1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Harus nya aku yang layak di kasihani

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by martie, Dec 6, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    martie Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 22, 2008
    Messages:
    114
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +32 / -0
    Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah. Di perempatan jalan, Umar,seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu erat melindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik.

    “Korannya bu !”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.

    Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.

    “Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.

    ”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca”, jawab si ibu.

    Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima, ”Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

    Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil. Dari dalam mobil dia menggerutu ”Udah miskin sombong!”. Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya .

    Umar berlari lagi kepinggir, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya berteduh. Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel. Sambil termenung dia menatap nanar rintik-rintik hujan didepannya,

    ”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.

    Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar. Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut-sungut turun dari mobil menuju tempat sampah,

    ”Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”, dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.

    Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.

    ”Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap.

    Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.

    “Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”

    ”Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi.

    ”Bbbbbooolehh”, jawab pria tersebut dengan tertegun.

    Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

    Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk didekatinya Umar.

    ”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil didepannya dengan penuh perasaan kasihan.

    ”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.

    Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa.
    ”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya”.

    Si anak kecil tersenyum dengan manis,
    ”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus.”

    ”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran dimana aku yang akan mentraktirnya”, ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak didepannya berfikir keliru.
    Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,

    ”Bapak !, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali,

    ” Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali dikemudian hari.”
    Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki didepannya untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,

    ”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya”.

    Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil didepannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.

    ”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini”

    Apakah Pesan moral yang dapat kamu tangkap dari cerita diatas ?
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    aquaphx Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 25, 2007
    Messages:
    803
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,558 / -0
    maaf tp mnrt sy terlalu berlebihan ceritanya kyk sinetron yang terlalu extreme hitam-putih hehe
     
  4. Offline

    tomiero Post Hunter Veteran

    Joined:
    Oct 29, 2008
    Messages:
    3,464
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +7,234 / -0
    umar..
    jarang ada anak skarang yg bisa kek umar
    nolak yg bagus2 karena takut ketagihan..

    btw nice post TS :top:
     
  5. Offline

    ddesta Post Hunter Veteran

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    3,111
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +8,976 / -0
    iya w setuju sama @tomiero..bdw nice post:top:
     
  6. Offline

    altaria Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2008
    Messages:
    220
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +10,828 / -0
    yep nice post...

    tapi klo dibandingin ma realita sekarang bisa 1:10000000 kali ya...

    hehehe....
     
  7. Offline

    One_D Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +143 / -0
    bersyukur atas apa yg kamu miliki sampai hari ini bukan untuk terus mengejar yg belum kamu miliki dan tudak bersyukur atas aapun yg kamu miliki..
     
  8. Offline

    princess Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 30, 2008
    Messages:
    437
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +160 / -0
    waw.. nice post ts !! :D
    moga2 org kek umar bisa byk... yg mw bekerja keras dan gak mw ngemis2..
    biar gak ada duit masih ada harga diri.. itu sesuatu yg gak bisa dibeli
     
  9. Offline

    One_D Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +143 / -0
    thx jg buat u uda remind me ttg harga diri..
    jawaban buat salah satu tantangan idup gw..hehe
     
  10. Offline

    chandra85 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 17, 2008
    Messages:
    430
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +1,076 / -0
    speechless bacanya.......

    benar2 anak yang memiliki integritas tinggi
    kalo anak kaya gitu jadi pemimpin, dijamin yang namanya KKN bakalan nga ada
     
  11. Offline

    PRoNX Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 18, 2008
    Messages:
    413
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +113 / -0
    salah satu crita yg bagus utk pengantar tidur kalo aku punya anak kelak

    hehehe

    nice post bro !!

    memorable quote :

    ”Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

    T______T
     
  12. Offline

    One_D Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +143 / -0
    knp ya kebanyakan org malah akan tersinggung saat anak itu berkata seperti itu??
     
  13. Offline

    adriansatrio Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 3, 2008
    Messages:
    1,484
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +359 / -0
    hehehehe bro...jangan di liat tulisannya. tapi maksud dari tulisan itu :top:
    buat gw sih kena bro. kompie gw untuk ukuran grafis sampe standard editing audio visual masih mumpuni. tapi gw ngerasa msh aja blom cukup krn belom sanggup maenin crysis. tapi gw liat temen akrab gw sendiri hanya punya kompie celeron 2ghz, memory 512, 20gb hdd. malah monitornya spc 15" yg dah merah lagi layarnya. tapi dia gak pernah complain. masih aja jadi kesayangannya dia.

    bkn maksut sok tau ya om. :onion-84:
     
  14. Offline

    ReiTa Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 23, 2008
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    ni cerita jgn d bayangin kyk kisah nyata. . .

    tp cerna maksud nya. . yang perlu di kasihani siapa ???

    tinggal skala kejadiannya aja dirubah ke kehidupan sehari2 lu. . .

    sumpah DALEM !
     
  15. Offline

    torabone Post Hunter Veteran

    Joined:
    Sep 4, 2008
    Messages:
    2,640
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +5,166 / -0
    :top:

    cerita yang bagus..
    kadang kita uda terlalu sibuk dan pusing dengan kerjaan..
    (kadang ga ada kerjaan aja tetep sibuk n pusing)..
    akhirnya kita jadi lupa buat bersyukur dan menikmati apa yang uda kita dapat..
    padahal itu sebenarnya hal yang simple, tapi kita sering ga sadar..

    nah gw suka nih ama yang begini..
    dari pada pengamen yang nyanyi ga jelas..
    (suara nya ga jelas, lagunya juga ga jelas, keliatan ga niat malah.. :swt: )
    tapi minta duitnya maksa.. :hammer:
     
  16. Offline

    xterminator Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 24, 2008
    Messages:
    197
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +3 / -0
    anak yg bener2 langka sekarang, penuh ketulusan dan rasa syukur
     
  17. Offline

    One_D Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    919
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +143 / -0
    emank na bbm pake langka segala..
    bukan na langka tapi kita aje yg jarang liad dan jarang peduli ama org kecl..dan sering menganggap remeh ama org kecil ky gini..jadi na gak sadar deh..termasuk gw se..
     
  18. Offline

    bagusxfantasy Beginner Members

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    265
    Trophy Points:
    156
    Ratings:
    +2,147 / -0
    Meskipun kurang realistis tapi mungkin aja masih ada anak yg seperti itu di zaman sekarang.
    Ceritanya dalam banget.....!!!!!!!!!!!!

    :onion-72:
     
  19. Offline

    thebobies555 Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 23, 2008
    Messages:
    78
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +175 / -0
    umar, umar hehehehe
    mungkin umar ini mantan biksu ya?

    eniwey, good moral of the story bro
     
  20. Offline

    blackzero Beginner Members

    Joined:
    Dec 17, 2008
    Messages:
    301
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +2,258 / -0
    Yep, gw da baca cerita bagus 2 hari ini. 1 nya lagi di idgs... heheheh. Sister site ni forum juga si.
     
  21. Offline

    PRoNX Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 18, 2008
    Messages:
    413
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +113 / -0
    hihihi itu lah yg namanya mensyukuri hidup

    mo susah mo seneng smuanya harus diterima dengan penuh senyum

    :onion-03:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.