1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Curhatku Sebagai Seorang Suami

Discussion in 'CurHat' started by Prifaci, Jun 5, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Prifaci Members

    Offline

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    [​IMG]
    Singkat Ku Ceritakan:
    Pada Suatu Hari Aku Menemui Seorang Wanita Yang Pintar Dan Cantik,Awal Pertemuan Aku Sudah Merasa Ada Kecocokan Dengannya,Aku Sering Bertemu Dan Akupun Mulai Merasakan Cinta Kepadanya Dan Ingin Selalu Bersamanya Tak Dapat Hidup Tanpanya (namanya juga jatuh cinta),Ketika Perasaan Cintaku Padanya Mulai Tak Dapat Ku Tahan Akupun Menembaknya Dan Aku Diterima Karna Dia Pun Ternyata Mencintaiku :).

    Akhirnya Aku Menjalani Suatu Hubungan Yang Serius (pacaran),Hari Demi Hari,Bulan Demi Bulan Hubungan Ku Dengannya Semakin Tak Dapat Dipisahkan,Aku Berpacaran Lumayan Lama 1Tahun Lebih,Karna Ketika Itu Kami Terlalu Sering Bersama,Kami Melakukan Hal Yang Tak Sewajarnya,Akibatnya Kami Mengalami Suatu Masalah. Awalnya Akupun Tidak Mengetahui Karna Tidak Ada Tanda-Tanda,Apa Lagi Pacarku Sibuk Dengan Kegiatannya,Tanpa Di Sadari Hal Itu Telah Terjadi,Setelah Di Cek Ke Dokter Ternyata Positif Hamil. Aku Bingung,Apa Yang Harus Aku Katakan Pada Orang Tuaku Dan Pada Orang Tua Pacarku,Tapi Aku Tidak Pernah Menyesali Karna Itulah Hasil Dari Perbuatan Yang Aku Lakukan. Aku Ingin Berterus Terang,Aku Ingin Bertanggung Jawab, Aku Hanya Bingung Bagaimana Mencari Waktu Yang Tepat Untuk Mengatakannya.

    Setelah Itu Akupun Menikahinya,Setelah Menikah Hidupku Berdua Semakin Bahagia Dan Semakin Mesra,Dulu Saat Pacaran Aku Pernah Berpikir Tak Akan Dapat Bersatu,Tapi Akhirnya Kamipun Bisa Bersatu Dalam Ikatan Pernikahan,Saat Pacaran Mungkin Aku Tak Bertemu Dengannya Tiap Hari,Setelah Menikah Aku Bisa Bertemu Dengannya Setiap Hari.

    Ketikan Pernikahanku Menjalani Masa 2Minggu Hadirlah Mertua Di Dalam Rumah Tanggaku,Dan Mengatur Apa Yang Harus Aku Lakukan(seakan aku ini tidak bisa mengurus rumah tangga sendiri).
    Suatu Ketika Disaat Hari Libur Sang Mertua Tinggal Di Rumahku Selama 2 Hari, Setelah 2 Hari Mertua Berkata Kepadaku:
    Mertua....:
    Kamu Saya Lihat Beberapa Hari Ini Tidak Pernah Sholat Gimana Mau
    Membimbing Keluarga.
    Kamu Saya Lihat Beberapa Hari Ini Selalu Bangun Siang Gimana Mau
    Mengurus Rumah Tangga.
    Kalo Kamu Sudah Jadi Bagian Keluarga Anak Saya Kamu Harus Ikut Aturan
    Dari Keluarga Anak Saya
    Saya Ini Sama Anak Saya Selalu Menyurus Sholat, Dan Anak Saya Selalu
    Bangun Pagi.
    Aku....:
    Bu Saya Melakukan Sesuatu Tidak Bisa Hanya Untuk Mencari Muka, Itulah
    Kebiasaan Saya, Saya Tidak Dapat Menutupinya,
    Memang Saya Ngga Pernah Sholat,Memang Saya Kalo Hari Libur Selalu
    Bangun Siang,Tetapi Sebelum Ibu Bilang Kepada Saya,Saya Juga Sudah Ada
    Keinginan Dan Niat Pengen Berubah,Saya Juga Tidak Mungkin Begini Terus
    Setelah Berumah Tangga,Tapi Semua Itu Butuh Waktu,Saya Ngga Mungkin
    Langsung Menghilangkan Kebiasaan Saya.
    (Saat Itu Aku Merasa Sedih,Baru Saja Mertua Tinggal Bersamaku 2Hari Sudah
    Menasehatiku Dengan Kata-Kata Seperti Itu,Seakan Aku Ini Tidak Baik
    Keluarganyalah Yang Paling Baik. Aku Jadi Tidak Malah Terdorong,Karna Aku Merasa Perkataan Itu Terlalu Mejatuhkanku Dan Membanding-Bandingkanku Dengan Keluarganya).
    Semenjak Itu Pandangan Mertua Terhadapku Sudah Lain.

    Aku Jalani Hubungan Dengan Tidak Tinggal Satu Rumah Bersama Isteri,Mertua Mengajak Tinggal Bersamanya Tapi Aku Menolak,Akupun Tinggal Bersama Orang Tuaku.Aku Tidak Mau Membuat Sedih Hati Isteriku Seandainya Aku Ikut Tinggal Bersama Mertua Nanti Terjadi Perselisihan Karna Ketidak Sukaanku Terhadap Sifat Mertua,Karna Ku Lihat Mertuaku Sifatnya Keras,Aku Tidak Bisa,Apalagi Ditempat Mertua Pastilah Aku Terbatas Melakukan Sesuatu Karna Aku Hanya Menumpang Di Situ.

