1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Cerpen The Three Code [END]

Discussion in 'Fiction' started by Heilel_Realz012, Mar 15, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Heilel_Realz012 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 8, 2011
    Messages:
    812
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +823 / -0
    THE THREE CODE

    Original Fiction – Oneshot
    spin-off Diablo Falling
    Romance / Tragedy
    Status : ~ End ~


    Semua orang memiliki Pilihan untuk berjalan di jalan yang benar maupun salah untuk menentukan sendiri takdir mereka..
    baik itu Seorang Suci maupun seorang Penjahat sekalipun.

    Dont paradigmatic the Evil must be evil and dont paradigmatic the Saint must be saint



    Cerita ini terbentuk ketika penulis sedang sibuk dalam pembuatan chapter terbaru Orific yang lain. Sebuah cerita yang tiba - tiba saja terbesit datang untuk segera dituliskan. Cerita mengenai kehidupan kedua insan yang saling mencintai di keadaan yang sulit.

    Enjoy it :)



    Part 1

    “Hah.. Hah.. Hah..”

    Suara nafasku begitu sesak terengah – engah berlari sekencang – kencangnya seperti tupai yang sedang dikejar dan diburu oleh Pemburu. Aku berlari… terus berlari tanpa memperdulikan seluruh kelelahan pada tubuh dan jiwaku ini. rapuh dan putus asa.. ya semuanya mewakili diriku yang sekarang ini terus berlari menghindari mereka yang mengejar. Bak buronan yang dikejar dengan memiliki suatu kesalahan besar. berlari.. terus berlari dengan diliputi ketegangan dan ketakutan

    “Semangat Nick.. kita bisa lepas dari kejaran mereka.. ayo semangat..”

    Suara pelan gadis manis di depanku yang sejak tadi telah memegang tangan kiriku dan menyeretku dengan paksa untuk berlari. Keringatnya terlihat deras mengalir hingga membuat pakaian kemeja yang dilapisi tanktop hitam miliknya terlihat begitu basah.

    “Aku sudah tidak kuat lagi.. aku lelah.. sudah kita menyerah saja Rosaria.”

    “Bodoh.. kita sudah pergi sejauh ini.. kita sudah melewati semuanya bersama, kenapa dengan mudah kau sudah putus asa seperti itu”

    “Aku tidak kuat lagi.. tenagaku sudah sampai pada batasnya.. aku..”

    Aku merasakannya, kakiku kehilangan tenaga dan tubuhku rasanya juga mengalami hal yang sama. tubuhku oleng, aku kehilangan keseimbanganku.

    “Gedubrak!!!!”

    “Nick!!”

    Aku terjatuh, aku merasakan tubuhku begitu berat dan begitu lelah.. ini sudah sampai pada batasnya.. batas dari semua ketetapan hatiku pada kehidupan.

    “Bangun Nick! ayo bangun! jika tidak cepat bergerak, mereka akan tiba ditempat ini segera dan menangkap kita!”

    Rosaria meegang tangan kirikku dan pelan - pelan ia menempatkannya pada bahu kirinya. Ia mencoba memapahku dan berusaha untuk membuatku tetap berlari walaupun kondisinya begitu sulit.

    "Haah.. Hahh.. Hahh… aku sudah lelah Rosaria"

    “Bodoh bicara apa kamu..”

    “Aku menyerah.. ya aku menyerah menghadapi semunya”

    “Cukup cukup semua perkataanmu.. kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kita akan hidup bahagia selamanya. Kenapa sekarang kau malah menyerah?”

    Mendengar itu, aku hanya bisa terdiam. Aku mengingatnya moment dahulu ketika aku pertama kali bertemu dengan Rosaria. Tepat hari dimana aku baru baru merasakan perasaan yang sangat Rindu. Perasaan yang tidak bisa aku pendam, terus menusukku untuk mengatakan bahwa aku mencintainya. Ya aku mencintainya jauh dalam lubuk hatiku yang terdalam.

