1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News Fenomena Begpacker, Wisatawan Mancanegara yang Mengemis Untuk Membiayai Perjalanan Wisata Mereka

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, Jul 11, 2019.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    353
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +14 / -0
    Kalian mungkin setidaknya pernah bertemu dengan wisatawan mancanegara (wisman), entah di kota tempat kalian tinggal atau saat melancong ke obyek wisata luar kota. Nah, yang ada di pikiran mayoritas orang Indonesia biasanya adalah bahwa turis-turis asing tersebut punya uang banyak dari turis domestik, sehingga pada umumnya kita merasa inferior bila berhadapan dengan para turis asing tersebut.


    [​IMG]
    (Twitter)

    Kalian harus tahu, bahwa wisatawan mancanegara (yang biasa disebut bule) pun juga ada yang tak punya uang, dan bahkan tak segan meminta-minta kepada masyarakat lokal untuk membiayai perjalanan mereka. Masak sih? Ya, mereka ada, dan jumlahnya tak sedikit. Terutama di Bali.


    [​IMG]
    (Twitter)

    Kini, para wisatawan mancanegara dengan modal cekak harus berpikir dua kali bila hendak "berwisata" ke Bali. Pasalnya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai akan memberlakukan aturan tegas dengan mengirim para turis yang dianggap bermasalah ke Kantor Kedutaan masing-masing. Dan para turis mancanegara yang gemar meminta-minta juga termasuk di dalamnya.

    "WNA (Warga Negara Asing) yang nggak punya duit atau pura-pura gembel, akan kami kirimkan orang itu ke kedutaannya atau minta perlindungan ke kedutaannya yang notabene harus melindungi warga negaranya yang di sini banyak," ujar Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Setyo Budiwardoyo dilansir dari Detik.


    [​IMG]
    (Twitter)


    [​IMG]
    (Twitter)

    Menurut Setyo, para wisman yang kehabisan uang ini seringkali bikin onar atau justru jadi pengemis, hingga mengais makanan di tong-tong sampah agar bisa berhemat untuk bisa beli tiket pulang ke negaranya. Mengherankannya lagi, ada seorang turis asing asal Jerman yang sengaja datang untuk menjadi pengemis di Bali dan kota-kota besar lainnya di Indonesia dan Asia Tenggara.


    [​IMG]
    (Twitter)

    Fenomena yang makin ramai terjadi sejak satu dekade terakhir ini sering disebut sebagaibegpacker. Ini merupakan modifikasi dari kata backpacker, pejalan yang melakukan perjalanan hemat. Sedangkan begpacker adalah istilah sindiran yang dicomot dari dua kata, beg(mengemis) dan packer (pejalan).


    [​IMG]
    (Twitter)

    Akan tetapi sulit untuk melakukan tindakan lebih selain mengantar para begpacker dan wisman bermasalah ke kedutaan negaranya, kecuali mereka terlibat dalam tindak kriminal sehingga memungkinkan bagi negara untuk mendeportasi hingga melarang mereka masuk kembali ke Indonesia.

    Bali sendiri merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi para begpacker.


    Banyak warga lokal dan para turis asli yang membagikan foto-foto para backpacker yang mengemis di jalanan untuk membiayai perjalanan mereka, sehingga lahirlah istilah begpacker.

    Dari foto-foto yang diunggah oleh seorang pengguna Twitter, @ImSoloTraveller, sebagian dari mereka bahkan tak malu-malu mengemis sembari menenteng kamera berharga jutaan atau menyanyi di pinggir jalan dengan amplifier mahal atau biola elektrik.​



    Diaporkan pula ada yang pura-pura memelas dengan beralasan kehilangan kartu kredit dan visa sehingga terpaksa mengemis, lalu kemudian melanjutkan wisata mereka dengan uang hasil mengemis itu.

    [​IMG]
    (Twitter)

    Munculnya fenomena ini sebagian besar karena adanya hegemoni ras kulit putih dalam diri para turis-turis pengemis ini, yang umumnya berasal dari Eropa, Australia, Amerika, dan Rusia. Selain merasa superior, warga-warga lokal di Asia Tenggara juga mayoritas merasa inferior dari orang-orang kulit putih sehingga merasa hal yang seharusnya memalukan, menjadi biasa saja bila dilakukan oleh turis asing kulit putih.


    [​IMG]
    (Twitter/@ImSoloTraveller)

    Tak hanya Indonesia, Thailand juga mengalami masalah serbuan begpacker ini. Dilansir dari Sun Online Travel, turis-turis asing di negeri Gajah Puih itu kini diharuskan untuk menunjukkan uang kontan sejumlah £455 sebagai bukti mereka dapat membiayai perjalanan wisata mereka secara mandiri.


    Sumber: Portal IDWS
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. sega Gatotkaca

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    262
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +225 / -6
    Iyalah bagus di deport aja..jgn cuma di bali..semua wilayah indonesa.
    Krn menurut ane ni org2 ngejar mimpi maunya kliling dunia tapi ga mau kerja bener ngumpulin duit.
    Mreka dah dpt priviledge bebas visa kmn2, higher exc.rate, dtg kmari masih aja ngefraud masy. local!
    & kbanyakan msh pada muda2 under 30 yg aslinya males nyari kerja di kampungnya sana, or lari dr tanggungjawab.
    Beda klo emang minta tolong ya kita tolong bawa k polisi,kedutaan..jalur yg bener...klo emang mo pulang, bukannya ngemis biar bisa stay sbulan lagi dimari
    Kick out begpacker from indonesia!

    Sent from my LG-H872 using Tapatalk
     
    • Like Like x 1
  4. mandrakes M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 24, 2009
    Messages:
    674
    Trophy Points:
    117
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,576 / -3
    model2 bule jalan jaksa, btw pernah gw pacaran sama bule asal uzbek tapi sayang belum pernah gw test bed:tolong:waktu itu gw masih polos:malu1:
     
    • Like Like x 1

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.