1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

OriFic Ignite: The Last Imperia

Discussion in 'Fiction' started by Hellion91, Sep 26, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    :ehem: Halo semua pengen nyoba nih ngepost cerita bikinan sendiri disini..
    Ini sbnrnya proyekan pengisi waktu luang setelah Skripsi di Pending sidangnya....
    karena ga da gawe gw coba iseng2 nulis....

    Segala feedback sangat diterima, kritik dan saran juga sangat diharapkan...
    Jika ada kesalahan atau apapun juga itu karena kekhilafan penulis semata ahahaha...
    :haha:

    Mohon bimbingannya dari semua senpai2 disini yaaa...
    Arigatou.... :matabelo:
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    Ignite: The Last Imperia
    Genre : Adventure, Fantasy, Romance

    Malam ini suasana kota begitu indah namun mencekam. Indah karena hamparan lampu kota memancarkan sinarnya hingga pagi menjelang nanti. Namun keindahan kota ini nampak semu. Sepi, sunyi, kota ini seakan kota mati yang ditinggal semua penduduknya. Raungan mesin mobil juga hampir tidak terdengar, yang tersisa hanyalah kabut tebal yang menyelimuti hampir seluruh kota. Pemandangan kota memang berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Ya, sejak menghilangnya beberapa warga kota dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, kota ini sepertinya menjadi sepi setiap malam menjelang.
    Para penduduk yang hilang ini seperti ditelan bumi. Beberapa yang ditemukan biasanya telah menjadi sesosok mayat yang mengenaskan dengan banyak luka. Polisi menemukan jalan buntu dalam menangani kasus ini. Bahkan rasanya polisi sudah angkat tangan karena tak kunjung menemui titik terang. Sekilas inilah keadaan kota Saitama saat ini.


    [​IMG]

    [​IMG]

    Desain karakter baru bikin 2, kedepannya mungkin akan ada update dalam desain dan penambahan desain beberapa karakter baru... :peace:
     
  4. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    “KRINNGGG!!!!”.... Jam wekerku berbunyi. “Hoamm” kulirik jam yang berada diatas meja itu. “Ahh, sudah waktunya aku siap-siap” gumamku dalam hati. “Asuka ayo bangun” teriak ibuku dari bawah. Teriakan itu sudah terbiasa terdengar sampai kamarku di tingkat dua jika pagi tiba. Seperti biasa aku beranjak menuju kamar mandi di tingkat satu rumahku. Setelah aku bersiap – siap dan mengganti baju tidurku dengan seragam SMAku, aku pun segera pergi ke ruang makan dan sarapan.

    “Ibu, ohayou” kataku pada ibu yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untukku dan anggota keluargaku yang lain. Setelah itu aku langsung duduk di kursi dan menunggu makanan yang sedang ibuku buat.

    “Asuka, jangan pulang terlalu larut ya, ibu khawatir dengan pembunuh sadis yang berkeliaran di kota ini” ucap ibuku.

    Tak terhitung sudah berapa kali ibuku berkata seperti itu setiap aku akan pergi ke sekolah. Ingin sebenarnya kubantu polisi dan menangkap pembunuh yang menyusahkan ini, agar aku tak mendengar lagi nasehat seperti itu. Juga, agar aku bisa bebas kembali berkeliaran di malam hari. “Aku berangkat bu” ucapku pada ibu, setelah melahap beberapa potong roti dan meminum jus jeruk segar. “Iya, hati – hati dijalan” balas ibu.

    Aku pun segera keluar rumah dan kuarahkan langkahku ke persimpangan di dekat rumahku. “Ahh, Asuka-chan, ohayou” suara yang begitu lembut itu memanggilku. Disana telah berdiri seorang gadis cantik, memakai seragam sekolah yang sama denganku. “Ugh, sudah kubilang jika didepan umum tolong sebut nama keluargaku saja, Kawamura-san” balasku pada gadis itu. Dia adalah Kawamura Nami, salah satu idol sekolahku yang secara kebetulan adalah teman masa kecilku dan juga teman sekelasku dari SD.

