1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Untuk kamu yang mendapatkan peringatan "Koneksi tidak aman" atau "Your connection is not private" ketika mengakses forum IDWS, bisa cek ke sini yak.

Cerpen Bukan Kambing Bandot

Discussion in 'Fiction' started by sospoor, Feb 2, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. sospoor Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +32 / -0
    Nubi numpang share tulisan ya om/tante:
    Part 1
    Dinginnya angin malam membuat tubuhku kaku. Kaus kutang yang kupakai tak membantu menghangatkan diriku. Dua patah kata yang menjelaskan kondisi saya sekarang. Hmm, jangan berfikir jauh-jauh dulu, saya tidak berada di hutan, ataupun di jalan sunyi sepi sendirian. Lalu dimana saya berada? Genteng jawabannya. Hampir setiap malam saya habiskan di tempat ini, bukan untuk merenung, bukan untuk melihat bintang atau hal-hal lainya. Mungkin cukup tolol kedengarannya jika saya menjawab alasan saya berada di genteng. Ya, ngobrol adalah jawabannya. Di tempat inilah saya dan teman-teman saya menghabiskan waktu. Kami hanyalah segerombolan mahasiswa kolot yang hidup dengan kekolotannya. Bagaimana tidak? Setiap malam kerjaan kami hanya bercanda. Biasanya hal-hal yang kami ceritakan adalah masa lau, kejadian tadi pagi, ataupun tingkah kolot diri sendiri. Salah satunya pada malam ini, "Bing, turun yok laper gw." Oh iya, saya sampai lupa memperkenalkan diri saya, panggilan saya adalah "kambing", tidak ada alasan yang pasti mengapa saya di panggil seperti ini tetapi ada 2 hal yang saya tau mengapa saya di panggil kambing. 1. Karena janggut saya yang tak kunjung tumbuh memanjang, hanya sehelai dua helai di dagu panjang saya. 2. Karena saya mengembek/berbicara semaunya layaknya kambing. Cukup untuk perkenalannya, kembali ke cerita. Sedangkan detail tentang teman-teman saya akan di dalam kalimat-kalimat selanjutnya.

    Toton : "Bing, turun yok laper gw"
    Kambing : "Males ton, dah nempel pantat gw"
    Toton : "Seriuslah, gw laper"
    Kambing : "Iy gw serius, ga bs gerak gw, dingin banget"
    Toton : "Lagian lu goblok, di atep pake kutang"
    Kambing : "Mo pake apa coba? Pake jaket? Noh, jaket gw di jemuran"
    Toton : "Bah, lagian aneh nyuci ma jemur kok malem-malem?"
    Kambing : "Mumpung jemuran kosong, hehe. Dah ah turun yok"
    Toton : "Dari tadi napa"
    Kambing : "Gw ambil dompet dulu, panggil yang lain gih ajak makan."
    Toton : "(SAMBIL TERIAK) WOI MAKAN WOI!!"
    Leo : "Iye-iye, sabar TOT!"
    Budi : "Yo!!"

    Setelah semuanya siap lalu kami langsung berjalan menuju tempat makan terdekat. Tapi seperti biasa kami pasti stop di satu tempat untuk numpang baca koran.
    Ah, saya sampai lupa mendeskripsikan karakter lainnya.
    Toton = manusia gendut, perut buncit, bak sampah.
    Leo = kebalikan dari toton, manusia ceking, pendek, perokok berat.
    Budi = hmm, kata apa yang tepat untuk menjelaskan manusia yang kerjanya di depan laptop seharian, dan kolotnya ga karuan.

    Nah sekarang kami sudah sampai di tempat numpang baca koran.
    Leo : "Cuk, sini cuk"
    Kambing : "Ape?"
    Leo : "Baca (Sambil menunjuk ke salah satu judul bacaan di koran)"
    Kambing : "Bah?! Ngapain lu nunjukin ini? (Judulnya, "seorang siswa (nama sekolah) di culik")"
    Leo : "Kaga, dasar aja iseng"
    Toton : "Woi laper woi"
    Budi : "Emang apaan bing?"
    Kambing : "Tuh si Leo MAHO, nunjukin berita tentang siswa, klo siswi mending deh"
    Budi : "Lah?! Emang kenapa klo siswi? Eh, Le sejak kapan lu jadi MAHO?"
    Kambing : "Ya iyalah, setidakny klo siswi gw masih prihatin. Lah kalo siswa bego amat bisa sampe di culik? Nenek gw aja ga pernah di culik."
    Toton : "Woi laper woi"
    Budi : "Jah, nenek lu siapa yang mau nyulik coba? Ga lucu kan klo nyulik nenek-nenek yang ada malah di ceramahin"
    Kambing : "Ada, tuh si Leo kali. Untuk alibi kali nyulik nenek gw biar ga di bilang MAHO, hehe"
    Leo : "Lah, kok bawa-bawa gw? Ga napsu gw ma nenek lo, napsunya ma lo gw"
    Toton : "Woi laper woi"
    Kambing : "Waduh, mas klo mau jadi MAHO jangan di tempet umum mas, urusan kamar itu, haha"
    Budi : "Dah lah makan gih, kasian si Toton jadi kurus die entar"
    Toton : "Woi laper woi"

    Singggg, yang lain pada keluar meniggalkan Toton di tempat baca koran. (Pada ga punya hati semua kali ya?)

