1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Other Asal Usul Garuda Pancasila, Sejarah dan Penciptanya

Discussion in 'History and Culture' started by yoshikanji, Jan 15, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. yoshikanji Veteran

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,454
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +38,463 / -0
    APA lambang Negara Republik Indonesia? Ya betul, BURUNG GARUDA. Mengapa Negara kita menggunakan lambing Negara seperti itu? Sejak kapan kita menggunakan lambing Negara tersebut? Apa saja arti dari Lambang Negara RI itu?



    Asal Usul Lambang Garuda

    [​IMG]

    Burung garuda berdekatan dengan burung elang Rajawali. Burung ini terdapat dalam lukisan di candi-candi Dieng yang dilukiskan sebagai manusia berparuh dan bersayap, lalu di candi Prambanan, dan Panataran berbentuk menyerupai raksasa, berparuh, bercakar dan berrambut panjang.

    Beberapa kerajaan di pulau jawa menggunakan Garuda sebagai materai/stempel kerajaan, seperti yang disimpan di Musium Nasional, adalah stempel milik kerajaan Erlangga.

    [​IMG]

    Burung Garuda ditetapkan sebagai lambing Negara RI sejak diresmikan penggunaannya pada 11 Februari 1950, dan dituangkan dalam Perautan Pemerintah no 66 tahun 1951. Penggagasnya adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II atau dikenal dengan Sultan Hamid II, yang saat itu sebagai Mentri Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

    Garuda itu adalah seekor burung yang hidup dalam dunia khayalan, terutama dalam perwayangan. garuda dianggap mulia karena memiliki kekuatan dan kecantikan parasnya. Sehingga banyak yang menggunakannya dalam berbagai kegiatan yang dianggapnya menunjukkan sebuah power dan tentunya kebebasan karena garuda bebas bisa terbang ke mana saja.

    [​IMG]

    Cerita garuda bisa jadi lambang negara adalah benar kalau itu ada pengaruh sultan hamid 2 yang cenderung, dulunya memihak belanda (ingat dia ketua BFO=perserikatan negara2 non-RI setelah agresi militer belanda 1). Namun setelah dia diangkat menjadi salahsatu pejabat negara, sebagai wakil yang memiliki pengaruh di Indonesia bagian Timur, beliau ikut sebuah sayembara yang dikeluarkan Pres. Soekarno untuk menemukan sosok lambang negara. RI 5 tahun tanpa lambang!….

    [​IMG]

    Tiga tahun lalu, ketika menjelang HUT RI ke 60, di SCTV saya nonton cerita seorang yang meneliti tentang asal-usul lambang negara ini. Penelitian ini adalah thesis S2 di UGM (?). Dari sekian gambar yang masuk, dipilihlah burung garuda ini (peserta harus menyematkan 5 pilar/sila yang dikenal sebagai Pancasila). Dari gambar burung purba sampai garuda diperlihatkan dalam siaran tersebut. Saya hafal banget, karena memang mencari jawaban tanya selama ini: siapa yang menggagas lambang RI?, banyak yang bilang Moh. Yamin, namun ternyata usulan Moh. Yamin, ditolak Pres. Soekarno. Penasaran ini terjawab sudah, karena di buku jarang banget yang bahas, sama sebelum tahun 2000-an, bila mencari siapa yang menggagas nama Indonesia….


    Pencipta Lambang Negara Burung Garuda Pancasila

    Sepanjang orang Indonesia, siapa tak kenal burung garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila)? Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu?

    [​IMG]

    Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913. Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab–walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak–keduanya sekarang di Negeri Belanda.

    Syarif menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

    Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II.

    Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil daerah istimewa Kalbar dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.

    Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.

    [​IMG]

    Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA.

    Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar–karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.

    Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat marah.

    Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.

    Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

    Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, MA Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

    Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

    Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

    Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

    Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

    AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini.

    Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.

    Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

    Tanggal 20 Maret 1940, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

    Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak.

    Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.



