1. Hi Guest, saat ini Like atau Post ratings dalam tahap perbaikan (recounting). Mohon maaf atas gangguan ini.
  2. Anda bisa mengganti Theme sesuai dengan selera anda. Kami menyediakan beberapa Themes dengan warna yang bervariasi. Anda bisa merubahnya di pojok kiri bawah. Atau klik link INI
  3. Dalam menyambut Star Wars Day, Kami menghadirkan beberapa User Title bertema Star Wars. Anda akan menemukan Jedi, Stormtrooper dan juga Darth diantara kalian. "May The Force Be With You".

Biography Kisah: DEVI DJA, WANITA JAWA YANG MENEMBUS HOLLYWOOD

Discussion in 'Indonesian History' started by blacksheep, Aug 2, 2009.

   ShortURL:
  1. blacksheep Jedi Knight Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,619
    Trophy Points:
    214
    Ratings:
    +9,688 / -0
    Nama kelompok teater Dardanella sempat sangat tersohor pada tahun 40-an. Teater pimpinan pria berkebangsaan Inggris keturunan Rusia bernama Pedro (Willy Klimanoff) ini bukan saja harum namanya di Indonesia tapi juga dunia. Mereka kerap manggung di luar negeri, dari Asia hingga Eropa.
    Dardanella mencapai puncak keemasan ketika diperkuat dua seniman serba bisa Tan Tjeng Bok dan Devi Dja. Pada masa itu, mereka merupakan roh pertunjukan Dardanella. Tan Tjeng Bok mendapat julukan “Douglas Fairbanks van Java” sementara Devi Dja “Bintang dari Timur” (Star From the east).
    Minim Literatur
    Saat ini agak sulit mencari biografi Devi Dja secara lengkap, kecuali mungkin di buku otobiografi “Gelombang hidupku, Devi Dja dari Dardanella” karya (Alm) Ramadhan KH yang dicetak tahun 1982 oleh penerbit Sinar Harapan. Sayangnya, buku itu pun sekarang sudah tergolong langka.
    Saking langka dan minimnya literatur tentang sosok wanita ini, Matthew Cohen PhD, staf pengajar di University of London dalam sebuah diskusi kesenian Bali-Jawa di Amerika ‘Dewi Dja Goes to Hollywood’ Maret lalu, tertarik untuk mendokumentasikan kembali kehidupan Devi Dja bersama kelompoknya di Amerika Serikat dalam sebuah buku yang sedang disusunnya bertajuk ‘Performing Java and Bali on International Stages: Routes from the Indies, 1905-1952’.
    Yang jelas, biografi wanita ini dalam literatur kesenian Indonesia sangat minim. Entah jika di Amerika sana, tempat dimana dia kemudian menghabiskan sisa hidupnya.
    Siapa Devi Dja?
    Menurut catatan Ramadhan KH, Devi Dja atau “Bintang Dari Timur” lahir pada 1 Agustus 1914 di Sentul, Yogyakarta, dengan nama kecil Misria dan kemudian menjadi Soetidjah. Dia sering menguntit kakek dan neneknya, Pak Satiran dan Bu Sriatun, ngamen berkeliling kampung memetik siter. Devi Dja memang memiliki minat seni sejak kecil. Dia juga berangkat dari keluarga Jawa yang miskin di awal abad ke-20.
    Saat mereka sedang ngamen di daerah Banyuwangi, dimana pada waktu bersamaan grup sandiwara yang lain, Dardanella pimpinan Pedro (Willy Klimanoff) yang sudah terkenal, juga main di Banyuwangi.
    Pedro mengaku tertarik dengan Soetidjah dan langsung melamarnya. "Ternyata Pedro melihat pertunjukan kami. Katanya ia tertarik pada saya ketika saya menyanyikan lagu Kopi Soesoe yang ketika itu memang sedang populer," tutur Devi Dja ketika berkunjung ke Jakarta menjenguk Tan Tjeng Bok yang sedang terbaring sakit tahun 80-an.