    Sesampainya di tempat makan, saya melihat seorang wanita yang tampaknya saya kenal. Sebut saja namanya Vya, wanita cantik yang sering jadi korban kegombalan saya.
    Vya : "Bing!"
    Kambing : "Heh? Ape?"
    Toton : "Bing gw duluan, bs mati gw nunggu lu"
    Kambing : "Iye-iye pergi sono, tar gw nyusul"
    Leon : "Jangan ga nyusul, kangen gw"
    Kambing : "Buset dahhh, hus-hus"
    Kambing : "Napa Vi?"
    Vya : "Entar pinjem kabel LAN dong"
    Kambing : "Heh? Pake Wi-Fi lah, ngapain pake kabel LAN?"
    Vya : "Males nyettingnya, sinyalnya jg ilang-ilang"
    Kambing : "Lah, masa sedeket ini sinyalnya ilang?"
    Vya : "Deket?"
    Kambing : "Lah? Sinyal cinta gw belum kediteksi ya? hehe"
    Vya : "Najis, dah tar anterin ya"
    Kambing : "Iye-iye, tar gw anterin ke hati lo"
    Vya : "Astagaaaa, iy deh, tar gw buka port LAN di hati gw khusus buat lu"
    Kambing : "Sip, eh, gw makan dulu ya. Jangan kangen"
    Vya : "Iye, pergi lu sana"

    Sesudah memuaskan hati dalam bergombal ria saya pergi menyusul teman-teman saya yang sedang memesan makanan.
    Kambing : "Dah mesennya?"
    Toton : "Belum, ni baru mau mensen"
    Kambing : "Mo mesen apa lu?"
    Toton : "Ayam jamur paling"
    Leo : "BAH! Jangan mesen itu"
    Toton : "Lah? Emang kenapa? Enak gitu"
    Leo : "Gw mau cepet, kelamaan nunggu ayamnya jamuran"
    Budi : "Goblok lu"
    Kambing : *ngakak*
    Toton : "zzzzz, lu mau mesen ap?"
    Leo : "Samain lah"
    Budi : "Gw juga"
    Kambing : "Gw juga ya (Sambil jalan ngarah ke tempat duduk)"
    Toton : "Ini-ini, males gw klo di tinggal-tinggal"
    Leo : "Iye tar gw temenin lu tidur"
    Toton : "Serah lu dah"
    Kambing : "Ude, lu duduk gih. Dah kelar kan mesennya?"
    Toton : *jalan ngarah ke bangku*

    Kisah mahasiswa-mahasiswa kolot ini tidak berhenti di sini saja, biarkan mereka manyelesaikan makannya dengan tenang dulu baru nanti di lanjutkan ceritanya.
    Part 2
    Selesai makan ayam jamuran kami semua kembali ke asrama dan langsung masuk ke kamar masing-masing. Yah, hal ini di lakukan oleh semuanya kecuali Leo, biasanya setelah makan dia akan naik ke genteng untuk melakukan foging, eh?! merokok maksud saya. Di sinilah kejadian kolot lainya terjadi.

