1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Andai saja, kamu percaya padaku

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by jayuzzz, Dec 8, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    jayuzzz Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 17, 2007
    Messages:
    19
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +21 / -0
    Sulit benar membangun kepercayaan, walau untuk hal-hal yang sederhana sekalipun. Ini kisahku dalam perjalanan tempo hari. Soal lampu rem misalnya. Jika ia menyala, pasti ada ada hambatan di depan. Maka sudah sepantasnya, si belakang mengikuti si depan karena depanlah yang tengah menjadi imam, melihat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi di depannya.

    Tapi karena tidak dipercayai, maka otoritas ini sering dianggap sepi. Saat itu, akulah yang mestinya paling berhak untuk mengerti bahwa di depan ada becak yang sarat muatan hendak menyeberang. Biarlah ia lewat. Kalau ia harus berhenti dan menggejot dari awal lagi, tentu merepotkan.

    Tapi keputusanku ini ternyata membuat mobil di belakang itu tidak senang. Baru saja aku menginjak rem, klaksonnya sudah menyalak galak bertubi-tubi. Tapi keputusan telah ditetapkan, dan abang becak telah mengambil jalan. Si mobil belakang ini juga telah membulatkan hati, dia memilih menyalipku daripada ikut berhenti. Maka yang terjadi terjadilah.

    Ia begitu terkejut, hampir mati ketika becak itu muncul begitu saja di moncong mobilnya. Ia menginjak rem hingga berdecit. Tabrakan keras memang tidak terjadi tapi sekedar ciuman bumper pun telah membuat sang becak terguling. Muatan sayuran yang menggunung berhamburan memenuhi jalan. Kecelakaan itu tidak mengerikan,tetapi sayuran yang bertebaran benar-benar telah menjadi provokasi tersendiri.

    Jalanan macet seketika. Si penyalip mobilku pucat pasi. Ia seorang pria, tampak terpelajar; tapi saat itu ia berubah menjadi orang yang kelihatan bodoh. Posisi mobilnya secara mencolok memperlihatkan bahwa dialah biang keladi kemacetan ini. Semua pihak kini menudingnya. Dan abang becak yang terkapar itu, entah belajar teori drama dari mana, mulai membangun sensasi. Ia membiarkan saja becaknya terjungkal. Ia sendiri dengan ketenangan seorang jagoan, memilih bangkit dan berjalan menghampiri si pria pengemudi dan langsung meninjunya.

    Cerita selanjutnya bukan urusanku lagi. Tapi tak sulit merekonstruksi akhir insiden ini. Betapa tidak enak membayangkan perasaan pengemudi mobil tadi. Seorang yang tampak terpelajar, bertampang bersih, tapi cuma jadi bahan olok-olok lingkungan dan dipukuli seperti kriminal. Padahal, jika saja ia mau sedikit bersabar, dan terpenting, mau mempercayaiku untuk ikut berhenti, musibah ini mungkin tidak akan terjadi.

    Seperti itulah keadaan di negeriku, orang lain tak pernah dibiarkan menjadi imam, walau ia memang tengah memegang otoritas yang sesungguhnya. Selalu saja ada intervensi.

    Inilah mengapa kita selalu cenderung membunyikan klakson di saat kita dalam kemacetan. Mengapa dalam hal antri, leher kita cenderung terjulur demikian panjang untuk selalu gatal melihat keadaan di depan.

    Kita selalu ingin tergesa-gesa, tidak punya kesabaran sedikitpun. Padahal di depan itu sering tidak terjadi apa-apa. Kemacetan itu masih baik-baik saja. Sekeras apapun klakson yang kita bunyikan, tidak akan mengubah situasi jika saatnya belum tiba. Pada gilirannya, antrian pun pasti akan bergerak maju dengan caranya sendiri. Jika semuanya masih terhenti, pasti karena masih ada persoalan. Biarlah itu persoalan yang di depan. Kita di belakang, tinggal mempercayainya.

    Berat memang, tapi inilah ongkos hidup bersama. Harus ada semacam tebusan sebagai ongkos kepercayaan. Ketidaksabaran membayar ongkos inilah yang membuat hidup bermasyarakat sering dilanda kekacauan. Para imam, pemimpin, dan pihak yang di depan itu, memang bisa saja menyelewengkan kepercayaan. Kita boleh kecewa tapi tak perlu mendendam. Karena untuk hidup bersama, manusia memang perlu saling mempercayai. Soal bahwa sesekali kita tertipu, tidak usah diherankan pula. Siapa yang sama sekali bisa membebaskan diri dari nasib sial Rasanya tak ada.

    Maka andai saja saat itu engkau percaya padaku, engkau pasti tidak dipermalukan sedemikian rupa.
     
    • Thanks Thanks x 5
    • Like Like x 3
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    theeoenk-sama Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 2, 2008
    Messages:
    112
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +656 / -0
    andai.saja.kamu.percaya.padaku...

    kata-kata ini indah sekali...

    to penulis: gaya penulisannya unik, jarang saya membaca gaya menulis seperti ini...(keep posting!, you're talented).
     