    Sumber:
    saos 1, saos 2



    Tambahan dari ferybryan



    .: ARTIKEL LAIN :.
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
    Last edited by a moderator: Aug 22, 2011
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. ferybryan Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 4, 2009
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +98 / -0

    :idws::idws::idws::idws:Selengkapnya Sejarah Lambang Garuda
     
  4. shadowpit M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 28, 2010
    Messages:
    561
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +57 / -0
    [​IMG]

    sudah seharusnya penduduk indonesia mengetahui sejarah lambang negaranya.... :peace:
     
  5. tamaguci M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 11, 2010
    Messages:
    688
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +80 / -0
    Ini gambar gambar garuda yang pernah diusulkan di masa lalu :
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
     
    Last edited: Mar 27, 2011
  6. 1c4ru5 Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Mar 9, 2010
    Messages:
    6,689
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,138 / -1
    maaf
    saya katakan itu 3gambar pancasila
    merupakan gambar yg diusulkan bkn gmbr di masa lalu[smacam sayembara]
    jdi jgn hoax!
    dan akhirnya disempurnakan dan jadilah pancasila skrg


    ========

    pernah liat garuda kita dalam bentuk kartun yg didapat dri pesaksian org soal melihat hal2 berhubungan mistik?
    trs digambar seperti itu tpi ada sdkit unsur2 anime nya :hehe:
    dan tentu saja ini gambar jdi terkenal dan dkr bnran anime
    [​IMG]
    versi hindu
    ntr ada versi indonesia[lbh krg kek lambang negara kita skrg] atau versi sprti elang tapi besar
    ntr ada versi yg gw blg2 tpi lupa cb aja search google garuda king
     
    Last edited by a moderator: Aug 23, 2011
  7. red_rackham M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 12, 2009
    Messages:
    757
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +355 / -0
    Wah.....info-nya bagus :top:
    Saia baru tahu siapa orang yg menciptakan lambang negara kita yang sekarang.
    Sayang emang buku2 tentang sejarah2 kayak gini agak jarang ditemukan di toko buku >_<
     
  8. 1c4ru5 Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Mar 9, 2010
    Messages:
    6,689
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,138 / -1
    soal lambang sbnrnya karno uda rancang sesuai dgn gmbr burung garuda/elang raksasa/elang jawa bgi org jawa yg trgmbr di candi2 dan menjadi lambang/bendera kerajaan2 nusantara dahulu
    yg bila disatukan jadi gmbr garuda skrg tp krn waktu itu ide blm pd mncl yg mncl adalah yg aneh2 yg lbh ke arah mythologi hindu[garuda kencana sang dewa]
    tp sbnrnya bnyk yg slh kaprah blg hny jawa dll
    bhkn soekarno sngaja itu dipke krn emg dipake seluruh nusantara
    walau gk di candi/stempel kerajaan
    tp sebagai lambang/bendera
    cthnya aja di kepulauan riau,garuda adalah bendera kerajaan jika perang,dan oleh laksamana hang tuah dan hang nadim garuda adalah lambang ke laksamana-an kerajaan mereka skligus bendera perang mereka.
    garuda kbnykkan selain gambaran soal mythologi hindu berupa makluk suci garuda,juga berupa burung yg serupa elang tapi sangat besar dan sangat bisa terbang tinggi,dan konon katanya klo skli menangkap mangsa gk bsa dihindari,dan bahkan bnyk lain lgi ceritanya
    yg bila dijelaskan keknya gk bakal muat nih thread :swt:
    btw soal bendera kta bnyk yg blg krn bendera majapahit dll
    sbnrnya bendera kta itu rumusan oleh para pendiri negara,krn kyk garuda pancasila
    dipake jg oleh nusantara dr dlu
    dan ampir tiap daerah nusantara ada gmbr merah putih sbgai kebesaran walau gk memiliki arti sama tpi memiliki pangkat/fungsi yg sm jg
    cthnya di minangkabau bendera yg menunjukkan pemerintahan tambo bumi alam minangkabau itu ada bewarna merah &putih untuk menunjukkan kebesaran tertentu
    btw keknya nih thread repost
    http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=138591
     
  9. yuripuspita M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    1,144
    Trophy Points:
    132
    Ratings:
    +4,776 / -0
    ada yang bilang burung garuda itu inspirasinya dari elang apa ya???
     
