1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Albert Einstein : "Bagaimana saya membangun Teori Relativitas"

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by nunuyasha, Apr 8, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    nunuyasha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    826
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,086 / -0
    yosh Thread pertama di ForEd ,,, nais job wat mod yang bikin ForEd !!! :top:

    Siapa yang ga kenal Albert Einstein ?? E=mc² ??
    let's get started,,,

    By Terry Mart (Fisika UI)

    Pengantar:
    Siapa yang tidak kenal formula Einstein E = m c2 atau paradoks si kembar yang mendapati saudara kembarnya sudah jauh lebih tua setelah ia melakukan perjalanan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya? Namun tidak semua orang tahu kalau "keajaiban" tersebut hanyalah bagian kecil dari teori relativitas Einstein, serta bagaimana sebenarnya Einstein mendapatkan teori relativitas tersebut.
    ----

    Pada tanggal 14 Desember 1922 Albert Einstein menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa Kyoto Imperial University tentang ide-ide yang melatar-belakangi lahirnya teori relativitas khusus dan umum. Kuliah ini merupakan bagian dari lawatan Einstein ke Jepang selama 43 hari di penghujung tahun 1922 bersama istrinya Elsa. Lawatan ini cukup unik, karena inilah satu-satunya lawatan Eistein ke Asia. Selama kunjungan tersebut, Einstein memiliki jadwal yang sangat ketat, ia harus memberikan kuliah untuk para profesional (fisikawan) serta publik umum.

    Tahun berikutnya, catatan kuliah ini diterbitkan oleh sebuah majalah bulanan Jepang yang bernama Kaizo. Prof. Masahiro Morikawa dari Ochanomizu University menerjemahkan artikel tersebut ke dalam bahasa Inggris dalam buletin Asosiasi Himpunan Fisikawan Asia Pasifik yang terbit bulan April lalu. Seperti keyakinan Prof. Morikawa, saya pun sependapat bahwa artikel ini selayaknya diketahui masyarakat. Satu hal penting yang dapat kita pelajari dari kuliah ini adalah fakta bahwa sebagai manusia biasa Einstein pernah hampir putus-asa karena sulitnya problem relativitas. Namun kombinasi antara ketekunan, kerja keras, kejeniusan, hubungan baik dengan sesama ilmuwan, serta keberuntungan yang ia miliki, merupakan faktor yang akhirnya menentukan keberhasilan Einstein melahirkan kedua teori relativitas tersebut. Hal ini tentu saja patut menjadi renungan bagi para ilmuwan di republik ini.

    Berikut adalah terjemahan pidato Einstein tersebut.

    Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menceritakan secara lengkap bagaimana saya mendapatkan teori relativitas. Hal ini disebabkan oleh adanya beragam kompleksitas yang secara tidak langsung memotivasi pemikiran manusia. Saya pun tidak ingin menyampaikan secara rinci perkembangan pemikiran saya berdasarkan makalah-makalah ilmiah saya, namun saya akan secara sederhana menyampaikan pada anda esensi perkembangan pemikiran tersebut.

    Pertamakali saya mendapatkan ide untuk membangun teori relativitas sekitar 17 tahun lalu (1905). Saya tidak dapat mengatakan secara eksak darimana ide semacam ini muncul, namun saya yakin ide ini berasal dari masalah optik pada benda-benda yang bergerak. Cahaya merambat dalam lautan ether dan bumi bergerak dalam ether yang sama. Oleh karena itu gerakan ether haruslah dapat diamati dari bumi. Namun saya tidak pernah menemukan satu bukti pengamatan aliran ether tersebut di dalam literatur fisika. Saya sangat terdorong untuk membuktikan aliran ether relatif terhadap bumi, dengan kata lain gerakan bumi di dalam ether. Pada saat itu saya sama sekali tidak meragukan eksistensi ether serta gerakkan ether tersebut. Sebenarnya saya mengharapkan kemungkinan pengamatan pada perbedaan antara kecepatan cahaya yang bergerak searah dengan gerakan bumi dan cahaya yang bergerak berlawanan (dengan bantuan pantulan cermin). Ide saya dapat direalisasi dengan menggunakan sepasang termokopel untuk mengukur perbedaan panas atau energi mereka. Ide ini mirip dengan eksperimen interferensi Albert Michelson, namun saat itu saya tidak begitu familiar dengan eksperimen Michelson. Saya berkenalan dengan hasil-nihil (null-result) eksperimen Michelson saat saya masih mahasiswa dan sejak saat itu saya sangat terobsesi dengan ide saya. Secara intuisi saya merasakan bahwa jika kita menerima hasil-nihil tersebut maka ia akan mengantarkan kita pada satu kesimpulan bahwa pandangan kita tentang bumi yang bergerak di dalam ether adalah salah. Ini adalah langkah pertama yang menarik saya ke arah teori relativitas khusus. Sejak saat itu saya mulai yakin bahwa jika bumi bergerak mengelilingi matahari maka gerakannya tidak pernah dapat dideteksi dengan eksperimen yang menggunakan cahaya.

