1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Belajar Kejujuran & Prinsip Moral Ala Jepang

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by diabetes, Oct 1, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    diabetes Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 19, 2011
    Messages:
    3,404
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +9,936 / -7
    [​IMG]

    Publik di wilayah Sakada, Tokyo, digemparkan oleh penemuan amplop berisikan uang sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp1,1 miliar di sebuah sebuah toilet umum, Kamis 29 September 2011. Ternyata uang itu memang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya untuk disumbangkan kepada korban gempa dan tsunami yang menghantam Maret lalu.

    Berbicara keikhlasan, mungkin ini adalah bentuk keikhlasan model baru. Pasalnya, si penyumbang tidak menyebutkan namanya dan meninggalkannya begitu saja, hanya berpesan pada secarik surat. "Saya tinggal sendirian dan tidak butuh uang ini," isi surat tersebut, dilansir dari BBC. Dalam bait lainnya, dia mengatakan agar sumbangan ini diberikan ke korban bencana.

    Bisa disebut ini adalah bentuk sumbangan anonim, dimana penyumbangnya tidak menyebutkan identitas. Kalau di Indonesia, biasanya si penyumbang pakai nama "hamba Tuhan". Pemberian sumbangan model begini merupakan pertaruhan yang besar. Bukan tidak mungkin uang tersebut malah masuk ke kantong si penemu.

    Ternyata tidak. Si penyumbang sepertinya tau benar tabiat warga Jepang yang mengembalikan barang yang bukan miliknya. Amplop berisi uang ini akhirnya berlabuh di kantor polisi. Jika sampai tiga bulan tidak ada yang mengakuinya, polisi akan memberikannya ke Palang Merah Jepang untuk diserahkan kepada korban gempa.

    Model pemberian unik dan membutuhkan nyali yang tinggi ini bukan kali pertama terjadi di Jepang. BBC menuliskan, sebelumnya pada tahun 2007, ditemukan 400 amplop masing-masing berisikan cek senilai 10 ribu yen (Rp1,1 juta) yang diletakkan di toilet-toilet di seluruh Jepang. Pada tahun itu juga, sekitar 18 warga Tokyo dikejutkan oleh amplop berisi 1,8 juta (Rp210 juta) yang dimasukkan ke kotak pos mereka.
    Sebelumnya, uang 1 juta yen (Rp116 juta) disebarkan dari atas sebuah apartemen di Tokyo. Bukannya mengantongi uang tersebut dan dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari, warga Jepang memungutnya dan memberikannya ke kantor polisi, untuk dicarikan pemiliknya. Luar Biasa.

    Uang Korban Tsunami

    Seorang warga dilaporkan menemukan selembar cek senilai US$40.000 (Rp359 juta) di antara reruntuhan tsunami. Seorang wanita menemukan uang yen senilai US$26000 (Rp233 juta), juga di antara puing-puing. Cek senilai US$1,3 juta (Rp11,6 miliar) ditemukan di dalam brankas yang terseret arus. Warga-warga lainnya juga menemukan uang-uang yang terserak di dalam dompet, kantong belanja, dan laci-laci rumah.

    Para penemu ini adalah para korban tsunami yang hidup dalam keterbatasan di penampungan. Mereka kehilangan tempat tinggal, kekurangan makanan, dan masih abu-abu nasib mereka berikutnya. Namun, itu tidak membuat mereka gelap mata. Semua temuan tersebut diserahkan ke kantor polisi, tinggal polisi yang kini kewalahan mencari siapa empunya harta.

    "Mereka bilang kepada saya, hanya ingin uang ini kembali ke pemiliknya," kata Kouetsu Saiki, petugas polisi di prefektur Miyagi yang bertugas mengumpulkan, melacak dan mengembalikan barang temuan, dilansir dari Los Angeles Times, Rabu 28 September 2011.

    Kepolisian di tiga prefektur di Jepang yang terkena bencana tsunami berhasil mengumpulkan uang temuan warga senilai US$78 juta atau setara dengan Rp700 miliar. Menurut hukum di Jepang, jika dalam tiga bulan tidak ditemukan pemiliknya, maka akan diberikan kepada lembaga bantuan atau kepada penemu uang tersebut.