    “Aku mencintaimu Rosaria..” dengan sisa tenaga yang ada dan suara yang begitu pelan aku mengatakan nya dan membuat matanya terlihat begitu berkaca – kaca melihatku.

    “Percayalah.. kita pasti dapat lolos dari mereka. kita akan membangun rumah dan berkeluarga dengan dikaruniai banyak anak. Kau tidak lupa dengan semua janji dan kata – kata mu kan Nick?”

    Aku malu.. ya benar – benar malu pada Rosaria. Aku yang dulu sering berjanji dan berkata – kata manis padanya menceritakan kisah dan juga fantasi masa depan yang ada dalam benakku dan sekarang malah aku menyerah dengan semua keterbatasanku. Aku ini bodoh ya lelaki yang benar - benar bodoh. Putus asa ketika ia yang mencintaiku masih semngat untuk mencari jalan penyeleseian masalah ini.

    “Rosaria.. dengarlah.. kita bukanlah Romeo dan Juliet. Kita tidak harus berakhir dan mendapatkan takdir serupa seperti pada Romansa opera tragedy William Shakespeare.”

    “Apa maksudmu Nick?”

    “Kau memiliki takdirmu sendiri.. takdir yang tidak seharusnya menempatkanmu diposisi berbahaya seperti sekarang..”

    “Diaammm !!! cukup semua perkataanmu..”

    Aku melihatnya.. air mata Rosaria mengalir membasahi pipinya.

    “bruughghh” kedua lutut Rosaria jatuh ke lantai. Aku melihatnya jelas dari paras wajahnya, ia telah benar – benar kelelahan karena berlari sejak tadi. Lututnya bergetar.. ia menutup matanya dan berusaha untuk mengatur nafasnya yang benar – benar sesak terengah – engah.

    “Rosaria.. Kita telah melawan takdir dan berusaha untuk menjauh dan menggapai takdir kita sendiri… tapi pada akhirnya takdir yang sudah digariskan Tuhan tidak akan dapat diubah.”

    “Kau menyakitiku… sejak keadaan berubah kau selalu menyakitiku dengan kata – katamu. Aku selalu percaya, jalan selalu terbuka bagi kita menggapai takdir kita sendiri. Aku selalu percaya dengan angan – anganmu yang selalu kau ceritakan mengenai masa depan kita. Tapi kenapa, segalanya kau buang dan kau hancurkan ketetapan hatiku ini dengan semua keputus asaan dalam dirimu.”

    “Aku hanya ingin kau menjalankan takdirmu sendiri dan menggapai kebahagiaan..”

    “Sadarkah kau bahwa aku hanya akan bahagia jika bersamamu Nick!!!”

    Rosaria berteriak dan kemudian menangis terisak – isak setelah mendengarkan kata – kataku. Ya aku tahu, aku menyakitinya.. tapi semuanya tidak dapat diulang kembali. Haruskah aku tetap berlari pergi berusaha lepas dari Mereka yang terus mengejarku dan menginginkan aku mati. Haruskah aku menjalani hidup dengan tidak mendapatkan ketenangan itu dan membahayakan nyawa Rosaria? Tidak semuanya menjadi complicated, tidak ada pilihan yang benar – benar baik yang dapat aku pilih. Semua pilihan tegak lurus pada garis takdir yang telah tertulis. Aku lelah.. aku ingin segalanya selesai.. tapi aku tidak ingin melihat wajah dia yang kucintai menangis sedih meratapi diriku. Apa yang harus kuperbuat?

    “Drap!! Drap!! Drap!!!”

    “Suara langkah kaki?! Tidak mereka telah mulai mendekat. Ayo nick.. kita harus pergi dari sini. Kita harus lari dari mereka.”

    Ya benar.. aku harus memilih.. memilih diantara persimpangan takdir yang tidak bisa aku hindari.