    Kuhabiskan waktu perjalanan ke sekolahku mengobrol dengan Kawamura-san.

    “ Hey hey, Asuka-Chan, bagaimana menurutmu dengan pembunuhan yang terjadi akhir- akhir ini?” tanya Kawamura-san padaku dengan nada serius.

    Ahh, lagi lagi soal ini, sepertinya seluruh kota membicarakan soal ini.

    “Hemm, sepertinya pembunuh itu orang yang tidak waras” jawabku dengan singkat.

    “hmmh begitu ya? Aku juga berpikir begitu loh Asuka-Chan” timpal Kawamura-san.

    Dalam sisa perjalanan Kawamura-san masih saja menyinggung masalah pembunuh itu. Klimaksnya ia ingin sekali menangkap pembunuh sadis tersebut. Kuakui dia memang gadis periang yang cukup berani. Kutimpali maksud perkataannya hanya dengan senyuman. Dia pun mencubitku pelan tanda kurang puas dengan jawabanku. Sebenarnya aku hanya tak ingin dia terlibat dalam kasus pembunuhan itu.

    Sesampainya di kelas, seperti biasa seluruh kelas mengolok-olokku karena kedekatanku dengan Kawamura-san.

    “wow, akhirnya pasangan suami istri datang juga, wiiww” sahut Orito dengan suara lantang.

    Orito adalah teman baikku yang sering menggosipkan hubunganku dengan Kawamura-san.

    “Ta-Tachibana-kun, dasar!” sahut Kawamura-san.

    Aku yang sudah biasa mendengar hal itu hanya tersenyum. Terlihat sekilas wajah Kawamura-san memerah. Apa dia punya perasaan padaku ya? Sahutku dalam hati. Ahh, tidak mungkin, ahahaha.

    Kulangkahkan kakiku menuju tempat dudukku di sudut kiri ruangan kelas, tepat disebelah jendela. Aku senang karena tempat dudukku ini benar-benar enak, sebab aku bisa dengan bebas memandang keluar jika sedang tidak konsentrasi belajar. Tidak lama kemudian Bu Minami wali kelas dan pengajar homeroomku datang. Kuhabiskan jam pertamaku belajar dengan melamun sambil memandang keluar jendela.

    Tiba – tiba, “Plakk”, sebuah buku dipukulkan kekepalaku.

    “Aww” teriakku.

    “Hei, Asuka, kau ini malah melamun!” sahut Bu Minami disertai tawa dari seluruh kelas.

    “Ma-maaf bu” jawabku tertahan.

    Kawamura-san sedikit melirik kearahku dengan wajah prihatin, yang akhirnya kubalas dengan senyuman tanda aku baik – baik saja. Setelah itu Bu Minami melanjutkan pelajaran dan aku pun kembali melamun. Tanpa kusadari peristiwa pembunuhan itu kembali terbayang di benakku. Benar saja ternyata diakhir jam pelajaran, Bu Minami kembali mengingatkan para murid agar tidak menghabiskan waktu di luar rumah jika malam datang. Mendengarnya aku jadi ingin benar – benar mengungkap kebenaran dari kasus menyebalkan ini.
     
  5. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    Tak terasa waktu menunjukkan jam istirahat, segera kukeluarkan bekal dari dalam tas. Kawamura-san mendekatiku dan mengajakku makan bersama. Tak ketinggalan pula teman terbodohku Orito yang memang sengaja datang makan bersama hanya untuk menyicipi makanan buatan ibuku. Kawamura-san memulai obrolan hangat disaat makan bersama ini.

    “A-Asuka-Chan, jadikan hari minggu ini kita pergi ke shibuya? Aku ingin sekali membeli beberapa barang baru” tanya Kawamura-san padaku.

    “Wow, kalian mau nge-date ya?” timpal Orito.

    “Bukan begitu bodoh! Kawamura-san hanya minta ditemani belanja, iya kan?” jawabku.

    “I,iya betul sekali Asuka-Chan” jawab Kawamura-san.

