1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Other Hilang Selama 44 Tahun, 2 Tentara Elit Australia Ditemukan Di Kalimantan

Discussion in 'History and Culture' started by blacksheep, Jul 12, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. blacksheep M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,594
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +25,057 / -0
    Jasad dua tentara Australia, yang dinyatakan hilang selama 44 tahun terakhir, baru saja ditemukan di kawasan Kalimantan Barat. Mereka raib saat bertugas di pedalaman Indonesia pada 1966 silam.
    [​IMG]
    Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, mengatakan, penemuan itu tak luput dari campur tangan militer Indonesia. “Sekarang sudah positif teridentifikasi,” ujarnya seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa, 16 Maret 2010.
    Dua tentara yang tergabung dalam pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR) itu adalah Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff. Keduanya terpisah dari pasukan saat menyeberang Sungai Sekayam, Kalimantan, pada 21 Maret 1966.
    Seketika, tim pencarian sudah melakukan tugasnya, namun tak berhasil. Baru pada 2008, militer Australia kembali menjalankan misi pencarian dengan menggandeng Kopasus.
    Titik terang muncul setelah mengumpulkan informasi dari tetua suku Dayak yang berdiam di kawasan itu. Jasad dua tentara itu ternyata telah dikebumikan di sebuah kawasan terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan kano.
    Pengiriman pasukan elit SASR kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung selama tahun 1962-1966. Sebanyak 23 anggota militer tewas dalam tugas itu.
    VERSI KEDUA
    [​IMG]
    Dua anggota pasukan elit Australia Special Air Service Regiment (SASR) tewas pada 21 Maret 1966 saat menyeberang Sungai Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Dia dilaporkan hilang terseret arus deras dalam suatu operasi. Setelah 44 tahun berlalu, jasad kedua tentara itu ditemukan. AGUS ALPIAN, Entikong, Kalbar
    KONFRONTASI Indonesia dan Malaysia di perbatasan Kalbar tahun 1966 secara tidak langsung melibatkan Australia. Pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR) dari negara kangguru itu diperbantukan Inggris Raya untuk menjaga Malaysia, koloninya dari serbuan pasukan Indonesia.Pasukan SASR melakukan operasi di wilayah Entikong dan Sekayam. Kedua wilayah dalam Kabupaten Sanggau, Kalbar itu memang berbatasan darat langsung dengan Tebedu, Sarawak, Malaysia Timur. Inggris saat itu khawatir jalan darat ini menjadi akses masuk pasukan Indonesia menuju Sarawak.
    “Memang pada masa konfrontasi, wilayah perbatasan ini menjadi pusat kegiatan. Banyak pasukan ditempatkan di Sekayam dan Entikong,” kata Kapten Agustinus, Danramil Entikong kepada Pontianak Post, Kamis (18/3) di ruang kerjanya. Sepanjang jalur Sungai Sekayam hingga kini masih terlihat bekas pos penjagaan dimasa konfrontasi. Dikuatkannya basis pertahanan pasukan di wilayah perbatasan, lanjut Agustinus, karena berbatasan langsung dengan Malaysia melalui jalur darat dan sungai, sehingga tingkat pengamanan dan penyerangan akan mudah dilakukan pada masa itu. Setelah masa konfrontasi selesai, pihak sekutu dan pasukan yang membantu mengamankan daerah perbatasan, semua ditarik kembali. Namun tidak sedikit tentara sekutu yang tewas baik pada saat kontak senjata maupun terpisah dari regunya ketika menyusuri jalur sungai atau hutan.
    Salah satunya pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR). Seperti dilansir situs theaustralian.com.au pada 16 Maret 2010, insiden itu terjadi pada 21 Maret 1966. Saat itu pasukan SASR sedang berusaha menyeberangi Sungai Sekayam dalam suatu operasi. Namun arus deras menyebabkan Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff hilang. “Bisa saja ketika hilang tadi, jasadnya ditemukan masyarakat di sekitar sungai dan langsung dikuburkan,” kata Danramil Agustinus menduga.Pada tahun 2008, Australia mulai melakukan investigasi untuk mencoba dan menemukan sisa-sisa pasukannya di Kalbar. Sebagai tanggapan terhadap permintaan bantuan dari militer Indonesia, operasi pencarian dimulai tahun lalu yang melibatkan SAS dan pasukan khusus Indonesia (Kopassus).
