menjauh darinya, dari semuanya. Aku tak peduli lagi dengan semuanya. Kali ini aku tidak bisa lagi mentelorir ledekan Lyang. Padahal aku sudah susah payah dandan khusus untuk festival ini.

    Eh, tapi.. tunggu dulu!!

    Ini.. dimana?!

    Aku mengedarkan pandangan melihat keadaan di sekelilingku. Namun, tetap saja aku tidak mengetahui daerah apa ini. Batubatu karang yang besar tampak disana-sini. Yang pastinya, ini bukan daerah EQ-Land. AKU TERSESAT!!?

    Suara kresek-kresek mengejutkanku. Aku segera berlindung dibalik batu karang yang dekat denganku. Ada mermaid yang berenang dibalik rumput laut. Aku menahan napas. Sebentar.

    “Bagaimana, Ao?”

    “Yah.. lumayan nggak nyusahin, sih.. tapi, aku tetap canggung. Benar, lho..” jawab suara itu.

    Aku tersentak.

    Ao?!

    Mermaid itu Ao?!

    Ao sahabatku yang telah menghilang selama 20 tahun? Ao yang itu?

    Stop! Aku harus dapat mengendalikan emosiku. Aku mengintip. Kulihat kedua mermaid itu. Salah satunya ada yang bermata biru jernih.

    Mirip!!

    Dengan Ao!!

    Aku menahan napas. Menyembunyikan tubuhku dibalik karang. Sedetik. Kemudian aku melihat lagi. Mencoba memastikan. Tapi, mermaid tadi telah menghilang. Aku kembali menyembunyikan diri dibalik karang.

    Aku bernapas lewat mulut. Rasanya aku tidak percaya dengan yang kulihat barusan. Mermaid itu mirip dengan Ao. Wajahnya juga ada kemiripan dengan Ao. Sekarang, yang menjadi pertanyaanku..

    Benarkah dia Ao?
     
    Last edited: May 20, 2011
  9. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    buat kak Giande, ak dah coba edit biar berparagraf, tapi, pas lyat, emang dah berparagraf.
    tapi, pas dipost, jadinya g da paragraf lagi.
    ak nggak ngerti juga, kak..
    :bingung:
     
  10. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    “Hah…” desahku sambil menghempaskan diriku diatas kasur kerangku yang cantik. Aku membolak-balikkan tubuhku. Mataku lekat menatap langit-langit kamar. Pikiranku masih terpaku dengan mermaid tadi.

    Ng.. tapi aku juga kepikiran dengan sikap Ah Lyang yang tiba-tiba jadi pendiam waktu aku pulang barusan. Sewaktu aku pulang, festival sudah selesai. Jadi, aku langsung pulang tanpa menunggu kelanjutan pesta sambungan festival.

    Ah!! Sudahlah!! Buat apa kupikirkan? Toh, bagus juga kalau dia sekali-kali diam. Sekarang, masalahnya adalah, memastikan apakah mermaid itu benar-benar Ao, atau mermaid lain yang menyerupai dirinya. Ok!!! Kuputuskan besok akan kuselidiki!!!


    Ni hao!!

    Pagi ini aku sudah bersiap-siap. Tau, kan~ kalau aku akan menyelidiki mermaid yang mirip dengan Ao itu. Yah.. aku sudah membuat surat untuk mama bahwa aku akan pergi ke suatu tempat. Sekarang.. doakan aku, ya?

    Aku menandai batas lembar itu dan menutup diary tersebut. Rasanya sangat aneh bila aku meminta doa pada lembaran buku seperti ini.

    “He.. he.. eh?” ucapku. Aku melongokkan kepalaku, melihat Ah Lyang dan Te Rou diluar jendela kamar. Aku memiringkan kepalaku, tanda tak mengerti. Bagaimana tidak? Pagi-pagi begini mereka sudah muncul di depanku. Ah Lyang tampak grogi di mataku. Entah apa yang membuatnya begitu.

    “Ng.. Hai!! Ni hao? Ah, pagi!! Ah… ng..” salam Lyang terbata-bata. Aku semakin heran dengan sikapnya.

    “Hao. Selamat pagi juga. Ada apa?” jawabku membalas salamnya, lalu berpaling ke arah Rou. Rou senyum, lalu menyikut bahu Lyang.

    “He.. sebenarnya, Lyang mau katakan sesuatu padamu. Ayo, Ah Lyang!!”. Lyang mengeluh sebentar, lalu melihatku dan diam. Aku menghela napas panjang. Jujur saja, aku tidak sabar bila sedang berurusan dengan Lyang. Tapi, apa yang menyebabkan dia begini grogi? Padahal, biasanya Lyang selalu ceplas-ceplos dan tidak ingin bertele-tele.

    “Ada apa? Katakan sekarang juga.” Sahutku sedikit mengancamnya. Namun, ia tetap diam, tidak bergeming. Aku habis kesabaran.

    “Oh… kalau tidak ada keperluan sama sekali, sudah dulu, ya. Aku ada urusan yang harus kuselesaikan.” Aku berbalik dan mengemasi barangku.

    “Tunggu!!” akhirnya Lyang berbicara. Aku berpaling. Ia kelihatan gelisah.

    “Se.. sebenarnya, Cian, aku.. ma.. mau minta maaf!!” teriak Lyang. Aku melongo. Benarkah? Benarkah yang diucapkannya itu?

    Lyang yang jahil itu minta maaf padaku?

