1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Bank Indonesia Milik Siapa ?

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by Hhmm, Apr 20, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Hhmm M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 21, 2009
    Messages:
    2,089
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +9,054 / -0
    Kebanyakan orang, warga negara di hampir semua negara nasional di dunia ini, tidak memahami bahwa mata uang kertas yang mereka pakai di negaranya bukanlah terbitan pemerintah setempat.

    [​IMG]

    Hak monopoli penerbitan uang kertas diberikan kepada perusahan-perusahaan swasta yang menamakan dirinya sebagai "bank sentral". Sebelum ada bank sentral sejumlah bank swasta menerbitkan nota bank yang berlaku sebagai alat tukar tersebut. Dimulai di Inggris, dengan kelahiran Bank of England, hak menerbitkan uang kertas itu mulai diberikan hanya kepada satu pihak saja. Memang, kebanyakan bank sentral itu melabeli dirinya dengan nama yang berbau-bau nasionalisme, sesuai negara masing-masing.

    Bank Sentral Milik Keluarga-Keluarga

    Marilah kita ambil bank sentral paling berpengaruh saat ini, yaitu Federal Reserve AS, yang menerbitkan dolar AS. Saham terbesar Federal Reserve of America ni dimiliki oleh dua bank besar, yaitu Citibank (15%) dan Chase Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%) , Manufacturers Hannover (7%), dsb. Sampai pada tahun 1983 sebanyak 66% dari total saham Federal Reserve AS ini, setara dengan 7.005.700 saham, dikuasai hanya oleh 10 bank komersial, sisanya 44% dibagi oleh 17 bank lainnya.

    Bahkan, kalau dilihat dengan lebih sederhana lagi, 53% saham Federal Reserve AS dimilik hanya oleh lima besar yang disebutkan di atas. Bahkan, kalau diperhatikan benar, saham yang menentukan pada Federal Reserve Bank of New York, yang menetapkan tingkat dan skala operasinya secara keseluruhan berada di bawah pengaruh bank-bank yang secara langsung dikontrol oleh 'London Connection', yaitu, Bank of England, yang dikuasai oleh keluarga Rothschild.

    Sama halnya dengan bank-bank sentral di berbagai negara lain, namanya berbau nasionalis, tapi pemilikannya adalah privat. Bank of England, sudah disebutkan sebelumnya, bukan milik rakyat Inggris tapi para bankir swasta, yang sejak 1825 sangat kuat di bawah pengaruh satu pihak saja, keluarga Rothschild. Pengambilalihan oleh keluarga ini terjadi setelah mereka mem-bail out utang negara saat terjadi krisis di Inggris. Deutsche Bank bukanlah milik rakyat Jerman tapi dikuasai oleh keluarga Siemens dan Ludwig Bumberger.

    Sanghai and Hong Kong Bank bukan milik warga Hong Kong tapi di bawah kontrol Ernest Cassel. Sama halnya dengan National Bank of Marocco dan National Bank of Egypt didirikan dan dikuasai oleh Cassel yang sama, bukan milik kaum Muslim Maroko atau Mesir. Imperial Ottoman Bank bukan milik rakyat Turki melainkan dikendalikan oleh Pereire Bersaudara, Credit Mobilier, dari Perancis. Demikian seterusnya.

    Jadi, 'Bank-bank Nasional' seperti ini, sebenarnya, adalah sindikat keuangan internasional, modal 'antar-bangsa' yang secara riel tidak ada dalam bentuk aset nyata (specie) apa pun, kecuali dalam bentuk angka-angka nominal di atas kertas atau byte yang berkedap-kedip di permukaan layar komputer. Bank-bank ini sebagian besar dimiliki oleh keluarga-keluarga yang sebagian sudah disebutkan di atas.

    Utang-utang yang mereka berikan kepada pemerintahan suatu negara tidak pernah diminta oleh rakyat negara tempat mereka beroperasi tapi dibuat oleh pemerintahan demokratis yang mengatasnamakan warga negara. Mereka, para bankir ini, adalah orang-orang yang tidak dipilih, tak punya loyalitas kebangsaan, dan tidak akuntabel, tetapi mengendalikan kebijakan paling mendasar suatu negara. Dan, setiap kali mereka menciptakan kredit, setiap kali itu pula mereka mencetak uang baru dari byte komputer belaka.

