1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Biography Soekarno dan Hatta Itu Antikapitalis

Discussion in 'Indonesian History' started by kzha, Aug 20, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    kzha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,865
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    Soekarno dan Hatta Itu Antikapitalis


    Menjelang perayaan hari ulang tahun ke-62 Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 saya diwawancarai oleh sejumlah stasiun televisi yang menanyakan apa yang saya ketahui tentang Ibrahim Datuk Tan Malaka yang meninggal tahun 1949 dan dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional.

    Bagaimana pendapat saya tentang Bapak-Bapak Pendiri Republik Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta? Pengalaman saya sebagai wartawan sejak di zaman Jepang dan selanjutnya, dan bagaimana penilaian saya tentang situasi pers Indonesia dewasa ini yang setelah menjadi pers bebas tampaknya kebablasan sehingga mengabaikan norma-norma etika dan moral.

    Saya tidak termasuk kaum tua yang bernostalgia kepada masa silam. Saya tidak ingin bersitekan bahwa perjuangan Angkatan 45 untuk menegakkan kemerdekaan, itulah yang paling hebat. Saya juga tidak mau mengatakan bahwa generasi muda sekarang tidak menghargai jasa dan pengorbanan generasi tua.

    Akan tetapi dalam renungan 17 Agustusan saya teringat akan fakta sejarah bahwa Soekarno dan Hatta itu adalah antikapitalis.

    Mereka dipengaruhi oleh Zeitgeist atau semangat zaman yang terdapat di Eropa pasca Perang Dunia I (1914-1918) yaitu membebaskan orang kecil, golongan buruh dari kungkungan keterbelakangan, kemiskinan, mengangkat martabat kaum pekerja menjadi layak menurut perikemanusiaan. Mereka menganut ideologi sosialisme. Mereka menolak kapitalisme.

    Hatta dan Sjahrir yang berada di Negeri Belanda sebagai mahasiswa pada tahun 1920-an dan awal 1930-an menjadi sosialis-demokrat, mempelajari Marxisme yang digunakan sebagai alat metode untuk memahami masyarakat.

    Soekarno di Indonesia yang menuntut pelajaran di Sekolah Tehnik Tinggi di Bandung melalui buku-buku yang diterimanya dari Belanda, yang dibacanya dengan cermat, meskipun tidak pernah melawat ke Barat, namun sampai juga pada muara yang sama seperti Hatta dan Sjahrir yaitu penganut sosialisme, walaupun disajikan sebagai sebuah variant dari sosialisme, lalu menyebutnya sosialisme ala Indonesia.

    Maka Soekarno-Hatta-Sjahrir yang pada awal revolusi memegang peran penting sebagai pemimpin bangsa, dan secara formal dalam pemerintah RI bertugas masing-masing sebagai Presiden, Wakil Presiden dan Perdana Menteri yang pertama adalah bersikap antikapitalis.

    Ini dapat dimengerti. Dalam perjuangan mereka ke arah Indonesia Merdeka mereka menghadapi kolonialisme Belanda yang dibelakangnya berada kaum kapitalis Belanda. Untuk memerdekakan rakyat Indonesia mereka pada instansi pertama adalah nasionalis. Dan disamping sebagai nasionalis mereka juga sosialis.

    Dalam renungan 17 Agustus kenangan saya kembalai ke awal tahun 1945 ketika bangsa dan negeri kita merintih derita di bawah cerpu kaum penindas dan saya menjadi reporter pada harian "Asia Raja".

    Masa itu kaum cerdik pandai kita lagi memikirkan bagaimana konsep dan bentuk ekonomi yang hendak kita jalankan. Pada awal Januari 1945 sejumlah pengusaha golongan Islam bertemu, lalu mendirikan Susunan Ekonomi Bangsa Indonesia Islam.

    Pada tanggal 6-8 April di Bandung diselenggarakan suatu pertemuan untuk merancang sebuah rencana bagi suatu ekonomi nasional.

    Di situ Hatta dengan dihadiri oleh Soekarno dan pengusaha Agoes Moesin Dasaad mengungkapkan pandangan-pandangannya mengenai suatu ekonomi nasional yang dinamakannya ekonomi kerakyatan sebagai antitesa bagi ekonomi kolonial yang adalah suatu ekonomi eksploitasi.

    Dalam pertemuan di Bandung itu tidak hadir orang-orang Tionghoa dan Arab dari kalangan dagang. Pada bulan Juni 1945 didirikan organisasi ketiga yakni Panitia Pemilih Bangsa Indonesia Menjadi Pengusaha Kebun Milik Musuh.

    Tujuannya ialah agar onderneming Belanda diambilalih oleh pihak Indonesia, dan secara jelas dikatakan pula bahwa orang-orang Tionghoa tidak dibolehkan masuk di situ.

    Pada tanggal 20-24 Juli kembali di Bandung diselenggarakan sebuah pertemuan dan di situ Hatta dengan dihadiri oleh Soekarno mengajukan Ekonomi Baru yang berdasarkan suatu sistim koperasi, di mana pemerintah mengendalikan dan menjalankan perusahaan-perusahaan besar.