    Lyang yang itu?

    Lyang super reseh yang selalu menjulukiku putrid? Lyang yang itu?

    Apa aku mimpi?

    Kelihatannya ya..
     
    Last edited: May 21, 2011
  11. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,226 / -0
    Coba aja copas dari word langsung... biasanya ga ada masalah sih aku. Bisa juga liat di preview. Tapi post yang kedua dan ketiga e dah bagus susunanya.

    kadang gw bingung cerita e lagi dimana

    sedang ngapain
     
    • Thanks Thanks x 1
  12. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    saat ni ceritanya berkisar di sekitar rumah Cian, kk.
    masih blm da kmjuan.. :suram:
     
  13. Alohamora M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 1, 2010
    Messages:
    1,306
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +358 / -0
    Mungkin bisa ditambahin 1 paragraf untuk kasih keterangan tempat di post #3 page 1
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  14. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    “Aku.. sungguh-sungguh minta maaf. Aku sama sekali tidak ada niat untuk mengejekmu. Tapi.. itu aku lakukan biar aku tambah dekat denganmu... kayak dulu. Tapi.. aku tidak menyangka kalau hal itu menyakitimu.. aku.. aku minta maaf!!! Kamu.. mau maafkan aku, kan?” tanyanya ragu.

    Aku masih tercenung.

    Rasanya aku tidak bisa mempercayai pendengaranku kali ini.

    Lyang benar-benar minta maaf! Ini sama sekali bukan mimpi!!

    Aku diam beberapa saat, lalu mengangguk.

    “Ok!!! Tapi… lain kali, jangan pernah memanggilku putrid lagi, ok?!” jawabku sambil mengangguk-angguk. Dia kelihatan senang.

    “Terimakasih!!” katanya sambil tersenyum. ‘Hm.. dia manis juga bila tersenyum’, pikirku. Ah, ngaco!!

    “Eh, tapi.. ngomong-ngomong.. kamu cantik, lho.. waktu festival kemarin. Teman-temanku juga setuju denganku. Beneran, lho” pujinya. Waduh!! Kenapa tiba-tiba aku merasa malu, ya? Rasanya ada perasaan senang bercampur malu.

    “Te.. terimakasih!!” jawabku. Aku merasa mukaku panas. Kenapa, ya?

    “Oh, ya.. kamu mau kemana? Kok, ngemasin barang?” tanya Rou sambil melongokkan kepalanya, melihat kamarku yang "sedikit" berantakan.

    “Ng.. aku mau melakukan penyelidikan sedikit. Mau kuberitahu?” tawarku sambil menarik mereka berdua ke dalam kamar. Tapi.. rasanya ada yang lain waktu aku menarik tangan Lyang. Ada yang beda, dan aku tidak tahu apa itu.

    “Apa… Aku boleh ikutan?” tanya Lyang pelan. Aku mengangguk.

    “Kalau aku?” sambung Rou. Aku mengangguk lagi. Aku senang ada yang berminat dengan penemuanku kemarin.

    “Begini..” bisikku pelan. Kepala kami merapat. Entah kenapa… tiba-tiba aku merasa seperti dipanggang. Panas!!

    Kepalaku reflek terangkat dan duduk dengan tegak. Aku menarik napas cepat. Mungkin aku sedikit pusing. Tapi, bagaimanapun juga, aku harus bisa mengetahui apakah mermaid itu Ao, atau bukan.

    “Ada apa?” tanya Rou cemas. Aku menggeleng cepat.

    “E.. tidak ada apa-apa, kok!!” sahutku seraya tersenyum. “Ehm.. menurutku, lebih enakan kalau kita duduk tegak. Ehe.. he..” sambungku sekenanya, berusaha sebisa mungkin tidak kelihatan mencurigakan dihadapannya.

    “Oke..” jawab Rou mengangguk. Fiuhh.. syukurlah dia sama sekali tidak curiga. Aku harus hati-hati, nih. Soalnya, Rou tipe cewek yang paling cepat membaca keadaan.

    “Begini.. kemarin, aku bertemu dengan seekor mermaid yang mirip dengan… Ao..” bisikku hati-hati dengan volume suara yang minimum. Aku menatap mereka. Reaksi mereka sudah dapat ditebak.

    KAGET.

    “A.. Ao? Nggak mungkin!! Pasti kau ketiduran waktu itu! Jadi, kau memimpikannya” bantah Rou dan diikuti Lyang.

    “Ya, kau pasti, PASTI bermimpi ketika itu” sambung Lyang. Aku kesal campur kecewa. Padahal, aku sangat berharap mereka menunjukkan reaksi penasaran seperti di cerita-cerita yang sering kubaca.

    “Kenapa kalian tidak percaya? Aku benar-benar melihat Ao. Dia waktu itu berenang dengan seekor mermaid yang lain. Ng.. ketika itu dia pakai baju gaun, penuh dengan mutiara, mm.. memakai tiara, juga pakai tongkat cantik berbentuk sayap.. kemudian.. ng.. apa lagi, ya…?!” tanyaku sambil meletakkan jari telunjukku di dagu.

    Lyang dan Rou menggeleng-geleng.

    “Tidak mungkin, Cian..” kata Lyang pelan.

    “Oh, iya! Dia juga pakai kalung berbentuk kristal. Dia benar-benar tampak cantik!!!” teriakku mengubris kata-kata Lyang.