    Pada September 2009, Tim Australia beserta TNI melakukan pengalian dan mengindentifikasi tempat dimana diperkirakan kedua jasad pasukan SASR dikuburkan. Tim Australia berjumlah sekitar sembilan orang. Dijelaskan Danramil Entikong, sembilan orang yang datang mencari jasad pasukan SASR tersebut dibagi menjadi dua tim. Satu tim melakukan pencarian di pehuluan Sungai Entikong. Sedangkan satu tim lagi melakukan pengalian di Dusun Sekunyit. Menurut Agus pihaknya telah membantu melakukan pengalian di sejumlah tempat yang diduga sebagai tempat dikuburkannya jasad Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff. Hanya saja pada saat dilakukan pengalian di Entikong, tepatnya di pehuluan Sungai Sekayam dengan jarak tempuh kurang lebih 15-20 menit menggunakan speed boat tidak ditemukan adanya tanda-tanda jasad keduanya. “Hasil pengalian di daerah Entikong khususnya di seberang Sungai Sekayam, nihil,” terangnya. Sedangkan pengalian di Sekunyit membuahkan hasil. Tim tersebut menemukan serpihan tulang, minyak magazen dan secarik kain loreng beserta sebuah kancing berwarna hijau.
    Namun secarik kain loreng itu diduga bukan milik pasukan Australia melainkan sekutu. Sedangkan tulang juga hanya berupa pecahan dan iga. Semua barang temuan itu langsung dibawa oleh tim dari Australia untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.Kapenrem 121 ABW Kalbar Kapten Kav Henry Napitupulu menambahkan saat penggalian kuburan, disaksikan Perwira Menengah dari Mabes TNI, Letkol Infantri Wasono, serta Danramil Entikong, Kapten Arm Agustinus.“Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 22 sampai 26 September 2009. Mereka menyaksikan penggalian kuburan tersebut bersama anggota tentara Australia itu sendiri,” ungkapnya.Agus juga menyampaikan bahwa kedua pasukan dari Australia tersebut tewas tidak disebabkan oleh baku tempat ataupun tertembak. Melainkan hanyut terbawa arus ketika melakukan penyeberangan Sungai Sekayam dan terpisah dari pasukannya. “Kedua tentara tersebut murni kecelakaan perang. Waktu itu keduanya hanyut dan beberapa hari tidak di temukan. Hingga dinyatakan hilang sampai sekarang,” ungkapnya.
    Penggalian ini, lanjut Agus, berkat petunjuk masyarakat setempat. Salah satunya Sukarjo, veteran dimasa konfrontasi. Namun ketika Koran ini melakukan penelusuran terhadap Sukarjo, dia sedang tidak berada di rumah. Sukarjo berada di ladang, dalam hutan. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd merasa bersyukur atas penemuan kerangka Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff di Kalbar. Dihadapan parlemen dia memastikan penemuan kedua jasad tersebut. Dijelaskannya, penemuan itu tak luput dari campur tangan militer Indonesia. “Sekarang sudah positif teridentifikasi,” ujarnya seperti dilansir situs theaustralian.com.au pada Selasa, 16 Maret 2010.Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer mengatakan bahwa Pemerintah Australia telah meminta bantuan Indonesia untuk mencari serpihahan-serpihan tulang jasad tentara Australia yang ditemukan di Sekayam.
    ”Kita telah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk membawa kembali serpihan tulang tentara kami dan sisa-sisa peninggalannya,” katanya, Kamis (18/3) di Pontianak.Titik terang muncul setelah mengumpulkan informasi dari tetua suku Dayak yang berdiam di kawasan itu. Jasad dua tentara itu ternyata telah dikebumikan di sebuah kawasan terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan perahu.Pengiriman pasukan elit SASR kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung selama tahun 1962-1966. Sebanyak 23 anggota militer tewas dalam kKonfrontasi –tujuh dari mereka pada operasi– tetapi karena kepekaan operasi lintas-perbatasan, publisitas kecil diberikan kepada konflik pada saat itu.
    [*]CPS/GO
    Code:
    http://gokilonline.com/hilang-selama-44-tahun-2-tentara-elit-australia-ditemukan-di-kalimantan/
    
