1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Kisah Inspiratif - 3 Pintu kebijaksanaan...

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by lauzart, Nov 12, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    lauzart Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +104 / -0
    Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan
    pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada
    seorang pertapa bijaksana.

    "Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran
    meminta.

    "Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar
    Pertapa."Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau
    akan menemui 3 pintu.

    Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata
    hatimu.

    Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan
    perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di
    atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"

    "Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di dunia
    ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak
    kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"

    Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah
    dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha
    menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak
    kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau
    sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

    Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa
    kembali.

    "Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa

    "Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan
    kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung
    padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran

    "Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang
    diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang
    Pertapa menghilang.

    Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang
    bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"

    "Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah
    sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan
    derita, kepahitan dan frustrasi"

    Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia
    mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka.

    Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

    Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

    "Apa yang engkau pelajari kali ini?"

    "Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau
    kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan
    kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam
    dirikulah segala hal tersebut berakar"

    "Engkau benar" Kata sang Pertapa. "Apa yang mereka bangkitkan dari
    dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

    Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan
    bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

    Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu
    engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh"

    Kembali sang Pertapa menghilang.

    Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"

    "Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang
    disanalah aku harus mengubahnya". Ia berkata pada dirinya sendiri.

    Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah
    karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan
    kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang
    tak sesuai dengan gambaran ideal.

    Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan
    sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa
    kembali.

    "Kini apa yang engkau pelajari ?"

    "Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa
    ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"

    "Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya
    mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan
    melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan
    saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah,
    ingin meninggalkan semua ini !"

    "Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu,
    balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh".

    Dan ia pun menghilang.

    Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan
    dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi
    "TERIMALAH DIRIMU".

    Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui
    pintu tsb.

    "Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya
    pada dirinya sendiri.

    Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan,
    kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari
    bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

    Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan
    dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya
    sendiri.

    Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci
    dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk
    untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk
    menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."

    "Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa.
    "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"

    Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya
    "TERIMALAH SESAMAMU"

    Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan
    cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga
    mereka yang melawannya.

    Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat
    ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya
    membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

    Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan
    berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan
    pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku
    belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

    "Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa, "Sekarang
    pergilah ke Pintu Pertama"

    Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"

    "Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak
    melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia
    yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

    Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan
    kesempurnaannya.

    Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah
    atau cara pandangnya?

    Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari
    sekarang ?"

    "Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa
    Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di
    dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat
    yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya
    muram.

    Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

    Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku
    lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi,
    menerima seutuhnya, tanpa syarat.

    "Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau
    berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun
    menghilang.

    Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian,
    ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan
    damai.
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    love2kill Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 24, 2009
    Messages:
    102
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    uwaw.. banyak sekali kk bikin threadnya..
    tp gpp.. justru ini yg dicari :haha:
    nice story kk..
    untuk mengubah dunia kt hrs mengubah diri kita sendiri terlbh dulu..
    tp ada hal2 yg gkbs kita ubah didunia ini.. termasuk diri kita n sesama..
    jadi terimalah diri kita,sesama, dan dunia apa adanya.. that's the point..
     
  4. Offline

    naoesvian Beginner Members

    Joined:
    Mar 23, 2010
    Messages:
    204
    Trophy Points:
    72
    Ratings:
    +3,121 / -0
    Nice story ...
    good job
    hahaha
     
  5. Offline

    alone1break Beginner Members

    Joined:
    Mar 30, 2010
    Messages:
    238
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +83 / -0
    rasanya kaya' ada 6 pintu :swt: :top:
     
  6. Offline

    fendyg Beginner Members

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    249
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +27 / -0
    nice story!
    yg mengena di gw quote yang ini nih
    Berterimakasihlah pada teman2 yang selalu menyertai kita sampai sekarang! :top:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.