    “Tenagaku telah pulih Rosaria.. kau lihat didepan? ada pintu yang menuju ke lantai atas.. Bisakah kamu berlari dengan kuat ke sana? Aku yakin kita bisa lolos jika pergi ke pintu itu”

    Rosaria tersenyum mendengar bahwa Nick telah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Ya ia tahu tubuhnya begitu lelah dan telah banyak berkeringat. Namun mendengar kekasihnya telah kembali percaya akan takdir yang masih bisa dirubah dan dilewati, ia merasa masih dapat untuk berlari jauh pergi ketempat yang aman dimana ada tempat yang damai untuk mereka berdua.

    “Ya.. Aku bisa berlari Nick.. Aku bisa.. Sejauh apapun tujuan kita, aku akan selalu berlari bersamamu dan menemanimu”

    Hatiku sakit.. ya sakit rasanya benar - benar ingin menangis.. Tidak pernah sekalipun dalam hidup aku menemukan gadis yang benar – benar mencintaiku hingga mau bersusah payah seperti ni. Ya aku benar – benar beruntung walaupun Tuhan memberikan begitu banyak masalah dan cobaan dalam kehidupanku, tapi Ia memberikan jalan agar aku dapat kenal dan mencintai gadis ini.

    satu hal dalam hidup ini yang harus aku ucapkan terima kasih padamu Tuhan

    Dengan pelan aku menggunakan tangan kanan ku mengambil suatu benda yang tersimpan di jacket hitam panjang yang sejak tadi aku kenakan. aku mengeluarkan benda itu dan memperlihatkannya langsung pada Rosaria.

    “Rosaria pegang senjata api ini. Dengar.. Apapun yang mendekatimu dan berusaha menyakitimu kau harus menembaknya.”

    “Senjata api? untuk apa? Aku tidak mengerti maksudmu Nick?”

    “Jumlah mereka banyak.. apapun yang mencoba mendekati dan menyakitimu, kau harus menembaknya. Aku sendiri tidak yakin dengan jumlah sebanyak mereka aku dapat melindungimu dengan baik. Ini cepat peganglah”

    Masih terlihat dengan begitu kebingungan dari wajah Rosaria. Walau begitu ia akhirnya memegang senjata api yang kuberikan. Ya ia benar - benar asing memegang senjata yang sebelumnya hanya pernah ia lihat di Film.

    ============​
     
    Last edited: Mar 15, 2011
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Heilel_Realz012 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 8, 2011
    Messages:
    812
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +823 / -0
    yuup selesai juga..

    ditunggu komennya jika berkenan. :nikmat:

    Part 2

    “Baiklah kau siap Rosaria… Ayo kita berlari bersama menuju Masa depan yang Baru”

    “Ya aku siap…” Rosaria tersenyum manis walaupun terlihat tetesan keringatnya jatuh ke lantai.

    “Drapp!! Drapp!! Drapp!! Drapp!!”

    Aku berlari dengan seluruh sisa tenagaku untuk mencapai pintu dimana terdapat tangga untuk sampai ke lantai atas. Aku melihatnya secara jelas, Rosaria berlari dengan kencang juga tanpa memperdulikan kelelahan dirinya sendiri. Ya kami berdua sadar, pintu didepan kami bagaikan Pintu Surga dimana dibaliknya terdapat tangga menuju tempat dimana kami akan mendapatkan kebahagiaan selamanya.

    “Ayo Nick semangat..”

    Rosaria berlari dengan begitu kencang hingga ia akhirnya tanpa sadar sampai duluan di pintu tujuan dan masuk melangkah dan naik di beberapa anak tangga. Sadar, bahwa Nick tertinggal beberapa langkah dibelakangnya, Rosaria kemudian berbalik.

    “Nick ayo cepat!!”

    Rosaria kaget, ia melihat Nick terdiam di pintu sembari menyandarkan siku kirinya ditembok.

    “Apa yang kau lakukan Nick? Ayo cepat kita pergi..” Rosaria bingung apa yang dilakukan Nick ketika kondisi genting seperti ini.

    Ia melihat nick tersenyum, jelas dari wajahnya Rosaria melihat kelelahan luar biasa dan juga mata yang begitu sayu di wajah kekasihnya itu.

    “Aku telah memilih… Ya aku telah memilih apa yang terbaik untuk kita”

    “Apa maksud mu Nick?”