    Walapun Aku Tidak Tinggal Serumah Bersama Isteri, Terkadang Saat Libur Kerja Aku Membawanya Untuk Tinggal Bersamaku.
    Bila Isteri Berada Di Rumahku Dan Ketika Mertua Ingin Bertemu Anaknya Selalu Di Jemput Pulang Tanpa Bilang Kepadaku,Dan Itu Sering Sekali Terjadi.
    Sedangkan Aku Belum Merasa Cukup Bersama Isteriku,Tapi Kenapa Begitu Mertua Ingin Bertemu Anaknya Malah Dijemput Untuk Pulang,Aku Heran Apakah Mertuaku Tidak Mau Ber Lama-Lama Dirumahku,Apakah Mertua Tidak Bisa Bertemu Anaknya Tanpa Harus Membawanya Pulang. Sedangkan Kalo Aku Membawa Isteri Tak Pernah Lama,Hanya Beberapa Hari Dan Setelah Itu Aku Antar Kembali Ketempat Mertua. Setiap Aku Ingin Membawa Isteri,Aku Juga Selalu Baik Dan Ijin Kepada Mertua,Tapi Kenapa Begitu Mertua Membawa Anaknya Bilang Kepadakupun Tidak,Apakah Anggapan Mertua Tidak Perlu Harus Bilang Kepadaku Bila Ingin Membawa Anaknya Dari Rumahku.

    Waktupun Berlalu Dan Lahirlah Buah Hati Kami Di Rumahku,Aku Sangat Senang,Apa Lagi Saat Aku Mendengar Buah Hatiku Menangis Saat Pertama Lahir Kedunia,Aku Merasa Telah Menjadi Ayah,Segala Sesuatu Pada Saat Itu Aku Melakukan Apa Yang Dilakukan Seorang Suami Terhadap Isteri Yang Habis Melahirkan. Aku Sangat Sayang Kepada Anakku,Ketika Malam Anakku Tidur Aku Menjaganya Hingga Pagi,Di Dalam Soal Menggendong Dan Memandikan Anak,Aku Memang Masih Dibantu Karna Aku Merasa Takut Untuk Mengangkatnya Karna Umurnya Saat Itu Masih Beberapa Hari. Saat Umur Anakku 1Minggu Mertua Membawanya Dan Tanpa Membicarakannya Kepadaku Terlebih Dulu,Aku Merasa Sedih, Aku Merasa Kecewa,Aku Merasa Kasihan Dengan Anakku Yang Umurnya Masih 1Minggu Di Bawa Jalan Jauh. Baru Saja Aku Bahagia Punya Anak Dan Ingin Bersamanya Mertua Sudah Membawanya Pergi,Aku Pengen Melarang!! Tapi Aku Ngga Mau Membuat Istriku Sedih Seandainya Aku Melara Orang Tuanya Untuk Membawa Anaku,Akhirnya Akupun Mengalah Dan Aku Biarkan Mungkin Mertuaku Ingin Bersama Cucunya Tapi Tidak Mau Di Tempatku. Jadi Setelah Itu Setiap Aku Ingin Bertemu Dengan Anak Istri Akulah Yang Mendatanginya,Bila Ku Sudah Bertemu Mereka Hatikupun Terhibur,Aku Bercanda, Aku Tertawa Apapun Yang Jadi Beban Pikiranku Pada Saat Bekerja Hilang Setelah Aku Bertemu Mereka.

    Setelah Kami Punya Anak Mertuapun Masih Mengatur Atur Urusan Rumah Tangga Kami Berdua,Seakan Masih Tidak Mau Kami Berdua Mandiri Dan Mengurus Keluarga Kami Sendiri,Maunya Mertua Kami Selalu Mengikuti Apa Maunya. Saat Itupun Mertua Jarang Sekali Komunikasi Kepadaku,Apa Yang Mertua Ingin Sampaikan Kepadaku Selalu Lewat Anaknya,Aku Sempat Menentang Apa Maunya Mertua,Karna Menurutku Itu Sudah Sangat Berlebihan Mengatur Rumah Tangga Kami. Lalu Aku Terucap Kata-Kata Yang Melawan Sifat Keras Mertua,Dan Mertua Langsung Memponis Aku Tidak Menghargainya Dan Membantah Apa Keinginannya,Aku Bingung Begitu Mertua Punya Keinginan Aku Ikuti,Tapi Kenapa Begitu Aku Yang Punya Keinginan Malah Mertua Tidak Mendukung. Semenjak Itu Hubunganku Dengan Mertua Mulai Timbul Ketidak Cocokan,Ketidak Cocokan Itu Akhirnya Terjadi Juga Padahal Selama Ini Aku Hindari.

    Aku Sempat Mengajak Isteri Untuk Tinggal Bersamaku,Tetapi Isteri Tetap Tinggal Bersama Orang Tuanya,Karna Maunya Mertua Isteriku Tidak Boleh Tinggal Pisah Bersamanya. Aku Bingung,Apakah Aku Harus Ketempat Isteri Dengan Keadaan Mertua Yang Seperti Itu Kepadaku. Akupun Mengalah,Aku Tetap Selalu Mendatangi Isteri Dan Anak Walaupun Jarang Karna Kesibukan Pekerjaan,Sedangkan Isteriku Tidak Pernah Mendatangiku.