    Namun yang mengejutkan adalah, kebanyakan para penemu memilih untuk tidak mengambil jatah mereka dan menyerahkannya kepada polisi. "Setiap orang ingin membantu sesama dengan cara yang mereka bisa," kata Saiki.

    Salah satu kisah yang paling mengharukan menurut Saiki adalah ketika mereka menemukan sebuah brankas milik bos di sebuah perusahaan. Bukannya mengambil uang yang memang miliknya tersebut, bos ini malah membagikan semua isi brankas kepada para karyawannya.

    "Dia sangat bersyukur uangnya kembali. Dia tidak menyimpannya, tapi membagikannya kepada para karyawan beserta keluarga mereka. Ini bukan lagi soal keuntungan pribadi. Setiap orang menderita akibat tsunami," jelas Saiki.

    Sejauh ini, telah ditemukan 5.700 brankas yang tertimbun di antara puing. Saiki mengatakan, sebanyak US$500.000 (Rp4,4 miliar) dari keseluruhan US$30 juta (Rp269 juta) uang di dalam brankas telah dikembalikan ke pemiliknya.

    Empat Prinsip Moral Jepang

    Kepribadian dan karakter moral rakyat Jepang dibentuk sedari mereka kecil. Prinsip moral yang mereka anut berasal dari kebudayaan samurai Jepang yang terdiri dari empat elemen moral, yaitu On, Gimu, Giri dan Ninj?.

    Menurut staf kebudayaan dari Japan Foundation Indonesia, Hashimoto Ayumi, saat dihubungi VIVAnews, keempat unsur ini tidak diajarkan di bangku sekolah. Namun, secara otomatis didapat dari orang tua maupun masyarakat sekitar.

    On, berarti rasa hutang budi. Dengan prinsip ini, seseorang akan merasa berutang setiap kali orang lain berbuat baik padanya. "Jika seseorang berbuat baik kepada kita, maka kita merasa harus membalas kebaikannya tersebut," kata Hashimoto.

    Gimu, berarti kewajiban. Jika seseorang berhutang budi, maka kita akan berkewajiban untuk membayarnya. Giri, adalah kebaikan. Dengan prinsip ini, seseorang akan membantu temannya atau keluarganya semampunya. "Jika kita mempunya teman dekat dan dia butuh pertolongan, maka kita akan membantunya dengan cara apapun," kata Hashimoto.

    Ninjo, adalah rasa kasih sayang. Prinsip ini mengajarkan rasa empati terhadap sesama. Dengan prinsip ini, seseorang akan merasa semua manusia adalah satu dan sama, di bawah perbedaan yang telah diatur oleh karma.

    Wartawan media Jepang Jiji Press, Masakatsu Ishii, mengatakan bahwa empat unsur ini adalah semacam kewajiban sosial yang harus dimiliki oleh setiap rakyat Jepang. Masakatsu menjelaskan bahwa sekolah dasar di Jepang tidak mengajarkan pelajaran agama, hanya pelajaran moral satu jam setiap minggunya.

    Kendati demikian, empat prinsip moral tersebut terbentuk di lingkungan sekitar seorang anak. "Konsep ini memang tidak diajarkan di sekolah, namun diterima dan dipraktekkan langsung dari lingkungan," kata Masakatsu.


    sumber :http://fokus.vivanews.com/news/read/251615-kejujuran-dan-prinsip-moral-jepang
     
    Last edited: Jan 20, 2012
    • Thanks Thanks x 3
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    omega8719 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 2, 2009
    Messages:
    811
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +119 / -0
    Harga diri orang Jepang memang tinggi. Ditambah ajaran moral sejak kecil.
    Menakjubkan.
     