    Leo : "BING! Ke genteng, temenin gw!"
    Kambing : "Iye, bentar gw minjem jaket Toton dulu"
    Leo : "Ga usah pake jaket la, sini gw angetin lu"
    Kambing : "Ga usah, makasih banyak"
    Kambing : *ngetok pintu kamar toton* "Tooonnnnn, pinjem jaket gw mo keatas nemenin si Leo"
    Toton : "Mo ngapain? Nemenin Leo ngasep?"
    Kambing : "Iya kayaknya, tau tuh orang tumben-tumben ngajak gw ke atas"
    Toton : "Males ah gw minjemin, tar bau asep"
    Kambing : "Astaga, y udahlah"
    Toton : "Kaga mbing, jaket gw lagi di laundry"
    Kambing : "Oooo, sip lah. Tar nyusul ke atas lah"
    Toton : "Iye, tar gw ke atas. Tar gw bawa si Budi"
    Kambing : "Sip" *pergi ninggalin toton, langsung naik genteng*
    Kambing : "Napa Le?"
    Leo : "Lagi pusing gw bing"
    Kambing : "Pusing apaan?"
    Leo : "Pusing gw mikirin pelajaran ama cewe"
    Kambing : "Astagaaaa, ga penting njing. Masa cuman gara-gara cewe pusing?"
    Leo : "Serius, pusing gw ngeliat tingkah cewe jable" *nyodorin rokok ke kambing*
    Kambing : *ngambil rokok* "Napa lu? Ada jable yang ngejer?"
    Leo : "Iy, ni coba lu liat SMS-nya"*nunjukin HP ke kambing*
    Kambing : *diem ga meratiin Leo, sibuk nyalahin korek api yang ga nyalah-nyalah*
    Leo : "WOI! Klo orang ngomong dengerin lah"
    Kambing : "Rokok gw ga nyalah-nyalah, sabar dikit"
    Leo : "Dablek lu, sini rokoknya" *nyalahin rokok si kambing*
    Kambing : "Sip, mane SMS-nya?"
    Leo : "Nih"
    Kambing : "Heh? Jable dari mananya Le?" (Isi SMS: Makanya Le, banyak-banyak solat)
    Leo : "Iy itu, jable kan?"
    Kambing : *diem + bingung*
    Leo : "Napa lu?"
    Kambing : "Otak lu di mana Le? Wong cewenya ngajak bener kok di bilang Jable?"
    Leo : "Ngajak bener dari mane? *ngecek HP sendiri*
    Leo : "ASTAGAAAAA, salah tunjukin gw. Ini sms nyokap"
    Kambing : *ngakak*
    Leo : "Mana ya SMS-nya"
    Toton : *tereak-tereak dari bawah* "WOI! MASIH LAMA GA DI ATAS?"
    Leo : "MASIH TOT! NAEK GIH!"
    Toton : *jalan naek ke genteng*
    Toton : "ASTAGA! Mo di fatwa haram ma MUI lu bing?"
    Kambing : "Heh? Haram?"
    Toton : "Di haramkan bagi umat muslim memakan kambing asep"
    Kambing : "ANJING lu, BABI lebih haram dari kambing"
    Toton : *langsung nyanyi lagu saykoji* "Badan gendut ku tak peduli, yang penting SEKSI!"
    Kambing : "Seksi mata lu"
    Toton : "Eh Le, minta rokok dong"
    Leo + Kambing: *melongo*
    Toton : *ngambil rokok sendiri*
    Leo : "Mo ngerokok lu"
    Toton : "Kaga" *padahal rokok dah di bibir*
    Leo : "Terus?"
    Toton : "Manis ya" *ngebuang rokok*
    Leo : *diem*
    Kambing : *ngakak*
    Toton : *duduk ke genteng*
    Leo : "Bilang woi klo mau nyicip filter doang, gw kasih bekas gw dah"
    Toton : "Ogah, najis bekas lu"
    Kambing : "Mo bekas gw?"
    Toton : "Engga, haram bekas lu"
    Kambing : "Njing"
    Toton : "Piss bing"
    Budi : *baru sampe ke genteng*
    Kambing : *HP geter-geter*
    Kambing : *langsung turun ke bawah*
    Budi : "Mo kemana bing? Gw naek lu turun"
    Kambing : "Panggilan alam, lupa gw janji ma tante girang"
    Budi : "Heh? Emang ada?"
    Kambing : *langsung pergi, ga meduliin omongan Budi*
    Toton : "Yang sabar ya Bud"
    Budi : "Udah biasa~"

    Setelah pergi tanpa permisi, si kambing pergi ke kamar ngambil kabel LAN dan langsung pergi lagi.

    Kambing : *baru sampe di depan asrama cewe*
    Vya : "Lama ya"
    kambing : "Iy maap"
    Vya : "Bau lu mbing"
    Kambing : "Heh? Bau apaan?"
    Vya : "Bau asep, abis bakar-bakaran lu?"
    Kambing : "Iy, kebakar ma cinta lu"
    Vya : "Ihh, abis ngerokok lu?"
    Kambing : "Kaga, abis nemenin Leo ngerokok iy"
    Vya : "Oh, tapi klo mau boong gosok gigi dulu mbing"
    Kambing : *diem, langsung stuck*
    Vya : "Stop lah ngeokoknya"
    Kambing : "Iya" *udah hapal, klo ketawan kejadiannya bakal gimana*
    Vya : "bla bla bla bla"
    Kambing : "bla"
    Kejadian ini terus terjadi sampai 20 menit kemudian.
    Kambing : "Ampun tante"
    Vya : "Iya"
    Kambing : "Bapak lu kiai y?"
    Vya : "Heh? Bukan lah"
    Kambing : "Kok kata-katamu menyejukan hatiku"
    Vya : "MULAI ya"
    Kambing : "Peace tante, eh gw balik y"
    Vya : "Ok"
    Kambing : "Settingan LAN gw ga di ubah-ubah kan?" *udah sedikit hapal ma ni anak, kalo komputernya rusak di jamin gw orang pertama yang di kontak*
    Vya : "Ga, paling klo ga bisa transfer lu jadi korban bing"
    Kambing : "Jangan tengah malem tapi"
    Vya : "Sip"
    Kambing : *langsung pergi ngonyor ga pake salam*
    Vya : "Hmm"

