1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News Viral Bullying 3 Siswa Terhadap Siswi di SMP di Purworejo, Kepsek: Namanya Anak Iseng

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, Feb 14, 2020 at 4:04 PM.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    1,031
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +35 / -0
    Kasus seorang siswi berinisial CA (16) yang di-bully (dirundung) 3 siswa SMP Muhammadyah Butuh Purworejo mendadak viral setelah videonya beredar di media sosial.

    Video berdurasi 28 detik itu beredar di media sosial, terutama Instagram dan WhatsApp Group. Tak hanya menampar atau memukul, beberapa tendangan juga dilancarkan dalam video tersebut. Ada juga yang memukul menggunakan gagang sapu ijuk.


    Ketiga perundung masing-masing berinisial TP (16), DF (15) dan UHA (15). CA hanya bisa duduk di kursi membenamkan kepalanya dalam-dalam ke meja. Dia terdengar menangis tersedu-sedu di saat TP, DF, dan UHA terus menganiayanya sambil tertawa.

    Kasus siswi perundungan di Kecamatan Butuh Purworejo itu terjadi pada Rabu (12/2/2020) pagi hari. Sesuai informasi yang beredar, pihak siswi yang dibully melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian pada pukul 16.00 WIB.

    Melansir laporan Tribunjateng.com, ibu korban mengetahui bullying terhadap anaknya setelah melihat video kejadian di tempat kerja pukul 10.00. Dia kemudian pulang ke rumah memberi tahu suaminya atau ayah korban.

    Mereka kemudian datang ke sekolah menanyakan kebenaran adanya perundungan tersebut. Setelah mendapat jawaban, kemudian ibu korban melaporkannya ke Polsek Butuh.

    Di Semarang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak menyangka kali pertama mengetahui aksi bullying antar siswa di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo. Begitu melihat video yang viral tersebut, Ganjar berujar langsung menelepon kepala sekolah terkait.

    "Saya sudah telepon Kaseknya. Sudah ditangani sekolah, saya sedang minta detilnya," kata Ganjar dalam pesan singkat, Rabu malam, dikutip dari Tribunjateng.com.

    Ganjar mengatakan kasus tersebut sudah ditangani kepala sekolah dan polisi setempat. "Karena mereka masih anak-anak, saya minta diberikan konseling bersama ortunya,"tambah Ganjar.



    Kepala Sekolah berharap damai

    Dari laporan terbaru, ketiga siswa tersangka kasus bullying terhadap CA di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, tak ditahan kepolisian.

    Dikutip dari dari Kompas.com, ketiga pelaku tak ditahan lantaran ancaman hukuman mereka di bawah 5 tahun penjara.

    "Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna, dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/2/2020).

    Dalam kasus tersebut, polisi menjerat pelaku dengan Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, meskipun tidak dilakukan penahanan, polisi memastikan akan tetap melakukan penyelidikan kasus tersebut.

    Kepala SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Ahmad mengatakan kepada Tribunjateng.com bahwa peristiwa bullying tersebut terjadi di luar sepengetahuan pihak sekolah. Ahmad mengatakan, peristiwa berlangsung saat jeda pergantian jam sekolah, sekitar pukul 08.30 WIB.



    Kelas 8, tempat korban dan pelaku belajar saat itu sempat kosong menunggu kedatangan guru di jam pembelajaran berikutnya. Saat itu, posisi para guru sedang berada di kantor, ada pula yang masih berada di ruang kelas lain.

    Durasi kejadian itupun, menurut dia, singkat, karena berada di sela pergantian jam. Ahmad enggan merinci bagaimana kronologi kejadian terjadi. Menurutnya, tindakan TP, DF, dan UHA kepada CA merupakan bentuk keisengan ketiga remaja itu.

    Ia menceritakan, TP, DF, dan UHA suka bertindak semaunya sendiri dan tak bisa dinasehati.

    "Namanya anak iseng. Diajar juga susah, suka semaunya sendiri," katanya.

    Ia juga ikut menyesalkan perilaku siswanya ini. Tetapi jika harus dihadapkan pada proses hukum pidana, ia kurang sepakat. Ahmad sebenarnya mengharapkan kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Terlebih, ketiga pelaku masih berusia di bawah umur.

    Tetapi pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa jika kasus bullying akhirnya tetap diproses secara hukum. Ia hanya bisa berharap, jika proses hukum kasus itu berlanjut, pendidikan anak-anak yang kini berstatus tersangka tidak boleh berhenti.

    Bagaimana pun, kata dia, pemerintah harus tetap memerhatikan pendidikan mereka meski terjerat kasus pidana.

    "Anak butuh pendidikan," katanya.



    Sumber: Portal IDWS
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. mandrakes M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 24, 2009
    Messages:
    860
    Trophy Points:
    117
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,620 / -3
    ya iyalah kepseknya minta damai kalo sampai ada kasus tkdnya bakal dipangkas, kalo gw jadi orang tuanya maju terus pantang mundur walaupun dibawah 5 tahun tetap harus masuk keproses hukum biar kapok sekapok kapoknya, enak aja udah bully anak orang sekolah spp gratis minta damai:jotos

    Dipenjara itu juga ada pendidikannya
    pendidikan agar kapok sekapok kapoknya apalagi kalo 1 sel bareng aipul amil & reinhardt sinaga mantap banget tuh :beer:
     
  4. adhiwhit Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 26, 2016
    Messages:
    25
    Trophy Points:
    1
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    tutup ajalah sekolahnya, biar jera. Sekolah seharusnya memberi kenyamanan dan keamanan bagi seluruh siswa
     
  5. mandrakes M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 24, 2009
    Messages:
    860
    Trophy Points:
    117
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,620 / -3
    lha apa salah sekolahnya, yang salah cuma segelintir individu kok digenalisir jadi 1 sekolahan yang kena, cukup lah itu anak yang bully aja dihukum menurut aturan hukum yang berlaku dan bisa dijadikan contoh bagi mereka2 yang hendak "ISENG NGEBULLY" teman sekelasnya, menurut pendapat kepsek itu isengnya anak2 wajar katanya busettt iseng kaya gitu udah kelewat batas :no:
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.