    Pada tahun 1895 saya membaca makalah Hendrik Lorentz yang mengklaim bahwa ia dapat memecahkan problem elektrodinamika seutuhnya melalui pendekatan pertama, yaitu suatu pendekatan dimana pangkat dua atau lebih dari rasio antara kecepatan benda dan kecepatan cahaya diabaikan. Setelah itu saya mencoba mengembangkan argumen Lorentz pada hasil eksperimen Armand Fizeau dengan mengasumsikan bahwa persamaan gerak elektron, sebagaimana telah dibuktikan Lorentz, berlaku dalam sistem koordinat baik yang mengacu pada benda bergerak maupun pada vakuum. Saya yakin dengan keabsahan elektrodinamika yang disusun oleh Maxwell dan Lorentz dan saya sangat yakin bahwa mereka dengan tepat menjelaskan fenomena alam yang sebenarnya. Lebih-lebih pada fakta bahwa persamaan yang sama berlaku dalam sistem koordinat bergerak serta sistem vakuum, jelas memperlihatkan sifat invarian (tidak berubah) cahaya. Walau demikian, kesimpulan ini bertentangan dengan hukum komposisi kecepatan yang dianut saat itu. Mengapa kedua hukum dasar ini bertentangan satu sama lain? Masalah besar ini membuat saya berfikir keras. Saya harus menghabiskan setahun penuh dengan sia-sia dalam mengeksplorasi kesempatan memodifikasi teori Lorentz. Masalah ini terlihat terlalu berat untuk saya!

    Suatu hari, sebuah percakapan dengan teman saya di Bern membantu saya memecahkan masalah besar ini. Saya mengunjunginya pada hari yang cerah dan bertanya padanya: "Saat ini saya sedang dihadapkan pada masalah besar yang saya kira tidak pernah dapat diselesaikan. Sekarang saya ingin membagi masalah ini dengan anda." Saya menghabiskan pelbagai diskusi dengannya. Tiba-tiba saya mendapatkan ide yang sangat penting. Esoknya saya katakan kepadanya : "Terimakasih banyak. Saya telah memecahkan seluruh masalah saya."

    Ide utama saya untuk pemecahan masalah ini berkenaan dengan konsep waktu. Waktu tidak boleh didefinisikan a priori sebagai suatu realitas absolut. Waktu haruslah bergantung pada kecepatan sinyal. Masalah besar ini dapat diselesaikan dengan konsep baru tentang waktu.

    Hanya dalam lima minggu saya dapat menyelesaikan prinsip relativitas khusus setelah penemuan tersebut. Saya juga tidak memiliki keraguan akan keabsahan prinsip ini dari sisi filosopis. Lagipula prinsip ini sesuai dengan prinsip Mach, paling tidak sebagian jika dibandingkan dengan kesuksesan teori relativitas umum. Inilah cara saya membangun teori relativitas khusus.

    Langkah pertama menuju teori relativitas umum muncul dua tahun kemudian (1907) dengan cara yang berbeda.