    Saat Itu Setiap Apapun Yang Akan Aku Lakukan Kepada Isteri Dan Anakku,Mertua Mengharuskan Aku Ijin Kepadanya,Dan Sedangkan Apapun Yang Mertua Lakukan Pada Isteri Dan Anakku,Mertua Tidak Pernah Ijin Kepadaku,Aku Merasa Mertua Tidak Menganggapku Ada,Dan Aku Yang Harus Menganggap Mertua Dan Harus Mengikuti Semua Kemauan Egonya.. Aku Tetap Ikuti Apa Mau Mertua Walaupun Itu Masih Bertentangan Denganku. Aku Selalu Mengalah Karna Aku Sangat Sayang Pada Isteri Dan Anakku

    Waktupun Terus Berjalan Dan Akupun Masih Menjalani Hubungan Dengan Istri. Tetapi Isteriku Selama Dia Tinggal Bersama Orang Tuanya Saat Perlu Saja Baru Menghubungiku,Sewaktu Ketika Saat Aku Mendatanginya,Isteri Bukan Malah Melayaniku Tetapi Isteri Malah Menyuruh Padahal Itu Dapat Dia Lakukan Sendiri,Hatiku Berkata Kenapa,Apakah Aku Ini Bukan Suaminya,Apakah Aku Ini Pembantu Baginya,Tapi Itu Tidak Aku Ucapkan Kepadanya. Walaupun Isteri Begitu Kedapku, Aku Tetap Menjalin Hubungan Padanya,Tetapi Semakin Lama Dia Bersama Orang Tuanya Tidak Semakin Berubah,Diapun Semakin Manja Dan Tidak Menghargai Aku Dan Tidak Memperdulikanku,Kemanapu Dia Pergi Tak Pernah Mengasih Kabar Kepadaku,Begitupun Dengan Kabar Anak Dia Tidak Pernah Memberi Berita.

    Lalu Akupun Menegurnya :
    Kamu Itu Tau Ngga Posisimu Sekarang,Kamu Itu Tau Ngga Arti Seorang Isteri Dan Bagaymana Sikap Isteri Terhadap Suami. Apa Sih Susahnya Kasih Kabar,Suamimu Ini Juga Khawatir Padamu Seandainya Terjadi Apa-Apa Terhadapmu Diluar Sana,Dan Sadarilah Kamu Itu Sudah Menjadi Isteri Dan Seorang Ibu,Tak Sepantasnya Kamu Ke Mana-Mana Tanpa Seijin Suami. Mungkin Suamimu Ini Jarang Menemuimu Tapi Suamimu Ini Kerja Untuk Mencari Nafkah Buatmu Dan Anakmu,Tolonglah Beri Berita Tentang Anak,Kamu Selalu Bersama Anak Tapi Suamimu Ini Kan Tidak,Setiap Di Sms Kamu Jarang Membalas,Setiap Di Telfon Kamupun Jarang Menerima,Sesibuk Apapun Orang Hidup Aja Masih Ada Waktu Untuk Tidur,Dirimu Apa Sudah Tidak Ada Waktu Lagi Buat Ngasih Kabar Kesuami. Apakah Anak Itu Bukan Anakku Sampai Kamu Tidak Pernah Mau Mengasih Berita. Anak Kamu Bawa Kemana Mana Yang Seharusnya Tak Lebih Membutuhkannya,Kalo Kamu Sadar Harusnya Kamu Membawa Anak Mendatangi Ayahnya Karna Ayahnya Ngga Bisa Datang Karna Sibuk Bekerja.

    Setelah Berkata Seperti Itu Tanggapan Isteri Malah Aku Ini Salah,Dan Maunya Isteri Akulah Yang Harus Nurut Padanya Dan Orang Tuanya,Kalo Aku Ingin Bertemu Akulah Yang Harus Mendatanginya,Dan Apapun Yang Aku Kerjakan Harus Sepengetahuannya Sedangkan Apa Yang Dia Kerjakan Tak Harus Sepengetahuan Aku. Pada Saat Itu Aku Tak Bisa Lagi Berkata Apa-Apa,Aku Cuman Merenung Inilah Akibat Mertua Yang Ikut Campur Urusan Rumah Tangga Kami,Jadi Setatus Aku Sebagai Suami Tidak Ada Lagi Berarti,Karna Apapun Yang Aku Katakan Isteri Merasa Dirinya Ada Yang Membela Jadi Apapun Perkataanku Selalu Di Tentang. Aku Merasa Tak Ada Lagi Yang Menganggap Aku Ada Termasuk orang Yang Aku Sayangi Yang Telah Menjadi Isteriku Sekarang.

    Setelah Kejadian Itu Akupun Tidak Lagi Perhatian Padanya(cuwek),Aku Sengaja Berharap Isteri Menyadari Kenapa Aku Begitu Dan Pantaskah Sikap Yang Dia Tunjukan Terhadapku. Tetapi Setelah Aku Mendiamkan,Isteriku Malah Tetap Sifatnya Seperti Itu Dan Malah Diamnya Aku Dianggap Tidak Lagi Peduli Padanya Dan Tidak Lagi Menganggapnya Isteri. Aku Bingung Dengan Apa Aku Harus Bertindak,Ketika Kesabaraku Mulai Hilang,Akupun Mengeluarkan Kata-Kata Kepada Isteri,Kata-Kataku Itu Memang Jahat Tetapi Tujuanku Baik. Setelah Aku Berkata Kepadanya Bukan Malah Berpikir Isteriku,Malah Meminta Pengen Pisah Dariku. Setelah Aku Mengeluarkan Kata-Kata Itu Dan Isterikupun Menanggapinya Begitu Kami Jadi Tak Pernah Lagi Komunikasi,Kami Tak Pernah Lagi Bertemu.

