1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News Tinggal di Kosan 2 x 1 Meter Atau Sleepbox, Gambaran Kerasnya Kehidupan Kaum Urban

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, Sep 5, 2019.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    532
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +27 / -0
    Sudah enam bulan Alfredo tinggal di sebuah kontrakan. Tapi jangan dibayangkan ini merupakan tempat tinggal layaknya indekos pada umumnya yang memiliki ruang cukup lega dengan beberapa perlengkapan di dalamnya.

    Pria 23 tahun ini tinggal dalam sebuah kotak 2 x 1 meter. Sebagai pengemudi ojek online, ia merasa penghasilannya tak seberapa. Akan berat jika harus mengeluarkan uang setengah juta rupiah lebih setiap bulannya untuk menyewa kontrakan yang lebih nyaman.


    [​IMG]
    Alfredo (23), pengemudi ojek online yang sudah enam bulan tinggal di kosan box atau dikenal juga sebagai sleepbox. Karena penghasilan tidak menentu, Alfredo belum berani mengambil cicilan rumah (KPR) atau pindah ke tempat yang lebih mahal. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)


    Karena itu dia pun tak terpikir untuk mengambil cicilan rumah (KPR). Alfredo bagian dari kaum urban yang bertempat tinggal ala kadarnya untuk “meluruskan” badan. Bersamanya ada 59 orang di rumah bercat putih yang tertutup rapat oleh pagar hitam kokoh.

    Total ada 64 kamar seukuran 2 x 1 meter yang tersebar di dua lantai. Penghuninya sebagian besar dari Sumatra dan Jawa. Kamar Alfredo bernomor 2116. Kontrakan bilik yang melintang tanpa ada cahaya matahari itu dibandrol Rp 300 hingga 400 ribu per bulan.


    [​IMG]
    Rifal berprofesi sebagai beauty advisor. Pemuda 29 ini sudah tinggal enam bulan di kosan box. Baginya, sulit sekali masuk ke tempat ini karena peminatnya begitu banyak. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)

    Hanya ada satu AC 2PK di setiap lantai dan kasur 200 x 90 x 10 centimeter di setiap kamar yang berasal dari pemilik kosan. Kosan box ini lahir karena para milenial lebih suka tinggal dalam satu hunian yang memiliki beberapa fasilitas, instan, dan murah.


    [​IMG]
    Wandi sudah tinggal dua tahun di kosan box. Biaya yang murah menjadi alasan utama wiraswasta 26 tahun ini bertahan di sana. "Sudah begitu, penghasilan Rp 5 juta per bulan. Aku belum bisa mencicil KPR dengan tanggungan yang kupunya," ujar dia. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)

    Apalagi penghasilan mereka tidak sepadan dengan kenaikan harga rumah. Lihat saja Idho (27) ketika pertama kali di Jakarta bingung mencari tempat tinggal lantaran tarif kosan atau penginapan mahal.

    “Dengan gaji Rp 3 juta sebulan, sayang untuk membayar tempat tinggal Rp 800 ribu per bulan atau menyicil KPR,” kata pria asal Lampung tersebut. Inilah balada sebagian kaum urban milenial di Ibu Kota Jakarta.


    [​IMG]
    Rahmat, 24, berprofesi sebagai satpam di sebuah kantor di Jakarta. Dia baru sebulan menginap di kosan box ini. "KPR di Jakarta mahal banget, mending beli di kampung aja. Sudah murah, juga dekat dengan keluarga." ujarnya. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)


    [​IMG]
    Jeklin (22) bekerja di bidan sudah tinggal di kosan box selama satu tahun. Selain murah alasan dia tinggal di kosan karena banyak kaum urban seperti dirinya sehingga terasa seperti keluarga baginya. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)


    [​IMG]
    Idho, 27, seorang sales handphone. Dia sudah tinggal di kosan box selama dua tahun. Baginya, kamar 2 x 1 meter ini cukup nyaman dan unik, selain tarifnya yang memang murah. "Makanya aku betah. November nanti hendak ke Lampung, sebulan. Tapi aku tetap bayar uang sewa" katanya. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)


    [​IMG]
    Wiraswasta ini mengaku tinggal di kosan box sekadar untuk beristirahat. "Lihat, duduk saja tidak bisa, nyaman sih engga. Niatnya cuman mau tidur aja di sini," ujar Edo Kiko, 33. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)


    [​IMG]
    Panca dan Fani. Usia mereka tak berbeda, 18 tahun, tinggal bersama di kamar 2 x 1 meter. Mereka mengatakan tidak ingin pindah ke apartemen, walau sempat berhasrat. "Itu enggak bisa dijadikan investasi jangka panjang," kata Panca. "Kakaku juga melarang. Kami sudah sering mencoba kosan lain yang eksekutif dan ke hotel berbintang, tapi memang nyamannya di sini." (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Katadata)



    Sumber: Portal IDWS
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. ravegreen Members

    Offline

    Joined:
    Jul 22, 2012
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    waduuh sayang bgt masih kurang baik dikelolanya..
     
  4. burung_hantuu Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 10, 2019
    Messages:
    13
    Trophy Points:
    1
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    kalau cuma buat tidur sementara sih oke2 aja, tapi kalau bulanan gitu ane si gabakal tahan
     
  5. Jimbean Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 13, 2019
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    man, absolutely madness. this is extremely cheapskate at any level
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.