    “Ahahaha, dasar pasangan serasi! Lihat aku, tak ada wanita yang mau mengajakku kencan” sambung Orito dengan nada sedikit kesal.

    “Ahh, kau ini, kan sudah kubilang ini bukan kencan, lagipula mungkin saja kau yang duluan dapat pacar Orito” jelasku coba menghibur teman terbodohku ini.

    Bel tanda masuk pun berbunyi, kami segera membereskan bekal kami dan masuk kembali ke kelas. Kuhabiskan dua jam setengah kembali dalam lamunan. Tek terasa bel tanda pulang sekolah berbunyi juga. Kuambil tasku untuk segera pulang. Di depan kelas sudah berdiri Kawamura-san menungguku untuk segera pulang bersama. Sore itu keadaan kota sudah mulai sepi, sudah kuduga kasus-kasus pembunuhan itu berdampak cukup besar juga untuk kehidupan kota ini. Dalam perjalanan pulang kali ini Kawamura-san hanya mengajakku mengobrol tentang rencana kami untuk berbelanja ke Shibuya. Terlihat raut wajah senang karena mungkin dia memang sudah ingin berbelanja. Aku pun cukup menunggu hari minggu karena aku bisa sedikit bersantai. Setibanya di persimpangan jalan dekat rumahku kami berpisah, Kawamura-san melambaikan tangan tanda berpisah, dan aku pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah.

    Malamnya aku hanya diam saja sambil melihat keluar dari jendela kamarku. Saat – saat seperti ini adalah saat yang paling menyenangkan. Kosong, hampa dan tak memikirkan apapun sambil melihat bintang dilangit adalah cara paling ampuh untukku menghilangkan rasa resah. Aku duduk termenung di bingkai jendela. Tempat ini memang tempat favoritku, aku bisa dengan santainya berdiam diri. Kutarik music player dari dalam saku celanaku, tak lupa kutempelkan pula ear phone di kedua telingaku.

    “Portable media player EX” terlihat jelas kalimat itu dari layar LCD music playerku.

    Kucari sebuah lagu untuk menemaniku, dan kali ini lagu pertama pilihanku adalah sebuah lagu instrumental yang terdengar begitu menyayat hati. Alunan suara biola yang khas, juga dentingan tuts grand piano terdengar begitu syahdu di telingaku. Kuacuhkan dinginnya kota saitama, karena entah mengapa hati dan badan ini terasa begitu tenang dan hangat. 20 menit kuhabiskan waktu sambil termenung melihat semua bintang. Namun, kali ini sepertinya dewi ketenangan malam belum berpihak padaku karena ada sesuatu yang mengusik ketenangan jiwaku. Tak tahu dari mana asalnya namun batinku berkata bahwa inilah malam terakhir bagiku bisa bersantai seperti ini. Benar saja, karena tak lama setelah terbesit pikiran seperti itu, mataku terpaku melihat suatu sosok aneh di langit.

    Walaupun ketika malam mata manusia tidak terlalu jelas dalam menangkap suatu objek, cahaya bulan malam ini mampu memberiku sedikit penerangan untuk memberi gambaran atas apa yang sedang aku lihat. Tak lama berselang barulah aku sadar bahwa yang sedang kulihat itu adalah manusia. Dia melompat dari satu rumah ke rumah lainnya sama seperti ninja yang biasa kulihat di film – film. Setelah beberapa lama, sosok manusia yang sedang kulihat itu berubah menjadi seorang wanita. Dilihat dari tingginya, aku yakin dia seusia denganku. Kimono berbentuk dress yang dia kenakan juga rambut pirangnya yang melambai membuat mataku tak mau berhenti melihatnya. Seperti terhipnotis, kejadian yang mungkin menurut kebanyakan orang sangat aneh ini, malah terlihat biasa olehku. Tak lama kemudian aku melihat sosok lain muncul dibelakang gadis itu yang menurut pengamatanku seakan seperti sedang mengejarnya. Akan tetapi, bukan sosok manusia yang kulihat, melainkan sosok berbentuk burung besar. Setelah kuamati agak lama sosok dibelakang wanita itu, barulah aku yakin bahwa yang sedang mengejar gadis itu adalah seekor naga.