    “ITU TIDAK MUNGKIN, CIAN!! KAU GILA, YA??!!!!” bantah Lyang dan Rou bersamaan. Aku menutup telinga. Suara mereka menggelegar. Setelah suasana agak senyap, aku membuka mulut.

    “Apanya yang tidak mungkin? Aku juga tidak gila!!” aku diam sejenak, lalu menyambung. “A… aku benar-benar melihat Ao!! Makanya aku mau menyelidiki apakah itu Ao, atau mermaid lain. Tapi, aku yakin itu adalah Ao karena wajah, maupun warna matanya mirip dengan Ao! Satu lagi, suaranya mirip dengan Ao. Semua ciri-cirinya menunjukkan bahwa dia Ao!! Kenapa kalian tidak percaya juga?!” dadaku naik-turun menahan amarah. Lyang dan Rou terdiam. Keheningan sempat singgah diantara kami.

    “Itu tidak mungkin, Cian..” ucap Rou memecahkan suasana yang tidak enak diantara kami. Aku mendengus. Mataku melihat kearah jendela.

    Lyang menghela napas.

    “Cian..” panggilnya.

    “Apa?!” jawabku ketus. Lyang diam.

    “Benarkah ciri-ciri yang kamu sebut barusan?” tanyanya seolah memastikan perkataanku. Aku berpaling padanya. Menatap mata ketidakpercayaannya dalam. Ia kelihatan tidak enak karena diperhatikan olehku.

    “Perlu kuulang berapa kali baru kamu paham maksudku, A-h-L-y-a-n-g?!” sahutku sambil mengeja namanya, dan berbalik memunggungi mereka. “Bukankah kau dan Rou teman Ao juga, sama sepertiku? Bukankah kalian tahu, kalau warna mata Ao biru jernih? Seberapa lama kita bersahabat hingga kalian dengan begitu mudah melupakannya? Kalian tidak mengingatnya sebagai sahabat lagi? Kalau benar begitu, hingga kini hanya aku yang masih mengenangkannya dan percaya dia akan muncul dihadapanku. Berarti, percuma aku memberitahu kalian kejadian pertemuanku, ya? Karena kalian tidak membantuku” sambungku tercekat dan mengerjap-ngerjapkan mata agar airmata tidak keluar.

    Aku menarik napas panjang dan berat. Mereka diam dibelakangku, mungkin merasa divonis secara tidak langsung olehku.

    Aku menarik tangan mereka dan mendorong mereka keluar dari kamarku. Mereka berontak, namun aku tidak peduli. Biarlah.. yang penting, meskipun sendirian, aku pasti menjemput Ao.

    “Terimakasih, sudah berpartisipasi” ucapku sarkastik sambil tersenyum hambar, lalu menutup jendela kamar dengan kasar.
     
  15. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Ni hao!

    Kemarin aku tidak jadi pergi karena ada sedikit gangguan. Hh.. rasanya aku tidak percaya kalau kemarin aku bisa begitu marahnya pada dua sahabatku. Ya… apa boleh buat, soalnya mereka bisa-bisanya melupakan Ao. Padahal, selama ini aku selalu.. merasa kalau perasaan kami sama. Mm.. pada akhirnya, hanya aku yang mempunyai perasaan itu. Menyedihkan, ya?!

    Aku menutup mataku.

    Menghela napas.

    Mengeluh sesaat.

    Setelah itu, aku menutup diary mungil itu. Aku berenang keluar. Bagaimanapun juga, aku butuh udara segar. Rasanya aku sudah berenang sangat jauh, diluar wilayah EQ-Land. Aku baru mau kembali sampai..

    “Lei Cian!!”

    Ada yang memanggilku. Aku segera membalikkan tubuhku, lalu melihat Rou dan Lyang di depanku. Aku menarik napas dalam dan cepat. Berusaha menahan amarah.

    “Ada apa?!” tanyaku dengan suara bergetar. Aku merasakan gelagat mereka gelisah. Aku menunggu sampai salah satu dari mereka buka mulut. Akhirnya Lyang berbicara.

    “Cian..” Lyang diam sebentar, bernapas pelan-pelan. Menarik napas dan membuangnya lewat mulut sebelum melanjutkan. “Um.. kami bukannya tidak peduli lagi dengan Ao. Kami juga.. sebenarnya merindukan dan mengharapkannya kembali. Kita sudah lama bersahabat, Cian.. karena itu, yang paling memahami perasaanmu saat ini adalah kami.”

    “Oh ya??” aku membuat nada ngejek dan memutar mataku malas.

    “Tapi Cian.. kami masih tidak percaya dengan pakaian Ao yang kamu ciri-cirikan kemarin, sebab.. ” Rou menggubris nada cemoohku.

    “Apa?!!” potongku cepat.

    “Sebab.. “ Rou diam. Menarik napas berat, dan melanjutkan. “Sebab… ciri-ciri itu.. adalah milik.. peri Aqua!!!”

    “Hah?!” aku terkesiap. Menatap mereka dengan pandangan tak percaya. Rasanya aku tidak bisa mempercayai pendengaranku. Bagaimana tidak?! Ucapan Rou tadi sama saja artinya bahwa.. Ao adalah peri Aqua!!

    Aku menggeleng lemah.

    “Itu tidak mungkin, Rou.. karena.. Ao tidak bersayap!! Kau tahu, kan?! Semua yang namanya peri pastilah bersayap. Sedangkan Ao?! Tidak!!!” tegasku sambil berusaha mengekspresikannya.