    Salah satu resolusi yang diambil mengenai didirikannya Persatuan Tenaga Ekonomi Bangsa Indonesia yang diketuai oleh Syafruddin Prawiranegara SH. Seminggu kemudian Hatta membuka dengan resmi kantor pusat PTEBI tadi yang disebut Pusat Tenaga Ekonomi. Itulah buah pikiran Hatta mengenai ekonomi nasional.

    Dalam pada itu Badan Persiapan Urusan Kemerdekaan sudah berjalan di Jakarta dan dalam menyusun konstitusi atau undang-undang dasar Hatta memasukkan kedalamnya pasal yang menyebut tentang ekonomi yang berdasarkan kekeluargaan dan yang dilaksanakan untuk kemakmuran sebesar-besarnya bangsa Indonesia.

    Tidak dilupakan soal kesejahteraan sosial dan keadilan dalam usaha mewujudkan kemakmuran. Bila dikaji dengan seksama, maka dalam konstitusi itu terekspresikan pula sikap dan jiwa anti-kapitalis.

    Dari perjalanan sejarah kita tahu bahwa cita-cita semula Soekarno dan Hatta itu tidak sampai bisa dilaksanakan dengan baik. Apalagi di zaman ekonomi global sekarang dianggap tidak pragmatis dan reslistis berbicara tentang anti-kapitalis.

    Meskipun begitu saya kemukakan juga fakta sejarah tadi. Arkian, kata sahibulhikayat, "once upon a time Soekarno dan Hatta" itu adalah nasionalis dan sosialis-demokrat yang tegas bersikap anti-kapitalis.

    Kini semua itu tinggal sebagai suatu memori belaka. Toh saya sampaikan sebagai catatan, dan siapa tahu sebagai bahan renungan bagi Anda yang merayakan 17 Agustusan


    Oleh Rosihan Anwar
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    erha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,385
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +935 / -0
    liat aja:
    pasal 33 UUD 1945 semua kekayaan alam yg ada dikuasai negara untuk kepentingan rakyat.
    Pancasila sila ke-5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    bukannya sudah anti-kapitalis?
     
  4. Offline

    kzha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,865
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    hoho,.. betul bro,.. tapi faktanya jaman sekarang gimana?

    lah pasal 34 aja (fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara),. ampe sekarang belum dijalanin,. udah 64 tahun loh merdeka :onion-39:
     
  5. Offline

    emiliaw Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 9, 2008
    Messages:
    67
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +9 / -0
    masalahnya yang pegang pemerintahan serakah semua (KKN, suka jadi calo, suka upeti). Liat aja penggunaan LPG sebagai bahan bakar untuk masak. di luar negeri (contoh singapura) mereka menggunakan LNG karena lebih murah (karena mereka tidak punya sumberdaya alam jadi pasti memilih yang paling murah)

    bahan referensi
    http://www.adigas.com.ar/Industria/08 06 Inf sustit_eng.pdf

    telihat penggunaan LNG jauh lebih murah dari pada LPG dan kerosene (minyak tanah)

    sedangkan sumber daya LNG kita banyak banget tapi justru di jual ?? aneh kan?

    contoh lain, freeport. udah tau kalau di Irian itu ada gunung emas, kenapa juga kontrak masih di perpanjang?


    tambahan referensi:
    http://www.envocare.co.uk/lpg_lng_cng.htm
     
    Last edited: Aug 21, 2009
  6. Offline

    boku Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 10, 2009
    Messages:
    3,087
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +53,860 / -0
    erm..itu bedanya orang yang hidup dengan punuh keyakinan & prinsip :top:
    beda ama orang yang hidup cuma buat kesenangan doank, yh jadi ngikutin alur angin kemana aja.

    Soekarno - Hatta blm pantes dibandingin ama penerus2 setelah mereka...karena bisa merusak Status 2 orang bangsawan ini aja :onion-08:
     
    • Like Like x 1
  7. Offline

    erha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,385
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +935 / -0
    sekarang itu yang banyak Politikus bukan Negarawan
     
  8. Offline

    Karel Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2009
    Messages:
    2,518
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +1,244 / -0
    Tp ya dah lumayan lah SBY,bisa dibandingin sedikit ama bung karno,kalo yang laen gak banget.....

    Eh,tp gus dur jg baik sih.....
     
  9. Offline

    erha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,385
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +935 / -0
    Gus Dur sih orangnya pinter tp sayang fisiknya kurang mendukung untuk jabatan Presiden.
    Pas dia menjabat jd presiden kadang gw kasihan liat para Jenderal pendamping beliau, dah jd Jenderal tp nuntun Gus Dur.

    [mudah-mudahan gak ada yg tersinggung]
     
  10. Offline

    d4uz Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 24, 2009
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +718 / -0
    setuju ama bro erha, Pemimpin sekarang bukan seorang NEGARAWAN, tapi seorang POLITIKUS...
    Tau sendiri khan, politik dalam agama juga dilarang.. Kalau dalam istilah didaerah gw, Politik itu setan...
     