    “Ap, apa itu?”

    “Mahkluk apa itu?” seruku.

    Gadis dan mahkluk berbentuk naga yang sedang mengejarnya itu menuju ke daerah bukit kecil dibelakang komplek rumah di distrik ini. Entah kenapa aku seperti sangat ingin tahu dengan hal ini. Kulempar music playerku ke atas tempat tidur. Segera kupakai sandal rumah berbentuk ikan paus pemberian dari Kawamura-san yang ada disampingku dan berlari kebawah. “BRUAKK!!” tak sengaja kutabrak kakak perempuanku Elina.

    “Heiii, Asuka bodoh mau kemana sih, liat – liat dong lain kali”, sahut kakak perempuanku yang sering mengejekku ini.

    “Ahh, maaf Onee-Chan, lagi buru – buru nih”, balasku dengan nada maaf sambil tersenyum

    “Dasar bodoh, duakk”, timpal kakakku sambil melayangkan sebuah pukulan kearah kepalaku

    “Aww, dasar kakak jelek”, kataku sambil pergi kearah foyer tanpa memedulikan dia. Biasanya jika hal seperti ini terjadi aku bisa beradu argumen dulu dengan kakakku. Namun karena pikiranku masih terpana dengan kejadian aneh yang kulihat dari kamarku, kuurungkan niatku untuk bertengkar dengan kakak. Kuambil dan kupakai sepatuku dan segera berlari ke arah bukit dibelakang sekolah.

    Kukerahkan tenagaku untuk berlari sekuat tenaga. Selang beberapa menit aku telah sampai di bukit itu. Ada sebuah jalan yang memotong bukit tersebut namun di kanan dan kirinya membentang hutan yg tidak terlalu lebat. Kucari dua sosok yang sedari tadi kupikirkan, namun aku tak menemukannya dimanapun. Kuhabiskan 15 menit untuk mencari mereka disepanjang jalan yang membelah bukit kecil itu.

    “Brrr, dingin juga malam ini”, sahutku pelan, sambil menggosok kedua tanganku.

    “Kemana mereka yaa, tak mungkin hilang secepat ini”, tambahku

    Karena memang aku tak kunjung menemukan keduanya aku pun pulang dengan kecewa. Aku berjalan tertunduk sampai tak begitu lama berselang, ada suara yang memanggilku dari arah depan.

    “Asuka-chan” sahutnya

    Aku melihat ke arah depan, terlihat jelas Kawamura-san memanggilku seraya memegang kantong kertas bertuliskan K-Mart. Mungkin dia baru saja pulang dari konbini yang terletak tidak jauh dari rumah kami berdua.

    “Ohh, hai Kawamura-san, apa yang kau lakukan malam – malam begini”

    “Aku baru pulang membeli snack untuk menemaniku belajar”, balas Kawamura-san diiringi senyumannya

    “Kawamura-san, tidak baik berjalan-jalan di malam hari seperti ini sendiri, kau kan tahu sendiri ada pembunuh sadis yang masih berkeliaran di kota ini”, ungkapku dengan nada agak khawatir

    “Ahh, tenang saja aku hanya sebentar koq, lagi pula K-mart kan tidak terlalu jauh dari rumah”, timpalnya dengan santai

    Kubalas argumen Kawamura-san dengan perkataan “Harusnya kamu mengajakku, kan lebih aman berdua”

    “He, Asuka-chan, khawatir ya, terima kasih” balasnya dengan wajah sedikit memerah

    Wajahku sedikit memerah juga, namun aku hanya menjelaskan bahwa aku tidak mau Kawamura-san menjadi berita headline di harian pagi sebagai korban selanjutnya dari pembunuh tersebut. Kuantar Kawamura-san pulang sambil tetap memikirkan kedua sosok tadi. Setelah mengantar Kawamura-san pulang aku pun bergegas pulang ke rumah. Sesampainya dirumah aku langsung naik ke kamarku. Kuhiraukan ajakan kakak untuk bermain game bersama karena aku memang lelah telah berlari sekuat tenaga menuju bukit itu. Kututup jendela kamarku dan kumatikan pula music player yang ternyata masih menyala dari tadi. Kurebahkan diri di tempat tidur, dan tanpa terasa kumulai terlelap.
     