    Tapi, anehnya.. Lyang dan Rou tampak bingung mendengarnya.

    “Hah? dari mana kamu tahu semua peri bersayap?” tanya Lyang. Ia menatapku seolah aku makhluk paling asing yang pernah ditemuinya. Aku memiringkan kepala tanda tak mengerti, dan melipat tanganku di dada.

    “Dari buku cerita yang kutemukan di pantai. Kelihatannya buku itu dibuang oleh manusia daratan. Tapi.. benar, kan?! Kalau peri bersayap?!!” tanyaku balik dengan tampang tanpa dosa. Lyang dan Rou terbelalak.

    “Kau.. kau ke pantai?! Ke daratan?!” tanya Lyang menggubris pertanyaanku. Aku mengangguk pasti.

    Rou berdecak pelan, diikuti dengan Lyang.

    “Berapa kali… kamu ke pantai?” sambung Rou seakan meng-vonis kelakuanku.

    “Cuma sekali!!” jawabku membela diri.

    “Cuma sekali, dan kamu mulai terpengaruh oleh khayalan manusia daratan..” Lyang berenang mendekatiku dan melanjutkan. “Dengar, Cian..” dia menepuk bahuku. Aku merasa di hatiku ada yang menjerit nyaring. “Kehidupan kita berbeda dengan daratan. Jadi.. intinya, peri Aqua tiada yang bersayap..” jelas Lyang sambil tersenyum.

    Entah kenapa, tibatiba aku merasa hangat dan jantungku berdetak kencang.

    Aku pusing. Tidak tahu perasaan apa ini.

    Atau..

    Jangan-jangan… aku sakit jantung?!

    Aku menjauhkan pandangan mataku darinya-kalau melihat Lyang lebih lama, aku punya feeling kalau aku bakal pingsan di tempat-mengedarkan penglihatanku. Namun, mataku terpaku pada sosok yang berenang di antara kumpulan karang-karang besar yang familiar dimataku. Oh... aku ingat. Disana tempatku dulu tersesat. Aku memicingkan mata agar dapat melihat sejelas mungkin, menggeser tangan Lyang dari bahuku, dan berenang mendekatinya; lalu bersembunyi di balik karang. Lyang dan Rou mengikuti apa yang kulakukan. Melihat siapa disana.

    Tapi, apa yang kami lihat saat ini adalah sesuatu yang kami cari saat sekarang.

    Setelah beberapa saat beradaptasi dengan kegelapan, akhirnya kami dapat melihatnya dengan jelas. Aku menahan napas, menutup mulutku dengan tangan dan menggenggam tangan Lyang yang kulakukan secara tidak sadar. Lyang melihatku. Tapi kemudian memegang tanganku dengan erat sambil membisikkan kata ‘tenang’ padaku berulang kali. Aku semakin kuat menutup mulutku. Berusaha menahan suara yang mungkin akan keluar di saat aku tidak sadar nanti.

    Bagaimana mungkin aku bisa tahan? Sedangkan hal yang kulihat sekarang adalah hal paling.. kuinginkan. Tapi.. setidaknya jangan sekarang. Aku.. masih belum siap.

    Ya.. sosok itu..

    Mermaid itu..

    Ao…!!!
     
    Last edited: Jun 21, 2011
  16. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    “Ayo!!!” ajak Lyang tiba-tiba sambil mengamit tanganku. Aku mendongak saat dia sudah berdiri dan menarik tanganku, serta tangan Rou.

    “Kemana?” tanyaku sambil menggigit-gigit ujung jariku. Dia mendesah pelan.

    “Kemana lagi kalau bukan mengikuti Ao!!”

    “A..Apa nanti tidak bakal ketahuan?”

    Dia menggeleng kuat.

    “Nggak bakalan!!”

    “Ta.. tapi kita tidak tahu kan, dia bakal kemana?!”

    “Makanya i-t-u, kita ikuti dia..!!!” dengus Lyang mulai tidak sabar. Aku menatapnya cemas. “Bukannya kau bilang ingin memastikan apakah mermaid itu Ao atau bukan, kan? Nah, sekarang kesempatan ini muncul. Ayo!”

    Aku diam. Hatiku ingin ikut, tapi... ada perasaan mengganjal di dadaku. Aku takut... ini adalah pertanda buruk. Tapi.. tapi.. Ao...

    “Hh…” ucap Lyang geram dan langsung menarikku dan Rou tanpa menunggu ocehan lain keluar dari salah satu diantara kami, dan membawanya turut bersamanya. Kami menurut. Mengikuti kemana pun Ao pergi.
    Akhirnya, penguntitan kami berujung disebuah tempat cantik bewarna hijau kristal. Kami menahan napas kagum. Jadi, selama ini Ao lama tinggal disini. Di tempat mewah dan megah seperti ini.

    [​IMG]

    “Indah…” gumamku pelan. Lyang dan Rou mengangguk setuju. Kami pun berenang mengelilingi tempat ini. Tanpa sadar, kami telah kehilangan Ao.

    “Hei! A.. Ao dimana?” tanyaku panik. Kami mengedarkan pandangan, berusaha menemukannya meskipun dari jarak jauh.

