1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Cadangan Energi Indonesia Menipis, Saatnya Melek Energi Terbarukan!

Discussion in 'Science and Technology' started by greenaholic, Aug 18, 2017.

  1. Offline

    greenaholic Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 14, 2012
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +12 / -1
    Hello, Fellas!

    Tahukah Kalian?
    Ternyata Cadangan Energi Indonesia Semakin Menipis!
    Sehingga Kita Harus Melek Dengan Energi Baru Terbarukan...

    Saya ingin mengajak kalian semua untuk membahas dampak apabila demand Minyak di Indonesia terus meningkat tanpa diiringi dengan kapasitas produksi dan ketersediaan sumber daya yang juga ikut meningkat.

    Dampak yang akan sangat terasa adalah adanya kelangkaan BBM. Sektor yang paling cepat terkena dampaknya jika BBM menjadi langka adalah sektor transportasi dimana fluktuasi supply dan harga minyak bumi seharusnya membuat kita sadar bahwa jumlah cadangan minyak yang ada di bumi semakin menipis, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan karena minyak bumi adalah bahan bakar yang tidak bisa diperbarui, maka dari itu banyak peneliti-peneliti didunia sekarang sedang gencarnya mencari dan memikirkan bahan penggantinya.

    [​IMG]

    Saat ini Indonesia menjadi negara dengan konsumsi energi yang cukup tinggi di dunia. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7% per tahun. Angka tersebut berada diatas pertumbuhan konsumsi energi dunia yaitu sebesar 2.6% per tahun.

    Dilansir dari lama sumber ini, konsumsi energi di Indonesia pada tahun 2015 terbagi untuk sektor Industri sebesar 31,79%, rumah tangga sebesar 15,27%, komersial sebesar 5,09%, transportasi sebesar 45,51%, dan lain-lain sebesar 2,34%. Dari data tersebut terlihat bahwa peningkatan konsumsi energi pada sektor transportasi meningkat beberapa tahun belakangan ini.

    Berdasarkan data dari Kementrian ESDM RI, konsumsi energi Indonesia yang cukup tinggi hampir 95% dari bahan bakar fosil. Dari total tersebut, hampir 50%nya merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Jadi tidak heran jika konsumsi energi di sektor Transportasi juga cenderung semakin meningkat beberapa tahun belakangan ini.

    [​IMG]

    Seperti yang terlihat pada grafik diatas, dikutip dari Renstra Direktorat Minyak Dan Gas Bumi untuk tahun 2015 s/d 2019 Kementrian ESDM, ternyata Industri minyak bumi nasional itu sudah tua, umurnya sudah lebih dari 100 tahun, dan produksinya semakin menurun. Sepanjang sejarah Republik Indonesia merdeka, puncak produksi minyak terjadi sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1977 dan 1995 dimana produksi minyak bumi masing-masing sebesar 1,68 juta bpd dan 1,62 juta bpd. Setelah 1995 produksi minyak Indonesia rata-rata menurun dengan natural decline rate sekitar 12% per tahun. Namun sejak tahun 2004 penurunan produksi minyak dapat ditahan dengan decline rate sekitar 3% per tahun.

    Pada tahun 2014, produksi minyak bumi hanya sekitar 789 ribu bpd atau menurun menjadi 96% dibandingkan tahun 2013 sebesar 824 ribu bpd. Sejak tahun 2010 s/d 2014 ternyata terjadi penurunan produksi rata-rata sekitar 4,41% per tahun. Penurunan produksi tersebut lebih disebabkan selain usia lapangan minyak Indonesia yang sudah tua, dan adanya kendala teknis seperti unplanned shutdown, kebocoran pipa, kerusakan peralatan, kendala subsurface dan gangguan alam. Selain itu, terdapat kendala non teknis masih terjadi seperti perizinan daerah, lahan, sosial dan keamanan. Oleh karena itu, terlambatnya peak production dari the giant field-Blok Cepu, akibat pembebasan lahan yang berlarut-larut menyebabkan on-stream proyek mundur menjadi tahun 2015.

    Menghadapi tantangan cadangan energi yang semakin menipis, menghemat energi merupakan langkah cerdas. Namun, peningkatan konsumsi energi sebagai indikator kemajuan ekonomi Indonesia tetap harus difasilitasi dengan keberadaan sumber energi yang mendukung. Menghadapi tantangan tersebut, negara kita perlu memperluas pemanfaatan sumber energi lain untuk menggantikan pemakaian energi minyak dan fosil.

    Indonesia sendiri memiliki beberapa alternatif sumber energi terbarukan yang jumlahnya sangat melimpah dan berpotensi sebagai sumber energi utama di masa depan. Sumber energi terbarukan tersebut berupa energi panas bumi (geothermal). Sumber energi panas bumi ini dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dalam skala besar. Anugerah ini sekaligus menjadi tantangan dalam mengembangkan sumber energi panas bumi yang memiliki karakteristik bersih, ramah lingkungan, dan sustainable selama kondisi lingkungan geologi dan hidrologi terjaga keseimbangannya.

    Dilansir dari berita.suaramerdeka.com, Kasubdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitas Panas Bumi Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Heri Budianto mengatakan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. ”Secara keseluruhan potensi panas bumi kita ada 29 gigawatt. Namun yang sudah kita manfaatkan baru 5 persen atau 1.600 megawatt,” kata Heri pada acara Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Tahap II Pengembangan Panas Bumi Wilayah Kerja Baturaden di Aula KPN Segar Paguyangan, Brebes, Rabu (17/5).

    Potensi panas bumi di dunia yang bisa dimanfaatkan untuk kelistrikan mencapai 113 Giga Watt (GW), di mana 40%-nya dimiliki Indonesia sebesar 29 GW. Dengan potensi sebesar itu, tinggal bagaimana pemerintah bersama para ilmuwan, dengan peran mahasiswa juga tentunya, mengoptimalkan potensi yang ada untuk kesejahteraan rakyat.

    Berdasarkan dari laman resmi Kementerian ESDM, Kedepannya untuk mengembangkan panas bumi secara optimal, Indonesia membutuhkan investasi lebih dari US$ 15 miliar. Dengan harga yang menarik diharapkan para investor lokal maupun asing akan semakin giat untuk mengembangkan energi panas bumi. Tentunya hal ini perlu didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, industri jasa penunjang, teknologi serta peran sektor lain terkait panas bumi dan juga dukungan masyarakat untuk bersama menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan panas bumi.

    Diharapkan dengan pengembangan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, pembangkit listrik panas bumi dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang semakin terbatas, sehingga dapat menunjang penyediaan energi nasional di masa kini dan masa depan.

    Lalu, menurut pendapat kalian apakah masih ada energi alternatif selain Energi Panas Bumi yang bisa semua elemen masyarakat Indonesia kembangkan dan nikmati?

    Komen pendapat kalian di bawah ya!

    Oh ya, kalo kalian punya usulan topik tentang energi, tolong kasih feedbacknya ya gan! Terimakasih banyak...

    sumber: link
     
    • Like Like x 1

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.