    Meski keluarga Soetidjah keberatan, akhirnya Soetidjah mau menerima pinangan Pedro dan bergabung sebagai pemain Dardanella. Soetidjah tak penah mengenyam pendidikan sebelumnya, dia baru belajar baca dan menulis latin ketika bergabung di Dardanella pada usia 14 tahun.
    Di tahun awalnya bergabung, Soetidjah hanya dapat peran-peran kecil dan lebih sering menjadi penari yang tampil dalam pergantian babak. Bintang Soetidjah mulai bersinar ketika pemeran utama wanita Dardanella, Miss. Riboet jatuh sakit.
    Soetidjah pun didaulat memerankan tokoh Soekaesih—peran yang selama ini dipegang Miss. Riboet—dalam lakon “Dokter Syamsi”. Meskipun usianya baru 16 tahun ketika itu, akting Soetidjah cukup meyakinkan yang kemudian dipanggil Erni oleh kawan-kawannya.
    Keliling Dunia, Nginap di Rumah Mahatma Gandhi lalu Berlabuh di Amerika
    Dan sejak itu, karirnya di Dardanella mulai menanjak. Perlahan tapi pasti ia berhasil menjadi menyaingi ketenaran Miss. Riboet dan Fifi Young, dua wanita pemeran utama Dardanella. Bersama Tan Tjeng Bok, Soetidjah menjadi sosok penting dalam kisah sukses grup Dardanella. Dia lalu terkenal dengan nama Miss. Devi Dja.
    Saat Dardanella pertama kali mentas di luar negeri, Devi Dja baru 17 tahun. Usia yang kata Devi Dja lagi seger-segernya. Menurut catatan Ramadhan KH, saat Dardanella manggung di luar negeri, nama kelompok Dardanella mulai berganti-ganti, dengan personil yang juga berganti-ganti. Kecuali Pedro dan Devi Dja tentunya.
    Dardanella lalu main di Hongkong, New Delhi, Karachi, Bagdad, Basra, Beirut, Kairo, Yerusalem, Athena, Roma. Terus keliling Negeri Belanda, Swiss, dan Jerman. Pada Mei 1937 saat manggung di India, rombongan mereka disaksikan oleh Jawaharlal Nehru yang kemudian jadi pemimpin negeri itu. Kabarnya Pedro dan Devi Dja sempat menginap di rumah Mahatma Gandhi.
    Dan seperti dituturkan Devi Dja pada Majalah Tempo di tahun 80-an, saat bermain di luar negeri, Dardanella berubah namanya menjadi “The Royal Bali-Java Dance”. "Kami lebih mengutamakan tari-tarian daripada sandiwara, sebab khawatir penonton tidak tahu bahasanya," katanya.
    Devi Dja juga masih ingat ketika perang dunia pertama mulai berkecamuk, mereka sedang berada di Munich, Jerman. Saat itulah keadaan masyarakat dunia sedang dalam kegelisahan yang juga dialami oleh personel “The Royal Bali-Java Dance” (Dardanella) terkait situasi perang.
    Ramadhan KH menulis, di tengah kegelisahan masyarakat Eropa khususnya, Pedro kemudian mengambil keputusan menyeberang ke Amerika saat mereka sedang berada di Belanda. Akhirnya bersama rombongan kecil Dardanella, Devi Dja naik kapal "Rotterdam" menuju Amerika.
    Perhitungan Pedro ketika itu barangkali karena negara Amerika relatif lebih menjanjikan, lagipula Amerika tidak terlibat terlalu jauh dalam perang dunia pertama.
    Dengan nama tenar yang disandangnya, sesampainya di Amerika mereka mendapat sponsor dari Columbia untuk mementaskan karya-karya mereka di hampir seluruh kota besar Amerika. "Kami keliling, tidur di trem saja. Cuma di New York menetap dua minggu," tutur Devi Dja.