    “Kita... kehilangan dia..” sesal Rou. Dia menutup wajahnya dan mulai menangis pelan. Tidak bersuara. Aku dan Lyang berpandangan. Ini pertama kalinya Rou menangis. Padahal selama ini Rou terkenal sebagai mermaid cewek yang tidak pernah menangis. Tapi sekarang.. ia kelihatan akan hancur bila disentuh sedikit saja.

    Aku menarik napas panjang.

    “Rou.. tena..” belum selesai aku bicara, ada suara lain yang menggertakku dari belakang, samping, depan.. mengelilingiku.

    “Ha?” aku mendongak-Rou sudah berhenti menangis; banyak wajah asing yang tak pernah kulihat. Wajah yang bersinar.. bagaikan seorang peri Aqua.

    PERI AQUA??!!

    “Kalian telah memasuki daerah terlarang. Oleh karena itu, kalian harus siap menanggung hukuman yang akan pemimpin kami berikan pada kalian” ancam suara itu lembut. Suaranya bergemerincing seperti bel. Dia tak seperti mengancam, melainkan menyanyi. Aku menelan ludah. Dibuku-buku cerita yang kubaca, makin berbahaya suatu makhluk antagonis, maka makin tak mengerikan wujudnya.

    “Tapi.. kami hanya mencari teman kami..” kata Rou ditengah isak tangisnya. Makhluk itu diam.

    “Siapa teman kalian?!” suaranya memainkan instrumen sempurna.

    “Di.. dia..” Rou menelan ludah. Suaranya tercekat. Sepertinya dia menyadari bahwa makhluk di depannya ini berbahaya. Bila ia menyebutkan nama Ao, aku yakin, Ao pasti akan terlibat juga. Bersama dengan kami... dan aku yakin Rou tau hal itu.

    “Siapa teman kalian?” tanyanya lagi.

    Rou mundur. Ia meremas tanganku. Tangannya sedingin salju. Aku mengangguk sekilas pada Rou dan Lyang. Kami.. harus melarikan diri dari sini.

    “SIAPA TEMAN KALIAN??!!!” teriak makhluk itu dengan tiba-tiba sambil menodongkan panahnya pada Rou. Aku dan Lyang berontak.

    “Apa kau bisu?” ancamnya sambil mendekati Rou. Rou tetap diam. “Kalau kau tak menjawab, kau..” ia menusukkan ujung anak panahnya pelan ke kepala Rou. Tidak dalam, tapi darah menetes keluar dari dahi Rou. "Dan juga temanmu.. terpaksa kami bunuh."

    Rou masih tetap diam. Wajahnya pucat.

    “Masih tak menjawab. Baik, kalau begitu. Tiga, dua...” dia mulai menghitung mundur, menarik anak panahnya, dan siap dilepaskan tepat ke arah Rou. Aku tidak tahan lagi. Karena itu..

    “AO!!!”

    Makhluk itu mengurungkan niatnya membunuh Rou, dan menoleh padaku.

    “Apa kau bilang?” gerakannya halus, dan dalam sekejap ia telah berdiri tepat didepanku. Mata hijau kekuningannya menatapku dalam. Jantungku berdebar kencang, tapi, aku tak mau kalah. Entah kekuatan dari mana, aku balas memolototinya.

    “YA!!! AO… YAN AO SAHABAT KAMI!!! SAHABAT BERHARGA BAGI KAMI!!!! PUAS?!”

    “Jangan bercanda denganku!!” kali ini giliranku ditodong anak panahnya. Aku mengepalkan tanganku. Pokoknya, kami.. harus bebas!

    “Aku serius!!” bantahku keras. Kulihat dia seperti gelisah. Akhirnya dia menghela napas pendek dan menurunkan panahnya yang sempat diacungkan padaku tadi. Ia menjentikkan jarinya… dan semua makhluk sejenis dengannya melepaskan cengkramannya dari pundak kami.

    Kami bebas!!!
     
    Last edited: May 22, 2011
  17. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    “Bawa mereka menghadap ratu!”

    “Baik!!”

    Ternyata kami tidak bebas. Kami digiring. Rou mendekat padaku.

    “Maaf.. karena aku, kita..”

    “Tenang, Rou. Setidaknya, kita semua selamat..” bisikku sambil tersenyum.

    “Ya.. kau benar,” Rou balas tersenyum. Aku melihat senyumnya tak menyentuh matanya. Rou masih menyesal. Tapi.. Aku bisa berbuat apa dalam kondisi begini? Aku melirik ke arah Lyang. Sepertinya dia juga menyadari tingkah-laku Rou.. namun dia cuma diam.

    Kami digiring melewati banyak sekali lorong-lorong yang bagaikan labirin, hingga akhirnya sampai di tempat yang sangat menyilaukan. Pilar-pilarnya berkilau, memancarkan cahaya emas. Langit-langitnya sangat tinggi dan diatasnya penuh dengan ukiran mewah super sulit-aku tak bisa begitu memperhatikan dengan situasi begini-yang aku tau, tidak sembarangan orang bisa membuatnya. Lantainya jernih. Aku bahkan bisa berkaca dengannya. Ditengah-tengah tempat ini, berdiri dengan angkuhnya sebuah kursi singgasana yang memancarkan aura kemuliaan. Ukiran di badan singgasana itu begitu tegas, lambang dari kekuasaan. Namun, ada percikan-percikan kelembutan yang dipadu dengan kasih sayang diantara lambang kekuasaan itu. Aku menelan ludah takjub. Bangunan dan kursi singgasana yang kini ada dihadapanku ini, sangat mirip dengan gambar istana peri Aqua yang pernah kulihat dibuku cerita.

