1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

tentang Penyakit DBD

Discussion in 'Intensive Health Unit' started by acuncau, Dec 1, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Info Tentang Penyakit DBD

    DBD Meluas di Sejumlah Daerah
    Warga di sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dari serangan penyakit demam berdarah. Saat pergantian musim serangan penyakit itu selalu meluas.
    Di Klaten, Jawa Tengah, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Agus Susanto mengungkapkan daerah endemis DB meluas dari 42 menjadi 68 desa. Jumlah penderita tahun ini tercatat 490 orang, 13 di antaranya meninggal dunia.
    Dimagelang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Panjta Kuntjara menyatakan pihaknya sudah melakukan 96 kali pengasapan massal. Warga diminta waspada karena sampai akhir tahun dana hanya cukup untuk empat kali pengasapan.(js/ts/n-3)
    sumber koran mediaindonesia.
     
    Last edited: Dec 1, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    happyswasono Members

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    kalo menurut saya pengasapan (foging) itu kurang efektif jika kita juga tidak membersihkan lingkungan yang dekat kita , kita harus sadar akan lingkungan kita sendiri dengan rajin membersihkan lingkungan sekitar, jangan tunggu sampai ada korban berjatuhan di lingkungan sekitar kita, tetapi kita harus cepat tanggap akan situasi dimana jentik nyamuk demam berdarah bisa berkembang biak.
     
  4. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    yoi bro...
    FYI
    Demam Berdarah Aedes Aegypti
    Adalah demam disertai perdarahan bawah kulit selaput hidung dan lambung disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

    Tanda-tanda demam berdarah:

    1. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari
    2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit
    3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan)
    4. Mungkin terjadi muntah atau berak darah
    5. Sering terasa nyeri di ulu hati
    6. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.

    Dalam beberapa hari saja keadaan penderita dapat menjadi parah, dan dapat menyebabkan kematian.

    Tindakan yang harus dilakukan bila ada penderita demam berdarah:

    1. Pertolongan pertama yang penting memberi minum sebanyak mungkin
    2. Kompres dengan air es
    3. Beri obat turun panas
    4. Selanjutnya penderita segera dibawa ke dokter/Puskesmas yang terdekat untuk diperiksa. Bila diduga terserang Demam Berdarah akan dikirim ke Rumah Sakit untuk dirawat.
    5. Lapor segera ke Puskesmas / Sudin Kesehatan setempat dengan membawa surat dari Rumah Sakit


    Selanjutnya akan dilakukan tindakan penanggulangan di daerah rumah penderita dan sekitarnya, tanpa dipungut bayaran.

    Cara penularan demam berdarah:
    Anak yang sakit demam berdarah di dalam darahnya mengandung virus. Bila anak ini digigit nyamuk Aedes Aegypti maka bibit penyakit ikut terhisap masuk ke dalam tubuh nyamuk. Dan bila nyamuk tersebut menggigit anak lain (anak sehat), maka anak itu akan dapat ketularan penyakit ini.

    Ciri-ciri nyamuk penyebab penyakit demam berdarah (nyamuk Aedes aegypti):

    1. Badan kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih
    2. Hidup di dalam dan di sekitar rumah
    3. Menggigit/menghisap darah pada siang hari
    4. Senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar
    5. Bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah bukan di got/comberan
    6. Di dalam rumah: bak mandi, tampayan, vas bungan, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain.


    Di luar rumah: drum, tangki penampungan air, kaleng bekas, ban bekas, botol pecah, potongan bamboo, tempurung kelapa, dan lain-lain.

    Cara pencegahan penyakit demam berdarah:
    Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypi) dengan cara melakukan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk) Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat, dengan cara sebagai berikut:

    1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti : bak mandi / WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas kembang, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali
    2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tampayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu
    3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bamboo, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya
    4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen
    5. Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu
    6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali


    Takaran penggunaan bubuk ABATE adalah sebagai berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk ABATE

    Contoh:
    Untuk 10 liter air, ABATE yang diperlukan = (100/10) x 1 gram = 10 gram ABATE
    Untuk menakar ABATE digunakan sendok makan. Satu sendok makan peres berisi 10 gram ABATE.

    Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:
    Ambil 1 sendok makan peres ABATE dan tuangkan pada selembar kertas Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan

    Setelah dibubuhkan ABATE maka:

    1. Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes Aegypti
    2. Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/ diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut
    3. Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum


    sumber : Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta
     
  5. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    yoi bro makanya kita harus cegah DBD, kayanya lum ada obat khusus untuk menyembuhkan Demam Berdarah. Minimal dari kita sendiri dulu deh bro, kita melakakukan 3M Plus (Menutup, Menguras, dan Mengubur, Plusnya memakai krim anti nyamuk deh)
     
  6. Offline

    d3ther Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 24, 2009
    Messages:
    610
    Trophy Points:
    157
    Ratings:
    +3,200 / -0
    Ada yang punya gambar nyamuknya ga?