    
     
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. shinminho Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,166
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,813 / -0
    udah 44 tahun masih diingetin odhl cm 2 tentara,bener2 pemerintah yg perhatian :terharu:
     
  4. wisnuaji Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 8, 2010
    Messages:
    23
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    namanya juga tentara elit.....emang sih Australia tuh perhatian bgt, orang pengangguran aja di kasih gaji kok,
     
  5. rungga M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 22, 2009
    Messages:
    997
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +3,880 / -0
    Udah tinggal bangkai atau tulang doang kali yah. untung ga dimakan binatang buas.

    ini threadnya kaya diforum tetangga yah
     
  6. qwerty_fo M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,120
    Trophy Points:
    102
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +142 / -0
    kalo pemerintah kita ga mungkin kayanya ya kk..
    ga usah tentara elit lah..tuh warganegara di negara tetangga dihabisin..
    malah nyantai..croooot dah..
     
  7. echalee M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 6, 2009
    Messages:
    1,530
    Trophy Points:
    147
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,459 / -0
    :jah:

    cuma gimana keluarganya ya pas tau mereka masih idup?? pasti terharu skali :terharu:
     
  8. azkareza M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 2, 2009
    Messages:
    450
    Trophy Points:
    157
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,202 / -0
    Klo disini mah malah jasadnya ditutup2in pake pohon pisang segala?
    naah loo.. :???:
     
  9. Cybil M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 28, 2010
    Messages:
    715
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +89 / -0
    Aduuuh keren banget,,coba ya di Indonesia kayak gitu,,saua suka prihatin aja klo liat diberita ada veteran indonesia atau dulunya pernah jadi mata-mata buat indonesia sekarang nasibnya cuma jadi tukang parkir,,makan aja susah,,aduh prihatin deh prihatin,,
     
  10. onosqaciw M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 2, 2010
    Messages:
    250
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +22 / -0
    Aussie penduduknya kan dikit bro klo dibandingin ma luas negaranya
    makanya penduduk di sanan disayang-sayang
     
  11. arshavi M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    214
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +1,632 / -0
    gak gitu jga x bro , gak cuma krena negara kecil dan warga nya kecil jdi d prhatiin , di indonesia emg rkyat nya banyak , tpi kan wakil rakyat nya jga bnyak .
     
  12. bohemahmud M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 29, 2010
    Messages:
    803
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +94 / -0
    44thn masih dicari niat amat[​IMG]
    apa masih bisa dikenali tuh
     
  13. Umi Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 17, 2010
    Messages:
    32
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +8 / -0
    Benar2 perhatian banget,,,

    Beda banget ama negara ini, liat aja keadaan para pahlawannya baik yang masih hidup maupun yang sudah gugur
     
  14. aqua00 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 17, 2010
    Messages:
    765
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +1,071 / -0
    wah australia memang hebat, tentaranya yang sudah hilang saja masih dicari :top:
     
  15. Morioka_gintoki Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 18, 2011
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +13 / -0
    keluarganya da pada lupa kali gan uda 44 taun itu...
     
  16. hirasawa M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 4, 2010
    Messages:
    1,074
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +613 / -0
    walau uda ilang 44th tp msih dcari jenasahnya...giman nasib para orang2 yg hilang wktu terjadi reformasi indonesia ya,kan sama2 hilang tuw :swt:
     
  17. HoRny M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 12, 2011
    Messages:
    1,813
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +704 / -0
    benar" psolideritas tinggi
    selama 44 tahun buat nyari 2 org
     
  18. raskhy M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 27, 2010
    Messages:
    813
    Trophy Points:
    107
    Ratings:
    +4,371 / -0
    mantap bener dah....cuma 2 orang tentara ilang dan udah 44 tahun, tapi masih dibela2in nyari sampe ke tempat terpencil,,,
    kalo TKW kita ilang, dicari juga g ya????
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.