1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News YouTuber Jepang Ini Serukan Agar Orang Tua Tidak Memaksa Anak-Anak Mereka Pergi ke Sekolah

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, May 15, 2019 at 1:40 PM.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    223
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +7 / -0
    Cukup banyak YouTuber anak-anak populer di di Jepang, namun mungkin tak ada yang berani mencoba seperti apa yang dilakukan oleh YouTuber berusia 10 tahun yang dikenal dengan sebutan Yutabon ini.

    Tak hanya rutin tak masuk sekolah dalam dua tahun terakhir, ia bahkan menyarankan kepada 20.000 penggemarnya untuk tidak masuk kelas. Menurutnya, hal itu dimulai saat ia duduk di kelas tiga di mana ia melihat teman-teman sekelasnya mematuhi para guru seolah mereka adalah robot.

    Tak ingin menjadi mesin yang tak bisa berpikir sendiri, Yutabon bersumpah untuk membolos dari sekolah dan menyebarkan pemikirannya itu kepada orang lain.


    Mengambil satu bagian dari video di atas, inilah yang dikatakan Yutabon:

    "Jika anak-anak ingin pergi ke sekolah, maka orang tua harus menuruti keinginan mereka. Akan tetapi bila mereka tidak ingin masuk sekolah, maka orang tua juga tidak punya hak untuk memaksa mereka. Banyak anak yang akan tersiksa dan mati bila mereka dipaksa untuk menerima pendidikan. Hidup itu sangat penting, jadi lindungi dirimu sendiri!"


    Di saat pendidikan bagi murid-murid SD dan SMP diwajibkan di Jepang, faktanya drop out (DO) sangat jarang terjadi, sekalipun seorang murid tak masuk sekolah selama berbulan-bulan tanpa kabar, yang menjelaskan mengapa Yutabon secara teknis masih berstatus seorang murid di suatu SD di sana.

    Meski banyak orang tua yang mengkhawatirkan serta tak setuju dengan pesan-pesan Yutabon, kanal YouTube-nya telah mengumpulkan lebih dari 20.000 follower, belum lagi bocah itu secara rutin mengisi acara di sebuah program radio internet setiap Sabtu untuk mendiskusikan kebebasan bagi generasi muda.

    Kecurigaan mulai tumbuh ketika netizen bertanya-tanya seperti apa orang tua Yutabon hingga membiarkan anak seusia itu mengorbankan pendidikannya hanya karena ia tidak menyukai sistem pendidikan yang ada. Usut punya usut, ternyata ayah Yutabon, yang dipanggil sebagai Yukiya Nakamura, juga dulunya hanya tamat SMP (SMA tidak termasuk pendidikan wajib di Jepang).serta dikenal nakal.

    Disebut-sebut, masa muda Nakamura cukup banyak cerita. Ia dikenal sebagai anak bandel yang dikenal sering mencuri sepeda dan merokok. Ia langsung bekerja begitu lulus SMP dan telah berganti pekerjaan hingga lebih dari 20 kali. Selain itu, ia juga perah melakukan pemerasan, pencurian, penyerangan, belum lagi ditemukan memiliki obat-obatan terlarang.

    Sayangnya ia sadar terlalu lambat, dan pentingnya menuruti peraturan, hukum dan mengeyam pendidikan dalam masyarakat sepertinya tidak ditanamkan kepada Yutabon.

    Meski kontroversi, YouTuber cilik ini tetap berharap bahwa video-videonya dapat menyelamatkan banyak anak-anak sekolah. Hanya saja, mungkin konsep serta definisi "menyelamatkan" bagi bocah ini berbeda dengan kebanyakan orang. Bagi orang dewasa, pemikiran Yutabon bisa dibilang sangat naif.

    Mungkin suatu hari nanti, Yutabon dapat menyadari seberapa naif dirinya. Setidaknya ada orang-orang yang merasa video Yutabon justru seperti menunjukkan seberapa menyedihkan orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan sehingga mereka yang juga sering tidak masuk sekolah malah kembali masuk sekolah secara rutin.​




    "Aku sudah tiga tahun di SMP dan tak pernah masuk sekolah sejak tahun pertama. Aku melihat videomu saat Golden Week (libur panjang Jepang) dan berpikir bahwa merupakan suatu kesalahan besar jika aku terus membolos. Aku datang ke kelas hari ini, setelah dua tahun [membolos]. Meski aku hanya menghadiri upacara masuk sekolah, semua orang menerimaku dan aku merasa bodoh karena menjauhi mereka. Mungkin masih terasa melelahkan, tapi aku akan datang ke sekolah mulai sekarang! Kamu telah mengubah pandanganku akan hidup!!! Terima kasih banyak!!!"


    Pendidikan ada untuk memberi kemampuan-kemampuan penting serta menanamkan norma dan tata krama bagi generasi baru untuk kemudian bisa bertahan hidup di masyarakat. Tanpa pendidikan, orang-orang akan merasa bahwa menyiksa dan menyakiti orang lain itu hal yang normal bukan?


    Sumber: Portal IDWS
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.