    Biar semua skalian pada tau aja.

    Thanks and Peace :piss:
     
  7. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    hehehehe..ga tau neh gan bisa masukin gambarnya pa ga...

    tes ah...
    neh penampakannye..
    [​IMG]
    serem yah kaya zebracross...
     
  8. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    FYI brader..
    Penderita DB Meningkat
    Memasuki musim penghujan, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di RSUD Sosodoro Bojonegoro, Jawa Timur, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
    Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoema, Thomas Djaja mengungkapkan, pada 2008 lalu terdapat 278 pasien yang dirawat di RSUD, dan 4 pasien, dan 3 di antaranya meninggal. Rata-rata dalam sehari terdapat 2 hingga 3 pasien demam berdarah yang masuk kerumah sakit ini.(YR/N-2)
    sumber : Koran mediaindonesia
     
  9. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    piara ikan cupang aja, lepasin di penampungan aer... kenyang dah itu cupang

    DBD pun lewaaaaat~~~
     
  10. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    yoi bro bener juga tuh kasih ikan cupang, soalnye doi(cupang) demen juga makan jentik2 nyamuk...coba kalo ikan piranha doyan makan jentik sie gw kasih tuh ikan biar pada rasa tuh jentik..:p
     
  11. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,149
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,161 / -0
    daerah jabodetabek = musim demam berdarah bulan januari-maret/april tiap tahunnya.

    FYI demam berdarah dengue ~ beda dengan demam dengue saja.
    karena demam berdarah itu ada kebocoran di pembuluh darah akibat reaksi tubuh melawan virus, cairan darah merembes, dan trombosit banyak yg kepake buat nambal kebocoran itu ~ jadilah pas dicek lab trombositnya turun dan hematokrit-hemoglobinnya naik.
     
  12. Offline

    93izael Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 15, 2009
    Messages:
    106
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    @zz11

    trs katanya klo misalnya cek drh, demam berdarah dengue ga bs lngsung d deteksi y???dlm arti penyakitnya blm parah...brarti paling ga hrs cek darah 2x y???CMIIW

    demam berdarah blm ada obatnya y???trs klo yg d opname d rmh skt d ks apa???CMIIW
     
  13. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,149
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,161 / -0
    biasanya begitu, tidak bisa langsung deteksi, karena proses yang mau dilihat dari lab adalah hemokonsentrasi (peningkatan Hb dan Ht) serta trombositopenia (penurunan trombosit).
    untuk itu, harus ada lab pembanding, karena itulah lab selalu dicek 2 kali, biasanya di hari demam ke-3 dan ke-4 atau 5.

    gejala2 demam berdarah itu adalah reaksi imun tubuh kita terhadap virus, jadi praktis belum ada obatnya. yang diobatin di rumah sakit itu adalah sebatas pemberian cairan, agar penderitanya tidak jatuh dalam shock/gangguan sirkulasi akibat kebocoran cairan darah/perdarahan terus menerus.
    jadi di RS biasa dikasihnya cairan infus, sama penurun panas. kadang ada yg ngasih obat maag, karena biasa orang demam berdarah sakit maag juga karena gangguan sirkulasi ke saluran cerna.
     
  14. Offline

    peys032 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2009
    Messages:
    460
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +8,351 / -0
    DBD harus waspada..
    apalagi skrang teh musim ujan/tapi kebanyakan panas deng
    jadi cuaca sekarang ga jelas...
    tapi tetep harus waspada...

    kenapa sih yang namanya
    ABATE harus dikomersilkan
    bukannya dikasih cuma2..
    soalnya di daerah bandung tuh ABATE
    di jual paksa.. mahal lagi.. :hot:
     
  15. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    waduh sie agan zz11 hebat juga neh pengetahuan tentang dbd, tobmarkotob deh infonya..

    iya tuh knp harus bayar sie???betul tuh kasih donk secara cuma2 kan buat kita2 juga *mudah2an di baca sama dinas2 terkait dengan masalah ini

    FYI cara menggunakan bubuk ABATE
    Takaran penggunaan bubuk ABATE adalah sebagai berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk ABATE

    Contoh:
    Untuk 10 liter air, ABATE yang diperlukan = (100/10) x 1 gram = 10 gram ABATE
    Untuk menakar ABATE digunakan sendok makan. Satu sendok makan peres berisi 10 gram ABATE.

    Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:
    Ambil 1 sendok makan peres ABATE dan tuangkan pada selembar kertas Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan

    Setelah dibubuhkan ABATE maka:

    1. Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes Aegypti
    2. Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/ diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut
    3. Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum
    sumber : Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta
     
  16. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Saat ini sedang diadakan program sosial yang bernama "Peluk Asa" untuk mengurangi tingkat penyebaran DBD di 14 kota di Indonesia ( Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bekasi, Cimahi, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Manado, Makassar,Sorong).
    Tujuan utama program ini adalah untuk mencari metoda paling tepat dalam mendidik masyarakat di daerah uji coba agar masyarakat dapat mengatasi wabah demam berdarah secara mandiri, yang meliputi kegiatan-kegiatan, diantaranya, penelitian awal dan pemetaan sosial daerah uji coba, perumusan rencana strategi lokal masyarakat setempat, perumusan strategi pelaksanaan beserta organisasi pelaksana lokal, kegiatan sosialisasi dan pencegahan demam berdarah kepada masyarakat, kegiatan penyiapan tanggap wabah, hingga evaluasi kegiatan untuk disempurnakan pada tahapan selanjutnya.

    Bagi yang berdomisili di daerah-daerah tersebut sangat diharapkan partisipasinya guna membantu usaha penekanan angka kasus DBD ini.
    Untuk Informasi lebih lanjut langsung klik www.pelukasa.com
     
  17. Offline

    anakbingung Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 9, 2009
    Messages:
    1,435
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +781 / -0
    saia pernah kena DBD komplikasi sama thypus, hasilnya saia masuk rumah sakit hampir 3 bulan :swt:
     
  18. Offline

    acuncau Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 18, 2008
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    waduh udah lama neh gak up date...

    FYI :
    Subject: Kisah sedih: Penyesalan orang tua
    HP di meja kerja Bimo bergetar, lalu berdering pelan. Nama istrinya, Yanti, terpampang di layar HP.

    Dengan segan, ia mengambil HP-nya.

    “Ya, Ma?”, sapanya tak bersemangat.

    “Papa lembur lagi …?”, tanya istrinya dari seberang sana.

    “Iya”, jawab Bimo.

    “Masih lama pulangnya? Dewi nanyain terus … katanya kangen pengen bobo lagi sama papa-nya …”, ungkap istrinya.

    Bimo menghela napas. Hampir setiap hari, Dewi, anak pertamanya, selalu meminta hal yang sama: pengen bobo sama ibu dan ayahnya.
    Bimo menatap foto keluarga di sudut meja kerjanya. Foto kenangan saat liburan terakhir bersama istri dan kedua putrinya setahun lalu. Saat keceriaan masih menyelimuti kehidupan keluarganya. Saat … Nita, malaikat kecilnya, masih bersama mereka ….
    Terbayang kembali aura kebahagiaan yang menyelimuti diri dan keluarganya saat itu. Waktu itu Nita masih berusia 3 tahun. Lagi lucu-lucunya. Apapun gaya dan celotehnya, selalu membuatnya tersenyum dan ingin memeluknya.
    Setiap pagi, saat ia harus berangkat kerja, merupakan saat terberat baginya. Karena berarti ia harus berpisah beberapa jam lamanya dengan Nita. Dan saat pulang tiba, rasanya tak sabar untuk segera tiba di rumah, agar bisa segera bercengkerama dengannya.
    Tapi semua itu harus berakhir, saat ia sedang mengerjakan proyek besar untuk perusahaannya di luar kota. Dengan terpaksa, ia sering bolak-balik keluar daerah. “Ga apa-apa … paling cuma seminggu-dua minggu aja”, batinnya menenangkan diri.
    Hingga suatu hari, HP-nya berbunyi, dan terdengar istrinya di seberang sana, dengan sedih mengabarkan bahwa Nita masuk rumah sakit. “Demamnya sejak 3 hari lalu itu, ternyata kata dokter … demam berdarah”.
    Bimo teringat kembali. Beberapa hari lalu, saat hendak berangkat bandara, memang istrinya sempat memberitahu bahwa Nita demam yang semakin meninggi. Tapi karena ia harus mengejar pesawat, maka ia hanya meminta istrinya untuk memberi Nita obat demam … dan jika dirasa perlu, baru membawanya ke dokter. Karena dikiranya hanya demam biasa. Jadi ….
    Bimo segera membereskan barang-barangnya, dan bergegas ke bandara. Sepanjang perjlanan, tak hentinya ia terus berdoa dan memohon.
    Namun, walau sudah berusaha sekuat tenaga berpacu dengan waktu, agaknya Tuhan berkehendak lain.
    Begitu ia tiba di rumah sakit di kota asalnya, istri dan Dewi menyambutnya dengan isak tangis.
    “Nita .. sudah gak ada, Pa …”
    Bimo tercenung, seakan darahnya berhenti mengalir. Ada ketidak percayaan sekaligus penolakan dalam dirinya demi mengetahui apa yang telah terjadi. Berjuta pertanyaan menggelayutinya, ‘Bagaimana bisa Nita, malaikat kecilnya, pergi hanya karena demam yang dideritanya …? Bagaimana bisa terjadi begitu cepatnya …? Bagaimana …’, dan ‘bagaimana’ lainnya terus bermunculan dari benaknya.
    Sesudahnya, segalanya tak lagi terasa sama. Kepergian Nita telah memuramkan hati dan jiwanya.
    Terbetik sedikit penyesalan, kenapa ia tak bisa membaca tanda-tanda dan menunda keberangkatannya keluar kota, sehingga bisa membawa Nita ke rumah sakit? Kenapa ia punya asumsi dangkal bahwa demam yang diderita buah hatinya hanyalah demam biasa, yang seringkali bisa disembuhkan dengan meminum obat demam biasa … yang … arrrggghh!
    Masih terngiang di kepalanya ucapan lirih Nita, saat ia akan berangkat kerja.
    “Gak apa-apa. Papa kerja aja, cari uang. Biar nanti Nita dianter sama Mama aja …”, yang diucapkannya sambil meyunggingkan senyum, walau badannya tengah panas tinggi.
    Penyesalan yang dirasakannya, dilarikan dengan berusaha selama mungkin menjauh dari segala yang mengingatkannya akan putri kecilnya … salah satunya adalah rumah mungil mereka. Itulah sebabnya kini ia lebih sering kerja hingga larut di kantor, semata sebagai bentuk pelarian dari rasa penyesalan yang mendalam. Dan mungkin juga … rasa malu sekaligus rasa bersalah kepada istri dan putri tertuanya. Karena ia merasa telah lalai menjalankan kewajiban selaku ayah dan suami yang peduli pada keluarga.

