1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Stimulus listrik atasi kelumpuhan kaki

Discussion in 'Science and Technology' started by ghombalz, Jun 12, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    ghombalz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 17, 2010
    Messages:
    835
    Trophy Points:
    157
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5,466 / -0
    [​IMG]
    Rob Summers lama menjalani latihan fisik di bawah pengawasan tim medis

    Seorang pria Amerika yang lumpuh mulai dari bagian dada ke bawah kini bisa berdiri dengan syaraf tulang belakang yang diberi stimulus listrik.

    Rob Summers dari negara bagian Oregon mengatakan kemampuan berdiri sendiri mendatangkan ''perasaan yang paling mencengangkan''.

    Dia bisa sekehendak hati menggerakkan jari kaki, pinggul, lutut dan pergelangan kaki dan juga berjalan di atas treadmill dengan disangga, kata artikel ilmiah di jurnal medis the Lancet.

    Namun, seorang pakar Inggris mengatakan perkembangan ini sebaiknya tidak diinterpretasikan sebagai penyembuhan.

    Rob adalah pemain baseball dan pada tahun 2006 dia memperkuat tim yang merebut gelar juara dari kompetisi baseball College World Series.

    Namun, pertengahan tahun yang sama dia cedera akibat tabrak lari dan syaraf belakangnya rusak.

    Pesan dari otak, yang biasanya menyebar ke bawah melalui uraf syaraf tulang belakang, tertutup dan dia lumpuh.

    Setelah melakukan pembedahan, tim dokter menanamkan 16 elektroda ke dalam tulang belakangnya.

    Rob kemudian berlatih untuk berdiri setiap hari, dan berjalan serta menggerakkan kedua kaki selagi pulsa listrik disalurkan ke urat syaraf tulang belakang.

    Dalam beberapa hari dia bisa berdiri sendiri, dan pada akhirnya juga bisa mengendalikan kaki dan langkah dengan bantuan selama beberapa saat.

    ''Tidak seorang pun dari kami mempercayainya,'' kata Profesor Reggie Edgerton dari University of California. ''Saya takut mempercayai [perkembangan] ini.''

    Rob juga mengalami pemulihan fungsi kendali tekanan darah, kandung kemih dan usus besar.

    Dia mengatakan dia menempuh latihan berjam-jam yang mengubah dirinya.

    Peringatan

    Penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi listrik bekerja membuahkan hasil pada satu orang. Empat orang pasien antri untuk mendapat giliran menjalani perawatan ujicoba lanjutan.

    Profesor Geoffrey Raisman, dari Institute of Neurology di University College London, mengatakan, "Ini kasus menarik, dan dari salah satu kelompok terkemuka di dunia.

    Sampai di mana prosedur di masa mendatang bisa menawarkan peningkatan lebih lanjut, tidak bisa disimpulkan dari satu pasien saja.

    ''Dari sudut pandang orang yang sedan menderita cedera syaraf tulang belakang, uji coba prosedur ini di masa datang bisa mendatangkan satu pendekatan lain untuk mendapatkan manfaatnya. Ini bukan dan tidak dinyatakan sebagi penyembuhan.''

    Dr Melissa Andrews, dari Cambridge Centre for Brain Repair, mengaakan meski penelitian "membuat orang terheran-heran", orang semestinya tidak menyatakannya sebagai pengobatan.

    Dia menambahkan, ''Saya rasa orang perlu membaca ini dan mengatakan kemungkinan ada di luar sana, tapi itu mungkin tidak muncul besok.''

    Profesor Susan Harkema, yang memperkuat tim penelitian di University of Louisville, AS, tersebut mengatakan, "Benar-benar sangat perlu ditegaskan ini masih dalam ranah penelitian, tapi tetap ikuti perkembangan, sehingga kita mendapat lebih banyak lagi pengetahuan."

    Bagi Rob Summers, dia melihat kisah yang dia alami sebagai pesan berisi harapan bagi orang-orang yang lumpuh dan soal bisa berjalan lagi dia mengatakan, ''Saya lihat ini sebagai kemungkinan besar.''

    gag nolak :grp: & :thx:
    http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/05/110520_usspinalcord.shtml
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.