  6. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    “Bangun Imperia” sebuah suara bergema di kepalaku

    “Bangun, kaulah pemegang Imperia terakhir” kembali terdengar suara itu

    “Uggh” aku bergumam

    Sontak aku terbangun dari tidurku. Hal yang pertama kulihat adalah lampu kamarku.

    “Cih, mimpi yang aneh”, kataku dalam hati.

    Kulanjutkan tidurku yang sempat tertahan oleh mimpi aneh tadi.

    “KRIINNGGGG”

    Lagi – lagi bunyi alarm jam wekerku berbunyi. Tak lama kemudian ibu memanggilku dari bawah untuk segera bersiap seperti biasanya. Namun hari itu, aku merasakan ada yang lain. Masih terngiang ditelingaku suara yang memanggilku sebagai pemegang Imperia. Selain itu kejadian tadi malam juga masih terbayang dengan jelas dikepalaku.

    Setelah sarapan pagi dan mohon pamit aku segera berangkat ke sekolah. Di persimpangan jalan dekat rumahku kembali aku menemui Kawamura-san.

    “Ohayou, Asuka-chan”, sambutnya sambil menghampiriku

    “Ohayou, Kawamura-san”, balasku sambil berjalan tanpa menghiraukannya yang sedang berjalan kearahku

    “Ehh, Asuka-chan, kau dingin sekali, ada apa?”, tanya Kawamura-san padaku yang memang terlihat agak pucat pagi itu

    “Tidak.. Tidak ada apa-apa, ayo kita harus buru-buru jangan sampai terlambat”, balasku sambil tersenyum kecil

    Kulewatkan keadaan belajar di sekolah seperti biasanya. Tak ada yang spesial hari itu hanya saja pikiranku masih tertuju pada kejadian semalam. Sepulang sekolah kunyalakan PC d kamarku. Kuhabiskan waktu bermain game online yang memang sedang digemari saat ini. Tak terasa malam telah tiba dan kurentangkan badan yang selama 5 jam memandangi layar komputer.

    “Ahh, aku jadi ingin minum susu”, kataku berbicara sendiri.

    “Baiklah, mungkin masih ada sisa susu di kulkas” lanjutku sambil memakai sandal dan bergegas menuju dapur di lantai pertama tempat kulkas berada.

    Kubuka pintu kulkas dan kudapati susunya sudah habis.

    “Ahh sial pasti kakak yang habiskan susu ini”, kataku dalam hati.

    Entah kenapa hari itu aku ingin minum sekali susu segar, sampai akhirnya aku bergegas keluar rumah menuju K-mart, konbini terdekat dari rumahku. Ibuku berpesan agar cepat pulang dan selalu berhati-hati akan pembunuh yang berkeliaran itu.

    “Ini kembaliannya, sampai jumpa dan selamat berbelanja kembali”, sahut sang kasir ramah.

    “Terima kasih”, jawabku

    Aku bergegas keluar dari K-mart dan mengambil langkah menuju rumahku. Baru setengah jalan menuju ke rumah, aku dikagetkan dengan munculnya kembali sosok besar tadi malam. Sesaat kutertegun melihat mesarnya mahkluk ini, sampai akhirnya kutersadar bahwa mahkluk menyerupai naga ini mengincarku. Kuelakan terjangannya sambil terjatuh berguling-guling.

    Apa ini? Mimpikah? atau memang ini benar-benar kenyataan.

    Tak ada waktu untuk memikirkan itu, segera kuberlari menuju rumah. Kulihat mahkluk itu memutar arah dan kembali akan menerjangku.