    Setelah Berapa Bulan Akupun Yang Mengalah Karna Aku Merasa Sangat Sayang Kepadanya,Aku Mendatanginya Dan Meminta Maaf,Bahkan Aku Menjelaskan Kenapa Aku Berucap Seperti Itu Kepadanya.
    Isteriku Menjawab:Setelah Kamu Berucap Kata Yang Menyakitkan Hatiku, Aku Tidak Lagi Mencintaimu Dan Ingin Kita Pisah.
    Akupun Terdiam Hanya Bertanya Dalam Hati,Apa Sebenarnya Salahku,Apakah Salah Aku Sudah Mengakui Kesalahan Dan Meminta Maaf,Sedangkan Isteriku Sendiri Jangankan Meminta Maaf Atas Kesalahannya,Menyadarinya Saja Juga Tidak,Dan Aku Membayangkan Sejenak Seandainya Aku Pisah Siapa Yang Melindungi Anaku Nanti,Siapa Yang Merawat Sepenuhnya Anaku Nanti,Gimana Masa Depan Anakku,Seandainya Anakku Besar Nanti Dia Bertanya Siapa Ayahnya,Siapa Ibunya Kenapa Orang Tuaku Pisah,Dan Kenapa Aku Dilahirkan Dengan Kondisi Keluarga Yang Tidak Utuh,Apa Yang Harus Aku Jawab? Walaupun Aku Masih Dapat Menikah Lagi,Tetapi Tidak Semua Yang Dapat Menerima Dengan Setatusku Seperti Ini,Apalagi Aku Punya Anak,Apakah Ada Yang Mau Mengurus Anakku Dengan Sepenuh Hati.

    Isteriku Sudah Tak Mau Lagi Melihatku,Tak Mau Lagi Ngobrol Denganku Dan Kalopun Aku Bertanya Sesuatu Padanya Dia Selalu Menjawab Dengan Kebohongan,Sifatnya Sudah Terbalik Tak Seperti Waktu Kami Pacaran Dulu(berubah drastis). Aku Tak Menyalahkannya,Aku Malah Menyalahkan Diriku Sendiri,Aku Menyesal Kenapa Aku Berucap Seperti Itu Kepada Isteriku Yang Sangat Aku Sayangi. Aku Sadar Dengan Apa Yang Aku Ucapkan,Dan Ucapan Itupun Juga Masih Dalam Tujuan Yang Baik Bukan Aku Berucap Karna Tak Ada Sebab(harusnya isteri bisa menyadari). Okey Mungkin Biarlah Waktu Yang Menjawabnya,Yang Penting Aku Sudah Mengakui Kesalahan,Meminta Maaf Dan Berjanji Tidak Akan Mengulangi,Kalopun Isteri Tetap Merasa Aku Yang Salah Itu Hak Dia.

    Walaupun Isteri Sudah Tidak Lagi Mau Menyapa Dan Bertemu,Aku Tetap Ketempatnya Karna Ada Anak Yang Harus Aku Perhatikan Dan Aku Beri Kasih Sayang. Setiap Hari Libur Kerja Aku Datang Ketempatnya Dan Bermain Dengan Anakku,Setiap Datang Aku Haya Selalu Dengan Anak Di Ruang Tamu Dan Tanpa Disediakan Apa-Apa,Isteri Dan Mertua Selalu Di Dalam Kamar.

    Pernah Suatu Ketika Sahabatku Mendatangiku Pada Saat Berada Di Tempat Isteri, Dan Sahabatku Bertanya Kepadaku :
    Sahabat....:
    Mana Isterimu Dan Mana Keluarganya Yang Lain
    Aku....:
    Ada Tapi Di Dalam Kamar, Paling Kalo Aku Panggil Pas Minta Buatkan Susu Aja Baru Keluar Dan Itupun Adiknya Yang Membuatkan Susu Anaku,Isteriku Udah Ngga Mau Tau
    Sahabat....:
    Loh Apakah Kamu Berdua Sama Anakmu Aja Dari Tadi
    Aku....: Iya
    Sahabat....: Kenap Ko Begitu
    Aku....:
    Ngga Tau Juga Kenapa Dia Sampai Begitu Denganku, Lalu Aku Bilang Kepada Sahabatku,Maaf Tidak Bisa Menyediakan Apa-Apa,Gimana Mau Menyediakan Sedangkan Kamu Bisa Liat Sendiri Keadaanku Sekarang,Akupun Dari Tadi Seharian Tidak Di Sediakan Apa-Apa
    Sahabat....: Tidak Apa Lah
    Didalam Hati Aku Merasa Tidak Enak, Akupun Keluar Mencari Minum Dan Membelinya Buat Diriku Dan Buat Sahabatku.

    Masih Tiap Hari Libur Kerja Aku Mendatangi Anak Dan Tetap Selalu Dalam Keadaan Tak Disediakan Apa-Apa,Setiap Aku Datang Isteri Maupun Mertua Selalu Di Kamar Nonton Tv Sambil Ter Tawa-Tawa,Mereka Sarapan Pagi,Mereka Makan Siang,Tetapi Mereka Tak Ada Menawarkan Kepadaku Termasuk Isteriku Sendiri. Dari Aku Datang Hingga Aku Pulang Isteri Tidak Ada Menyambut Dan Mengantarkanku,Selama Aku Ditempatnya Isteri Juga Tidak Mau Menemaniku Bersama Anak Kami,Aku Bingung Apa Salahku Sebenarnya,Sampai Sifat Isteriku Sendiri Yang Dulu Pernah Menyayangiku Begitu Terhadapku,Apakah Itu Hanya Raganya Saja Dan Yang Menggerakan Bukan Sesungguhnya Isteriku,Sampai Pernah Dia Bilang Melihat Mukaku Tiap Hari Membuatnya Muyak. Apakah Isteriku Dipengaruhi Sama Orangtuanya,Aku Tidak Mau Berpikir Macam-Macam,Tidak Mungkin Lah Mertuaku Sampai Setega Itu,Tapi Aku Juga Memikirkannya Dan Bingung,Kalo Memang Isteriku Pribadi Yang Marah Sama Aku,Tapi Kenapa Mertua Tidak Ada Tindakan Seakan Mertualah Yang Menggerakan Sifat Isteriku Begitu. Bagi Mereka Aku Mau Datang Atow Tidak Kerumahnya Itu Terserah,Dan Kalo Aku Datang Tidak Akan Di Temani Dan Tidak Akan Disediakan Apa-Apa.