    “Aku mencintaimu Rosaria…”

    “Bruaaaakkkkk!!!” suara pintu ditutup, ya Rosaria melihat Nick tidak masuk ke ruangan itu dan malah menutup pintu. Ia panic dan kaget, dengan segera Rosaria berlari turun dan mencoba untuk membuka pintu yang tadi ditutup.

    “Nick!! Apa yang kau lakukan? Buka pintunya!!! Nick!! Mereka sebentar lagi akan datang ke arahmu!!! Buka Nick buka!!!”
    Dibalik pintu yang memisahkan Nick dan juga Rosaria, terlihat Nick terdiam bersandar pada pintu itu. Ia menghela nafasnya dan terus mendengarkan semua teriakan Rosaria yang memanggil – manggil namanya.

    Aku merasakannya jantungku berdetak kencang. Ya ini adalah perhentian terakhirku. Semuanya telah selesai…

    “Kamu tidak harus menerima garis takdir itu.. Kamu bisa memilih.. Tuhan pasti memberikan jalan lain untuk dirimu Nick.. Nick buka.. Aku mohon buka pintunya…”

    Ditengah kepanikannya, dan juga ketakutannya akan apa yang mungkin terjadi pada Nick dibalik pintu yang memisahkan mereka ini, Rosaria mendengar suara rentetan peluru terdengar. Ya ia mendengar suara banyak sekali peluru ditembakan di tempat dimana Nick berada. Rosaria benar – benar Shock. Ia takut.. benar – benar takut dengan apa yang terjadi dibalik pintu ini. dia merasakan bahwa Nick akan pergi jauh.. ya benar – benar jauh meninggalkan dia sendiri.

    Aku tidak mau.,. aku tidak mau kehilangannya… tidak aku tidak mau…

    “Bruuuaaaakkkk!!!” suara pintu terbuka dengan paksa. Ya, Rosaria dengan sekuat tenaganya mendobrak pintu yang tadi terhalang dan membuatnya terpisah dengan Nick.
    Rosaria benar - benar kaget dengan apa yang dilihatnya dibalik pintu itu.. Ia benar – benar shock. Ia diam membatu dan tubuhnya bergetar menahan ketakutan, Rosaria melihat banyak sekali bangkai manusia tergeletak dengan memegang senapan. Darah menggenang di lantai dan juga cipratan darah di tembok membuat suasana tempat itu menjadi benar – benar sangat menyeramkan.

    Keringat dingin Rosaria mengalir ketika ia dengan matanya lurus menatap sosok yag berdiri di hadapannya. “Nick?”

    Ia melihat Nick sedang mencekik leher seorang laki – laki dengan seragam militer lengkap dan mengangkatnya kelangit. Ya, ia melihat di ruangan tersebut banyak selongsong peluru berceceran dimana – mana, terlihat pula banyak lubang – lubang di tembok yang menandakan di waktu yang sebentar tadi telah terjdi pertempuran besar di ruangan ini.

    “Aaakhhhh” suara laki – laki itu tercekik

    “Lepaskan Nick.. Apa yang kamu lakukan”

    “Kreeekk!!!”

    Terdengar suara leher patah.. Ya, Rosaria melihat dengan matanya sendiri Nick membunuh orang tersebut dengan mematahkan lehernya. Siapa.. siapa yang berada dihadapanku ini sekarang? Tidak aku yakin dia bukan Nick.. Nick adalah orang yang sangat baik yang menyakiti hewan pun dia tidak mau. Siapa? Siapa sebenarnya sosok dihadapanku ini?

    Nick yang membelakangi Rosaria sejak tadi kemudian membalikan badannya secara perlahan. Rosaria diam dan menatap pandangan lurus pada Nick yang diam dihadapannya. Perlahan – lahan Nick menggerak – gerakan telapak tangan kanannya seperti sedang mengambil ancang – ancang untuk melakukan sesuatu.