    “Sial”, teriakku sambil berlari

    “Pegang aku jika kau masih ingin hidup”, terdengar suara lembut disampingku

    Entah dari mana asalnya, gadis yang kemarin sedang melarikan diri dari kejaran mahkluk ini malah sekarang ada di sampingku sambil mengulurkan tangan.

    “Ayo cepat! Atau kau mau mati sekarang?”, serunya kembali dengan nada tinggi.

    Dengan kebingungan kupegang tangannya dan dalam sekejap aku sudah berada di bukit tempatku kehilangan mereka kemarin.

    “Ap-Apa?” seruku dengan nada keheranan.

    “Tenang, aku hanya teleport ke sini karena tempat ini cukup tertutupi oleh rimbunnya pohon dan drake itu tak akan bisa mendeteksi kita disini” jawab gadis cantik itu.

    “Drake? Apa ini! Aku ingin pulang saja” balasku.

    “Kalau kau pulang sekarang, kau akan jadi mangsa drake itu!” jawab gadis itu dengan lantang.

    “Aku tidak mengerti semua ini, monster itu... Sebenernya apa yang..” lanjutku

    Belum sempat aku menuntaskan perkataanku, gadis ini menarik tanganku dan berlari kearah lebih dalam hutan itu. Setelah itu dia mengucapkan beberapa mantra dan dalam sekejap tercipta lingkaran di bawah kaki kami. Lingkaran itu berwarna putih bersinar, tampak pula beberapa ornamen berputar mengelilingi lingkaran itu. Terasa tanganku bergetar menyaksikan pemandangan yang baru pertama kali kulihat ini.

    “Guard Rune, Protection” sahut wanita cantik itu.

    Dalam sekejap tercipta semacam lapisan berwarna biru muda mengelilingi kami.

    “Kita akan aman selama ada didalam wilayah protection”, lanjutnya.

    “Sebenarnya kau ini siapa? dan mahkluk apa yang mengejar kita tadi?”, tanyaku lagi.

    “Namaku Lisa Willenskraft, mahkluk itu diberi nama Drake. Seekor naga yang sedang mencari Imperia di Bumi”, jawabnya.

    “Mencari di Bumi? Imperia? Apa maksudmu aku tidak mengerti. Kata – katamu mengindikasikan bahwa kau ini bukan manusia Bumi”, kubalas jawabannya.

    “Aku memang bukan manusia Bumi, dan aku pun sebenarnya dalam misi untuk menemukan Imperia”, jawabnya lagi.

    Aku berpikir bahwa ini semua adalah omong kosong semata. Namun jika ini hanyalah bualan, mahkluk seperti naga itu terlihat sangat asli dan aku percaya dengan apa yang tadi kulihat. Lagipula, benda yang sepertinya mereka cari yaitu Imperia sepertinya adalah benda yang kudengar dari bisikan dalam mimpiku semalam. Akhirnya kuputuskan bahwa ini semua hanyalah omong kosong dan aku akan pergi dari sini meninggalkan gadis aneh ini sendirian.

    “Dasar aneh, aku tidak percaya omonganmu, aku pergi dari sini”, sahutku sambil melompat pergi keluar dari wilayah berwarna biru muda itu.

    “Da-dasar bodoh, mau kemana”, teriaknya sambil mengejarku dari belakang.

    Aku berhasil berlari keluar dari hutan. Kulanjutkan berlari menuju rumah, namun tiba – tiba mahkluk mengerikan itu kembali mengintaiku dari udara. Kulanjutkan lariku sekuat tenaga, namun apa daya mahkluk besar itu mendahuluiku. Setelah mahkluk itu ada di depanku, dia menyemburkan bola api yang cukup besar kearahku. Aku tersentak, tak bisa berbuat apa – apa selain mencoba berlindung dengan menutup wajahku dengan kedua tangan.