    Manusia-manusia lainnya masih di atas genteng, ngobrol bercanda dan tertawa seperti biasa.
    Budi : "Eh, kemaren pas gw lagi di jalan gw denger bapak-bapak dilaporin kalo anaknya maen togel"
    Leo : "Terus?"
    Budi : "Si bapak bilang, 'Gila kali anak itu, tar pas pulang saya marahi'"
    Leo : *diem terus dengerin*
    Toton : *ngemilin keripik yang ga tau dari mana asalnya*
    Budi : "Eh, tapi masak si bapak pas di bilangin anaknya menang togel 3 juta langsung bilang 'Alhamdulilah!'"
    Leo : *ngakak + batuk-batuk, kelupaan lagi sambil ngisep rokok*
    Toton : "Makanya Le, berenti ngerokok. Dah ceking makin ceking lu, mana sekarang dah batuk-batuk lagi tinggal nunggu waktu dah" *nerusin makan lagi*
    Leo : "Gw sundut pake rokok juga lu Ton biar meletus"
    Budi : "Emang bisa?"
    Toton : "Klo bisa gw juga ngarep Bud" *Langsung nyanyi lagu saykoji lagi*
    Leo : "Iy, gw tau badan lu SEKSI Tot. Tapi, NGAREP LU GW BILANG GITU!"
    Budi : *ngakak*
    Toton : *ga peduli, nerusin makan kayak babi*
    Kambing : "Masih lama ga?"
    Part 3
    Setelah malam pasti pagi akan datang (ya dong, klo pagi ga dateng-dateng kiamat berarti), dan seperti biasa pagi = rutinitas.
    Kambing : *keluar kamar*
    Leo : "Bah, baru bangun lu mbing?" *jalan keluar dari kamar mandi*
    Kambing : "Yoi~"
    Leo : "Ga kelas lu?"
    Kambing : "Masuk sesi dua paling, di absennya jg pas sesi dua"
    Leo : *pegang-pegang perut sendiri sambil ngaca*
    Kambing : *sibuk nyuci muka*
    Leo : "Lama amat lu cuci mukanya?"
    Kambing : "Masih ngumpulin nyawa~"
    Leo : "Emang nyawa lu ada berapa?"
    Kambing : "Ada 8, kemaren baru di kasih kucing pas tahlilan"
    Leo : *Ga ngasih respon, sekarang balik badan ngeliat pundak sendiri*
    Kambing : "Lah? Lu ngapain muter-muter badan"
    Leo : "Nyari cicak"
    Kambing : "Noh di muka lu tu cicaknya"
    Leo : "Anjing lu"
    Kambing : "Makasih" *muter badan, jalan ngarah ke kamar*
    Leo : *Niru suara vespa* "Ker rem peng peng peng peng"
    Kambing : "Jangan curhat lah pagi-pagi"
    Leo : *nerusin suara vespa sambil jalan masuk kamar*
    Kambing : "JANCUK!!"
    Leo : *ngakak*

    Hmm, pagi bukan merupakan momen dimana kekolotan mereka berkembang dengan indahnya. Rata-rata di pagi hari lah otak mereka tampak lebih berguna dari biasanya, so pagi = tidak menarik untuk di ceritakan. Langsung loncat 12 jam berikutnya.
    Toton : "Mbing, makan ga?" *Toton dah sedikit hapal ma tingkah kambing kalo malem sabtu*
    Kambing : "Ga" *Ga noleh Toton sama sekali, sibuk nonton film yang baru kelar di download*
    Toton : "Mo nitip ga?"
    Kambing : *nunjuk meja*
    Toton : "Sip"
    Kambing : *ngasih jempol*
    Toton : *jalan ke kamar Budi, dah hapal jg ma tingkah Budi kalo malem sabtu yang sibuk ma laptopnya*
    Toton : "Makan?"
    Budi : *melongo, baru mau nyuapin nasi ke mulut*
    Toton : *langsung keluar lagi + teriak* "LE MAKAN GA LO?" *sudah tau si Leo pasti di genteng*
    Leo : "UDE MAKAN GW"
    Kambing : "TON! SINI LU!"
    Toton : "Apa?" *dah frustasi ga ada yang bisa di ajak makan*
    Kambing : *ngelempar bungkusan*
    Toton : *nangkep bungkusan dan langsung senyam senyum*
    Kambing : "8000"
    Toton : "Thx bing"
    Kambing : "Yoi, asal jangan lupa duitnya"
    Toton : "Entar ya"
    Kambing : *ngasih jempol*
    Toton : *keluar + senyam senyum* "Makan - makan *sambil bisik - bisik*"

