1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Medicine Harapan Baru Penderita Kanker Hati

Discussion in 'Intensive Health Unit' started by fajaryadi, Nov 27, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    fajaryadi Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 4, 2009
    Messages:
    650
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +352 / -1
    KANKER hati memang belum diketahui penyebabnya. Jika tidak diobati dengan cepat maka dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Namun, ada harapan baru bagi penderitanya dengan melakukan pengobatan terapi sistemik sorafenib.

    Terdiagnosisnya suatu penyakit tertentu pada seseorang, umumnya dapat menurunkan kualitas hidup si penderita, terutama saat dirinya mengidap penyakit berat. Salah satunya adalah kanker hati.

    International Agency for Cancer Research menyebutkan bahwa kanker hati menduduki peringkat keenam dengan penderita terbanyak di dunia.

    Dari 626.000 kasus terdiagnosis setiap tahun, sekitar 410.000 di antaranya dilaporkan di Asia Timur (65%), dengan 346.000 kasus terjadi di China. Kanker yang banyak diderita pasien berusia 40?50 tahun ini lebih banyak menyerang pria, karena jumlah pasien pria yang menderita penyakit ini tiga kali lebih banyak dibandingkan wanita.

    Tidak adanya gejala yang khas pada tahap awal perkembangan kanker hati, mengakibatkan banyaknya pasien kanker hati terdiagnosa pada stadium lanjut.

    "Prognosis untuk penderita kanker hati sering kali terlambat karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu hingga kanker berkembang ke stadium lanjut,"? ujar ahli kanker dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Agus S.Waspodo, SpPD, KGEH.

    Bahkan, dikatakan Agus, sekitar 80 persen pasien dengan hepatocellular carcinoma (HCC), jenis kanker hati yang paling umum biasanya terdiagnosa saat stadium medium dan lanjut. Beberapa penyembuhan dalam mengatasi penyakit ini pun dilakukan, termasuk dengan menggunakan terapi sistemik dengan sorafenib, suatu terapi yang memberikan harapan baru bagi si pasien.

    Saat ini, para peneliti juga optimis bahwa Sorafenib dapat bermanfaat bagi lebih banyak lagi pasien yang menderita berbagai kanker yang sulit ditangani.

    Berdasarkan uji klinis SHARP (Sorafenib HCC Assessment Randomized Protocol), Sorafenib berhasil meningkatkan kemampuan bertahan pasien penderita kanker hati stadium lanjut hingga 44 persen dibandingkan dengan plasebo.

    Studi lebih lanjut pada pasien penderita HCC di kawasan Asia Pasifik juga mengonfirmasi efektivitas sorafenib pada populasi yang lebih luas dari pasien penderita HCC.

    Berdasarkan mekanisme antiangiogenik dan antiproliferatif, para peneliti saat ini sedang menjalankan beberapa uji klinis untuk mengetahui efektivitas sorafenib sebagai sebuah terapi kombinasi dalam pengobatan HCC stadium awal, yang berarti sorafenib dapat membawa manfaat bagi lebih banyak lagi pasien stadium kanker hati.

    Sorafenib juga diindikasikan untuk terapi renal cell carcinoma (RCC) stadium lanjut, yang merupakan jenis kanker ginjal yang paling umum ditemukan pada orang dewasa.

    RCC dinilai sebagai salah satu tumor yang paling sulit ditangani. Sebab, terapi antikanker konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi hampir tidak memiliki efektivitas dalam RCC. Para peneliti saat ini sedang mengevaluasi potensi sorafenib dalam terapi berbagai jenis kanker, termasuk kanker tiroid, kanker paru non small cell, leukemia myeloid akut, serta kanker payudara.

    Hasil dari dua studi fase III tentang kanker paru non small cell diperkirakan akan keluar pada 2010. Agus mengatakan, saat penya-kit tidak lagi dapat disembuhkan, pengobatan kanker difokuskan pada peningkatan usia hidup, menjaga, serta meningkatkan kualitas hidup selama mungkin, dengan menjalankan terapi-terapi yang telah terbukti secara klinis.

    "Hal ini dilakukan dengan pengembangan terapi target yang menghalangi pertumbuhan dan penyebaran kanker, dengan cara menghambat molekul tertentu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kanker," ungkap Agus di acara media edukasi mengenai perkembangan terbaru pengobatan kanker hati yang diadakan Bayer Schering Pharma.

    Terapi tersebut dapat membantu pasien menoleransi terapi sistemik dan meningkatkan kontrol terhadap gejala. Meski tidak dapat menyembuhkan total, pendekatan ini dapat memperlambat, menghentikan, atau pada beberapa kasus tertentu menurunkan perkembangan kanker sehingga pasien dapat mengendalikan perkembangan kanker.

    "Pada tahap ini, operasi sebagai sebuah metode paling efektif dalam penanganan kanker hati tidak dapat dilakukan. Karena itu, sangatlah penting untuk memiliki terapi efektif yang dapat membantu pasien menangani penyakitnya pada stadium yang berbeda-beda," tandas Agus.