  4. Offline

    Black_alloy Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 26, 2008
    Messages:
    123
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +7 / -0
    ya ya ya saya percaya pada anda
     
  5. Offline

    ddesta Post Hunter Veteran

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    3,111
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +8,976 / -0
    iya2 memang kadang2 kita harus percaya sama orang lain:onion-89:
     
    • Like Like x 1
  6. Offline

    altaria Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2008
    Messages:
    220
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +10,828 / -0
    iya setuju gaya penulisan yang indah

    @jayuzzz

    kepercayaan emang susah jaman sekarang bis banyak penipuan c...
    jadi gmn dong?
     
  7. Offline

    dimazbaik Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 31, 2008
    Messages:
    330
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +1,965 / -0
    keren bang,, kenapa ga dipost juga di kemudian.com biar dapet copyright
     
  8. Offline

    hatafarindlesku Post Hunter Veteran

    Joined:
    Oct 26, 2009
    Messages:
    2,929
    Trophy Points:
    226
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +3,018 / -0
    woghhh,., andai saja para imam kita d atas dan d depan sana membaca tulisan ini,., merupakan pukulan besar pasti'a,., bwt mereka (itupun klw mereka emang bisa mikir sebagai manusia),.,

    gw cuma berusaha menjadi seorang makmum atw pengikut y percaya pada imam'a,., tinggal imam'a ajjah y bener apa nggak,.,
     
  9. Offline

    ich4n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,707
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +814 / -0
    Jaman sekarang jadi susah mw percaya sama orang karena banyak yg menyelewengkan kepercayaan yg udah dibangun seperti kata altaria :sigh: Tapi kalo terlalu menutup mata kejadiannya malah seperti yg di cerita ini :madesu: Tapi dari cerita ini kepercayaan saja tidak cukup, kepercayaan harus disertai dengan kesabaran dan keikhlasan :doa:
     
  10. Offline

    G_darkfire Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 6, 2010
    Messages:
    105
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    cintailah semua orang, tapi percaya pada sedikit orang saja...
     
  11. Offline

    audeh Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 17, 2009
    Messages:
    1,648
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,093 / -0
    boleh saja kita percaya sma org lain tpi jgn anda percaya sepenuhnya kpd org tsb :doa:
     
  12. Offline

    hasn Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 19, 2009
    Messages:
    315
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +6 / -0
    emang bener apalagi percaya ama orang yang udah bohongin kita, walaupun dia jujur 100%
     
  13. Offline

    allenwalkerint Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 5, 2009
    Messages:
    1,248
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +3,229 / -1
    wah, sama kayak saya. Kadang2 saya berhenti buat orng yang mau nyebrang. tapi, ternyata Rider2 dan driver2 di belakang pade ngebut.
    aaah, payah.
     
  14. Offline

    emreed1 Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    120
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    emang zaman sekarang dah susah percaya sama orang, apalagi yang pernah ditipu.
     
  15. Offline

    nununu Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 24, 2010
    Messages:
    2,088
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +198 / -0
    judulnya kayaknya kurang tepat..
    harusnya "berani mengambil resiko"
    org itu mengambil resiko melanggar aturan dan itulah akibat yg harus ditanggungnya.
     
  16. Offline

    diti Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 12, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +62 / -0
    benar benar mencerminkan Negara Indonesia banget.. :hiks:

    tapi orang yang menyalip juga tidak bisa di salahkan, bisa saja dia sedang tergesa gesa karena ada janji penting.. :unyil:
     
  17. Offline

    Caezar Beginner Members

    Joined:
    May 28, 2010
    Messages:
    256
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +98 / -0
    Kayaknya Gw Ngga Gitu Emosiaan Kok Kalo Lagi Bawa Kendaraan...
    Becak Mah Mo Dilawan... Malahan Dapat :bogem::mentah: Dech :sigh:
     
  18. Offline

    nagare89 Beginner Members

    Joined:
    Oct 21, 2009
    Messages:
    233
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    setujuu..ada beberapa tipe orang yang kadang bisa "nusuk" dari belakang,padahal uda diberi kepercayaan penuh..:gigit:
     
  19. Offline

    kyoshiro_mibu Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 7, 2009
    Messages:
    5,951
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,519 / -2
    kl kasusnya emang bener di depan lg ada masalah sih emang bener kl kita harus sabar..tp kl macetnya gara2 angkot yg ngetem seenaknya dan hal lain yg ga seharusnya bgmn?
    soalnya di tempat saya sering bt macet cm gara2 angkot yg ngetem seenaknya aja
     
  20. Offline

    sunsphoenix ~Super Cool~ Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 5, 2008
    Messages:
    5,734
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +2,174 / -0
    Gaya penulisannya, bener2
    :top:

    bagus sekali,
    butuh pemikiran mendalam
     
  21. Online

    mountaindew Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 12, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    22
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    Bener bos, ane pernah beberapa kali ngalamin kejadian kayak gini, tapi bukan mobil, melainkan motor. Seringkali ane berhenti untuk ngasih jalan orang, eh motor2 di belakang ane ga sabaran langsung main nyalip2 aja, akhirnya kejadian deh tabrakan. cuma yang bikin ane miriskalo yang ane kasih jalan itu mobil, trus motor yang nyalip ane itu nabrak mobil, eh malah mobilnya yang disalahin. sekarang ini dijakarta udah ga ada istilah yang benar pasti menang, yang ada itu yang paling ngotot itu ang menang walaupun jelas2 salah.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.