  4. Offline

    fragantia Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 19, 2009
    Messages:
    1,383
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +25,555 / -0
    ajaran dari keluarga emang paling kuat, tanpa perlu dipelajari di sekolah tapi tingkat mentalitasnya tinggi..:top:
    diindonesia, alahhh..petinggi2nya aja :maling:
     
  5. Offline

    Evanthom Beginner Members

    Joined:
    Sep 28, 2011
    Messages:
    250
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +243 / -0
    setingi-tingginya pendidikan yg didapat.. pendidikan moral dari orang tua lah yg paling penting.. :angel3:
    pendidikan moral di sekolah itu cuma tambahan gak terlalu berpengaruh klo mnrt ane.. kalo mau punya prbadi kayak orang jepang ini pendidikan dari kluarga yg terpenting
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    tuan_buncis2002 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 24, 2011
    Messages:
    2,541
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,547 / -3
    betul, pendidikan dr ortu sgt mempengaruhi pribadi anak
    gw rasa pendidikan moral bs dimulai di TK, soalnya blum tentu ortu pny wawasan akan moral, seperti para koruptor
    perlu gw terapkan nih ketika gw da pny anak

    :niceinfo:
     
    • Thanks Thanks x 1
  7. Offline

    diabetes Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 19, 2011
    Messages:
    3,404
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +9,936 / -7
    sebaiknya dari sejak lahir gan harus di beri contoh moral yang baik :top:
     
  8. Offline

    Safarudin4 ~Hikki~ Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 5, 2009
    Messages:
    5,391
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +21,033 / -5
    Nah ini dia yang sependapat dengan pemikiran saya.
    Ada yang bilang, entah siapa, 75% watak manusia dipengaruhi oleh lingkungannya.
    Kalo menurut saya, itu hanya pendapat sepihak dari seseorang yang tidak ingin mengurus anaknya alias melemparkan tanggung jawab kepada lingkungan,
    Saya sejak kecil telah dididik dengan baik oleh orang tua saya dan sampai sekarang itu masih melekat. Pengaruh lingkungan palingan 25%. Misalnya dari kecil diajarin gak boleh mencuri. Sampe sekarang gk pernah berani tuh mencuri uang (tp kalo nyuri bandwith sering LOL). Lalu dilarang merokok, ampe skrg pun gk merokok. Diajarin untuk saling membantu, sampe skrg juga gk bisa membiarkan orang kesusahan. Lalu diajarkan untuk balas budi, sampe skrg juga selalu ngingat kebaikan orang.
    Jadi kesimpulannya semua kembali pada orang tua. Jangan menyalahkan lingkungan atas terjadinya kenakalan remaja, atau segala penyimpangan sosial yang terjadi. Jika orang tuanya emang peduli anak, maka seberapa besar pun rusaknya lingkungan sekitarnya, maka dia tidak akan mudah terpengaruh.
    CATATAN: Disamping mengajarkan, orang tua juga harus bisa memberikan contoh tersebut. Karena seberapa keras pun dia mengajarkan anaknya, tapi jika dia sendiri tidak melaksanakannya, maka ajarannya itu sia-sia. Misalkan ngelarang anaknya untuk merokok, sedangkan ayaknya adalah perokok. Maka peluang anaknya tidak merokok adalah 20%. 80% anaknya akan menjadi perokok sama seperti orang tuanya. Karena pada dasarnya seorang anak selalu mengambil contoh dari orang tuanya.
    :nikmat:
     
  9. Offline

    andriks Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 5, 2009
    Messages:
    574
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +344 / -0
    ajaran moral yang sangat ketat sejak kecil jadi sebuah metode bagus dalam beramal..
    didikan orangtua, lingkungan dan hal2 lain yang langsung mempengaruhi
     
  10. Offline

    roxaz Superstar Veteran

    Joined:
    Feb 7, 2010
    Messages:
    11,980
    Trophy Points:
    277
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +18,210 / -15
    tambahan pemilihan lingkungan tempat tinggal juga sangat mempengaruhi :top:
     
  11. Offline

    FightForLife Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 20, 2011
    Messages:
    3,152
    Trophy Points:
    241
    Ratings:
    +380,036 / -4
    orang jepang memang hebat... hoho.. :D
     
  12. Offline

    kucing_alas Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 30, 2008
    Messages:
    899
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +57 / -0
    salut ma orang2 jepang, walaupun ditimpa bencana tetapi ga menghilangkan sifat kemanusiaannya...biasanya klo org ditimpa bencana pasti akan memanfaatkan sekecil apapun kesempatan yg ada utk bisa bertahan hidup...
     