    Saya tidak terlalu puas dengan teori relativitas khusus karena prinsip relativitas hanya terbatas pada gerak relatif dengan kecepatan konstan namun tidak dapat diaplikasikan pada gerak secara umum. Pada tahun 1907 saya diminta oleh Johannes Stark untuk menulis ulasan tentang pelbagai hasil eksperimen dari teori relativitas khusus dalam laporan tahunannya Jahrbuch der Radioaktivitaet und Elektronik. Ketika diminta untuk menulis artikel ini saya sadar bahwa teori relativitas khusus dapat diterapkan pada semua fenomena alam kecuali gravitasi. Saya benar-benar ingin mencari jalan untuk menerapkan teori ini pada kasus gravitasi. Namun saya tidak dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah. Satu hal yang membuat saya frustrasi adalah fakta bahwa meski teori relativitas khusus memberikan relasi yang sempurna antara kelembaman dan energi, sementara relasi antara kelembaman dan berat (inersia dan sistem gravitasi) tidak tersentuh sama sekali. Saya curiga bahwa masalah ini berada jauh di luar cakupan teori relativitas khusus.

    Suatu hari saya sedang duduk di atas sebuah kursi di Kantor Paten Swiss di Bern. Inilah saatnya sebuah ide cemerlang melintas di benak saya. "Seseorang yang jatuh bebas tidak akan mengetahui berat badannya." Ide sederhana ini memberi saya pemikiran yang mendalam. Emosi liar yang melanda saya saat itu mendorong saya ke arah teori gravitasi. Saya kembali berfikir, "Seseorang yang jatuh bebas memiliki percepatan." Pengamatan yang dilakukan oleh orang ini sebenarnya dilakukan pada sistem yang dipercepat. Saya memutuskan untuk memperluas prinsip relativitas dengan memasukkan percepatan. Saya juga berharap, dengan menggeneralisasi teori ini saya akan sekaligus memecahkan masalah gravitasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang yang jatuh bebas tidak merasakan berat badannya akibat adanya medan gravitasi lain yang menghilangkan medan gravitasi bumi. Dengan kata lain, setiap benda yang dipercepat membutuhkan medan gravitasi baru.

    Meski demikian saya tidak dapat memecahkan masalah ini secara utuh. Delapan tahun saya habiskan untuk menurunkan relasi yang nyata. Sebelum itu, saya hanya mendapatkan potongan-potongan dasar teori tersebut.

    Ernst Mach juga mengklaim prinsip ekivalensi antar sistem-sistem yang dipercepat. Namun jelas hal ini tidak cocok dengan geometri biasa. Hal ini disebabkan karena jika sistem-sitem semacam ini diizinkan, maka geometri Euclidean tidak berlaku di setiap sistem. Menjelaskan hukum fisika tanpa geometri sama saja dengan menjelaskan suatu pemikiran tanpa kata-kata. Kita harus mempersiapkan kata-kata tersebut sebelum kita dapat menjelaskan pemikiran kita. Jadi, apa yang harus saya letakkan sebagai landasan teori saya?

    Masalah ini tetap tak terselesaikan hingga tahun 1912. Pada tahun itu saya menyadari bahwa teori permukaan Karl Friedrich Gauss dapat menjadi dasar yang baik untuk memecahkan misteri di atas. Bagi saya, koordinat permukaan Gauss merupakan peralatan yang sangat penting. Namun saya tidak mengetahui bahwa George Riemann sebelumnya telah mengembangkan dasar-dasar geometri yang sangat mendalam. Saya hanya ingat teori Gauss yang saya dapat dalam kuliah dari seorang dosen matematika bernama Carl Friedrich Geiser ketika saya masih mahasiswa. Jadi saya semakin yakin bahwa sifat-sifat dasar dari geometri haruslah memiliki arti fisis.

    Sekembalinya saya ke Zurich dari Praha saya menemui teman dekat saya, seorang ahli matematika, Marcel Grossmann. Ia membantu saya mencarikan referensi-referensi matematika yang agak asing bagi saya ketika saya masih di kantor paten Swiss di Bern. Inilah untuk pertamakali saya belajar darinya hasil karya Curbastro Ricci serta makalah-makalah Riemann. Saya tanyakan kepadanya apakah masalah saya dapat diselesaikan dengan teori Riemann, yaitu apakah invarian dari elemen garis cukup untuk menentukan seluruh koefisien yang saya cari. Selanjutnya, saya berkolaborasi dengannya dalam menulis sebuah makalah pada tahun 1913, meski persamaan gravitasi yang sesungguhnya belum dapat diturunkan saat itu. Penyelidikan lebih lanjut dengan menggunakan teori Riemann, sayangnya, menghasilkan banyak kesimpulan yang bertentangan dengan harapan saya.

