1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

7 Langkah Merencanakan Keuangan Keluarga

Discussion in 'Money Talks' started by finansialku_com, May 13, 2017.

  1. finansialku_com Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 4, 2017
    Messages:
    204
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    [​IMG]

    Bagaimana cara merencanakan keuangan keluarga dengan baik dan benar? Finansialku.com akan membahas 7 langkah untuk memulai merencanakan keuangan keluarga.

    [​IMG]
    [/img][/CENTER]

    7 Langkah merencankan keuangan keluarga

    Menurut Robert J. Garner dan kawan-kawan dalam bukunya yang berjudul Ernst & Young’s Financial Planning Essentials terdapat 7 langkah untuk mulai merencanakan keuangan keluarga. Ketujuh langkah tersebut adalah:
    1. Langkah pertama: Tentukan posisi keuangan Anda saat ini.
    2. Langkah kedua: Buat tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda capai.
    3. Langkah ketiga: Buat sebuah rencana.
    4. Langkah keempat: Simpan catatan sederhana.
    5. Langkah kelima: Buat anggaran keuangan.
    6. Langkah keenam: Hadapi segala permasalahan kredit dan utang jelek.
    7. Langkah ketujuh: Tinjau kembali perkembangannya.
    #1 Tentukan Posisi Keuangan Anda Saat Ini

    Perencanaan keuangan di awali dengan mengukur dan menentukan dimana posisi keuangan Anda saat ini. Pengukuran posisi keuangan tidak lepas dari laporan keuangan pribadi dan keuangan keluarga. Bentuk laporan keuangannya terdiri dari neraca (balance sheet) dan laporan arus kas (cashflow).

    Pada laporan arus kas, Anda harus mencermati besaran-besaran seperti asset, kewajiban dan nilai Kekayaan bersih. Pada umumnya posisi keuangan seseorang dinilai dari besarnya nilai kekayaan bersih orang tersebut. Kekayaan bersih adalah selesih antara total asset dan total kewajiban. Terdapat 3 kemungkinan hasil perhitungan nilai bersih, yaitu: nilai asset sama dengan utang, nilai asset lebih besar daripada utang dan nilai utang lebih besar daripada asset.

    Jika kondisi kekayaan bersih saat ini berada pada kondisi nilai asset sama dengan utang atau utang lebih besar daripada asset, maka Anda memiliki prioritas tugas untuk memperbesar asset Anda.

    Setelah mengetahui nilai kekayaan bersih, sebaiknya dilakukan pengecekan arus kas (cashflow). Usahakan Anda dan pasangan mengerti dari mana sumber pendapatan, kemana dan berapa besar pengeluaran Anda, berapa besar pengeluaran untuk investasi atau tabungan dan lain-lainya.

    #2 Buat Tujuan-Tujuan Keuangan

    Tahapan kedua adalah membuat daftar tujuan keuangan. Setiap orang pasti memiliki tujuan-tujuan keuangan yang hendak dituju. Tujuan keuangan tidak sesederhana: saya ingin kaya, saya ingin semua kebutuhan saya tercukupi dan lain-lain. Tujuan keuangan yang dimaksuda adalah tujuan keuangan yang SMART (specific, measurable, achieveable, relevant dan timely).

    [​IMG]

    Tujuan keuangan seseorang mungkin saja bisa lebih dari 5 buah tujuan. Permasalahannya apakah Anda memiliki cukup resources (dana, waktu dan sumber daya lainnya) untuk memenuhi semua tujuan keuangan Anda? Jika resources yang Anda miliki sekarang belum dapat memenuhi seluruh tujuan keuangan, jangan khawatir karena masih ada solusinya. Pertama Anda dan pasangan harus membuat daftar prioritas dari segi kepentingan (important) dan kegentingan (urgency). Fokus untuk memenuhi tujuan-tujuang keuangan yang penting dan genting. Sembari berjalannya waktu Anda dan pasangan harus bekerja keras, membuat rencana dan taktik untuk mendapatakan resources untuk memenuhi tujuan keuangan lainnya.

    #3 Buat Rencana

    Pembuatan rencana keuangan adalah pekerjaan yang cukup menari dan menantang, terlebih jika membuat rencana keuangan untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Pembuatan rencana keuangan memang membutuhkan asumsi. Satu hal yang harus dipahami, asumsi harus dibuat dengan pertimbangan yang logis dan didukung data-data terkait. Jangan sampai asumsi yang dibuat, adalah dasar pembenaran atau membodohi (assume = ass u me) diri sendiri.

    Tujuan keuangan pada dasarnya dapat dibedakan dari segi waktu pelaksanannya, ada tujuan keuangan yang harus dicapai dalam waktu dekat (di bawah 1 tahun), dalam jangka menengah (1-5 tahun) atau jangka panjang (lebih besar dari 5 tahun). Formulasikan atau rumuskanlah tujuan-tujuan keuangan dengan bijak.