    [​IMG]
    Berita Devi Dja di sebuah harian Amerika
    Sudah merasa cukup lama di Amerika mereka bermaksud kembali ke tanah air, tapi Perang Dunia II keburu pecah dan Indonesia diduduki Jepang. Akhirnya mereka tertahan di Amerika tidak bisa pulang.
    Setelah perang usai anggota rombongan tinggal belasan orang, sebab sebagian berusaha pulang. Dan semangat pun mulai luntur.
    Demi bertahan hidup di Amerika, Pedro dan Devi Dja membuka sebuah niteclub bernama Sarong Room di Chicago, yang sayang terbakar habis pada 1946. Pedro akhinya merasa tak tahan dan meninggal dunia di Chicago tahun 1952.
    Di masa awal kemerdekaan Indonesia, Devi Dja sempat bertemu Sutan Syahrir yang tengah memimpin delegasi RI untuk memperjuangkan pengakuan Internasional terhadap kemerdekaan Indonesia di markas PBB New York tahun 1947. Oleh Syahrir, dia sempat diperkenalkan sebagai duta kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Amerika. Dan namanya pun makin dikenal di negara itu. Sebab itu tak sulit baginya mendapatkan kewarganegaraan Amerika.
    Tahun 1951 Devi resmi menjadi warga negara Amerika. Sepeninggal Pedro, Devi masih sempat mementaskan kebolehannya dari pangung ke panggung bersama anggota kelompok yang tersisa. Devi menikah dengan seorang seniman Indian bernama Acce Blue Eagle.
    Menurut Ramadhan KH, pernikahan itu hanya berlangsung sebentar. Acce tidak suka Devi Dja bergaul dengan sesama masyarakat Indonesia di Amerika. Sedang itu adalah dunia Dewi Dja. Apalagi setelah terbetik kabar, bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya.
    Setelah itu Devi terbang ke Los Angeles, kesempatan karir terbentang di sana. Devi Dja sempat menari di depan Claudette Colbert yang takjub oleh gerak tangan dan kerling mata Devi Dja. Kabarnya Devi hampir terpilih untuk mengambil peran dalam salah satu film produksi Hollywood. Tapi sayang, karena bahasa Inggrisnya kurang fasih. Dia gagal mendapatkan kesempatan itu.
    Dia lalu menikah lagi dengan orang Indonesia asal gresik yang menetap di Amerika bernama Ali Assan. Dari Ali Assan ini Devi memperoleh satu anak perempuan yang diberi nama Ratna Assan. Tapi usia pernikahan mereka tak lama, mereka pun bercerai.
    Kesibukaannya di Amerika adalah mengajarkan tari-tarian daerah kepada penari-penari Amerika. Devi mengaku meski namanya sudah terkenal sebagai penari, tapi kehidupan kala itu susah, mengingat dunia habis dicabik-cabik perang.
    Namun Devi mengaku beruntung berteman dengan selebriti Hollywood yang menjadi teman akrabnya. Ia akrab dengan Greta Garbo, Carry Cooper, Bob Hope, Dorothy Lamour, dan Bing Crosby. Merekalah yang banyak membantu Devi dalam memberikan kesempatan.
    Devi juga sempat bermain dalam beberapa film, antara lain The Moon And Sixpence, riwayat hidup pelukis Prancis Paul Gaugin. Dia juga membintangi atau menjadi koreografer film Road to Singapore (1940), Road to Morocco (1942), The Picture of Dorian Gray (1945), Three Came Home (1950) dan Road to Bali (1952). Di Los Angeles Dewi juga rutin mengisi acara televisi lokal.
    Anaknya, Ratna Assan sempat bermain sebagai pemeran pendukung dalam film Papillon (1973) yang dibintangi Steve Mc Quin dan Dustin Hoffman. Tapi Ratna Assan kemudian tidak melanjutkan karir aktingnya di Hollywood, sesuatu yang amat disesali Devi Dja mengingat anaknya itu fasih berbahasa Inggris, tidak seperti dirinya.
    Hari-Hari Terakhir
    Dalam bukunya Ramadhan KH menulis bahwa Devi Dja pernah memimpin float Indonesia (float "Indonesian Holiday", dengan sponsor Union Oil) dalam "Rose Parade" di Pasadena, tahun 1970. Dia menjadi orang pertama Indonesia yang memimpin rombongan Indonesia yang turut serta dalam Rose Parade di Pasadena itu.
    Waktu tanda penghargaan sampai padanya, ia panggil anaknya, Ratna "Ini Ratna, bacalah!" Penghargaan bagi kalian, bagi kita." "Ya Mamah. Kali lain kita harus mempertunjukkan sesuatu yang lebih bagus lagi".
    Air mataku menetes lagi, kata Dewi Dja. Entah mengapa. Barangkali karena cintaku sedemikian besar kepada sesuatu yang jauh daripadaku. Aku tidak bisa melepaskannya. Tidak bisa! Seluruh hatiku tercurah baginya. Indonesiaku, engkau jauh di mata, tetapi senantiasa dekat di hatiku, bahkan menggelepar hidup di dalam jantungku.” kata Devi dalam buku itu.
    Namun ternyata bukan cuma itu, Devi Dja pernah tampil membela pemuda-pemuda Indonesia di Pengadilan Los Angeles ketika berita tentang "Perbudakan di Los Angeles" marak. Devi tampil membela pemuda-pemudi Indonesia yang dirantai dihadapkan ke pengadilan di Los Angeles.
    Namun berkat campur tangan Dewi Dja bersama Staf KJRI RI Los Angeles, Pruistin Tines Ramadhan (alm), dan Dirjen Protokol Konsuler di Deplu Pejambon waktu itu, Joop Ave, persoalan "budak-budak" dari Indonesia itu terselesaikan, tidak masuk bui.
    Di Los Angeles Devi Dja tinggal di kawasan Mission Hill, San Fernando Valley, 22 km utara Los Angeles. Di rumah berkamar tiga di pinggiran kota itu ia tinggal bersama putri satu-satunya, Ratna Assan. Semasa pensiun Devi Dja mendapat sedikit uang pensiun dari Union Arts, tempat dimana dia bergabung.
    [​IMG]
    Batu nisan Devi Dja di Hollywood Hills
    Tahun 1982 saat berusia 68 tahun, Devi Dja pernah pulang ke Indonesia atas undangan Panitia Festival Film Indonesia. Dia sempat menjenguk kolega lamanya Tan Tjeng Bok yang tergolek lemah di rumah sakit sebelum meninggal dunia tahun 1985.
    Devi Dja kemudian meninggal di Los Angeles pada tanggal 19 Januari 1989 dan dimakamkan di Hollywood Hills, Los Angeles. Catatan tentang Dewi Dja sempat ditulis dalam beberapa buku diantaranya Standing Ovations: Devi Dja, Woman of Java karya Leona Mayer Merrin, terbit pada 1989 dan dalam buku memoar suaminya Lumhee Holot-Tee – The Life and Art of Acee Blue Eagle.
    Code:
    http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=33329
     
