1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Apakah Nekrolisis Epidermal Toksik Berbahaya?

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by serenamilka, Mar 3, 2021.

  1. serenamilka Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 10, 2020
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    26
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +1 / -0
    [​IMG]

    Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit yang menyerang kulit akibat munculnya reaksi hipersensitivitas dengan beragam penyebab dan kondisi medis tertentu. Kondisi ini ditandai dengan kerusakan jaringan kulit yang cukup luas, yang dapat berujung pada infeksi berat dan kematian.

    Tak hanya itu, Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) juga dapat menyerang organ dalam dan menyebabkan gangguan pernapasan, perdarahan di saluran pencernaan, gangguan pada saluran kemih, dan sebagainya.

    Nekrolisis Epidermal Toksik bisa dialami siapa saja secara tidak terduga, meski gangguan kulit ini lebih banyak dialami oleh wanita dan orang-orang pada kelompok usia 40–60 tahun. NET juga masih sejenis dengan Sindrom Steven-Johnson (SSJ), hanya saja tingkat keparahan kerusakan kulit yang bisa ditimbulkan berbeda. NET bisa menyebabkan kerusakan kulit yang lebih berat daripada SSJ.

    Penyebab Nekrolisis Epidermal Toksik umumnya adalah reaksi alergi yang berat terhadap obat-obatan tertentu. Contohnya, antibiotik jenis sulfonamida, obat antiepilepsi (seperti, fenitoin, carbamazepine, lamotrigine, dan fenobarbital), serta obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Selain alergi obat samping, Nekrolisis Epidermal Toksik juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, vaksin, atau Graft versus Host Disease (GvHD). Nekrolisis Epidermal Toksik lebih sering terjadi pada kelompok orang berikut ini.
    1. Menjalani transplantasi sumsum tulang

    2. Mengidap penyakit systemic lupus erythematosus (SLE), HIV dan penyakit kronis sendi atau jaringan ikat lainnya

    3. Anak-anak yang mengalami infeksi virus, seperti penyakit gondok, flu, virus herpes simplex, virus Coxsackie, dan virus Epstein - Barr
    Nekrolisis Epidermal Toksik termasuk langka dan merupakan reaksi tubuh yang tidak dapat diprediksi. Oleh sebab itu, dokter juga kerap tidak dapat menemukan faktor pencetus yang pasti.

    Gejala yang dibiarkan begitu saja akan menimbulkan komplikasi Nekrolisis Epidermal Toksik yang dapat berujung pada kehilangan nyawa. Komplikasi yang terjadi biasanya dapat berupa:
    • Sepsis, yaitu komplikasi berbahaya akibat adanya infeksi pada tubuh. Komplikasi ini akan mengakibatkan turunnya tekanan darah dengan drastis, sehingga terjadi kerusakan pada sebagian organ tubuh. Sepsis akan muncul ketika sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan infeksi.

    • Kegagalan organ yang ditandai dengan rusaknya fungsi organ ginjal, hati, otak, jantung, dan paru-paru dalam menjalankan fungsi normalnya.

    • Acute respiratory distress syndrome (ARDS), yaitu masalah yang terjadi pada paru-paru, ketika adanya cairan yang menumpuk di dalam paru-paru, sehingga menyebabkan kegagalan bernapas dan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini dapat mengancam nyawa, karena organ penting dalam tubuh tidak mendapat cukup asupan oksigen.
    Komplikasi kehilangan nyawa akan lebih tinggi jika seseorang berusia di atas 40 tahun, luas permukaan tubuh yang mengalami Nekrolisis Epidermal Toksik lebih dari 10 %, memiliki gula darah tinggi, serta mengidap kanker. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki kondisi-kondisi tersebut, disarankan untuk segera mendiskusikan dengan dokter jika memiliki serangkaian gejalanya, agar terhindar dari komplikasi yang membahayakan.

    Meskipun hal-hal yang bisa memicu Nekrolisis Epidermal Toksik sudah diketahui, tapi gangguan kulit ini kadang-kadang tetap tidak bisa dihindari. Namun, bila Anda sudah mengetahui bahwa diri sendiri memiliki riwayat alergi terhadap suatu zat atau obat tertentu, maka usahakan untuk menghindari paparan zat tersebut sebisa mungkin. Hal ini sangat membantu menurunkan risiko terjadinya NET.

    Nekrolisis Epidermal Toksis merupakan penyakit langka terjadi namun cukup mematikan. Kerusakan kulit yang terjadi akibat penyakit ini sekitar 30%. Jadi, jika Anda sudah merasakan gejala dari penyakit muncul, segeralah untuk diperiksakan dan konsultasikan kepada dokter kulit agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
     
Tags:

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.