    Aku Merasa Tidak Mungkin Mau Begitu Terus,Setiap Aku Datang Tak Makan,Tak Minum,Tak Di Tanggapin Pula,Seandainya Meninggalkan Anak Untuk Cari Makan Diluar Akupun Tak Tega,Karna Anakku Masih Kecil,Sedangkan Kalo Aku Ingin Pulang Saja,Aku Menidurkannya Dulu Barulah Aku Meninggalkannya.

    Aku Pernah Meminta Ijin Ingin Membawa Anak Selama Aku Libur,Dan Setelah Libur Aku Akan Mengantarkannya Lagi Kepada Isteriku,Tetapi Mertuaku Dan Isteriku Malah Mepersulit. Aku Bingung Sedangkan Itu Anakku,Tak Berhak Mereka Begitu Terhadapku,Tapi Malah Mereka Yang Menentukan Keputusan.

    Keesokan Harinya Aku Mencoba Berbicara Dengan Isteriku,Saat Itu Sangat Sulit Sekali Mengajaknya Berbicara,Malah Dia Sempat Marah Kepadapku Ntah Kenapa Setiap Aku Ingin Bertemu Dengannya Dia Pasti Marah Seperti Tidak Pengen Sama Sekali Bertermu Denganku,Padahal Aku Saat Itu Berada Dirumahnya Tapi Seakan Dia Menutup Diri. Akhirnya Akupun Dapat Berbicara Walau Dia Merasa Terpaksa, Lalu Aku Bertanya Kepadanya,Kapan Ada Waktu Menemaniku Membawa Si Kecil Kerumah,Karna Mbahnya Juga Ingin Melihat,Isteriku Menjawab:Aku Tidak Bisa,Aku Lagi Sibuk,Aku Tidak Punya Waktu Jangan Ganggu Aku,Saat Dia Menjawab Seperti Itu Aku Bisa Pahami Ucapanya Dan Aku Ngga Akan Merepotkannya,Aku Meminta Padanya Bagaimana Kalo Aku Meminta Keluargaku Untuk Menemani Bawa Si Kecil,Karna Kamu Kan Sudah Berkata Sibuk Jadi Aku Juga Tidak Mungkin Memaksakannya,Tetapi Isteriku Juga Tidak Membolehkan,Aku Terdiam Apa Sih Maunya,Aku Coba Cara Lain(mungkin selama ini isteri atowpun mertuaku merahasiakan nor telponnya kepadaku ntah maksudnya akupun tidak tahu,malah dulu kalo aku sms kepada isteri,mertua melarang untuk isteriku membalasnya,dan setiap apa yang aku sms kepada isteri,mertua selalu ingin tahu apa isinya) Akupun Memberikan Hp Biarlah Kalo Mereka Merahasiakan Nor Mereka Kepadaku Aku Beri Hp + Sama Nornya. Walaupun Anak Tidak Dapat Ku Bawa Aku Berharap Dengan Hp Itu Aku Masih Dapat Menghubungi Dan Menanyakan Kabar Anak,Karna Aku Merasa Tidak Bisa Setiap Hari Mendatanginya Karna Bekerja. Tapi Setelah Aku Berikan Hp,Hp Yang Aku Beri Malah Dimatikan. Apa Maksudnya,Apa Tujuannya,Padahal Saat Aku Beri Aku Jelaskan Apa Maksudku Memberikan Hp Itu. Saat Ku Tanya Mudah Sekali Isteriku Menjawab,Begitupun Saat Aku Tanya Kepada Mertua,Mudah Sekali Mertuaku Menjawab.

    Pada Hari Berikutnya Aku Datang Dan Meminta Ijin Lagi Pada Isteri Dan Juga Pada Mertua Untuk Membawa Anakku Selama Aku Libur,Tapi Jawaban Mereka Aku Tidak Boleh Membawanya,Isteriku Yang Akan Membawanya Sendiri Tapi Tidak Mau Bersamaku. Okey Pada Saat Itu Aku Mengalah Karna Isteriku Sudah Berjanji Dia Sendiri Yang Akan Membawa Ketempatku,Dan Dia Tidak Mau Membawanya Bersamaku Dia Memilih Membawanya Bersama Adiknya,Mertuapun Tau Kalo Anaknya Sudah Berjanji Kepadaku,Keesokan Harinya Aku Tunggu Janji Isteri Karna Aku Berharap Sekali Anakku Dapat Di Bawa Ketempatku Apalagi Bersamanya. Tapi Apa? Dari Pagi Sampai Malam Aku Tunggu Tidak Juga Datang ,Tidak Juga Mengasih Penjelasan Kenapa Tidak Datang. Apa Sih Yang Sebenarnya Mereka Mau,Sedangkan Setiap Ditanya Selalu Beribu Ribu Alasan,Aku Ingin Bersama Anakku Tapi Kenapa Aku Malah Seperti Dipermainkan,Giliran Aku Yang Mau Membawa Sendiri Tak Dibolehkan,Begitu Mereka Yang Janji Malah Tak Di Tepati.