    Tidak lama dari itu, kambing mendapatkan tamu tak di undang.
    Pintu : *tok tok tok tok*
    Kambing : "Masuk"
    Pintu : *tok tok tok tok* "Laundry!"
    Kambing : "Sebelah"
    Pintu : "Jangan bohong, ga mau bayar laundry ya?"
    Kambing : *kesel mo ngomong kotor tapi yang ngetok kayaknya cewe, dan akhirnya memutuskan untk jalan bukain pintu*
    Vya : "Laundry" *sambil senyam senyum*
    Kambing : *nutup pintu lagi*
    Vya : "Bing, buka napa?"
    Kambing : "Pintu cinta gw ga kebuka hari ini"
    Vya : *ga meduliin omongan kambing asal maen buka pintu*
    Kambing : *ga meduliin Vya, lanjut nonton film"
    Vya : "Mo gw cabut ni colokan?"
    Kambing : *langsung berdiri nyiapin tempet duduk*
    Vya : "Kan enak"
    Kambing : "Bawa HDP?" *udah nebak duluan sebelum Vya mendeklarasikan maksud kedatangannya *
    Vya : "Kaga, pinjem yang lu aja y"
    Kambing : "Kebiasaan, mo film apa?"
    Vya : "Apa aja yang baru?"
    Kambing : "Cek sendiri lah ya" *sambil nyodorin laptop*
    Vya : "Kerja jangan setengah-setengah mbing, dapet istri punya kumis setengah nangis lu"
    Kambing : "Mau lu punya kumis setengah?"
    Vya : "Siapa jg yang mau ma lu?"
    Kambing : *ngakak*
    Vya : "Copy semuanya aja ya, boleh?"
    Kambing : "Ambil, buat lu apa sih yang engga? Mo sekalian cinta gw ga?"
    Vya : "Jangan mulai"
    Leo : *tiba - tiba masuk*
    Kambing : "Napa Le?"
    Leo : *langsung keluar lagi*
    Kambing : "MASUK LU NJING!!"
    Leo : *masuk lagi + tampang mesum* "Wah, berani amat lu Vi?"
    Vya : "Berani apaan?"
    Leo : "Berani masuk kamar kambing, ga berasa di kandang lu?"
    Kambing : "Mo paan lu Le?"
    Vya : "Mo nyiapin untuk kurban gw Le"
    Leo : "WAH, liat mbing parah ni cewe. Masa lu di bilang untuk kurban, kan kasian"
    Vya : "Heh?"
    Kambing : "Makasih, mo apa Le?"
    Leo : "Kasian, satu kecamatan ga ada yang kenyang"
    Kambing : *berdiri, ngegiring Leo ke luar kamar + nutup pintu*
    Leo : "WOI KAMBING BANDOT WOI!"
    Kambing : "DIEM!! JATAH LU TAR MALEM"
    Leo : "MAHO WOI! VI JANGAN MAU DI JADIIN ALIBI"
    Kambing : "NGEHEK"
    Vya : *melongo ngeliatin tingkah kambing ma Leo*
    Kambing : "Ude ngopinya?"
    Vya : "Ada lagi ga?"
    Kambing : "Kurang?"
    Vya : "Iy kurang"
    Kambing : "Masa cinta gw kurang?"
    Vya : "Mulai lagi, gw pulang nih?!"
    Kambing : "Yo, bye" *ambil laptop, nerusin nonton*
    Vya : *nyabut colokan laptop, dan langsung kabur*
    Kambing : *melongo*
    Vya : "Thx ya mbing!"
    Kambing : "Ngen~" *langsung stop, inget klo Vya cewe*
    Kambing : *ngedumel*

    Sambil nunggu laptop nyalah si kambing pun nyiapin makanan yang belum di sentuh dari tadi.

