1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Pengen ganti nama ID? Plat tambahan? Promo GK? Cek Promo Spesial Hari Kemerdekaan, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  3. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  4. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  5. Apa kamu cukup berani melawan Valak? Satukan kekuatan di The Werewolf Series #16: THE NUN. Open registration: 14 - 21 September 2018!
  6. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!

FanFic Two Little Survivors [Resident Evil]

Discussion in 'Fiction' started by nanamiang, May 7, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. nanamiang Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 8, 2010
    Messages:
    234
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +21 / -0
    Fiksi yang kubuat untuk mengenang game kesukaanku... kuharap teman-teman suka...
    :peace:

    Kota Racoon, kota tempat kelahiranku sekaligus tempatku dibesarkan. Entah sejak kapan kota ini berubah. Aku jadi semakin tidak mengenal kota ini. Kota ini serasa asing bagiku. Kemarin tiba-tiba ibuku berubah menjadi aneh. Matanya menjadi putih dan ia juga menjadi asing. Ia menyerangku dan ingin menggigitku. Tetangga-tetanggaku juga berubah menjadi aneh. Mereka yang dulunya sangat ramah berubah menjadi beringas. Mereka menjadi seperti di film tentang mayat hidup yang sering kutonton.

    Sekarang aku bersembunyi di antara timbunan sampah, tidak berani keluar, takut orang-orang menemukanku. Tubuhku tidak bisa berhenti menggigil.

    BRAK! Aku mendengar suara seseorang menabrak sesuatu. Aku semakin ketakutan, jangan-jangan ada yang menemukanku. Ketakutanku tidak salah, ada seseorang yang mendekatiku dan akan menangkapku. Aku berteriak sejadi-jadinya dan menutup mataku. Aneh, kenapa tidak terjadi apa-apa? Aku memberanikan diri membuka mataku. Orang itu terjatuh dan ada seorang anak perempuan yang mungkin seumurku memegang sebatang kayu.

    “Cepat! Keluar dari situ!”, perintah anak itu.
    Aku yang masih ketakutan, tidak bisa bergerak. Tanpa pikir panjang, anak itu menarik tanganku dan kami pun berlari mencari tempat yang kira-kira aman untuk kami bersembunyi. Dari wajah anak itu, aku bisa merasakan kalau ia juga sangat ketakutan, sama sepertiku.

    Hari semakin gelap, mayat-mayat hidup terlihat berkeliaran di bawah terang bulan purnama yang bersinar malam ini. Kami bersembunyi dalam sebuah tempat yang tampaknya adalah sebuah gudang. Bau debu membuatku berkali-kali bersin.

    “Kita akan aman selama berada di sini...”, kata anak itu. Aku hanya diam. “... untuk sementara”, sambung anak itu.
    “Namaku Sherry, Sherry Birkin, siapa namamu?”, tanya anak itu.
    “Tifanny”, jawabku pendek.
    “Senang berkenalan denganmu”, kata Sherry dan kami pun bersalaman.

    Malamnya, aku tidak bisa menutup mataku. Aku khawatir kalau-kalau mayat-mayat itu menemukan tempat persembunyian kami. Tampaknya Sherry juga sama sepertiku, aku tahu karena berkali-kali ia mengubah posisi tidurnya dan mendesah.

    Aku teringat pada ayah, ibu, kakak dan adikku yang masih bayi. Waktu itu, kota ini memang sudah diberitakan tentang monster-monster yang menyerang orang-orang. Seluruh warga dihimbau agar berhati-hati dan tidak keluar rumah kalau tidak benar-benar mendesak. Lalu malam itu, adikku menjadi sangat rewel dan terus menerus menangis. Badannya sangat panas dan pada pagi harinya, adikku meninggal. Tubuhnya membiru. Kami tidak bisa menguburkannya karena orang-orang takut ke kuburan. Kuburan sudah penuh monster, kata tetanggaku. Kami pun memakamkannya di halaman rumah.
    Kami hanya menunggu berita kapan monster-monster itu menghilang dari siaran televisi. Hari itu, berita mengatakan bahwa monster-monster itu semakin banyak. Polisi-polisi dikirim untuk menghadapi monster-monster itu tapi mereka terlalu kuat dan polisi-polisi pun banyak yang menjadi korban.
    Kakakku menjadi gila. Ayahku pergi entah kemana. Lalu ibuku menikam dirinya sendiri. Aku pun tinggal sendirian di rumah, menemani kakakku yang semakin melemah. Beberapa hari kemudian, aku dikagetkan oleh ibuku yang tiba-tiba terbangun. Hampir saja aku memeluknya, tapi tidak kulakukan ketika melihat darah keluar dari mulutnya dan kakak tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Ketika ia akan menyerangku, aku berlari keluar dari rumah dan bersembunyi sampai aku bertemu Sherry. Tanpa sadar, aku meneteskan air mata. Sherry menghapus air mataku.

    “Kita akan menemukan jalan keluar dari kota ini ”, kata Sherry meyakinkanku.
    Sherry mengeluarkan kalungnya dan menunjukannya padaku. Ada foto di dalam kalung itu. Di foto itu ada Sherry bersama ayah ibunya.
    Sherry bercerita, “Ayah ibuku selalu tidak ada di rumah, mereka terlalu sibuk bekerja”. Sherry memandang foto itu dengan sedih. “Banyak yang bilang ayah ibuku sudah meninggal, tapi aku tidak percaya. Karena aku merasakan ayahku memanggil-manggilku”.
    “Aku... Aku tidak tahu kemana ayah pergi. Lalu ibuku... ibuku...”, aku kembali menangis. Sherry memelukku dan kamipun menangis bersama.