    Dua tahun berikutnya berlalu saat saya masih memutar otak untuk memecahkan masalah ini. Pada akhirnya saya menemukan satu kesalahan pada perhitungan saya sebelumnya. Saya kembali mencoba menurunkan persamaan gravitasi yang benar berdasarkan teori invarian. Setelah dua minggu bekerja, jawaban akhir muncul di depan saya.

    Setelah tahun 1915 saya mulai mengerjakan problem kosmologi. Riset yang saya lakukan menyangkut geometri dan waktu jagad raya. Riset ini didasarkan pada pembahasan syarat batas teori relativitas umum dan argumen kelembaman Mach. Meski saya tidak mengetahui sejauh mana dampak ide Mach pada substansi relativitas umum dari kelembaman, saya yakin bahwa pemikiran besar ini merupakan filosopi dasar saya.

    Mula-mula saya mencoba membuat syarat batas persamaan gravitasi menjadi invarian. Belakangan saya bahkan dapat menghilangkan batasan ini dengan asumsi bahwa jagad raya bersifat tertutup. Dengan demikian saya berhasil memecahkan masalah kosmologi. Sebagai hasilnya diperoleh bahwa kelembaman muncul sebagai satu sifat relatif di antara materi dan haruslah lenyap jika tidak ada benda lain yang berinteraksi dengannya. Saya yakin jika sifat penting ini membuat teori relativitas umum memuaskan kita bahkan dalam pandangan epistemologi sekalipun.

    Dengan ini saya ingin mengakhiri cerita singkat saya tentang bagaimana saya membangun teori relativitas. Terimakasih banyak.
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    freyr2thor Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 22, 2008
    Messages:
    530
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,654 / -0
    berarti teori saya emang bener...

    beda orang kurang kerjaan sama penemu2 ntu tipis banget...

    nice info^^v
     
  4. Offline

    buxbux Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 7, 2009
    Messages:
    898
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +539 / -0
    ijin nyimak bro
    otak gw lemot nih
    gak masuk2 teori nya
     
  5. Offline

    logitech Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,375
    Trophy Points:
    241
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,673 / -0
    ow gt to... kirain Einstein sndiri yg temuan.. ternyata ada bantuan dari temen2ny jg..
     
  6. Offline

    rotkrotk Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2008
    Messages:
    660
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +452 / -0
    wew...
    stress juga tuh....
    bertaon2 dihabisin cuma bwt mikir teory --
     
  7. Offline

    bakakurosu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 15, 2008
    Messages:
    1,859
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +11,461 / -0
    bayangkan dirimu bergerak dengan kecepatan cahaya....
    kamu dapat menggenggam partikel matahari...
    dari matahari kemudian kamu melaju dengan kecepatan cahaya...terus melaju ...
    hingga akhirnya kembali lagi ke matahari....


    semuanya dimulai dari IMAJINASI :haha:
     
  8. Offline

    unclegemboel Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 9, 2008
    Messages:
    638
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +19,379 / -0
    kayaknya klo menurut rumusnya einstein dimana e=mc2, saat kita mencapai kec cahaya maka massa tubuh kita menjadi tidak berhingga, jadi kondisi kec cahaya hampir mustahil dicapai, tapi g tau masa depan sapa tahu ada yg memecahkan ini.

    einstein klo aku baca2 sih g gt dianggap istimewa ma koleganya macam Planck, Pauli, Bohr, dll. maksudku perkembangan fisika modern ditemukan oleh banyak tokoh hebat lainnya, g melulu di pegang einstein. tpi emang teori relativitasnya harus diakui sebagai sebuah teori yg revolusioner diwaktu itu.

    einstein cs berhasil membuka mata dunia fisika yg determinis ala newton, kelvin, dll menjadi fisika yg penuh relativitas. klo g salah einstein diakhir hidupnya jadi lebih religius dan rada menentang pndangan fisika modern.
     
  9. Offline

    metzebs Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 30, 2008
    Messages:
    231
    Trophy Points:
    112
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +920 / -0
    Kayaknya gak dech..tapi gak tau juga..soalnya ada beberapa ungkapan einstein yang tidak percaya pada keberadaan Tuhan.
    misalnya :
    • Saya ingin memahami pemikiran Tuhan; selebihnya adalah soal detail saja.
    • Pengetahuan tanpa agama adalah pincang. Sedang agama tanpa pengetahuan adalah buta.
    karena bagaimanapun, kalau kita mencoba untuk mensainskan agama, dan atau agama kita jadikan sains, tidak akan pernah sepadan.
     
