1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Discussion Layakkah Riset Level S1

Discussion in 'School and Campus Zone' started by armarics, Sep 12, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    armarics Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 16, 2010
    Messages:
    1,197
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,689 / -0
    Sumber : Benaridho I. Hutabarat, PC Media edisi 08/2011 hal 27

    membaca artikel ini saya manggut-manggut. mengakui bahwa delapan alasan yang penulis artikel tersebut kemukakan telak mengenai apa yang terjadi di dunia kampus saya. bahkan alasan kedelapan benar-benar terjadi dirumah saya. Skripsi yang dulu saya susun, sekarang hanya jadi pajangan dirumah orang tua saya. "sebagai kenangan bahwa bapk berhasil menyekolahkan kamu" itu katanya.
    isi dari skripsi saya tersebut sendiri jauh dari bagian pekerjaan saya sekarang.
    bagaimana tanggapan yang lain?
     
    Last edited: Sep 12, 2011
    • Thanks Thanks x 7
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    sicky Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 1, 2009
    Messages:
    957
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +94 / -0
    delik diatas berlaku di lingkup Ilmu Komputer aja yah mas? (istilah2 DFD,ERD, SOAP dll)..

    Skripsi saya sih Sosial mas, trus lanjutannya saya sering tulis untuk feature di surat kabar..
     
    • Thanks Thanks x 1
  4. Offline

    armarics Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 16, 2010
    Messages:
    1,197
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,689 / -0
    saya meng-quote artikel diatas memang dari sebuah majalah IT di Indonesia.
    saya sendiri seorang sarjana lulusan ekonomi. dan dibidang saya sendiri pun memang artikel tersebut cukup mengena.

    sebagai contoh, seorang teman saya lulus dengan IPK memuaskan. dalam skripsinya dia mengambil perbankan.
    kebetulan sekarang kerja disalah satu bank pemerintah. namun apa yang terjadi?
    apa yang dia tulis di skripsinya ternyata tidak bisa diterapkan ditempatnya bekerja.
    padahal dalam sidangnya skripsi tersebut dapat pujian dari tim penguji.
    kenapa demikian? ternyata kedelapan alasan yang dikemukakan diatas memang benar2 terjadi dalam sistem pendidikan sekarang.

    itu pengalaman saya, saya coba sharing.
    beruntung kalau kk ternyata tidak mengalaminya.
    riset yang kk lakukan benar2 layak dan bermanfaat. tidak seperti hasil riset saya dan teman saya itu yang hanya jadi penghuni perpustakaan dan berguna hanya bagi mahasiswa lain yang menjadikan referensi bagi penelitiannya.
     
  5. Offline

    sicky Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 1, 2009
    Messages:
    957
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +94 / -0
    walah mas. kalo masalah penerapan hasil riset ke dunia kerja ya tergantung decision makernya.. serta level2 diatas dia lagi.. mungkin kalau dia udah jadi top decision maker bisa dengan leluasa menerapkan hasil2 risetnya..

    yah mungkin risetnya cuma untuk syarat normatif kelulusannya aja? CMIIW
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    ane kuliah jurusan Ilmu Ekonomi. kalo di jurusan ini, kemampuan menulis dan penelitian malah penting baanget, gan. soalnya emang kita diarahkan untuk jadi peneliti/dosen di masa depan.

    kalo untuk jurusan akuntansi si, kayaknya kemampuan nulis sama penelitian ngga terlalu ditekankan, soalnya bagi jurusan itu yang penting skillnya di dunia kerja.

    jadi menurut ane sih, tergantung fakultasnya juga..
     
    • Thanks Thanks x 1
  7. Offline

    arifdejecter Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 12, 2009
    Messages:
    3,454
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +320,441 / -0
    ane gak sependapat dgn alasan kedelapan !
    menurut ane bukan hasil skripsi yg mesti relevan dgn pekerjaan, justru proses penyelesaian suatu skripsi yg berpengaruh :unyil:
    tapi gak tau ding :cerutu:
    mngkin karena ane kul jur statistika :iii:
     
    • Thanks Thanks x 1
  8. Offline

    3214 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 27, 2008
    Messages:
    636
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +9,658 / -1
    Menurut dosen saya ada perbedaan tugas akhir antara S1, S2, dan S3.. pada tahap S1 ada beberapa dosen yang berpendapat bahwa tugas akhir tidak selalu mengungkapkan dan menyelesaikan suatu permasalahan.. yang terpenting adalaha bahwa mahasiswa telah mampu berpikir secara logis.. jadi terserah tema dan judul yang mereka angkat apa, yang terpenting sesuai dengan cara atau metode penelitian yang benar.. Jadi ngga usah yang berat-berat.. klo yang berat-berat itu nanti saatnya pada jenjang S2 dan S3..