    Pernah Aku Membelikan Anakku Boneka,Dan Aku Berpesan Kepada Mertua,Bu Saya Kan Tidak Dapat Menemani Anak Setiap Hari,Boneka Yang Saya Belikan Ini Mungkin Dapat Menggantikan Menemaninya Bermain. Mertuaku Menjawab:Loh Kok Banyak Betul,Iya Sudah Nanti Dikasihkan Kalo Dia Sudah Mengerti. Saat Aku Mendengar Jawaban Mertua Seperti Itu Kecewa Sekali(namanya juga anak bayi umur 10 bulan,memang dia belum mengerti itu benda apa,tapikan rasa taunya ada dan juga sudah bisa melihat,kalo mau di kasihkan dengan yang sudah mengerti ya lebih baik buat mertua saja,ucapanku dalam hati) Padahal Saat Itu Aku Sudah Membayangkan Anaku Senang Dengan Boneka Yang Aku Beli Untuknya. Pernah Juga Aku Memberi Uwang Kepada Isteriku Untuk Kebutuhan Anak Dan Dia Sendiri,Tapi Uwang Yang Aku Kasih Itu Tidak Di Pergunakan Sampai Sekarang,Dan Itupun Karna Mertua Yang Melarang Menggunakan Karna Mertua Merasa Dirinya Masih Mampu Membiayai Anaknya(sombong),Aku Coba Lagi Cara Lain,Aku Buatkan Atm Dan Aku Berikan Kepada Mertua,Sebelum Aku Memberikannya Aku Bilang:Terimakasih Selama Ini Mungkin Keperluan Masih Ibu Bantu Dan Tapikan Saya Juga Punya Tanggung Jawab Apalagi Pada Anak. Saya Serahkan Atm Ini Dan Kalo Ada Kebutuhan Pada Anak Saya Tolong Ibu Gunakan Atm Ini Saja. Mertuaku Menjawab:Saya Beban Megang Atm Ini,Nanti Jangan Tersinggung Ya Kalo Pas Di Cek Duitnya Tidak Berkurang. Aku Langsung Merasa Mertua Tidak Menghargai Pemberianku,Padahal Itu Buat Anakku Sendiri,Saat Itu Mertua Seakan Mematahkan Semangatku Untuk Mencari Uwang Buat Anak.(mungkin mertua mampu membiayai anak dan isteriku,tapi harusnya mertua juga bisa menghargai posisiku.)

    Pada Saat Ada Kesempatan Akupun Mengajak Mertua Bicara:
    Aku....:
    Mohon Maaf Sebelumnya Saya Mau Tanya Apa Maunya Ibu Sekarang,Dan Apa Yang Baik Harus Saya Lakukan
    Mertua....:
    Ibu Tidak Bisa Bantu,Ibu Juga Tidak Berhak Mengatur Karna Terserah Anaknya Aja,Karna Anak Yang Ngejalani
    Aku....:
    Kenapa Baru Sekarang Ibu Bilag Begitu,Bukankan Waktu Hubungan Kami Baik,Ibu Yang Malah Mengatur Rumah Tangga Kami,Dan Padahal Ibu Juga Tau Keinginan Kami Berbeda Tapi Tetap Ibu Memaksakan Keinginan Ibu
    Mertua....: Diam Tak Menjawab
    Aku....:
    Kalo Ibu Berbicara Ibu Harus Adil Dan Bisa Pertanggung Jawabkan Perkataan Ibu
    Mertua....: Diam Tak Menjawab
    Aku....: Saya Mengalah Saya Yang Datang Menemui Anak,Anak Tidak Saya Bawa,Tapi Apakah Saya Harus Begitu Terus,Apakah Ibu Tega Melihat Saya Seharian Tidak Makan Dan Tidak Minum Sambil Mengasuh Anak,Apakah Ibu Ngga Ada Rasa Belas Kasihan Terhadap Saya,Mungkin Kalo Ibu Melihat Pengemis Aja Ibu Iba,Tapi Saya Ini Menantu Ibu Dan Saya Kesini Ketempat Isteri Saya Dan Apakah Menurut Ibu Itu Layak Buat Saya
    Mertua....: Diam Tak Menjawab
    Aku....:
    Saya Tanya Sama Ibu,Apakah Sifat Yang Isteri Saya Tunjukan Terhadap Saya Itu Benar
    Mertua....: Tidak
    Aku....:
    Apakah Saya Salah Memarahi Isteri Saya Kalo Isteri Saya Kemana Mana Dia Tidak Memberi Tahu Kepada Saya
    Mertua....: Tidak
    Aku....:
    Saya Mohon Sama Ibu Tolonglah Dan Saya Minta Sedikit Belas Kasihan,ibu Jangan Seakan Lepas Tangan,Dulu Kami Baik-Baik Aja Sebelum Ibu Mengatur Ngatur Kami,Apakah Saya Harus Menjalani Hubungan Begini Terus,Saya Tau Sifat Isteri Saya,Semarah Apapun Dia Tidak Pernah Sampe Begitu Dengan Saya,Tolong Istri Saya Di Suruh Pertimbangkan Lagi Keputusannya,Kalo Rasa Sayangnya Isteri Pada Saya Sudah Hilang,Saya Akan Memulainya Lagi Dari Awal,Asal Tidak Ada Kata Pisah. Kami Berumah Tangga Juga Baru,Namanya Masalah Itu Pasti Ada Dan Itulah Pelajaran Buat Kami,Kalo Ibu Tidak Senang Kami Menikah,Ibu Pisahkan Kami Baik-Baik,Ibu Seakan Pelan-Pelan Membuat Saya Jadi Salah Di Mata Isteri,Sama Aja Itu Membuat Saya Cacat Sama Isteri,Dan Akibatnya Anak Saya Yang Jadi Korban.
    Mertua...: Ya Nanti Ibu Bicarakan Dengan Anak Ibu

    Tapi Setelah Aku Memohon Begitu Kepada Mertua Hubungan Kami Masih Saja Tak Ada Perubahan Seakan Malah Mertua Tak Peduli,Malah Pernah Aku Tanya Kepada Isteri Ada Kah Orang Tuanya Berbicara,Isteriku Menjawab:Tidak Ada,Berarti Apa Yang Aku Bicarakan Tidak Mertua Sampaikan Kepada Isteriku(sia-sia)