    Bank Indonesia Milik Siapa?

    Kalau bank-bank sentral di negeri-negeri lain milik keluarga tertentu yang tidak memiliki loyalitas kebangsaan, siapakah yang memiliki Bank Indonesia?

    Ini adalah pertanyaan valid yang seharusnya kita ajukan sebagai warga negara Republik Indonesia. Kita tahu, rupiah pun diterbitkan oleh BI, sebagai pihak yang diberi hak monopoli untuk itu. Kita tidak pernah diberitahu siapa pemegang saham BI. Tapi, marilah kita tengok sejarah asal-muasal bank sentral di Indonesia ini.

    Begitu Indonesia dinyatakan merdeka, para pendiri republik baru ini, menetapkan BNI 1946 sebagai bank sentral, dan menerbitkan uang kertas pertamanya, yaitu ORI (Oeang Repoeblik Indonesia), dengan standar emas, setiap Rp 10 didukung dengan 2 gr emas. Ini artinya rupiah dijamin 1/5 gram emas per 1 rupiah.

    Tapi, ketika Ir Soekarno dan Drs M Hatta menyatakan kemderdekaan RI, Pemerintah Kolonial Belanda tidak mengakuinya, apalagi menyerahkan kedaulatan republik baru ini. Belanda mengajukan beberapa syarat untuk dipenuhi, dan selama beberapa tahun terus mengganggu secara milter, dengan beberapa agresi KNIL. Akhirnya, sejarah menunjukkan pada kita, terjadilah perundingan itu, 1949, dengan nama Konferensi Meja Bundar (KMB).

    Melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), 1949, disepakatilah beberapa kondisi pokok agar RI dapat pengakuan Belanda.

    Pertama, penghentian Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 sebagai bank sentral republik, dan digantikan oleh N.V De Javasche Bank, sebuah perusahaan swasta milik beberapa pedagang Yahudi Belanda, yang berganti nama menjadi Bank Indonesia (BI).

    Kedua, dengan lahirnya bank sentral baru itu pencetakan Oeang Republik Indonesia (ORI), sebagai salah satu wujud kedaulatan republik baru itu dihentikan, digantikan dengan Uang Bank Indonesia (direalisasikan sejak 1952).

    Ketiga, bersamaan dengan itu, utang pemerintahan kolonial Hindia Belanda sebesar 4 miliar dolar AS kepada para bankir swasta itu tentunya - diambilalih dan menjadi "dosa bawaan" republik baru ini.

    Kondisi ini berlangsung sampai pertengahan 1965, ketika Bung Karno menyadari kuku-kuku neokolonialisme yang semakin kuat mencenkeram bangsa muda ini. Maka, Agustus 1965, Bung Karno memutuskan menolak kehadiran lebih lama IMF dan Bank Dunia di Indonesia, bahkan menyatakan merdeka dari Perserikatan Bangsa Bangsa. Sebelumnya, antara 1963-1965, Presiden Soekarno telah menasionalisasi aset-aset perusahaan-perusahaan Inggris dan Malaysia, serta Amerika; sebagai kelanjutan dari pengambilalihan aset-aset perusahaan Belanda, pada masa 1957-1958.

    Tapi Bung Karno harus membayar mahal tindakan politik penyelamatan bangsa Indonesia dari kuku neokolonialisme ini: Ir Soekarno harus enyah dari Republik ini, dan itu terjadi 1967, dengan naiknya Jenderal Soeharto sebagai Presiden RI ke-2. Dengan enyahnya Ir Soekarno, neokolonialsme bukan saja kembali, tetapi menjadi semakin kuat. Tindakan pertama Jenderal Soeharto, 1967, adalah mengundang kembali IMF dan Bank Dunia, dan kembali menundukkan diri sebagai anggota PBB.