    1 jam kemudian, setelah nonton dan makan.
    Kambing : *keluar nyuci piring sambil ngaca*
    Kambing : *melongo, langsung nyamperin kamar Toton*
    Toton : "Napa mbing?"
    Kambing : "Sendirian lu?"
    Toton : "Mo ngehina gw?" *udah negatif thinking ma omongan kambing*
    Kambing : "Kaga, gw seriusan. Baru ganti baju lu?"
    Toton : "Nope, dari tadi gw pake baju ini" *sambil nunjukin baju warna biru yang dia pake*
    Kambing : "Oooo, salah liat gw berarti" *sambil celingak celinguk ngeliat kamar Toton**
    Toton : "Emang liat apaan?"
    Kambing : *senyum terus keluar nerusin nyuci piring*
    Toton : *nyamperin kambing* "Emang liat apaan?"
    Kambing : "Liat putih-putih gw dari jendela kamar lu?"
    Toton : "Serius? Bohong lu?"
    Kambing : "Klo gw mo bohong ngapain gw sampe ninggalin piring kotor gw?"
    Toton : "Serius mbing, lu bohong kan?"
    Kambing : "Ngapain gw boong?"
    Toton : "Ahhhhh, gw tidur kamar lu ya?'
    Kambing : "OGAH! Ga mau jadi kambing presto gw"
    Toton : "Gw tidur bawah dehh~"
    Kambing : "OGAH!"
    Toton : "Ga gw bayar ni makanan tadi"
    Kambing : "Ga masalah"
    Toton : "Serius lah mbing, klo ga ttukeran kamar malem ini"
    Kambing : "OGAH"
    Toton : "Ya mbing ya? Gw tiidur ma lu ya"
    Budi : *ga tau dari mana nongolnya* "Bah? Mo tidur ma kambing lu?"
    Kambing : "Tau ni si Toton penakut"
    Budi : "Mo boker ga pake ngeden lu besok Ton?"
    Kambing : *ngakak*
    Toton : "Eh Bud, matras lu masih ada ga? Gw numpang di tempet lu dong"
    Budi : "Ada, mo numpang tidur?"
    Toton : "Iya, abis kata kambing kamar gw ada putih-putih lewat di jendela"
    Budi : "Dah kayak burung kk tua aja, ga sekalian nagkring tu putih-putih"
    Kambing : "Lu kira banci taman lawang nangkring"
    Budi : "Nah kan, klo dah pengalaman"
    Kambing : "LE! LU DIBILANG BANCI TAMAN LAWANG MA BUDI!"
    Leo : "******* LU BUD!"
    Budi : "WOI! JANGAN DARI ATAS NGOMONGNYA! TURUN LO! CEPET MATI LU ENTAR! FOGING MULU KERJAANNYA!"
    Leo : "GA PEDULI!"
    Kambing : *ninggalin Budi ma Toton yang masih kompromi*
    Kambing : *masuk kamar langsung kunci*
    Toton : "GA MINTA BING GW TIDUR DI KAMAR LU!"
    Kambing : "Ati - ati, besok boker ga pake ngeden lu Ton"
    Toton : "Siapa tau bisa buat kurus mbing, ga mau duit makannya?"
    Kambing : "Dah ga usah, anggep aja bayaran dari gw"
    Toton : "Sering - sering ya"
    Kambing : "Yoi, ati-ati di kamar Budi banyak setannya juga"
    Budi : "MAKASIH BING"

    Yup, inilah kisah kolot malam ini. Tidak ada malam yang di habiskan dengan ketenangan. Malam-malam selanjutnya pasti akan datang.
    Part 4
    Entah sudah berapa lama manusia-manusia ber-IQ over tinggi itu tidak saling bercengkrama seperti biasanya. Rutinitas telah merenggut waktu yang biasa mereka habiskan untuk saling bercerita.
    Pintu : *tok tok tok*
    Kambing : "Masuk"
    Pintu : *tok tok tok tok (makin kenceng kayak orang kesurupan)*
    Kambing : "Masuk anjinggg~"
    Pintu : *Leo muncul senyam senyum*
    Kambing : "Napa le? Kangen ma gw?"
    Leo : "Ke atas lah bing, masa ia US udah abis masih ngedem di kamar?"
    Kambing : "Tar lah, gw masih ada kerjaan dikit" *sibuk ngetik*
    Leo : "Kerjaan apaan? Jomblo aja sombong lu"
    Kambing : "Ngehek, gw jomblo normal. Lah lu jomblo salah haluan"
    Leo : "Minta di cipok ni bocah. Naik lah jing!"
    Kambing : *masih sibuk ngetik*
    Leo : "Ton! Sini Ton! Kambing ga mau naik, dah sombong dia!"
    Toton : *tiba-tiba dateng dengan gaya slowmotion*
    Leo : *evil smile*
    Kambing : *masih sibuk ngetik*
    Toton : *lompat nimpa Kambing*
    Toton : "Bud!! Lu mau Kambing presto apa daging lunak?"
    Leo : "Presto!!!"
    Budi : *muncul entah dari mana asalnya*
    Budi : "Astagaaaa, itu kambing di presto ga di sembeleh dulu?"
    Budi : "Yah, haram deh"
    Kambing : *merintih* "Tolonggg~"
    Toton : *menggila di atas badan kambing*
    Kambing : "Am-punn~" *ngomong kayak orang sakaratul maut*
    Kambing : "I-ya, ke a-tas seka-rang~" *bener-bener sudah sakaratul maut*
    Toton : "OK!" *loncat indah di atas badan kambing sembari keluar dari atas ranjang*
    Leo : "Ayo lah" *narik tangan kambing*
    Budi : "Gerak bing" *narik kaki kambing*
    Kambing : *jatuh bebas dari ranjang*

