1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News Kepala Satpol PP Maman Lutfi : "Tindakan kami tidak bersalah"

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by mb855, Jun 13, 2016.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. mb855 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 21, 2016
    Messages:
    38
    Trophy Points:
    7
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1 / -0
    [​IMG]
    Kepala Satpol PP Kota Serang, Maman Lutfi.​

    Berita Nasional - Kecaman publik, bahkan peringatan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tampaknya tak berpengaruh kepada Satpol PP Kota Serang. Mereka tetap merasa tidak salah karena melakukan razia dan menyita dagangan rumah makan yang tetap buka siang hari saat Ramadan.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Maman Lutfi berkilah bahwa tindakan pihaknya tersebut adalah bentuk penegakan hukum. “Penegakannya sesuai dengan Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Itu kan sudah amanat perda,” katanya usai menghadiri apel di Pemkot Serang, Senin (13/6).

    Selain itu, lanjut Maman, Wali Kota TB Haerul Jaman juga sudah menerbitkan surat edaran yang memperkuat perda tersebut. Surat edaran dengan nomor 451.13/556 – Kesra/2016 itu mengatur jam buka rumah makan selama Ramadan adalah pukul 16.00 WIB.

    Sementara, Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan (PPUD) Bambang Gartika mengatakan, warung-warung yang dirazia tersebut telah melanggar peraturan perda. Saat razia pada Rabu (8/6), warung tersebut buka sedang melayani pelanggan. Termasuk warung milik Saeni yang belakangan jadi wajah yang mewakili korban operasi tersebut dalam pemberitaan di media.

    “Kami datang pada pukul 10.30 WIB, warung tersebut membuka dan melayani pada jam yang tak seharusnya. Saat itu kami mendapati warung ibu Saeni kedapatan sedang melayani pembeli. Jadi kami langsung ambil tindakan,” ujarnya.

    Pihak Satpol PP juga mengaku tak hanya menertibkan warung nasi milik Saeni. Tapi rumah makan atau restoran besar yang ada di mal juga ikut dirazia.

    “Bukan rumah makan di situ saja, semuanya kami razia, kata siapa masih ada yang belum dirazia, semua tempat umum dan laporan dari anggota kami razia,” katanya.

    Mendagri: Satpol PP Jangan Bertindak Berlebihan!

    [​IMG]
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo​

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Satpol PP tidak overacting (berlebihan) dalam melakukan razia warung makan di wilayah Kota Serang, Banten. Razia ini sempat menjadi bahan pergunjingan nitizen lantaran salah seorang pedagang bernama Eni menangis saat makanan yang dijualnya turut diamankan Satpol PP.

    “Sejak awal saya sampaikan Satpol PP dalam melaksanakan tugas Pemda, tugas pemerintah, Walikota atau atau Bupati harus simpatik, jangan overacting. Jangan melampaui tugas-tugas yang bukan menjadi kewenangan,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (13/6).

    Menurut Tjahjo, bisa saja dalam petugas melakukan razia namun tidak harus menyita makanan yang dijual pedagang. Sebaiknya, diberikan penyuluhan selama bulan ramadhan agar warung makan harus tutup.“Di Serang tidak harus disita makanannya, diberikan penyuluhan kalau buka warung jangan terbuka dan sebagainya,” katanya.

    Tjahjo menyebutkan, telah melakukan langkah-langkah komunikasi dengan Satpol PP setempat, termasuk adanya Peraturan Daerah (Perda). Menurutnya, Kemendagri telah mengirimkan tim untuk melakukan klarifikasi dan mengecek adanya Perda tersebut.

    “Ini masalahnya, Perda dibuat oleh kepala daerah tingkat satu tingkat dua yang kadang-kadang kami Kemendagri baru tau kalau ada masalah di Perda itu. Kalau ada masalah kirim tim kita undang klarifikasi Perda ini,” ucapnya.
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. stepuppitchy Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 13, 2016
    Messages:
    38
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4 / -0
    emg ga salah dia kan cuma diperintah
     
  4. kuis88com Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 14, 2016
    Messages:
    67
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    blom selesai-selesaikah kisah ibu penjual warteg ini
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.