    Sesampainya kami sekitar 4 meter dari hadapan singgasana, kami dipaksa berlutut dan menundukkan kepala karena sang ratu akan datang.

    “Ratu datang….!!” umum pengawal sambil meniup kerang Siqi-sejenis kerang yang bisa ditiup.

    Tiba-tiba saja sebuah pintu besar yang penuh dengan ukiran tak kalah menakjubkannya muncul ditengah-tengah ruangan, lalu terbuka secara pelan. Aku, Lyang, dan Rou ternganga kagum. Baru sekali ini dalam seumur hidup aku melihat pintu yang sebagus ini dan semegah ini. Bentuknya seperti daun, berwarna hijau zambrud. Bercahaya. Cantik..

    “Siapa yang suruh kalian menengadahkan muka, hah?!! Tunduk!!!” bentak makhluk kejam yang menggiring kami kesini. Aku cemberut. Mengeluh dan mendesah tidak jelas. Yah.. walaupun begitu, tetap saja aku mau tak mau harus menurut demi keselamatanku.

    Uuhhh!! Kenapa kami harus larut dalam kekaguman kehilangan jejak Ao, sih? Sekarang kami ini diperlakukan bagaikan budak. Sialaaaannn!!!

    “Siapakah mereka, Ching Zao?” tanya suara yang keluar dari pintu dengan lembut. Menyejukkan.

    Hm?!!

    Rasa.. rasanya aku mengenal dengan pasti suara itu. Tapi.. itu tidak mungkin!

    Aku menaikkan sebelah alisku dan menautkannya keduanya. Aku menarik napas berat, berusaha mencuri-curi pandang ke arah suara itu. Tapi terlambat! Makhluk kejam sudah terlebih dulu menyadari tingkah lakuku yang berusaha menengadahkan kepala. Dia menggeram pelan. Sebentar. Lalu menekan paksa kepalaku sampai hidungku hampir menyentuh lantai. Aku menggigit bibir bawahku dengan geram. Bagaimana tidak? Ia menghancurkan kesempatanku untuk melihat sosok anggun didepanku. Aku hanya bisa melihat ujung gaunnya yang berwarna biru langit dan cantik dengan batas pandang yang sudah maksimal.

    “Bukan siapa-siapa, Yang Mulia Ratu Aqua. Mereka hanya anak-anak nakal,” suara si kejam merendah seakan mengejek kami. “Mereka hanya mermaid asing yang memasuki kawasan suci ini tanpa izin. Namun, tenang saja, Ratu Aqua. Mereka, para mermaid nakal ini akan saya hukum setimpal dengan kelakuan mereka,” dia diam. Senyum liciknya dapat kurasakan dan kubayangkan.

    Aku mengumpat dalam hati. Seenaknya saja dia mengatakan kami mermaid nakal. Padahal, kami cuma tidak sengaja memasuki wilayah aneh ini. Lalu.. apa yang dia maksudkan dengan hukuman? Apa dia tidak tahu, bahwa menghukum mermaid yang masih berusia di bawah 17 tahun akan mendapat ganjaran?

    “Bisakah kalian menengadahkan muka kalian? Aku ingin melihat wajah mermaid yang katanya nakal ini..” suara indah nan lembut memberi perintah pada para makhluk-makhluk kejam itu. Kurasakan tangan si makhluk kejam ragu-ragu melepas tangannya dari kepalaku. Tapi, aku dan kawanku patuh. Tak perlu hitungan '1.. 2.. 3 mulai!', kami segera mengangkat wajah. Tangan si makhluk kejam terlempar dari kepalaku karena gerakanku yang tiba-tiba dan super cepat. Akhirnya!! Akhirnya aku bisa melihat wajah pemilik suara lembut itu.

    Aku menatap dengan pelan dirinya dimulai dari ujung gaun, tangan, sampai pada..

    Aku tercengang. Suaraku terasa tercekat di tenggorokan. Tak mampu berkata-kata karena yang didepanku adalah…

    Ao?!
     
  18. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Ao?!

    “A.. akh…” aku menelan ludah.

    “Ao?!.. A.. Ao!! Yan Ao?!” panggilku berbarengan dengan Rou. Aku bertatap muka dengan Rou, lalu tersenyum bersama, melihat kembali ke arah Ao. Ao tampak kaget. Dua jari kanannya menutupi mulutnya. Ia menarik napas ringan-membungkuk, memegangku dari pundak menuju wajah. Senyum tersunggingkan dari bibir tipisnya.

    “Cian??” panggilnya memastikan. Aku mengangguk kuat. Memegangi tangannya. “Aku sangat rindu padamu. Sekarang.. kita kembali bersama.”

    Ao diam. Matanya tampak berkaca-kaca.

    “Kau tahu? Rasanya aku tidak bisa mempercayai pertemuan kita ini… aku juga saaangat merindukanmu” Ao memelukku erat. Aku balas memeluknya. Setelah lama menangis dipelukanku, dia beralih pada Rou. Tangannya meremas tangan Rou dengan kuat.

    “Aku sayang kamu, Ao!!” kata Rou penuh perasaan. Ao mengangguk, dan memeluk Rou seraya berkata…

    “Aku juga saaangat sayang padamu” balas Ao diantara tangisannya.