    Nekolonialisme Berlanjut

    Berkuasanya Orde Baru, di bawah Jenderal Soeharto, menjadi alat kepanjangan neokolonilaisme melalui pemberian 'paket bantuan pembangunan'. Untuk dapat 'membangun', bagi bangsa-bangsa 'terbelakang, miskin dan bodoh, dalam definisi baru sebagai "Dunia Ketiga"' yang baru merdeka ini, tentu memerlukan uang. Maka disediakankan 'paket bantuan', termasuk sumbangan untuk mendidik segelintir elit, tepatnya mengindoktrinasi mereka, dengan 'ilmu ekonomi pembangunan', 'manajemen pemerintahan'; plus 'pinjaman lunak, bantuan pembangunan', lewat lembaga-lembaga keuangan internasional (dengan dua lokomotifnya yakni IMF, Bank Pembangunan/Bank Dunia).

    Kepada segelintir elit baru ini diajarkanlah ekonomi neoklasik, dengan model pembiayaan melalui defisit-anggaran-nya, dengan teknik Repelita bersama mimpi-mimpi elusif Rostowian-nya (teori Tinggal Landas yang terkenal itu), sebagai legitimasi dan pembenaran bagi utang negara yang disulap menjadi 'proyek-proyek pembangunan' dan diwadahi dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Untuk hal-hal teknis para teknokrat tersebut, kemudian 'didampingi' oleh para konsultan spesial para economic hit men sebagaimana dipersaksikan oleh John Perkins itu. Semuanya, dilabel dengan nama indah, 'Kebijakan dan Perencanaan Publik'.

    Maka, utang luar negeri Indonesia yang hanya 6.3 milyar dolar AS di akhir masa Soekarno (dengan 4 miliar dolar di antaranya adalah warisan Hindia Belanda tersebut di atas), ketika Orde Baru berakhir menjadi 54 milyar dolar AS (posisi Desember 1997). Lebih dari sepuluh tahun sesudah Soeharto lengser utang luar negeri kita pun semakin membengkak menjadi lebih dari 150 milyar dolar AS. Kita tahu, jatuhnya Jenderal Soeharto, adalah akibat "krisis moneter", yang disebabkan oleh kelakuan para bankir dan spekulan valas. Tetapi, rumus klasik dalam menyelesaikan "krisis moneter" adalah bail out, yang artinya pemerintah 'atas nama rakyat' harus melunasi utang itu. Ironisnya, langkahnya adalah dengan cara mengambil utang baru, dari para bankir itu sendiri!

    Dan, bayaran untuk itu semua, dari ironi menjadi tragedi, adalah republik ini kini sepenuhnya dikendalikan oleh para bankir. Melalui letter of intent seluruh kebijakan pemerintahan RI, tanpa kecuali, hanyalah menuruti semua yang ditetapkan oleh para bankir. Dua di antaranya yang terkait dengan bank sentral dan kebijakan uang adalah:

    Mulai 1999, Bank Indonesia, yang semula adalah De Javasche Bank itu, telah sama sekali dilepaskan dari Republik Indonesia. Gubernur BI bukan lagi bagian dari Kabinet RI. Ia tidak lagi harus akuntabel kepada rakyat RI.

    Mulai 2011 melalui UU Mata Uang (kalau disahkan) Bank Indonesia dilegalisir sebagai pemegang hak monopoli menerbitkan uang kertas di Indonesia. Dan bersamaan dengan ini dilakukan kriminalisasi atas pemakaian mata uang lain sebagai alat tukar di Republik Indonesia. Dengan kemungkinan pengecualian atas mata uang kertas tertentu, yang bisa kita duga maksudnya, tentu saja adalah dolar AS.

    Dolar Hong Kong diterbitkan oleh Bank-Bank Swasta

    Kalau para wakil rakyat di DPR, yang kini tengah merampungkan UU Mata Uang, tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti semua konstelasi ini, warga Republik ini harus memahaminya. Dan, sebagai warga negara yang mengerti, kita memiliki hak asasi dan hak konstitusional untuk mengambil keputusan sendiri.

    SUMBER
     
    • Thanks Thanks x 4
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. kyuubi_naruto M V U

    Offline

    Carefree Spirit

    Joined:
    Mar 3, 2012
    Messages:
    2,505
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +13,397 / -6
    jadi yang paling aman pake uang emas atau investasi emas gan

    karena nilai emas sesuai dengan nilai intrinsik (nilai jual) emas itu sendiri
     
  4. keemchee M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,563
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,043 / -7
    inves emas...gk mungkin ada uang emas...materi emas di dunia udah langka, dan akan semakin langka...
     