  10. 1c4ru5 Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Mar 9, 2010
    Messages:
    6,689
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,138 / -1
    sebenarnya ada 2hal
    garuda dr 2 ini:
    -elang,bnyk kerajaan nusantara dlu nya memiliki simbol elang/peliharaan pemimpinnya berupa elang,dan konon ktnya di jawa dlu ada elang yg mirip elang jawa tp raksasa drpd ukuran biasanya[lebih besar -red] dan ada jg ktnya elang yg prnh mncul di berbagai catatan kerajaan yg memiliki rupa sprti garuda

    -garuda dlm mithology/mitos trutama mistos/mythology agama hindu
     
  11. ginda01 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 20, 2011
    Messages:
    558
    Trophy Points:
    221
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +21,699 / -0
    Lambang Garuda (Simbol Indonesia) Mengalami Perubahan 3 kali, Berikut Perubahannya

    Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.

    Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
    [​IMG]
    Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

    Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
    [​IMG]
    Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

    Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

    AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.

    Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.
    [​IMG]
    Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

    Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
    [​IMG]
    Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak.

    Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

    :thx:
     
    • Thanks Thanks x 3
  12. aicanons M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 3, 2009
    Messages:
    1,396
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +3,189 / -0
    wah baru tahu ane klo diubah2 kyk gtu...prasan d sekolah dl g diajarin ini dh...

    prnah y garuda jd gundul gt...

    nice info gan...
     
  13. FirecubE Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 25, 2009
    Messages:
    390
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +1,715 / -0
    weh baru ngerti kalo dlunya lambang garuda tuh bentuknya beda banget, kagak berwarna juga...
    emang lambang garuda yang sekarang baru kelihatan serupa sama burung garuda..
     
  14. ytree M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 9, 2011
    Messages:
    509
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +1,738 / -0
    keren yg sekarang gan..
    kl yg sebelum2nya rada aneh aja ngeliat bagian kepala ma da tangannya gt.. :peace:
     
  15. babiepetz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 9, 2009
    Messages:
    692
    Trophy Points:
    207
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +17,724 / -0
    gambar yg jadul lucu2 yah....
    kalo dibandingkan yg sekarang mah yah kerenan yg sekarang...
     
  16. PuppetDrawing Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 29, 2011
    Messages:
    115
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +9 / -0
    emang indonesia sempet jadi negara serikat ya?

    bukannya Bung Karno nolak waktu itu?
     
  17. mashimaroo Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 9, 2011
    Messages:
    215
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +6 / -0
    semakin ke depan, Garudanya makin mantap bentuknya

    btw, garuda yg ke-3 ada tangannya gitu.. :haha:
     
  18. chinde Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 11, 2010
    Messages:
    22
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    bukannya emang dari mitosnya garuda adalah manusia burung mirip jatayu sama seperti nomor 1-3, nomor 4 malah hanya tinggal nama saja burung garuda padahal bentuknya burung elang jawa.
    mitologi GARUDA:
    Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. Ia adalah raja burung-burung dan merupakan keturunan Kaśyapa dan Winatā, salah seorang putri Dakṣa. Ia musuh bebuyutan para ular, sebuah sifat yang diwarisinya dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan sesama istri dan atasannya, yaitu Kadru, ibu para ular.
    Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.
    Ia memiliki putera bernama Sempati (Sampāti) dan istrinya adalah Unnati atau Wināyakā. Menurut kitab Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memangsa manusia, tetapi tidak boleh kaum brahmana. Suatu ketika, ia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, kemudian ia muntahkan lagi.
    Garuda dikatakan pernah mencuri amerta dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra mengetahuinya dan bertempur hebat dengannya. Amerta dapat direbut kembali, tetapi Indra luka parah dan kilatnya (bajra) menjadi rusak.
     
  19. mashimaroo Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 9, 2011
    Messages:
    215
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +6 / -0
    iya gan, gw pernah dgr cerita kyk begitu

    tapi kalau dibandingin yang skrg sama yang dulu"
    skrg jauh lebih bagus, walaupun makin jauh dari konsep garuda itu sendiri
     
  20. monstermuter M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 8, 2010
    Messages:
    502
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +760 / -0
    [​IMG]

    yang ini kok kayaknya rambutnya kribo ?? :???:
    apa cuma perasaanku saja yak ??
     
  21. Ozzvx M V U

    Offline

    Red Carpet

    Joined:
    Jan 24, 2009
    Messages:
    59,608
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +126,604 / -1
    baru tahu kalo ada beberapa kali renovasi gambarnya :iii:

    gambar yg pertama nggak tahu mau bilang apa selain jadul :lol:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.