1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Tuhan.. Berilah Kekuatan!^^

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by kiefs, Nov 8, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kiefs M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 8, 2009
    Messages:
    1,194
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +747 / -0
    Suasana di lapangan sungguh meriah siang itu. Rupanya sedang diadakan lomba mobil balap mainan dan babak finalnya akan dimulai sebentar lagi. Hanya tersisa empat orang peserta dan masing-masing anak pun memamerkan mobil mainan buatan sendiri. Memang begitulah aturan permainannya, mobil harus buatan sendiri.

    Di antara peserta itu ada seorang anak yang mobilnya sama sekali tidak istimewa, namun ia termasuk dalam empat anak yang berhasil memasuki babak final. Dibanding semua lawannya, mobilnyalah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu bisa berpacu melawan mobil lainnya.

    Yah, memang, mobil tak begitu menarik. Dengan kayu sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, pemiliknya bangga dengan itu semua, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri.

    Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil “kebanggaan”, lengkap dengan “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

    Namun, sebelum pertandingan dimulai, salah seorang anak yang memiliki mobil yang paling ‘antik’ dan ‘beda’ dari mobil lainnya meminta waktu sebentar, Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan dirangkup sambil memanjatkan doa. Semenit kemudian ia pun berkata,”Ya, aku siap!” Dorr! Perlombaan pun dimulai ……..

    Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo .. ayo… cepat … cepat, maju .. maju,” begitu teriak mereka.

    Tali lintasan finish telah terlambai. Dan ternyata pemenangnya adalah mobil yang kurang begitu bagus dan paling diragukan kemampuannya. Semuanya senang .. terutama anak pemilik mobil juara. Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih, Tuhan!”

    Saat pembagian piala tiba. Sang juara maju ke depan untuk menerima piala kebanggaan. Sebelum piala diserahkan, ketua panitia bertanya,”Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?” Sang juara terdiam sejenak.

    “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan,” kata anak tersebut. Ia lalu melanjutkan “Sepertinya tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan para hadirin memenuhi arena.

    Seberapa sering kita berdoa kepada Tuhan supaya permintaan kita dikabulkan? Pernahkah kita menyadari bahwa permohonan kita kepada Tuhan mungkin saja merupakan sesuatu yang tidak diharapkan orang lain? Misalkan kita berdoa demi kemenangan dan sesuatu yang bisa menguntungkan kita, pada saat itu tentu ada pihak yang harus kalah dan dirugikan. Lalu pantaskah kita bersorak di atas kegembiraan bahwa Tuhan telah menjawab doa dan harapan kita, sementara ada orang lain yang harus kecewa dan menderita? Padahal ada hal lain yang lebih berarti dari sekedar meraih kemenangan ataupun bergembira tetapi harus di atas penderitaan orang lain. Bukankah akan lebih baik apabila kita berdoa memohon kekuatan dari Tuhan untuk menerima apapun yang direncanakan-Nya? Percaya kepada kasih dan kehendak-Nya untuk kemudian mensyukurinya?
     
    • Like Like x 1
  2. CarbuncLe M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 25, 2009
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +251 / -0
    kadang memang doa kita bukan doa yang mengenakkan untuk orang lain :hihi: misal saya kadang saking panasnya minta agar hujan turun pada saat itu juga tidak peduli teman saya padahal mau pulang ke rumahnya dan tidak bawa jas hujan :haha:
    btw saya tidak menyangka doa anak kecil itu seperti itu.. andai ada benar orang seperti itu didunia.. mestinya dia orang yang berjiwa besar. :top:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.