    Belum ada 3 detik manusia-manusia laknat bin sarap itu selesai menjajah ketenangan si Kambing, manusia berikutnya pun datang tiba-tiba.
    Vya : *berdiri di depan pintu*
    Leo : "Yah, percuma ini mah kerjaan kita Ton. Tambah ga bakal naik ni orang"
    Toton : "Awas aja ga nyusul, gw remekin lagi lu Bing"
    Vya : "Heh?!"
    Kambing : *masih geleperan di lantai*
    Budi : "Misi tante" *nyelonong pergi keluar*
    Leo : "Bing, tar ke atas ya"
    Leo & Tototn : *pergi keluar kamar*
    Vya : "Kok tadi tiba-tiba ilang, mana jawab chatnya cuman emot senyum doang"
    Kambing : "Ga liat ni badan dah remuk redam gara-gara cinta lu?" *masih tepar di lantai*
    Vya : "Ish?!"
    Kambing : "Gw mo nyusul anak - anak ke atas ya, mo ikut?"
    Vya : "Ogah!"
    Kambing : *ngelonyor keluar kamar* "Tolong tutupin pintu yak"
    Vya : *ngelonyor pergi entah kemana*
    Kambing : "Grr~" *nutup pintu, jalan naik ke atas*

    Sesampainya di atas genteng, caci maki dari manusia - manusia setengah setan pun langsung terdengar. Di awali dengan caci maki dari babi beranak.
    Toton : "PANTESAN GA MAU NAIKKKK!!! HERDERNYA MAU DATENG!!"
    Budi : "Emang Vya herdernya Kambing? Bukannya si Vya baru jadian ya?"
    Leo : "Hayaknya ada hang patah hati huh" *sibuk nyalahin rokok*
    Toton : "Kalo gw sih bunuh diri Le, mo gw siapin pohon toge ga bing?"
    Budi : "Emang bisa bunuh diri pake pohon toge? Mending lompat dari sini"
    Leo : "Astagaaa~" *banting korek*
    Kambing : "Gw yang di hina kok lu yang marah sih Le? Cemburu ye?"
    Budi : "Loh?! Lu abis patah hati langsung berubah haluan bing?"
    Toton : *jalan ke arah kambing* "Sabar ya bing"
    Kambing : "Ngentotttttttt~, ga se hopeless itu juga gw!!"
    Leo : "Rokok ga?" *ngasih rokok + korek baru yang entah dari mana munculnya*
    Kambing : "Thanks" *langsung nyalahin rokok*
    Toton : "Mentang-mentang ga ada yang marah lagi langsung lancar kayaknya ini ngerokoknya"
    Leo : "Udah deh kalo gini, Budi punya kembaran dah"
    Budi : "Kembar dari mana? Gw ada pacar kok"
    Kambing : *batuk-batuk* "Le, lu punya piso kan di kamar lu? Boleh pinjem?"
    Leo : "Hayo loh Ton-Bud, si Kambing ngambek"
    Budi : "Lah?! Kenyataan toh le, gw ada pacar kambing engga. Kembar dari mana coba?"
    Toton : "Bing, sabar ye" *ngasih pukpuk*
    Kambing : "Kalo lompat ke bawah sakit ga ya kira-kira?"
    Leo, Budi, Toton : *hening*
    Kambing : *jalan di pinggiran genteng*
    Leo : "Bing?! Masih sadar kan lu?"
    Kambing : *diem, masih bolak balik di pinggiran genteng*
    Leo : "Bing?"
    Toton : "Jangan bercanda lah bingg~, cerita-cerita lahh~" *nada cemas*
    Budi : "Masa iya gw baru punya kembaran udah langsung mati"
    Kambing : *evil smile* "Keripik mana keripik, ya kali gw cerita ga ada cemilan"
    Leo : "Taeeee!!!"
    Toton : "Iya-iya gw ambilin, kunci kamar lu mana?"
    Kambing : "Ngehekk, gw lompat nih?!"
    Budi : "Gw udah rela kok ilang kembaran"
    Kambing : "Grrrr~"

    Dan percakapan malam itupun terus berlanjut hingga larut malam membahas cerita cinta Kambing yang kandas di pertigaan.