    Sering Juga Aku Memohon Kepada Isteri,Dan Itupun Aku Lakukan Tidak Hanya Sekali
    Aku....:
    Tolong Kamu Pertimbangkan Keputusanmu,Ini Tidak Adil Bagiku Kalo Dirimu Hanya Melihat Kesalahanku Dan Langsung Ingin Pisah
    Istri....: Aku Tetap Dengan Keputusanku
    Aku....:
    Apa Salahku Kenapa Kamu Bilang Begitu,Sedangkan Aku Sudah Menyadari Kesalahanku Dan Tidak Akan Mengulanginya Lagi,Kalo Kamu Memang Isteri Yang Baik Kamu Akan Memberi Kesempatan Terhadap Suami Selama Suami Ada Niat Pingin Berubah
    Istri....:
    Aku Tidak Lagi Cinta Kepadamu Dan Aku Ingin Pisah
    Aku....:
    Apa Rencanamu Setelah pisah,Apakah Kamu Tidak Memikirkan Masa Depan Anak Seandainya Pisah
    Istri....:
    Itu Kan Keputusanku Biar Aku Yang Mengurus Anak
    Aku....:
    Kamu Tidak Bisa Begitu,Keputusan Kan Kamu Yang Mengambil Dan Aku Tidak Ada Keinginan Kita Pisah,Kalo Kamu Ingin Pisah Biar Anak Aku Yang Mengurusnya Hingga Iya Dewasa,Tak Apa Aku Tak Menikah Lagi Asal Anak Dapat Tumbuh Bersamaku Hingga Iya Dewasa
    Istri....: Diam Tak Menjawab
    Aku....:
    Kalo Kamu Benci Sama Aku Tolong Jangan Kamu Tunjukan Keanak,Walapun Anak Masih Kecil Diapun Juga Bisa Mengerti
    Istri....: Diam Tak Menjawab
    Aku....:
    Kalo Kamu Masih Marah Sama Aku Lebih Baik Kamu Marahi Aku Sekarang Sampai Hatimu Puas,Tapi Tolong Sama Anak Kalo Kamu Memang Benar-Benar Sayang Tunjukkan Bagaymana Rasa Sayangmu
    Istri....:
    Buat Apa Aku Marah Tak Ada Gunanya,Aku Sayang Terhadap Anak Tak Perlu Aku Tunjukkan.
    Aku....:
    Aku Sempat Terdiam Dan Tak Percaya,Apakah Yang Sedang Aku Ajak Bicara Itu Benar-Benar Isteriku.(akupun kembali memohon berniat meluluhkan hatinya),Aku Minta Sedikit Belas Kasihanmu Untuk Memberiku Kesempatan,Mungkin Salahku Padamau Beberapa Hari,Tapi Apakah Kamu Pernah Memikirkan Tentang Kebaikanku,Jangan Hanya Menyalahkanku Dan Kamu Merasa Tak Bersalah,Kalo Memang Aku Ada Salah Bukan Begini Caranya,Aku Sudah Meminta Maaf Dan Aku Juga Sudah Mengakui Salahku Apakah Kamu Tega Melihat Suamimu Ini Sekarang Sedang Sujud Didepanmu Untuk Memohon Belas Kasihanmu Sampai Meneteskan Air Mata,Ini Semua Aku Lakukan Karna Aku Bebar-Benar Mencintaimu Dan Tidak Ingin Kita Pisah,Apa Ini Belum Cukup Bagimu Dan Apakah Ada Cowo Yang Sepertiku Punya Salah Sampai Memohon Padamu Dan Sujud Didepanmu,Apa Salahnku Yang Sebenarnya Agar Aku Ikhlas Menerimanya,Karna Setiap Aku Tanya Kamu Selalu Diam Dan Tak Bisa Menjawab. Sungguh Sangat Tidak Punya Perasaan Kamu Terhadapku,
    Saat Kamu Butuh Aku Kamu Panggil Aku,Saat Kamu Sudah Tak Butuh Aku Kamu Buang Aku Seperti Sampah Dengan Cara Tak Baik. Sadar Kah Apa Yang Kamu Lakukan Ini,Layakkah Seorang Isteri Bersikap Seperti Ini,Aku Datang Ketempatmu Tidak Mengganggumu Tapi Kamu Menulis Di Dinding FBmu Merasa Hidupmu Aku Ganggu,Kenapa Kalo Kamu Merasa Terganggu Tidak Bilang Kepadaku Secara Langsung Malah Kamu Katakan DiFB,Apakah Sudah Tidak Ada Rasa Keberanianmu. Aku Datang Ketempatmu Tak Kamu Sediakan Apa-Apa Akupun Tak Minta,Kenapa Kamu Bilang Aku Mengganggu Hidupmu,Kamupun Melakukan Sesuatu Saat Aku Datang Tak Aku Ganggu,Disini Ada Anakku Kalo Memang Kamu Keberata Aku Menginjakan Kaki Dirumahmu Biar Anak Tinggal Bersamaku Dan Kamu Bisa Hidup Tenang Tanpa Harus Melihatku Lagi
    Istri...: Diam Tak Menjawab.

    Tak Ada Lagi Yang Dapat Kuperbuat,Gimana Menurut Teman Semua Dalam Posisi Seperti Ini Siapa Yang Bersalah,Dan Bagaimana Cara Mengatasinya,Aku Hanya Ingin Dapat Bersama Istri Dan Anakku Lagi,Mohon Bantuanya Dan Doanya Agar Kami Dapat Bersatu Kembali. Walaupun Kami Harus Berpisah,Semoga Isteriku Mendapatkan Laki-Laki Yang Lebih Baik Dariku Yang Dapat Menyayanginya,Dan Apa Yang Aku Rasakan Ini Tidak Akan Terjadi Padanya,Seandainya Dia Nanti Merasakan Apa Yang Aku Rasakan Sekarang Mungkin Dia Tidak Sanggup.

    Pertanyaanku:
    benar apa salah kalo ada orang tua mengikut campuri rumah tangga anaknya,Benar apa salah kalo ada suami disuruh ikut aturan isteri,Benar apa salah klo ada mertua selalu pengen tau urusan pribadi anaknya yang sudah menikah,Benar apa salah kalo suami memarahi isteri/menasehati isteri atas sifat isteri yang kemana mana tidak memberi tahu suami.
     