  5. cincilak M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 29, 2010
    Messages:
    664
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +28 / -0
    Sistem keuangan dunia yang cukup lama ane pahami..

    nonton zeitgeist gan,, mungkin sdikit bisa memberikan pemahaman.
     
  6. anakGAWANG M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 5, 2012
    Messages:
    2,356
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +417 / -0
    terus, BI punya siapa?
     
  7. Pev_in_dark Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 16, 2010
    Messages:
    272
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    jdinya BI punya siapa dong gan?
     
  8. ScioN Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 5, 2012
    Messages:
    357
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +11 / -0
    jadinya BI punyanya IMF dan bankir-bankir swata lainnya ya.
    negara kita mau gimana ni. simpan rupiah jadi gak bermanfaat, walaupun di simpan setiap detik nilai rupiah berkurang.
     
  9. schein00 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 5, 2010
    Messages:
    1,286
    Trophy Points:
    132
    Ratings:
    +2,865 / -0
    eh? berarti jangan jangan BI tetep dipegang ma orang Belanda ya aka. kita masih dijajah ???
    soalnya pernah denger dari temen juga, katanya utang Indonesia + kesepakatan lain seperti wilayah resmi Indonesia waktu konferensi meja bundar gak pernah diungkit ungkit lagi...yang berarti secara resmi menurut hukum internasional,belum jelas apakah hasil konferensi masih berlaku,sudah selesai ato bagaimana...
    nah lo...
     
  10. HiddenSkills M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 17, 2012
    Messages:
    1,018
    Trophy Points:
    47
    Ratings:
    +83 / -0
    kesimpulannya,
    Bank Indonesia punya siapa ?

    yang jelas bukan punya ane, yakin deh ! :sebel:
     
  11. htengara M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 21, 2010
    Messages:
    397
    Trophy Points:
    32
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +120 / -0
    jadi punya siapa yah?
    jadi gara2 presiden yg ono toh, yg gila harta :peace:
     
  12. yusufwp M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 26, 2011
    Messages:
    1,076
    Trophy Points:
    97
    Ratings:
    +246 / -0
    Jadi masih ada kecipratan orang Yahudi Belanda di Bank Indonesia gitu ya?
     
  13. sariwangi46 Members

    Offline

    Joined:
    Sep 6, 2010
    Messages:
    8
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    semua ini tentang uang
     
  14. Olfan Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 3, 2012
    Messages:
    75
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +7 / -0
    jadi secara tidak langsung hutang-hutang itu menjadi suatu alat penjajahan baru, melalui mekanisme kebijakan-kebijakan yang di monopoli bankir dan IMF kepada Indonesia

    *menyedihkan
     
  15. Hanabichi M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 1, 2011
    Messages:
    495
    Trophy Points:
    56
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +16 / -0
    jadi yang paling aman pake uang emas atau investasi emas gan

    karena nilai emas sesuai dengan nilai intrinsik (nilai jual) emas itu sendiri
     
  16. mawardi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 28, 2010
    Messages:
    664
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +3,056 / -0
    Punya siapa >>>>>>>>? yang jelas bukan punya kita
     
  17. wanprast Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 22, 2007
    Messages:
    57
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    parah dah kl bankir" yg menguasai negeri...
     
  18. opig Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 10, 2010
    Messages:
    77
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +16 / -0
    baru tau ane soal BI. thank's buat TS deh..
     
  19. MartyrSasha Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 24, 2011
    Messages:
    21
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Yang penting kan BI bukan pemilik swasta jadi kalau kerja di situ jangan takut BI bakalan BailOut . Setidaknya Bank ini dlindungi Pemeintah :top:
     
  20. D21stCenturyMan Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 18, 2012
    Messages:
    293
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +7 / -0
    makin ribet aj huff..
     
  21. ubay23 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 3, 2011
    Messages:
    29
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +57 / -0
    yg jelas bukan milik ane loh,,sumpah
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.