    Saat ini Bayer Schering Pharma sejak 2008 bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dengan menciptakan sebuah program bantuan pasien, NexPAP, yang memberikan produk sorafenib secara gratis kepada pasien yang telah menjalani pengobatan selama tiga bulan. Hingga September 2009, sebanyak 16 pasien telah menjadi penerima program NexPAP.

    Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Adiati Arifin M Siregar mengatakan bahwa sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi. Pada tahap ini, kanker bukan saja menjadi beban bagi pasien, melainkan juga bagi keluarganya.

    "Kerja sama antara Bayer Schering Pharma dan Yayasan Kanker Indonesia dalam program NexPAP membantu meringankan beban penderita kanker hati dan kanker ginjal, sekaligus memberikan harapan bagi pasien untuk tetap berpikir positif dan mengembangkan hidup yang berkualitas meski dengan kanker," tuturnya di acara yang sama

    sumber
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    kun20 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 18, 2009
    Messages:
    327
    Trophy Points:
    66
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +254 / -1
    semoga para penderita kanker bisa sembuh total
     
  4. Offline

    yuma Senpai Veteran

    Joined:
    Oct 3, 2009
    Messages:
    5,764
    Trophy Points:
    201
    Ratings:
    +3,001 / -0
    Menurut artikel ini, terapi sistemik sorafenib ini juga bisa untuk mengobati kanker ginjal :unyil:
     
  5. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,170 / -0
    Betul, sorafenib merupakan antikanker tyrosine-kinase inhibitor satu2nya (so far) yang selain utk karsinoma renal, juga dapat digunakan untuk hepatocellular carcinoma (HCC).
    Cuma sebetulnya tidak semua ahli onkologi mau ngasih obat2an semacam ini ke pasien HCC, selain karena pertimbangan cost-effectiveness vs survival chance, mungkin juga karena pemberian sorafenib pada pasien dgn kondisi jelek malah memperburuk keadaan.
     
  6. Offline

    yuma Senpai Veteran

    Joined:
    Oct 3, 2009
    Messages:
    5,764
    Trophy Points:
    201
    Ratings:
    +3,001 / -0
    Lho, bukannya sorafenib ini diberikan secara gratis kepada pasien yang bernaung di bawah Yayasan Kanker Indonesia?
     
  7. Offline

    Aurora_110347 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 16, 2012
    Messages:
    524
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +197 / -0
    wlpun tgkt ksmbuhannya tidak 100%,

    taoi setidaknua ini slah satu harapan yg bisa memotivasi mereka yg terkana kanker bisa lebih berpikir positif dan optimis. :matabelo:

    brharap suatu saat akan ada obat yg bisa nyembuhin kanker hati ini.. :doa:
     
  8. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,170 / -0
    Memang saya pernah dengar ini free sis utk pasien2 tsb, tetapi kan ada pasien yg tdk ikut yayasan ini dan memilih berobat ke dokter swasta secara swadaya, nah pasien2 itu td yg saya maksud =)

    Not bad for a number two Tapatalk!
     
  9. Offline

    GFA Beginner Members

    Joined:
    Feb 14, 2011
    Messages:
    403
    Trophy Points:
    52
    Ratings:
    +1,296 / -0
    Untuk pengobatan kanker hati sih ada banyak cara namun cara yang dianggap efektif oleh sebagian kalangan yaitu transplantasi hati.
    Pencangkokan hati bisa menjadi salah satu metode perawatan bagi penderita kanker hati stadium akhir dari berbagai tipe, misalnya hepatitis B dan C kronis ataupun sirosis alkoholik. Angka-angka kelangsungan hidup untuk penderita tanpa kanker hati adalah 90 persen dalam satu tahun, 80 persen dalam tiga tahun, dan 75 persen dalam lima tahun.

    Transplantasi hati adalah pilihan terbaik untuk penderita yang mempunyai tumor-tumor dengan ukuran kurang dari lima cm yang juga mempunyai tanda-tanda kegagalan hati. Faktanya, transplantasi hati pada penderita yang memiliki tumor-tumor berukuran kurang dari tiga cm, namun tidak memiliki keterlibatan dengan pembuluh-pembuluh darah bisa berjalan dengan baik.

    Setelah pencangkokan penderita ini mempunyai resiko kekambuhan kanker hati kurang dari 10 persen. Disisi lain, penderita yang mempunyai tumor-tumor berukuran lebih dari lima cm atau dengan keterlibatan pembuluh-pembuluh darah beresiko sangat tinggi untuk mengalami kekambuhan kanker hati.

    Ringkasnya, penyayatan hati dapat dilakukan untuk penderita yang memiliki tumor-tumor kecil dan fungsi hati yang normal atau tidak ada bukti sirosis. Sedangkan, penderita kaker hati yang mepunyai tumor-tumor yangbanyak atau besar juga bisa menjalani transplantasi hati, namun harus diredakan atau diringankan dengan kemoterapi intra-arterial. Syaratnya penderita tidak mempunyai tanda-tanda gagal hati yang berat.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.