    Membuat rencana keuangan memang membutuhkan dasar pengetahuan dibidang keuangan pribadi dan keuangan keluarga. Di internet memang banyak kalkulator dan tools yang dapat membantu untuk merencanganan keuanagn keluarga, tetapi kembali lagi pastikan Anda logis dalam membuat asumsi perhitungan. Jika Anda memang awam dalam dunia keuangan, Anda dapat berkonsultasi dengan para perencana keuangan berlisensi untuk mendiskusikan sebuah rencana keuangan. Dalam proses konsultasi tersebut, lakukan sebuah pembelajaran, cari tahu alasan-alasan seorang perencana keuangan dalam menentukan sebuah asumsi. Ketika Anda bekerja sama dengan seorang perencana keuangan, pastikan Anda tidak hanya mendapat sebuah rencana keuangan yang cukup tebal, tetapi dapatkan juga pengetahuan-pengetahuan di bidang keuangan pribadi dan keuangan keluarga.

    #4 Simpan Catatan Sederhana

    Banyak orang terjebak dalam proses pelaksanaan rencana keuangan. Ujung dari rencana keuangan adalah sebuah action plan. Action plan adalah daftar langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda. Kebanyakan orang berpikir action plan dari sebuah rencana keuangan adalah sesederhana membeli produk-produk investasi dan asuransi.

    Kenyatannya tingkat keberhasilan proses pelaksanaan perencanaan keuangan harus dilakukan dengan penuh komitmen antara Anda, pasangan serta perencana keuangan.

    Proses melaksanakan action plan harus Anda pelajari dan jalankan dengan penuh komitmen. Buat catatan kecil mengenai proses yang Anda alami, kesalahan apa yang Anda perbuat saat menjalankan action plan, perbaikan apa yang Anda lakukan dan sebagainya.

    #5 Buat Anggaran

    Anggaran adalah pekerjaan rumah bagi setiap pasangan yang telah berumah tangga. Anggaran berperan sebagai sebuah petunjuk (guidance) dalam mengurus keuangan pribadi dan keuangan keluarga. Jadikan kegiatan membuat anggaran keuangan keluarga menjadi sebuah pekerjaan yang dilakukan setiap bulannya dan lakukan dengan senang hati.

    Saat ini banyak cara yang mudah dan murah untuk membuat anggaran keuangan. Anda dapat menggunakan tradisional (pensil, kertas dan kalkulator), dengan menggunakan aplikasi spreadsheet (contoh Microsoft Excel) atau dengan aplikasi keuangan khusus untuk mengelola keuangan pribadi dan keuangan keluarga.

    #6 Hadapi Permasalahan Kredit dan Utang Jelek

    Seperti yang kita ketahui banyak hal yang harus diperhatikan ketika berbicara mengenai utang dan kredit. Pada dasarnya utang terbagi menjadi dua bagian yaitu utang baik dan utang buruk. Utang buruk kecenderungannya adalah utang-utang yang bersifat konsumtif, sedangkan utang baik adalah utang yang dapat digunakan untuk menghasilkan keuntungan untuk Anda.

    Seperti pada tahap 1 yaitu menghitung posisi keuangan saat ini. Ketika Anda mengetahui nilai utang Anda sama dengan atau lebih besar daripada asset, Anda harus melihat lebih dalam lagi. Perhatikan utang-utang apa saja yang mengakibatkan kekayaan bersih Anda mengalami nilai minus. Tidak berarti banyak utang itu artinya jelek. Banyak pengusaha yang memiliki utang lebih besar daripada assetnya, tetapi utang-utang tersebut dapat menghasilkan arus kas positif (dapat membayarkan pokok dan bunga).

    #7 Tinjau Kembali Perkembangannya

    Tahapan terakhir adalah meninjau kembali perkembangan atau prosesnya. Setelah merencanakan keuangan keluarga, tahap terakhir adalah melakukan peninjauan (review). Hal ini perlu dilakukan, karena adanya kondisi keuangan yang senantiasa berkembang dari tahun ke tahun, adanya kejadian-kejadian penting dalam kehidupan seseorang dan banyak hal lainnya.


    Kami akan sangat senang dan berterima kasih jika Anda mau berbagi kisah atau memberi komentar mengenai ruang lingkup merencanakan keuangan keluarga.
    :1thumbup :toast


    Sumber:
    7 Langkah Merencanakan Keuangan Keluarga

    Baca Juga:
    Apa Tujuan Keuanganmu Ayoo Mulai Merancang
    5 Tips Membuat Anggaran Pernikahan
    Angka Berbicara, Bagaimana Kesehatan Keuangan Anda?


    [​IMG]

    Tentang Finansialku:
    Finansialku.com adalah portal perencanaan keuangan individu dan keluarga. Kunjungi kami di:
    Website: Finansialku.com
    Facebook: @Finansialku
    Twitter: @Finansialku
    Google+: +Finansialku
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.