    • Like Like x 1
  2. AndhikA7X Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    518
    Trophy Points:
    69
    Ratings:
    +176 / -0
    Wah . . .
    ternyata orang indonesia hbat juga ya . . .

    Skarang juga kan ada Tania Gunadi yg Disney itu kan
     
    • Like Like x 1
  3. rinaldi Silent Reader Very Important Persons

    Joined:
    Jun 6, 2009
    Messages:
    96
    Trophy Points:
    64
    Ratings:
    +6 / -0
    Wah... gak disangka ternyata ada juga orang Indonesia yang terkenal di Hollywood
    Mudah2an ini bisa jadi inspirasi bagi2 para pekerja seni kta agar bisa lebih baik lagi dan bisa juga nembus "Hollywood" ...
     
  4. Pendekar Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    221
    Trophy Points:
    69
    Ratings:
    +1,046 / -0
    Gw lebih2 heran.. napa baru skrg ada berita tentang DEVI DJA... harusnya tuh dari dulu2 dah di ekspos, biar orang2 indo lebih bangga ama bangsanya sendiri...
     
  5. summonedskull Stormtrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 30, 2009
    Messages:
    2,064
    Trophy Points:
    0
    Ratings:
    +7,986 / -0
    ga nyangka ada orang indo nyampe holiwut...
     
  6. zutara Darth Gatotkaca

    Joined:
    Aug 3, 2008
    Messages:
    10,406
    Trophy Points:
    169
    Ratings:
    +19,984 / -0
    wuih....kalimatnya dalem banged.... :onion-72: :onion-72: :onion-72:

    gk kayak artis2 sinetron skarang....:swt:
     
  7. pitiex Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 3, 2009
    Messages:
    562
    Trophy Points:
    69
    Ratings:
    +280 / -0
    wah, baru denger ne....
    ternyata ada juga yang sampe hollywood..
    makamna di sana lagi.....
     