    “Attack Rune, Ice Blow”

    Terdengar suara dari arah depan. Ternyata gadis cantik tadi ada di depanku. Setelah mengucapkan kata-kata tadi gadis itu membentangkan tangannya dan terciptalah lingkaran seperti tadi. Selanjutnya tercipta pula beberapa bongkahan es yang langsung menghadang bola api itu.

    “Bufff,, Dhuarr”

    “Pshhhh”

    Tercipta uap hasil perpaduan antara panasnya bola api itu dan dinginnya es. Sesaat setelah uap itu menghilang aku bisa lihat Naga itu masih berada di depan kami berdua. Tak lama berselang naga itu kembali menyerang kami berdua. Mulutnya bersinar dan akhirnya memutahkan sebuah sinar yang tepat mengarah pada kami berdua.

    “Guard Rune, Shield”

    DUARRR!!!

    Gadis itu terpelanting sebelum akhirnya jatuh disampingku.

    “Hey, apa kau baik-baik saja?”, tanyaku padanya.

    “Kenapa kau malah keluar dari area Protection, dasar bodoh?!” balasnya sambil marah-marah padaku.

    Kuhiraukan omelannya karena pikiranku masih terfokus pada mahkluk mengerikan didepanku yang bisa menyerang kapan saja. Benar saja tak selang berapa lama naga itu menyemburkan lagi bola api.

    “Agh, tenagaku...”, terdengar suara pelan wanita itu disisiku.

    Sepertinya wanita ini tak akan bisa lagi mengeluarkan sihir aneh yang tadi berhasil melindungiku. Malam itu, entah apa yang merasuki pikiranku, tiba-tiba saja aku mencoba melindungi wanita itu.

    “Groaarrr”

    Naga itu memuntahkan kembali bara api berbentuk bola kearah kami berdua. Aku berdiri di depan wanita itu dan tanpa kuketahui sebabnya ada sebuah lingkaran bertuliskan suatu huruf yang tak dikenal mengelilingiku, tepat seperti lingkaran yang muncul setiap wanita itu membacakan mantra untuk sihirnya. Bola api dari naga itu tak mampu menembus lingkaran itu dan perlahan menghilang.

    “Ap-Apa ini?”, tanyaku keheranan.

    “Rune skill? Tapi ini tidak mungkin...” balas gadis itu dengan nada tidak percaya akan apa yang tengah dilihatnya.

    Tiba-tiba saja muncul kristal dari lingkaran itu, dan dengan cepatnya menghantam naga didepanku. Naga itu tersungkur jatuh dengan kristal putih menancap tepat didadanya. Perlahan tubuh naga itu memudar dan akhirnya hilang tak berbekas.

    Masih dengan perasaaan tidak percaya aku berbalik dan menghampiri gadis itu.

    “Ternyata kaulah yang kucari selama ini...”, sahut gadis itu.

    Baru beberapa langkah aku berjalan, aku pun terjatuh, inginku segera bangun namun apa daya tenagaku seperti terkuras habis.

    “Im..Pe.. Ria”

    Kata itulah yang terakhir kudengar sebelum akhirnya mataku terpejam.
     
  7. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    “KRIINNGGGGG”

    Lagi-lagi suara ini, suara jam weker di kamarku yang khas kembali berbunyi.

    “Asuka, ayo bangun”

    Terdengar suara ibuku memanggil dari dapur. Kudapati ternyata aku berada di dalam kamar.

    Mimpi?

    Ya, kejadian tadi pasti mimpi. Naga yang bisa muntahkan bola api, gadis cantik beryukata, dan sihir aneh seperti itu hanya bisa kudapatkan didalam mimpi.

    Kulangkahkan kaki menuju kebawah setelah mengganti bajuku dengan seragam SMAku. Setelah selesai sarapan aku pun bergegas pergi ke sekolah.

    Kudapati Kawamura-san telah berdiri di tempat biasa menunggu kedatanganku untuk pergi ke sekolah bersama. Tak banyak yang kubincangkan dengannya di pagi itu, hanya rencana hari minggu nanti lah yang banyak disinggung oleh Kawamura-san. Sesampainya di kelas, anak-anak terlihat sibuk membicarakan sesuatu.

