1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Kebebasan dan hak anak yang terenggut

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Zeroone, Nov 24, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Zeroone Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 31, 2009
    Messages:
    103
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +25 / -0
    Maaf saudara sekalian, saya ingin sharing mengenai cerita yang berdasarkan kisah nyata dari teman kk saya. Mohon diperkenankan untuk bercerita:

    Suatu hari si A ini merupakan anak yang tidak pandai maupun tidak bodoh. Orang tua si A ini pekerjaannya dokter, jadi orangtuanya ini selalu mengarahkan anaknya supaya menjadi dokter yang terkenal dengan cara memaksakan anaknya masuk ke jurusan bergengsi alias IPA. Anaknya ini sebenernya mulai tertekan dengan cara-cara orangtuanya memaksakan untuk belajar terus menerus(anaknya tidak bisa menikmati masa mudanya).
    Saat si A sudah lulus, orangtuanya mendikte anaknya untuk masuk kedokteran dan disinilah si A tertekan kembali. Si A ingin masuk jurusan laen karena mengingat kemampuannya yang begitu rendah. Akhirnya, si A dipaksa masuk ke jurusan yang sebenarnya dia tidak minati.
    Tahun berganti tahun, anaknya ini sangat stress dan tertekan. Pada semester 4 anaknya berhenti kuliah karena begitu susahnya mengikuti jurusan yang tidak disukainya.

    lalu apa yang terjadi?
    Orangtuanya sangat gusar, marah dan malu. Orangtuanya tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi sehingga Si A diusir dari rumah orangtuanya dan orangtuanya tidak mau mengakui si A sebagai anak. Si A hanya bisa pasrah menerima keadaan yang terjadi dan hidupnya terlunta-lunta di jalan yang begitu kejam. Lalu gimana nasibnya si A? Sampai sekarang tidak ada mendengar kabarnya. ada yang mengatakan sudah bekerja di tempat pamannya, ada yang bilang sudah jadi orang gila dan ada yang bilang mati.

    Mengajarkan anak dengan cara-cara diktator merupakan hal yang sangat tidak manusiawi untuk sebuah gengsi, kehormatan dan kekuasaan. Anak adalah penerus generasi yang baik. Apabila kita mengajarkan anak dengan cara manusiawi dan tidak melanggar kebebasannya, berarti kita telah menebar benih yang baik bagi penerus generasi kita.

    Kenapa sih saya bercerita seperti ini? Saya ingin menyadarkan kepada semua anak punya kebebasan untuk menjadi apapun. Anak bukan aset kekayaan maupun aset gengsi. Orangtua berperan mengajarkan, mengarahkan dan memberi wejangan yang baik bukan dengan cara yang menekan kebebasan dan hak anak.:awas::awas:

    thanks to: abang saya yang memberi kisah nyata yang inspiratif.:piss:
    Note: Apabila ada yang salah dengan kata2 saya mohon diberitahu.
     
    Last edited: Nov 24, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    chubuchubu Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 10, 2009
    Messages:
    498
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +1,131 / -0
    setuju!!!
    orangtua model jaman batu gini emang musti disadarkan.
    anak kan juga dikasi otak buat mikir jalan hidupnya sendiri.
    kalo salah2 jalan dikit mah biasa..
    ortunya maklum aja :lol:
     
  4. Offline

    Aragon81 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 25, 2008
    Messages:
    1,633
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +4,942 / -0
    kalo menurut ane....

    tugas orang tua kepada anaknya emang menuntun supaya anaknya ngak terjerumus ke hal2 yang negatif... apalagi zaman sekarang yang gencar2nya budaya barat yang jelas2 bertentangan dengan seluruh agama seperti *** bebas, narkoba, dll... karena semua orang tua ingin anaknya menjadi beriman supaya kelak bisa mendoakan ortunya di alam kubur (kalo dalam islam doa anak yang soleh merupakan salah satu investasi/ bekal di alam sana).

    tapi kalo ortu ampe telalu overprotective... itu salah menurut ane selagi anak gak menyimpang biarin anak untuk memilih yang menurutnya mampu....:piss:
     
  5. Offline

    Zeroone Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 31, 2009
    Messages:
    103
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +25 / -0
    that's good point apalagi dibarengi dengan perlakuan yang sangat manusiawi. Kadang-kadang, apa yang dilakukan oleh orangtua justru lupa dengan arti cinta kasih dan kasih sayang (Bahaya berat apalagi sampai tidak berperikemanusiaan).
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.