  8. Rush_Sykes Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 3, 2009
    Messages:
    758
    Trophy Points:
    59
    Ratings:
    +90 / -0
    wah..baru tau ane..
    ternyata ada orang jawa masuk holywood..
     
  9. n_iz_are Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    1,388
    Trophy Points:
    164
    Ratings:
    +2,253 / -0
    orang indonesia ternyata da yg hebat y.... bisa sampek hollywood...

    moga da lagi yg kayak dia....
     
  10. xnortuen Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 22, 2008
    Messages:
    334
    Trophy Points:
    59
    Ratings:
    +31 / -0
    thx for devi dja..

    beliau bisa menjadi panutan wat seniman2 lainnya..

    terharu baca kisah ini..
    T.T
     
  11. tonde104 Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 13, 2009
    Messages:
    158
    Trophy Points:
    0
    Ratings:
    +10 / -0
    pernah liat dokumenternya di tv. Jangankan jaman dulu , zaman sekarang yg mengharumkan nama indonesia lewat kesenian aja ga perna diekspos. Kalah ama berita artis luar yg ga ada sangkut paut ama indonesia :wacko:
     
  12. valr1st Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    767
    Trophy Points:
    69
    Ratings:
    +102 / -0
    sumpah terharu gua ... baru tau gua knapa ga ada kabar kek gitu...bahwa indonesia dulu pernah punya orang seperti ini tapi ga pernah di publish .... huwa sangat disayangkan...kalo ada link nya atau petunjuk pm gua yah
     
  13. k1m0ch1 Jedi Knight Executive VIP

    Joined:
    Sep 8, 2008
    Messages:
    3,399
    Trophy Points:
    244
    Ratings:
    +10,416 / -0
    wew orang indo jadi bintang hollywod... kren
    kuburannya d amrik to.. wew
     
  14. danieledgar Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 12, 2009
    Messages:
    934
    Trophy Points:
    94
    Ratings:
    +428 / -0
    wah,:lol:,ibu2 masuk hollywood,ayo sapa mao daftar?
     
  15. bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    417
    Trophy Points:
    0
    Ratings:
    +2,557 / -0
    nice post bro.. terharu bacanya.. btw nyari2 di link luar gak ketemu, tapi link indonesia lumayan banyak yang nyorot devi dja (saya aja yang norak baru tau :D)
     
  16. namie04 Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 20, 2009
    Messages:
    1,131
    Trophy Points:
    114
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +745 / -0
    wah panjang juga biografinya
    hebat juga ya ada org jawa bisa sampe holywood
    kalo dia terkenalnya jaman sekarang bisa di usung2 tuh sama org indonesia
    artis lokal ajah pada di gila2in :onion-50:
     
  17. muchitsuru Beginner Members

    Joined:
    Sep 8, 2009
    Messages:
    255
    Trophy Points:
    0
    Ratings:
    +5 / -0
    kayaknya yang(cukup agak) rajin ekspose para seniman sejati biar gak terlupakan cuma siaran berita (sayangnya gak selalu ada).
    jadi inget ma infotainment alias gosip.
    kerjaan infotainment kan ngekspose gosip2 gak bermutu dan gak penting sama sekali.
    nah, coba kalo infotainment juga mngekspose para seniman terlupakan itu biar diinget ma bangsa sendiri.
    biar info(gosip)nya gak terbuang percuma di pikiran orang.
     
  18. KuroxZero Clonetrooper Staff Member Moderator

    Joined:
    May 8, 2010
    Messages:
    965
    Trophy Points:
    63
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +595 / -0
    g baru tau kalo ada orang indonesia yg main di Holywood.
    Devi Dja benar2 harus di bilang artis Indonesia yg luar biasa :top:
     
  19. vishnu91 Beginner Members

    Joined:
    Mar 29, 2010
    Messages:
    279
    Trophy Points:
    19
    Ratings:
    +57 / -0
    whii.. keren banget.. ternyata negara qt menyimpan banyak kejutan.. hehe
     
  20. qwerty_fo Clonetrooper Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,116
    Trophy Points:
    89
    Ratings:
    +77 / -0
    berarti skillnya bagus dong..ditempa di mana ya?
    yang pasti ga di sinetron deh..:hihi:
     

Share This Page

About Forum IDWS.ID

Indowebster, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us for you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.