    Tapi sayangnya dosen-dosen yang berpkir seperti ini masih sangat sedikit.. padahal mahasiswa S1 tidak berada pada kapasitas untuk menyelesaikan masalah.. tugas akhir yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah harusnya ada pada tingkat S2.. Sedangkan pada tingkat S3, pada tugas akhirnya mereka dituntut untuk dapat membuat sebuah hipotesa atau teori..

    Hehe cuman sharing aja bro.. soalnya nulis skripsi itu ngga mudah.. banyak yang terkendala pada tahap skripsi dan akhirnya berhenti tidak melanjutkan.. itu masih mending, bahkan ada yang tidak kuat akan tekanan dan akhirnya bunuh diri.. klo seperti ini baiknya sistem pendidikanya aja yang dirubah..
     
    • Thanks Thanks x 2
  9. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    saya kurang sependapat, dulu riset S1 saya masalah kesehatan,
    tentang acne (jerawat) dan hubungannya dengan pola makan
    setelah selesai oleh dosen pembimbing dimasukkan dalam jurnal kesehatan nasional
    dan sekarang mau dilakukan penelitian lebih mendalam

    jadi saya tidak setuju kalo riset dianggap tidak ada artinya
     
    • Thanks Thanks x 5
  10. Offline

    armarics Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 16, 2010
    Messages:
    1,197
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,689 / -0
    artikel tersebut tidak menyatakan kalo riset S1 (skripsi) tidak ada artinya.
    artikel tersebut lebih menekankan apakah layak dilevel mahasiswa S1 mengadakan riset.
    seperti apa kata bro 3214,
    sayangnya mayoritas pendidik (dosen) kita tidak berpikir ke arah sini. mahasiswa level S1 pun dituntut untuk melakukan riset mendalam dengan tujuan penyelesaian masalah, [bahkan mungkin kalo bisa sampai membuat hipotesa/teori]. padahal untuk sampai kesana dibutuhkan pemikiran lebih mendalam lagi.
    :peace:
     
    • Thanks Thanks x 1
  11. Offline

    dyelewer Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    4,133
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +5,040 / -0
    well.. yg ini kurang universal sih.. kadang emang iya,, tapi banyak juga yang ga cuman masuk tong sampah..
    paling ngga, hasil penelitiannya bisa dijadikan telaah pustaka buat adek2 angkatan..

    ga ada ilmu yang ga berguna :rokok:

    masa sih :hihi:

    aku juga anak ekonomi, manajemen - konsen pemasaran.. kayaknya ga segitunya om
     
    Last edited: Oct 17, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  12. Offline

    armarics Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 16, 2010
    Messages:
    1,197
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,689 / -0
    mungkin maksud beliau, beliau fokus di Ilmu Ekonomi kk, sedangkan kk, sama ane masuknya Ekonomi.
    bedanya, yang satu fokus di keilmuannya [kalo disini memang wajar riset dipentingkan] sedangkan yang satu lebih fokus ke practical, penerapannya didunia kerja.
    CMIIW. bagi akunting kaya ane, atau bagian pemasaran kaya kk, keilmuan memang ga begitu di fokuskan. yang penting bagaimana penerapan ilmu itu didunia kerja...
    :hmm:
     
    • Thanks Thanks x 1
  13. Offline

    tsabbitminami Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 16, 2010
    Messages:
    1,807
    Trophy Points:
    222
    Ratings:
    +110,374 / -0
    :top:
    bener banget!
    kebanyakan hasil skripsi....cuma hasil copas..... di kampus gw tuh kejadiannya hampir sama kayak tulisan di atas....
     