    “Pa …?”

    Tiba-tiba, panggilan Dewi di speaker handphone-nya membuyarkan lamunan Bimo.

    “Papa…? Masih banyak kerjaannya ya?”

    “Iya. Dewi kok belum bobo …?”, ia membalas sapaan putri tertuanya.

    “Soalnya badan Dewi agak anget, jadi susah tidurnya. Lagian Dewi mau bobo sama Papa. Cuma kata Mama, Papa pulang malem lagi. Jadi …”.

    “Dewi demam …???”, potong Bimo.

    “Tapi gak apa-apa, kok. Papa kerja aja. Biar Dewi sama Mama aja …”

    Ya Tuhan!!! Bimo terkesiap. Kalimat seperti itulah yang didengar dirinya dari mulut Nita di saat terakhir bertemu dengannya. Saat itu, Nita juga tengah demam, namun merelakannya pergi bekerja dan berada jauh darinya.
    Seketika, seakan ada kesadaran yang menyinari dirinya. Dewi, yang kini menjadi putri satu-satunya, sudah lama membutuhkan kehadirannya. Terlebih lagi saat ini, sebuah kehadiran yang bisa jadi dapat mencegah putrinya mengalami hal terburuk akibat demam yang dideritanya.
    Inilah saatnya ia berubah, sekaligus memperbaiki kesalahan masa lalunya. Jangan sampai terulang apa yang dialami oleh Nita. Jangan sampai Dewi, putri satu-satunya kini, terenggut pula dari sisinya.
    Bimo menyeka air di sudut matanya, “Dewi tunggu di rumah ya …? Papa pulang … sekarang juga! Nanti Papa sama Mama antar Dewi ke dokter ya …? Biar demam Dewi cepet sembuh …”

    “Makasih, Pa. Dewi sayaaaaaang sama Papa ….”, balas Dewi dengan riang.

    Bimo tak kuasa menjawab.

    Lirih, dalam hati, ia membalas, “Papa juga sayang Dewi … maafkan Papa, anakku … ”

    “… Penyesalan seringkali muncul karena ketidak tahuan dan ketidak pedulian kita. Menjaga sedari awal adalah pencegahan terbaik …”

    Cegah DBD sebelum terlambat, untuk info lebih lanjut http://pelukasa.telkomsel.com/
     
    Last edited: Jan 27, 2010
  19. Offline

    ary68890 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 14, 2009
    Messages:
    1,061
    Trophy Points:
    132
    Ratings:
    +1,375 / -0
    klo ada yg nawarin ABATE dengan harga mahal, jangan percaya
     
  20. Offline

    perjaka212 Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 16, 2009
    Messages:
    34
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    Hati-hati aja. kalau sakit panas berkepanjangan langsung cek trombosit darah aja.
     
  21. Offline

    madhacil Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 20, 2009
    Messages:
    723
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +12,761 / -0
    justru asapnya lebih berbahaya daripada nyamuknya :awas:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.