    Pada Lyang, Ao memegangi tangannya. Sisa-sisa tangisan masih berbekas di wajahnya. Lyang mengangkat tangannya dan menyeka air mata Ao. Aku memalingkan muka. Entah kenapa, ada perasaan tidak enak di dadaku. Serasa ada yang menusuk dari dalam.

    “Terimakasih, Lyang. He.. he.. aku jadi malu bersikap begini dihadapan kalian. Hehe.. aneh, banget ya?” tanya Ao sambil mengusap wajahnya dengan punggung telapak tangannya.

    Aku, Rou, dan Lyang menggeleng kuat.

    “Sama sekali tidak!! Ao, kamu manis…” hiburku. Lalu disambung Rou..

    “Tidak aneh”

    “Dan cantik.. sungguh, lho!?” puji Lyang.

    Aku melihat cepat kearah Lyang. Dadaku seperti diremas. Ohh.. aku benar-benar sakit jantung. Aku harus periksa ke dokter, dan berkonsultasi.


    Di kamar Ao…

    “Eh, Ao!” panggilku.

    Ao menoleh.

    “Ada apa?”

    “Enak, tidak, tinggal disini?! Kelihatannya.. disini banyak banget, peraturannya. Kamu kelihatan tidak bebas. Tidak apa-apa?” tanyaku hati-hati. Kalau kedengaran sama mermaid lain, khususnya makhluk keji itu, bisa-bisa aku jadi tinggal raga tanpa nyawa.

    Ao diam. Ia berenang mendekatiku.

    “Tidak!” jawabnya sambil tersenyum. “Lagipula.. nanti aku punya teman. Yaitu kalian!!”

    Aku dan Rou terkejut.

    “Apa maksudmu?” tanya Rou. “Bukannya kita memang udah berteman? Apa maksudnya kata 'nanti' itu?”

    “Mm.. itu.. karena kalian sudah memasuki daerah Holy Land, tempat tinggalnya para peri-peri Aqua, maka kalian secara otomatis juga harus ikutan menjadi Peri Aqua. Gimana? Hebat, kan?”

    “AAAPAAAA??????????!!!!!!!!!!!” teriakku dan Rou bersamaan.

    “Mana bisa begitu!!!”

    “Iya!! Kami sama sekali tidak siap”

    “Eh.. apa tidak bisa ditukar peraturannya?” Rou mengedip-ngedipkan matanya manja, berusaha membujuk Ao. Aku hampir tertawa ngakak.

    Ao menggeleng.

    “Kenaaapa???” tanyaku memelas, mulai ikutan gaya Rou.

    “Karena memang tidak bisa,” Ao menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum lemah.

    “Alasannya apa?” tanyaku lebih lanjut. Rou merapat ke arahku, berharap mendengar lebih jelas. Akibat setelah sekian lama tak ketemu, kami jadi tidak terbiasa dengan suara Ao yang lemah-lembut. Padahal, dulu dia Ratunya anak-anak di EQ-Land. Siapa aja yang melawan perintahnya, siap-siap saja dijahili Ao dengan memakai kelemahan anak tersebut. Dulu Ao bahkan punya nama julukan, "Ao, si Ratu Setan."

    Ao mengeleng lagi.

    Aku mendengus kesal. Tidak ada alasan, tapi mau menjadikan kami Peri Aqua? Yang benar saja!! Mimpi pun aku tidak pernah! Apalagi melaksanakan. Memang, aku akui dulu pernah berangan-angan ingin menjadi peri Aqua.. namun, setelah tahu akan begini, nggak bakalan, deeeh..
     
  19. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,226 / -0
    gw baru sadar kalau ini ceritanya cewek smua wkwkwkwk

    :haha:
     
  20. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    kan, genre'a dah ditulis, kk :yareyare:
    ni ceritanya masih puuaannnjaaangg sekale.. :peace:
    lo ceritanya cem bosenin gtu, atw ada yang g sreg dihati, maaf :maaf: ye..
    pengalaman pertama mang banyak cacat'a :hehe:
     
  21. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    “Paaagiii!!!!” teriak Ao dengan semangat.

    “Huaaaa…” aku menguap sambil mengangkat tangan keatas. Aku tidak bisa tidur nyenyak semalam. Pikiranku terus terpaku pada perkataan Ao kemarin, dan baru bisa tidur sekitar 3 malam. Banyak yang kupikirkan. Misalnya, cara biar bisa mengelak dari tugas merepotkan-menjadi peri Aqua, cara kabur dari sini bersama dengan Ao, Rou, dan Lyang, dan rasa penasaran juga apa jadinya kalau aku jadi peri Aqua.

    “Halooo… udah pagi, nih!! Ayo! Baaangun, dong.. aih! Malas banget, sih?” teriak Ao tepat di kupingku.

    “Apaan, sih?!!”

    “Iya, nih!! Pagi-pagi udah segini berisik….” komentar Rou sambil mengucek matanya yang masih terbuka setengah tiang.

    Ao tertawa.

    “Ehe.. hm! Sini, deh! Ikut aku~~” serunya manja. Aku dan Rou sama-sama menampilkan ekspresi ingin muntah. Huek!

    “Lho.. kok masih diam ditempat, sih? Kubilang, kan, ikut aku? Kenapa nggak nurut? Awas, ya? ntar kusihir jadi ikan, baru tau?!!” ancam Ao sambil membalikkan badannya dan menarik tangan kami.

    Dasar!!