    • Thanks Thanks x 1
  14. Offline

    armarics Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 16, 2010
    Messages:
    1,197
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,689 / -0
    yang kurang mungkin sistemnya kk, selama ini setau ane dalam penyusunan skripsi yang diutamain adalah hasil akhirnya (skripsi itu sendiri). soalnya ini akan digunakan sebagai bahan sidang sebagai dasar kelulusan. sehingga karena diorong oleh tuntutan dan kemampuan riset yang kurang terjadilah hal-hal yang salah (copas, plagiat, bengkel statistik, dsb).
    padahal kalo saja yang diutamainnya adalah proses risetnya mungkin hal-hal kayak gitu bisa dikurangi.
    itu opini saya saja, silakan yang lain beropini...
     
  15. Offline

    axlform Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 20, 2009
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,101 / -0
    post #2, delik itu artinya tindak pidana lho... bukan "hal/perihal"
    klo menurut ane, hampir dari semua alasan di atas bener, (dua alasan dari bawah ga bisa dibantah emang bener)

    tapi tergantung juga univ mana, dari apa yang ane rasa, dan alami:
    1. dosen di tempat ane selalu ngelakuin riset (walau ada beberapa pengulangan riset), dan diwajibkan mengikutkan mahasiswa dalam risetnya, jadi otomatis si mahasiswa juga turun langsung ke lapangan (kalau sosiologis), atau nelaah (karena ane hukum) putusan atau peraturan denagn teori yang ada atau doktrin yang ada. dan di situ dosen mau ga mau nerima masukan mhs
    2. ga semua dosen atau univ atau fak ga ngasih pengetahuan tentang pendefinisian atau ngasih kesempatan buat menentukan suatu definisi juga baik buruknya definisi, yang ane alami, justru pengkajian definisi itu malah dipersulit sama mhs sendiri, terutama saat riset yang dilakukan adalah hal baru
    3. yang ini ane emang alami, tapi ada yang namanya organisasi di luar jam kuliah, nah di situ ane belajar gimana melakukan perbandingan suatu hal
    4. untuk bagaimana cara nulis skripsi dan sebagainya, ada makul tersendiri di tempat ane (ampe cara nulis titik ama koma aja dipermasalahin:swt:), jadi ane ga bisa bilang yang ini bener
    5. ada ketentuan di kampus ane yang mengharuskan mhs mengambil makul bidang yang dia kuasai atau minati, jadi nantinya riset yang dilakukan pun mengenai bidang itu, bila ternyata dia ga sanggup trus mau ambil riset bidang lain, mau ga mau ambil makul bagian itu dulu (klo ga, ancur waktu riset ga ngerti apa-apa)
    6. ga ada ketentuan seperti ini di tempat ane, tapi literatur itu memang harus ada, dan perpus menyediakannya, pun kalau perpus fak ga ada, masih ada perpus univ, masih ga ada juga, make kartu sakti pergi ke univ lain buat minjem <-- itu yang ane lakuin, jadi ga ngabisin duit buat beli:hahai:
    7. mutlak ga ane bantah, birokrasi ngeribetin!!!:voodoo:
    8. buat riset apakah berguna ga buat dunia kerja. ane bilang 50 - 50. banyak dari temen ane yang skripsinya dipake, banyak juga yang terbengkalai dipajang doang. kalau ane pribadi (mau pamer dikit), udah diminta ma salah satu instansi buat dijadiin acuan mereka ngebuat sesuatu, plus emang di bagian itu juga ane ditarik:hehe:
    jadi layak ga nya, secara subjektif ane bilang layak. permasalahannya sekarang apa dosen masih relevan buat ngebimbing trus dunia kerja apa emang cuma butuh nilai tanpa melihat tepat ga nya doi masuk di instansi atau perusahaan A,B,C, dll dg cara ngelihat bidangnya

    NB: di tempat ane buat bisa skripshit, paling ga kudu lulus makul penulisan hukum dan bisa baru kelar 1 atau 2 tahun lulus tu makul kalo mhs nya parah banget. <-- ada yang ampe kudu dilatih nulis kaya anak SD
    mulai dari metode, sistem penelitian, cara penelitian, tata cara penulisan, pemakaian kata, proses masak penelitiannya sama perumusan pembahsan (yang paling susah karena klo isinya ancur, hasil akhirnya ancur), banyak dah...