    Minta sarannya om tante, supaya tulisan saya lebih baik ke depannya. Di hina abis2an jg ga apa-apa.:peace:

    Np: Update bakal di tarok di page 1, biar enak bacanya
     
    • Thanks Thanks x 2
    Last edited: May 22, 2012
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. kyoshiro_mibu M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Apr 7, 2009
    Messages:
    5,949
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,519 / -2
    yg penting kl ada lanjutannya di update di page 1 aja biar enak kita liatnya dan bacanya

    untuk penilaian dah bagus,, lanjutkan nak :top:
     
  4. priezt Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    May 6, 2010
    Messages:
    2,039
    Trophy Points:
    262
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +27,238 / -0
    kocak nih kocak :haha:
    mana lanjutannya neh... masih ngegantung :matabelo:

    btw ini fiksi / non fiksi?
    klo fiksi mending minta momod moved ke SF Fiction aja
    biar tritnya ga tenggelam :hehe:
     
    • Thanks Thanks x 1
  5. thisistomy Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    28
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    keren masbrooo.... di tunggu kisah berikutnyaaaaaa
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. sospoor Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +32 / -0
    Fiksi sih bro, ok om siap request
    Thanks udah baca
     
  7. sospoor Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +32 / -0
    Lagi mandek mas otaknya, yang jadi inspirasinya dah jadi pacar orang. :)
     
  8. button Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 10, 2009
    Messages:
    101
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    pelan - pelan saja.. lanjutannya.. biar mankyos bacanya.. jgn dibikin gantung yha.. haha..
     
  9. thebahamuthone Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 11, 2011
    Messages:
    14
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    wkwkwkkw..ngakak gw bacanya..kocak amat..gw tunggu gan lanjutannya..beneran deh ngakak banget gw bacanya..
     
  10. sospoor Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +32 / -0
    New Update!
    Silakan dinikmati
    :maaf:
     
  11. Gorgomm M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    374
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +783 / -0
    Bagaimana kalau percakapannya dibuat secara natural jadi tak perlu berulang - ulang menulis nama, seperti kebanyakan fiksilah :garing: ....
    kocak gan :lol:
     
  12. sospoor Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 5, 2010
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +32 / -0
    Thx om saranya
    Sedikit alasan kenapa gw pake gaya penulisan kayak ini adalah...
    gw ga bisa nulis selain pake cara ini :nangis:
     
  13. michaelfabregas M V U

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Dec 7, 2010
    Messages:
    24,852
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +4,340 / -0
    kok ga diupdate lagi tulisannya ka.??

    padahal tulisan yang awal dah kocak bgd dah.. :lol:
     
  14. JUKI_JUNIOR Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 28, 2011
    Messages:
    274
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +191 / -0
    :haha:kocak
    kenapa gak dibikin buku:bloon:
     
  15. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    983
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,228 / -0
    baca cerita penuh dialog begini kurang penjelasan situasinya....
     
  16. Fictionity Members

    Offline

    Joined:
    Jul 9, 2011
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Serius,..ngakak baca yang part 3. Terus lanjut ya.... (^____^)
     
  17. pez_yek M V U

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 18, 2011
    Messages:
    38
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +105 / -0
    :lol: :lol: bagus baget lucu .. :top:
     
  18. merlinlebelle Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 11, 2010
    Messages:
    189
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +11 / -0
    hahahaha... kocak bgt TSnya.. bener2 bisa bikin gw ketawa ni hari meskipun gw lg suntuk gini... lanjutkan!!
     
  19. namanobita M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 23, 2010
    Messages:
    217
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +39 / -0
    lanjutannya mana nih? lumayan ngakak bacanya, tapi kalo bisa sih dideskripsiin kecantikan Vya nya, gimana bentuk bibirnya, rambutnya kalau perlu dimisalin sama siapa gitu... biar lebih enak ngebayanginya...
     
  20. sani01 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 8, 2011
    Messages:
    73
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    lanjutanya gan hehehehe lumayan bagus kok(padahal gue sendiri belum tentu bisa buat)
     
  21. Sagasano Veteran

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jul 25, 2011
    Messages:
    10,709
    Trophy Points:
    296
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,827 / -14
    lumayan nih :haha:
    kalo Idws mau nerbitin buku fanfic ini [rekomen kk :peace:]
     
Thread Status:
Not open for further replies.

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.