    Ternyata, walaupun dia sudah menjadi Peri Aqua, tetap saja kekonyolan dan keisengannya masih abadi seperti dulu. Yah.. tapi itulah Ao. Meski dia seperti ini, aku tetap senang bisa bertemu kembali.

    “Mau kemaaanaa??” tanya Rou yang sudah mulai kecapean karena ditarik paksa oleh Ao. Termasuk aku.

    “I..ya!! kita.. ma..u kema..na?!! Hosh!”

    Ao tidak berbalik maupun berhenti. Dia tetap berenang cepat sambil menyeret kami. Akhirnya, dia berhenti di sebuah tempat yang pintunya berwarna abu-abu dan mirip dengan bentuk bunga karang. Kami masuk, dan memperhatikan keadaaan sekeliling dengan seksama. Tempatnya bagus. Luar biasa. Penuh dengan barang berharga dan banyak baju-baju indah lengkap dengan aksesorisnya yang menyilaukan.

    “Kita memangnya mau ngapain masuk ke dalam sini, Ao?” tanya Rou sambil memegang alat-alat itu dengan pandangan penuh rasa kagum. Ao tersenyum. Aku mulai merasakan gelagat tidak enak darinya.

    “Kalian.. mulai hari ini menjadi Peri Aqua!” umumnya dengan penuh semangat. Aku lemas. Tepat seperti dugaanku. Rou kaget dan menjauhkan diri dari barang-barang tersebut.

    “Lho? Kenapa? Kok kaget?”

    “Gimana nggak?! Iini semua terlalu tiba-tiba, Ao!! Ngertiin perasaan kami, dong?!” aku mendesah, dan menarik napas berat. Bagaimanapun juga, aku telah bersalah karena terlanjur marah dengannya. Tapi.. dia juga salah! Tidak mau berunding dulu dengan kami.

    Ao diam. Menggigit bibir bawahnya.

    “Maaf.. tapi.. ini bukan keinginanku untuk memaksa kalian. Ini sudah peraturannya. Aku tidak bisa mengubahnya begitu saja..” sahut Ao menghela napas.

    “Tapi, bukankah kamu adalah ratunya?”

    “Menjadi ratu bukan berarti bisa merubah peraturan yang sudah ditetapkan oleh Tetua. Maaf, aku tidak bisa membantu kalian. Bagaimanapun juga, kalian tetap harus menjadi mermaid.. eh, maksudku Peri Aqua. Tidak bisa membantah” jelas Ao panjang lebar. Aku dan Rou terbelalak. Keheningan sempat singgah diantara kami.

    “Hh..” aku menarik napas berat.

    “Jadi.. nasib kami sama seperti dirimu dulu? Bila sudah masuk ke sini harus dihukum atau menjadi Peri Aqua?”

    Ao mengangguk.

    “Ya, sama sepertiku. Dulu.. aku juga membantah dan tidak mau melaksanakan. Tapi, aku di penjara selama 2 minggu di ruang ETY. Yah.. sejenis ruang penahanan. Makanya, aku mau tak mau harus menjadi Peri agar tidak selamanya ditahan”

    “Ditahan??!!!” mataku terbelalak. Gila, emang ini dunia.

    “Tapi, aku bisa bebas seperti sekarang. Eng.. tahu, tidak? walaupun aku menjadi Peri, aku tetap mencari kalian… “ bisik Ao.

    “Jadi, yang kulihat diantara karang-karang besar itu memang kamu, Ao?!” potongku.

    “Ssssttttttt….!!!!!” Rou mendekap mulutku kuat. Aku meringis sebentar. Setelah beberapa lama, akhirnya Rou melepaskanku.

    “Benar, Ao????” aku mengulang pertanyaanku sambil berbisik. Dia mengangguk, lalu tersenyum.

    “Ya. Waktu itu, aku juga melihatmu. Tapi, aku tak bisa menoleh ke arahmu karena disampingku ada peri Aqua lainnya. Maaf..”

    “Kenapa kamu senekad itu?”

    “Karena kau ingin jumpa dengan kalian”

    “Apapun caranya, meskipun itu berbahaya bagimu?”

    “Apapun caranya!!” dia mengangguk, lalu nyengir. "Bukannya kalian juga begitu? Kalau tidak, tak mungkin kalian bisa nyasar ke Holy Land, tempat yang sangat tersembunyi ini.."

    Aku dan Rou berpandangan.

    “Kenapa?”

    Rou mendehem sebentar. “Begini, Ao. Sebenarnya, Cian melihatmu berenang di antara bebatuan karang bersama mermaid yang lain. Kami.... ehm! Kami pikir kamu mungkin sudah ma.. ehm, melupakan kami.., atau itu adalah mermaid lain. Jadi, maaf! Kami sempat bertengkar dengan Cian” ia berhenti, lalu menarik napas panjang. “Sekarang.. kita bisa bertemu kembali! Aku saangaaatttt senang!!!” kata Rou sambil menghambur kepelukan Ao. Ao menerimanya.

    “Tak pa-pa. Aku tau, kok, perasaan kalian. Aku juga sangat senang kita bisa kembali bersama…”

    Aku sangat terharu melihat pemandangan di depanku ini, dengan Ao sebagai pelengkap kebahagiaanku. Tapi.. aku tak bisa larut dalam perasaan ini karena tiba-tiba saja aku mendengar suara teriak-teriak dari arah luar. Aku, Rou, dan Ao saling berpandangan.

    Siapa?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.