    TS VS axlform = ganteng axlform :elegan:
     
    Last edited: Oct 27, 2011
    • Like Like x 3
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    keemchee Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,913
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,054 / -7
    gk setuju kalo dibilang sampah, apalagi soal pekerjaan itu kan relatif...di indo tau sendiri kenapa banyak org yg bekerja gk sesuai dgn bidangnya..
    1. mungkin alasan pertama mengenai gaji yg gk sesuai dgn yg diharapkan, sementara kebutuhan hidup harus terus terpenuhi.
    2. memiliki peluang pasar yg baik atas suatu produk inovasi (entrepreneur) --> ada beberapa senior saia lulusan IT yg membuat suatu produk inovatif yg tidak ada hubungannya sama sekali dgn materi kuliah yg ia pelajari dulu.
    3. ilmu yg digunakan pada saat kerja nanti umumnya tidak terlalu sering terpakai meski diperusahaan besar, jadi buat apa riset? di luar negeri seorang ilmuwan/ mahasiswa tingkat akhir yg sedang menyusun riset membutuhkan dana ratusan ribu, bahkan jutaan dolar...di indo dana dari mana? apalagi bagi anak" yg ngekos , mau makan aja susah mesti ngutang di warkop.


    yang saia bingung itu skripsi mengenai literatur/sastra bahasa, skripsinya kan gk pake, atau malah jarang pake metpen(metode penelitian)...trus mereka gmn bisa skripsi kalau yg dlm notabene harus dengan "riset" yg dimaksud sementara konsentrasi mereka bukan pada bidang yg terkait dgn matematika seperti teknik/komputer, dsb.

    di lain sisi, pola grammar bahasa utk formal kan gk pernah berubah dari waktu ke waktu...apa perlu mereka menemukan slang/kata dengan pola baru?

    itu artinya mereka juga harus bisa menemukan bahasa baru..

    nambah lagi inget sama kata" yg dibilang salah satu dosen di kampus:
    S1 -> tahap pembelajaran
    S2 -> tahap analisis
    S3 -> tahap menemukan
     
    Last edited: Oct 27, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  17. Offline

    qichan Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 28, 2009
    Messages:
    103
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +46 / -0
    kebetulan pas tahun gw lg ga diberlakukan harus nulis skripsi,,ada enaknya jg, masa kuliah jd ga tertunda
    tapi, teringat perkataan slh satu dosen gw,, jadilah generasi pemikir, jangan jadi generasi pekerja, makanya skripsi itu penting
    tentunya fak/univ jg harus care, jangan asal nyuruh aja
     
    • Thanks Thanks x 1
  18. Offline

    phunixid Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 6, 2010
    Messages:
    14,041
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +5,905 / -0
    jadi ingat topik TAku
    topiknya unik dan belum ada yang bahas
    tapi dari sisi ekonomi tidak logis dan tidak praktis
    tapi dari sisi keilmuan merupakan teknik yang masuk akal

    susah payah buatnya benar2
    dan agar tidak mendapat coretan indah di draft
    harus mendekati dosen lain yang jago di tata bahasa
    akhirnya berhasil mendapatkan draft tata bahasa dari dosennya
    alhasil berhasil lulus TA tanpa perlu coret mencoret tata bahasa di draftnya
     
    • Thanks Thanks x 1
  19. Offline

    gaara_hisoka Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 8, 2009
    Messages:
    8,362
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +78,881 / -0
    Ilmu Sosial Budaya emang paling enak diajak buat debat kusir masbro...

    Apalagi kalo ketemu dosen yang kayak di artikel, Fanatik...

    Aye lulusan sastra... [lebih abstrak dibanding ekonomi en sosiologi digabung jadi satu] :hoho:

    Kalo ditanya sama temen-temen yang di ITB, emang lo neliti apaan dari bahasa... aye senyam senyum doang... Karena yakin gak bakal mengena juga ke mereka meskipun dijelaskan...:facepalm:

    Menurut aye sih penelitian dalam skripsi itu adalah suatu hal yang perlu... Karena tujuan dari penelitian dari skripsi yang kita buat adalah menemukan suatu hal yang berbeda atau cenderung baru dari hasil pemikiran kita sendiri sebagai mahasiswa...