    Hari semakin siang, perut kami menjadi lapar. Kami pun keluar dari gudang itu dan mengendap-ngendap menuju sebuah mini market, berharap bisa menemukan makanan di situ. Kota sangat sepi dan samar-samar kami mencium bau busuk bangkai. Ketika mendekati mini market itu, aku tiba-tiba menjadi ragu.
    “Tiffany? Kenapa kau?”, tanya Sherry.
    “Tidak, tidak ada apa-apa”, jawabku dan kami pun memasuki mini market itu.

    Sangat gelap di dalam mini market ini. Tampaknya sudah lama tidak ada orang yang menjaganya. Kami bisa melihat barang-barang berserakan di mana-mana, tanda pernah terjadi perlawanan di situ. Sherry mengambil beberapa bungkus potato chip dan menunjukannya padaku.
    “Kita bisa makan ini”, katanya, aku mengangguk. Kami pun berpencar dan mengambil beberapa makanan yang sekiranya dapat kami makan untuk mengganjal perut kami.

    Tiba-tiba Sherry tampak begitu ketakutan, barang-barang yang sedari tadi dikapitnya terjatuh semua. Aku merasakan ada sesuatu di belakangku dan aku pun dengan takut berbalik. Mayat hidup! Mayat hidup itu tidak sendirian. Sherry yang ada jauh dariku berteriak’ “Tiffany, menunduk dan lari!”, perintahnya.
    Mayat-mayat hidup itu semakin mendekatiku. Aku ketakutan, tidak bisa bergerak. Sherry melempar kaleng-kaleng makanan ke arah monster-monster itu.

    “Tiffany! Cepat! Cepat!”, teriak Sherry. Ia tidak berani mendekat karena monster itu terlalu banyak, tapi aku tetap tidak bisa bergerak. Lalu sebagian monster itu mendekati Sherry dan sebagian lagi mulai menggigitku. Aku berteriak kesakitan.

    “Sherry! Tolong Aku!!!”, teriakku, tapi Sherry semakin menjauh. Aku bisa melihat wajahnya memandangku ngeri dan ia berkata, “Tiffany, maafkan aku”. Sherry pun berlari meninggalkan mini market ini, aku bisa mendengar langkah kakinya. Darah mengalir deras dari bahuku, aku sudah tidak mampu berteriak lagi dan pandanganku menjadi gelap.

    Sekarang Sherry pergi entah kemana, aku ingin bertemu lagi dengannya. Namun masih ada yang harus kulakukan. Aku sangat lapar. Yang kuinginkan sekarang hanyalah makan, makan dan makan.

    -Selesai-
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. pitbull Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 6, 2009
    Messages:
    63
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +69 / -0
    mantap. ini game fav ane. tambahin pic dong biar lebih seru bacanya :D
     
  4. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Tanpa sadar, aku meneteskan air mata. Sherry menghapus air mataku.
    yang bagian sini, menurut ak, kk, dijelaskan kapan Sherry bangun dari tidurnya, karena pas dia lagi tidur, baru si Tiffany nangis, kan? :hmm:
    lo tiba2 Sherry menghapus air mata Tiffany, itu seakan Sherry dari tadi bangun, dan memandang si Tiffany nangis. :bloon:
    sori, lo komen'a kagk guna..
    :maaf:
     
  5. nanamiang Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 8, 2010
    Messages:
    234
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +21 / -0
    ada bikin gambarnya... tapi gak tau cara pasang gambar... jadi gak bisa kumasukan deh
     
  6. nanamiang Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 8, 2010
    Messages:
    234
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +21 / -0
    Hmmm... teliti juga ya kamu...
    Saya sih cuma membayangkan, dalam keadaan seperti itu, apa bisa benar-benar tidur?
    Jadinya gak kepikiran menjelaskan sampe detil...
    trims ya...:malu2:
     
  7. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    cara pasangnya, pertama upload dulu di alamat mana, gitu yg bisa upload gratis. lalu, halaman gambar yg dah diupload itu di copy.
    ex:http://www.qqq.com/qqq/qqq/qqq/qqq/gambarku.jpg
    abis itu, balik ke IDWS, dan buat spoiler. lalu, mouse kk arahin ke bar reply, disamping gambar link, kolom ke-3 setelah gambar balon Quote.
    nti keluar tulisan http://
    nah..:unyil: disitu kakak paste alamat yg tadi kk copy.
    but, ingat! :awas:
    jagn sampe tulisan http://-nya dua kali. klo gak, itu gambar g bisa masuk.
    lo kk ambil gmbar dari mbah google, di gambarnya, klik kanan, pilih copy image location. bestu, copy ke insert image (kolom ke 3 dari balon Quote)

    lo ggl, coba lagi. pertama ak jga g ngerti, kak.
    g da yg ngajarin juga. :sedih1
    tapi, aku coba2 aj sendiri, dan alhasil, jadilah karyaku seperti sekarang.
    nyoba2 itu mantap, lho, kk
    :top:
     
    • Thanks Thanks x 1
  8. giantskunk Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 11, 2010
    Messages:
    20
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +12 / -0
    itu sama di game ny gaa gan
    ak tau ny cm film ny sih

    kata tmeen film ny juga beda dari game

    haha
     
    • Thanks Thanks x 1
  9. nanamiang Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 8, 2010
    Messages:
    234
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +21 / -0
    Iya bro, ini dari cerita game-nya... di game-nya ada karakter yang namanya Sherry birkin.
    Kalo di filmnya belum muncul sih, tapi mungkin bisa muncul juga. Mengingat Kris Redfield barusan muncul di film. Padahal kalo di game-nya Kris jadi pemeran utama di RE1.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.