  11. Offline

    riedjal Post Hunter Veteran

    Joined:
    Feb 23, 2009
    Messages:
    3,632
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +9,924 / -0
    nggak cuman itu 'Bro ...
    IMO jiwa kepemimpinan Gus Dur kurang, padahal inilah yang amat penting buat jadi Presiden .. tindakannya juga sering memicu kontroversi, mungkin apa yang dilakukannya benar, tapi SDM kita nggak nyambung :( ...
    boleh jadi presiden nggak pinter2 amat (nggak perlu jenius !!!), toh dia dibantu menteri ...
     
  12. Offline

    0IF4T Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 20, 2009
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +10 / -0
    yang salah bukan uu ya tapi oknum dan rang yang berada dibelakang semua nie.. tuk mengambil alih secara langsung maupun tidak langsung bangsa kita
    :voodoo:
     
  13. Offline

    kodokodok Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 11, 2007
    Messages:
    262
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +72 / -0
    bukan ga mungkin kalo ga diambil soeharto

    kita bakal jadi negara komunis
     
  14. Offline

    kzha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,865
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    Mungkin saja bro,. :top:

    tapi,. dalam proses ambil alih itu jutaan sodara kita jadi korban :rokok:
     
  15. Offline

    _______ Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 8, 2009
    Messages:
    294
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +2 / -0
    :swt: Ibaratnya ada seorang yang pnya tanah yg luas dan jg kaya ..
    cuman sayang orng yg ngelola tuh bodoh....
    dia pny tetangga 'lahannya kecil , licik dan cerdik,,,
    nah ....si kaya'' dgn mudah di ''colong di licikin bahkan dikerjain sama tetangganya...''
    (dagh ah ngomongin tetangga mah puyeng..tapi bagusnya jg buat study banding'')
    ....Upsss bangsa seginih ''besar dan kayanya...rakyatnya susah buat sejahtera''
    ...itu karena di dulu kelola sama orng bodoh selama .... taun....
    malay yg baru kemaren sore,,,,dah berani ngata2in kita...!!!
    ....moga aj ''Langit Cerah Reformasi'' bisa mewujudkan impian2an Proklamasi...


    Jadi Punya harapan gede nih sama bangsaku dibawah Naung Demokrasi sekarang ni...:onion-03: Majulah bangsaku...
     
  16. Offline

    valr1st Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    768
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +180 / -0
    kalo dilihat soekarno itu bapak proklamator karena dia yg berhasil menjadi negara ini merdeka

    kalo soeharto gua rasa bagus bapak pembangunan itu benar cuma hanya sampi taha era 70-80 an sisanya amblas ama deking2 nya alias KKN kalo saja dia bisa mendirikan negara bebas korupsi setelah dia pertama kali jadi presiden gua rasa ga akan seperti ini ....sayang semua itu hilang oleh besarnya KKN samapi2 hutang terlalu besar

    kalo meneruskan soekarno yg berdikari yg menjunjung tidak akan pernah utang luar negeri memaksimalkan hasil alam kita mungkin indonesia akan menjadi negera super pesat maju seperti halnya jepang yg sempat hancur oleh US ... tetapi berdiri menjadi negara maju dengan kurang dari 30 tahun

    sudah 64 tahun merdeka maseh aja kek gini2 aja

    sedih deh gua
     
  17. Offline

    Pumpkinz Silent Reader Members

    Joined:
    May 23, 2009
    Messages:
    119
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +1 / -0
    Iya benar, itu sifatnya skriptualis.
    Sekarang kenyataannya pemerintahan punya bagian yg abstrak (tidak terbuka).

    Banyak org dirugikan, kyk si ibu yg hilang 67 M di bank century itu.

    Bahkan pernah z baca di koran, DPR MW ADU JOTOS karena gak mw klo sampai ada yg bahas UU rahasia negara. Rahasia apalagi sih??! Mang sp aja tuh di balik tirai??!
     
  18. Offline

    darknetwork Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 11, 2009
    Messages:
    1,763
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +8,405 / -0
    keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
    tapi BUMN-nya monopoli semua, naek turunin harga semaunya? sudah adilkah? tidak kapitalis kalo cenderung pada monopoli juga sama aja.
     
  19. Offline

    reichzach Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    gmana seh sejarahnya muncul seorang pemimpin.....menurut gue pemimpin tu adalah orang2 yang dipercayai orang2 di sekitar tempat tinggalnya (dalam skala besar yaitu negara) untuk memimpin karena memiliki kelebihan dalam hal wawasan,kualitas dalam berstrategi dll.........makanya gue heran masa mau jadi pemimpin aja pada bayar......modalnya juga gede......ckckckckckc
     
  20. Offline

    chewae Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 28, 2008
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +4 / -0
    ya iyalah.. Soekarno khan seorang Sosialis.. paham sosialis emang cocok diterapkan di negara yang baru saja terbentuk seperti Indonesia pada waktu itu
     
  21. Offline

    gegege Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 6, 2009
    Messages:
    729
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +419 / -0
    Yang dilarang bukan politik bang,,, :ngupil:
    tapi PULITIK.. alias nipu nu leutik (nipu wong cilik gitu)
    :haha::haha::haha::haha::haha::haha:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.