  13. Offline

    totonpunk Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 8, 2011
    Messages:
    1,436
    Trophy Points:
    97
    Ratings:
    +475 / -0
    karena di jepang tingkat kesejahteraan warganya sudah tinggi
    mereka lebih berdisiplin dan merasa malu kalo menilep uang yang bagi mereka tak seberapa itu
     
  14. Offline

    smkosasih Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,335
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,178 / -0
    harga diri samurai...:hero:
    :sembah:
    disana orang saling menghargai ya.. Patut dicontoh tu.
    jgn bokepnya yg dicontoh..:hihi:
     
  15. Offline

    LelouchVI Beginner Members

    Joined:
    Oct 28, 2011
    Messages:
    475
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +21 / -0
    tepuk tangan atas kedisiplinan mreka..
    prok prok prok
    saya kagum dengan mreka..
    yang mulai kecil di tanamkan sifat jujur dan malu..

    coba di Indonesia..
    pasti udah di kantongi ma yang nemu..
    ato lo d serahin kantor polisi..
    pasti polisi yang mengantonginya
    :haha:
     
  16. Offline

    keemchee Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,913
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,054 / -7
    di Indonesia juga sih, gw pribadi juga diajarin ttg sifat jujur dan malu dari kecil...
    namun apa daya ternyata praktek dilapangan malah justru berbeda dari teori yg diajarkan papa dan mama....*halah ngomong apa sih gw, wkwkw
    di indonesia org jujur malah justru dimaenin --> implikasi nya, org jujur = polos (gk tau apa"), jadi kesempetan buat "ngerjain"
    ironis nya hal ini justru malah jadi budaya kita yang paling bodoh, sekaligus yang paling buruk buat generasi kita kedepannya..

    kalo dibandingin sama Jepang?
    mereka ucapan sesuai dengan apa yg mereka lakukan, teori yg mereka dapat juga pasti kepake di lapangan..
    mereka paling gk bisa menerima rasa malu apapun bentuk nya...
    contoh kecil kalo mereka ketauan berbohong dgn siapapun itu, meski white lies sekalipun mereka akan malu pada diri mereka sendiri...

    ==========================================================================================

    ya mau gimana lagi, org jaman skrg nyari duit buat makan aja susah...
    beda lah pikiran org" di negara maju kalo dibandingin dengan negara berkembang...

    simple to say, pandangan cara mereka berpikir:
    org negara maju --> besok mau makan apa ya?
    org negara berkembang --> besok bisa makan apa nggak ya?
     
  17. Offline

    jyojyoshi Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 25, 2009
    Messages:
    889
    Trophy Points:
    191
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +14,329 / -0
    Jepang memang selalu bangkit dari jaman Restorasi dulu.. :ehem:
     
  18. Offline

    gavinokbgt Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 17, 2010
    Messages:
    115
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    orang jepang emank ajaran moralnya kuat" .mantep
     
  19. Offline

    masuakal Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 29, 2009
    Messages:
    4,511
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,650 / -0
    di indo di ajarkan di sekloah
    tapu tidak di masyarakat . .
    atau hanya sedikit di masyarakat :swt:
    tapi bukan berarti semua orang jepang menganut 4 elemen tadi . .
    tetep aja ada yg mbandel:hoho:
     
  20. Offline

    harunomasu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 2, 2010
    Messages:
    747
    Trophy Points:
    82
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +101 / -0
    selain memang memiliki moral yang tinggi, rakyat Jepang juga punya rasa nasionalisme yang luar biasa banget. makanya itu mereka bisa mengembalikan uang yang mereka temukan karena mereka merasa orang yang kehilangan uang ini juga pasti membutuhkan. itulah rasa nasionalisme mereka :D
    dan aku setuju kalau pendidikan orang tua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan anak-anak :)
     
  21. Offline

    varnacorex Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 28, 2008
    Messages:
    502
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +39 / -0
    baru tau kalo org jepang jujur\
    pdhal film JAV paling banyak

    moral nya mana
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.