    Last edited: Jun 5, 2010
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Wolfkid M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    466
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +57 / -0
    Pendapatku sih :
    benar apa salah kalo ada orang tua mengikut campuri rumah tangga anaknya?
    Kalo sekedar memberi nasehat ya benar, tapi kalo mencampuri terlalu dalam salah

    Benar apa salah kalo ada suami disuruh ikut aturan isteri?
    Tidak masalah, asal aturannya masuk akal.

    Benar apa salah klo ada mertua selalu pengen tau urusan pribadi anaknya yang sudah menikah?
    Ya karena dia anaknya ya wajar pingin tau sih.

    Benar apa salah kalo suami memarahi isteri/menasehati isteri atas sifat isteri yang kemana mana tidak memberi tahu suami?
    Ya benar lah, siapa yg gak kuatir tiba tiba istri gak jelas di mana.

    Well menurut gw, sih dari awal memang uda bermasalah, karena nikahnya karena kecelakaan bukan secara jalur normal. So ya pandangan kedua belah pihak jadi rada miring. Bro terlalu mengalah dan istri bro terlalu childish. Kalo memang masih bisa dipertahankan, tetap berjuang lah bro untuk mempertahankan pernikahan bro. Tapi kalo memang gak bisa dipertahankan lebih baik direlakan, sesuatu yg dipaksakan pada akhirnya tidak ada yg bahagia.
     
  4. gdx38 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    1,977
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +157,447 / -0
    maaf sebelumnya..
    mau nenuangkan sedikit uneg2...

    sebenarnya gak da yang salah kang...
    dan tak patut sebenarnya saling menyalahkan, mari sama2 mencari solusi

    u semau tindakan diatas semua harus dilakukan prposional, dan tujuannya emang baek..
    maaf, klo dari awal suatu hub tidak "sehat" ke depan tak akan berjalan mulus..

    Bila semua usaha (ikhtiar) telah dilakukan, maaf klo agan muslim..
    baeknya kita bertawakal n berserah diri...
    kembali padanya-Nya. Entah agan percaya pa gak, insya Allah klo qt bersungguh-sungguh berserah diri kepadanya.
    Dia akan memberikan yang terbaek buat kita..
    Mungkin kata2 ane kaya omong doang, tapi apa salahnya kita mencoba untuk mendekatkan diri kepadanya..
    karena sebenarnya itulah yang seharusnya kita lakukan..Karena yang ane tau tuh Allah "ar rohman" "ar rohim"
    Selalu da tempat buat kita...

    Cuma itu yang bisa ane sampein, maaf klo menggurui...
    tapi itulah yang pernah ane rasain
    Ane turut berdoa agar agan diberi solusi yang terbaek..
    "yang terbaiklah yang kita minta" betapapun itu paling berat bagi kita

    trims
     
  5. yossan Members

    Offline

    Joined:
    Jun 6, 2010
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Pertanyaanku:
    *benar apa salah kalo ada orang tua mengikut campuri rumah tangga anaknya
    yah lo benar trus lo mau apa? saya bingung yang di pertengkaran di sini apa? kalo misalnya cuman benar dan salah, kalau misalnya saudara benar tentang hal tersebut apakah akan menjadi lebih baik?

    *Benar apa salah kalo ada suami disuruh ikut aturan isteri
    Aturan ada untuk dipatahkan, tidak ada yang melanggar maka tidak ada peraturan

    *Benar apa salah klo ada mertua selalu pengen tau urusan pribadi anaknya yang sudah menikah
    Mau dibilang salah serba salah mau dibilang benar keterlaluan.
    Bagaimanapun orang tuanya, teman aja pengen tau keadaan sahabatnya

    *Benar apa salah kalo suami memarahi isteri/menasehati isteri atas sifat isteri yang kemana mana tidak memberi tahu suami.
    Benar tetapi benar berapa persen % ???
    Jika anda bersalah dan anda di sudutkan untuk mengaku bersalah apakah anda mau menerimanya?
    Contoh : ada anak yang tidak mendapat nilai ulangan jelek : guru a berkata pada si anak : hey kamu gobl** di rumah kamu ngapain saja ulangan dapat nilai 3 gini.
    guru b berkata pada si anak : napa nak nilaimu kok jelek? kalau ulangan kamu dapat bagus pasti orang tuamu senang nanti kamu bisa dapat beasiswa,dll (nah guru mana yang lebih disukai si anak?)
    marah tidak menyelesaikan masalah, hanya akan menambah masalah. (menasehati : cara menasehati sesorang bukan untuk memojokan kesalahan seseorang, lebih baik agar orang tersebut bisa lebih terbuka dengan adanya komunikasi)

    Di sini ada keraguan dalam memutuskan.
    Tiap orang pasti pernah berbuat salah bukan menyesali kesalahan tetapi menjadikan kesalahan agar kita bisa menjadi lebih baik.
    Usahakan agar istri lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan anda.
    Anda mau hidup tiap hari dengan perasaan tidak nyaman?
    Bagaimana besok-besoknya? (mau tidak mau terkadang kita harus melepaskan, jika saudara kita ada yang meninggal apakah kita bisa menghidupkan lagi?)

    Kalau soal benar salah, kenapa ada orang yang tega membunuh anaknya sendiri?, orang menipu orang lain (benar / salah? jika benar mengapa orang masih menipu dan berbohong)
    Sadari saja kalo kita makluk yang tidak sempurna, terlepas dari benar dan salah bagaimana yang anda mau dalam keluarga anda.

    Dari semua ini yang terbaik tinggal berusaha sekuat tenaga dan berdoa (percaya bahwa Tuhan itu ada)
    Jika tulisan saya terdapat kesalahan harap di kritik, hanya 1 dari berjuta manusia yang tidak sempurna :D
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.