  10. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1
    sori bro.....setau saya agama yg baik adalah agama bisa dibuktikan.......karna fisika,biologi dan kimia adalah hukumnya tuhan dan kita hanya menemukanya, bukan membuatnya.....dengan kata lain agama dan sains itu saling berhubungan walaupun dalam tingkatanya agama itu lebih tinggi dr sains ( ya iyalah tuhan itu maha pintar dibandingkan manusia)
     
  11. Offline

    leoforyui Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    168
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +7,091 / -0
    ether adalah zat yang dianggap merambatkan cahaya

    sama misalnya seperti udara, zat yang merambatkan bunyi

    tapi keberadaan ether tidak bisa dibuktikan
     
  12. Offline

    flamio Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 26, 2008
    Messages:
    243
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +11 / -0
    einstein adalah salah satu manusia ajaib di dunia ini

    teori relativitasnya emang bagus tapi dia gak dapat nobel dari sini setahu gw
     
  13. Offline

    leoforyui Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    168
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +7,091 / -0
    Einstein gak dapet nobel tentang relativitas karena waktu itu banyak ilmuwan yang belum percaya tentang relativitas einstein.

    Tapi dia dapet nobel tentang efek fotolistrik yg merupakan salah satu yg membangun lahirnya fisika kuantum.
     
  14. Offline

    flamio Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 26, 2008
    Messages:
    243
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +11 / -0
    ^
    bukannya nobel itu biasanya berdasarkan jasa seseorang pada umat manusia
    relativitas gak bisa dipake
    efek fotolistrik jelas ada penerapannya pada solar cell
     
  15. Offline

    leoforyui Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    168
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +7,091 / -0
    Last edited: Apr 18, 2009
  16. Offline

    Cerberus Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 13, 2008
    Messages:
    781
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +227 / -0
    sulit di eksperimen kan dan dianggap "mencoreng" ilmu pengetahuan kala itu, karena einstein berani2nya bilang "di dunia ini ga ada ether".
     
  17. Offline

    flamio Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 26, 2008
    Messages:
    243
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +11 / -0
    ether nih ether yang di ruang angkasa kan, bukan yang dikimia? hehehe

    setahu gw, kan ada yang bilang ruang angkasa adalah ruang hampa udara
    tapi kata ilmuwan siapa, sebenarnya ada gas yang namanya ether itu
    ether hampir sama sifatnya ama yang disebut hampa
     
  18. Offline

    wilson Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 21, 2008
    Messages:
    195
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +10 / -0
    enstein percaya pada Tuhan, waktu dia dirawat di rumah sakit dia bertanya kepada suster, apakah kamu percaya pada Tuhan, ya kata suster, dan suster bertanya and you? ya saya percaya tetapi saya tidak percaya Tuhan merahasiakan sesuatu terhadap manusia etc etc, jadi intinya einstein percaya adanya Tuhan
     
  19. Offline

    calcium Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 24, 2008
    Messages:
    714
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +247 / -0
    Einstein bilang, dia itu percaya ada sesuatu di balik alam semesta ini, yang kompleks dan belum bisa dipecahkan, mungkin aja itu Tuhan, tapi dia ga percaya ama Tuhan dari agama-agama, karena menurutnya Tuhan dari agama-agama itu semua masih primitif.

    wa baca dari Wikipedia sih, trus Einstein juga ga suka kalau orang suka quote kalo dia itu ga percaya ama Tuhan.
     
  20. Offline

    melali Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 13, 2009
    Messages:
    607
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +18,425 / -0
    cerita singkat ???????:hot:

    sgettu puuanjangnya di blg sngkat:hahai:

    he...he...:piss:
     
  21. Offline

    Alovera Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 18, 2010
    Messages:
    653
    Trophy Points:
    107
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,570 / -0
    Eh, bukannya rumus einstein yang e = mc2 itu aplikatif ya?
    Perasaan asal muasal dibuatnya Bom Atom bukannya penerapan dari rumus ini ? cuma waktu itu einsteinnya gak setuju....CMIIW
    Berarti bisa dapet nobel donk?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.