    Terlepas dari outputnya masuk tong sampah apa gak, kan tergantung dari si mahasiswanya sendiri buat ngembangin diri... kalo merasa tu skripsi gak bisa dikembangin, ya pasti masuk tong sampah [IMO] :peace:

    Tapi ya emang akhir-akhir ini, banyakan orang lebih mentingin gelarnya daripada proses dapetin gelarnya... :facepalm: :panda:

    Jadinya ya bangsa instan itu tadi... :facepalm:
     
    • Thanks Thanks x 1
  20. Offline

    silverkhingz Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 1, 2010
    Messages:
    2,770
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +26,733 / -0
    skripsi....gw mhs TI sem 5...dan bingung buat skripsi apa :lol:

    kalau riset2 sih yg niat riset ya silahkan

    tapi kalau "skripsi" gak perlu bener2 riset, nyusahin orang doang menurut gw

    ya memang ada "bagusnya", tapi gini deh, apakah kurikulum S1 itu juga sesuai? Jurusan gw itu jurusan yg 80% teori dan 20% praktek (meski di klaim nya di tempat wa sih 60:40) sedangkan di skripsi setidak banyak dituntut di teori ada, praktek ada, semua ada.

    Okeh, pro dan con pasti ada. Pasti ada yg beranggapan gw malas. Pasti ada yg komentar/berpikir kayak "lah mahasiswa itu luh yg aktif, cari sendiri blahblah"

    nah kalau udah kayak gitu, komentar gw cuma -> sekarang balik lagi tujuannya apa.
    Setahu gw kurikulum akademis itu (at least jurusan gw) hampir2 gak kepake di real world (ada sekian % kepake , tapi fresh grad mah kerjaannya teknis2 ga urus yg konseptual2) dan jadinya "S1" itu demi gelar doang. Kalau demi skill mah, yg anak SMA/SMK aja bisa lebih ada pengalaman dan jam terbang di praktek2.

    Lagian waktu yg diberikan untuk skripsi cukup terbatas (gw gatahu apakah beda tempat beda2, tapi di tempat wa ya paling beberapa bulan doang) jadinya ya...untuk apa bener2 riset yg aneh2. Kalau niat sih silahkan, tapi tidak perlu dipaksakan seperti itu.
    Yg penting ada gelar S1, lalu selanjutnya ya urusan masing2. Secara gini, IPK 4,0 itu berarti dianya rajin/cerdas/menguasai materi akademis, tapi ternyata seperti yg telah disebutkan, yg dipelajari di akademis sama yg kepakai di real itu beda jauh.

    Well, setidaknya ini untuk jurusan gw, gw gatahu kalau jurusan lain kayak gmana kurikulumnya.
     
    • Thanks Thanks x 2
  21. Offline

    luniaz39 Silent Reader Members

    Joined:
    May 10, 2011
    Messages:
    14
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    well semua balik ke latar belakang, kalo anak sains tapi nggak ngeriset itu keterlaluan dan di ragukan intelektualitas nya, yup bener S1 itu belajar ngeliat masalah, metain ato nyelesain masalah secara empirik, untuk jujur itu wajib, untuk punya prinsip, pembuktian gak mesti selalu nurut sama dosen pembimbing kan,,, gw sidang 2x cuma gara2 gw gak terima gw bener tapi di salahin, biar dia Profesor jg itu penelitain gw, gw yg buat gw yg tau bener salah nya (toh selama kuliah jg di ajarin koridor nya)

    soal skripsi gw bakal kepake apa enggak,, itu tergantung tema, apa pun penelitian nya pasti punya tujuan yg baik kan,,, (kalo gak di tolak usul nya hhehehe)

    kalo mikir nya skripsi cuma jadi pemenuh perpus,,,kuliah elu semua juga jarang yg nerusin bidang nya....tapi waktu kita buat skripsi itu kita diajarin banyak hal,, mulai dari analisis, ngelobi, ngadepin orang,, pertahanin pendapat, sampe gimana cara ngetik yg bener .. itu yg gw pikir bakal selalu berguna

    Nb : yg lebih serem itu peneltian S2, S3 yg standar nya masih kaya S1....karena mereka neliti cuma buat naek pangkat, secara pemerintah kita belum bisa ngehargain Ilmu penegtahuan kan... (S3 aja gajinya cm 1,5-2 jt jt kalo jadi dosen di PTN)
     
    • Thanks Thanks x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.