    “Hei Asuka, apa kau sudah dengar berita besar?”, tanya Orito sambil merangkulku yang sedang berjalan menuju mejaku.

    “Berita apa?”, balasku singkat.

    “Ada murid pindahan cantik loh, pagi tadi aku menemuinya. Wajahnya seperti campuran orang Jepang dan barat”, jawab Orito dengan penuh semangat.

    “Hah, kau ini... Murid pindahan kan sudah biasa”, balasku kembali singkat.

    “Dasar Asuka, lihat saja nanti, kau pasti akan kaget juga dengan kecantikannya”, sambung Orito.

    Mendengar balasanku yang kurang memuaskan Orito pergi menghampiri kerumunan teman sekelasku yang lain. Aku hanya duduk termenung seperti biasa samil melihat ke arah luar jendela.

    Ting-Tong-Ting-Tong

    Bel tanda pelajaran dimulai telah berbunyi. Para lelaki dikelasku mulai tidak sabar menanti murid pindahan yang kabarnya cantik itu. Tak selang berapa lama Bu Minami datang. Langkahnya diikuti oleh seorang murid perempuan. Lantas, Bu Minami menyuruh murid baru itu memperkenalkan diri. Mataku terbelalak kaget melihat murid baru ini. Kulit putihnya, rambut pirang kemerahannya, dan juga bola mata biru kehijauannya tidak asing lagi bagiku.

    “Selamat Pagi, namaku Lisa Willenskraft, salam kenal semua”, sambutnya lembut.

    Ya, murid baru ini. Dia, gadis yang ada dalam mimpiku semalam...







    To Be Continued....
     
  8. Offline

    angel_sweetsnow4 Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 26, 2011
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +8 / -0
    whaaaaaa... niceee....
    saya suka sekali ceritanya..
    chapter satu masih ada act ke lima?
     
  9. Offline

    Fairyfly Senpai Veteran

    Joined:
    Oct 9, 2011
    Messages:
    7,005
    Trophy Points:
    257
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +2,443 / -120
    wow kk...
    buruan bikin chapter 2 nya...
     
  10. Offline

    Giande Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    978
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,224 / -0
    Imo

     
  11. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    Wah makasih hehehe..
    act 5?
    hmmh ditunggu aja ya lanjutannya, masi proses hehehe...

    Wow makasih
    Ditunggu aja ya hehehe :hehe:


    hmmh...
    makasi banyak atas komennya...

    Coba dijawab ya untuk "cons" nmr 1

    Akhiran -Chan dipilih karena mereka akrab sejak kecil...
    Koreksi jika salah ya kk... jadi akrabnya kebawa ampe sekarang wkwkwk

    Untuk masukan nmr 2 terima kasih sekali kk, mudah2an d chapter2 kedepannya lebih IMBA lg nulisnya...

    Yg nmr 3?
    wkwkwk... Murni miss dari saya, saat nulis penggambaran karakter lah yg saya pikirin, jadi mungkin d chapter k depan ada alasan mengapa dia memakai yukata meski bukan org bumi...

    Overall, sangat membangun sekali kk, thanks untuk masukannya...
    hehehe
     
  12. Offline

    ark_beetle Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 29, 2008
    Messages:
    3,189
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,544 / -0
    yah dipotongnya pas adegan transfer studentnya mau datang :hihi:

    saran wa, beberapa istilah sebaiknya diartikan, seperti konbini; supaya pembaca yang kurang mengerti Jepang lebih mudah mencerna.. lalu karakter artnya ditambahkan juga..

    bagus ceritanya, lanjutkan :top:
     
  13. Offline

    Hellion91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2010
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +88 / -0
    Ceritana masang hook disitu Ark... biar yg lain mau baca lg lanjutannya
    hmmh, jadi mending nyimpen kyk foot note yaa...

    Untuk artnya emg lagi nyari illust buat mnta tlg gambarin :hahai:

    Tunggu lanjutannya ya Ark... :lalala:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.