    Rosaria benar – benar ketakutan. Ia benar – benar ketakutan dengan sosok Pria yang dikenalnya begitu dalam. Ya pria itu berjalan dengan perlahan – lahan mendekatinya. Pelan – pelan dan semakin cepat, hingga akhirnya ia berlari kencang kearah Rosaria.







    “Dorr!!”








    “haaah,,,” Haahh,,” haahh”

    Rosaria terengah – engah berusaha mengatur nafasnya. Terlihat tubuhnya bergetar, Ia begitu ketakutan. Rosaria bingung dengan apa yang telah terjadi tadi. Yang jelas ia ingat adalah sekarang ia sedang memegang senajata api dengan kedua tangannya dan mengarah lurus kedepan. ‘Kenapa aku memegang senjata?’ akhirnya ia ingat, ia memegang senjata api yang sebelumnya diberikan Nick untuk melindungi dirinya dari orang – orang yang berusaha menyakitinya.

    Apa yang kulakukan? Kenapa aku menembaknya? Kenapa aku menembak orang yang kucintai?

    Rosaria begitu shock menatap tubuh Nick jatuh terbaring di lantai dan terlihat darahnya keluar menggenangi lantai.

    “Nickk!!!”

    Ia dengan segera kemudian bergegas mendekati tubuh pria yag dicintainya itu. Rosaria mencoba memangkunya dan ia berusaha untuk menyadarkan Nick. Darah terus mengalir keluar dari tubuh pria itu. Rosaria dengan sekuat tenaga menekan luka itu dengan telapak tangan kanannya agar berhenti untuk mengeluarkan darah. “Nick.. sadarlah Nick… sadarlah..” darah terus mengalir keluar dari balik sela – sela jari Rosaria. Gadis yang sedang panic dan gelisah itu tahu, ia tidak dapat menghentikan pendarahan walaupun ia telah mencoba menutup luka itu dengan tangannya.

    “Maafkan aku Nick.. Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud” Rosaria menagis ia menitikan air matanya hingga jatuh mengani wajah pria dipangkuannya.
    Perlahan – lahan Nick membuka matanya dan melihat kekasihnya sedang menangis meratapi dirinya yang tengah terbaring. Nick tersenyum pada Rosaria, di kondisinya yang kehilangan banyak darah ia dengan sisa – sisa tenaga nya berbicara dengan pelan.

    “Aku telah memilihnya… aku memilih untuk mati ditanganmu daripada mati oleh orang – orang ini…”

    “Kenapa kau lakukan ini.. kita masih bisa melarikan diri dari mereka.. “ Rosaria berkata sembari menahan isak tangisnya dan menahan air matanya yang sejak tadi telah bercucuran.

    “Jangan menangis Rosaria.. aku sadar.. takdir tidak dapat kita ubah. Tapi aku senang.. dalam kehidupanku aku bisa bertemu denganmu.. uhukk uhukk..”

    “Tidak.. kenapa semuanya jadi begini.. kenapa berakhir seperti ini”

    “Dengarlah pesan terakhirku.. Penggantiku akan datang pada suatu hari nanti... Jika kau dapat menemukannya, tolong berikan lah ia pilihan seperti apa yang dulu kau berikan padaku.. uhuukk.. uhukk.. jangan biarkan ia tersesat dan pasrah dengan garis takdir miliknya”

    “Nick bertahanlah.. bertahanlah..”

    “Aku akan menunggumu disana.. di taman indah dimana seluruh impian kita ada”

    Nick kemudian berhenti bernafas.. ya jantungnya berhenti berdetak. Rosaria melihat dengan sangat shock pada tubuh yang berada dipangkuannya yang sekarang tidak bernyawa..

    “Nickkk!!!!!!!!!!!”

    Rosaria menangis dengan sangat keras, ia menangis terisak – isak. Ia benar – benar menyesal dengan apa yang telah dilakukannya.. ia sangat menyesal dengan tangannya sendiri ia telah membunuh orang yang dia sayang dan ia cintai.

    Kenapa setelah semua yang kita lewati bersama pada akhirnya berakhir seperti ini. kenapa Nick kau biarkan ini menjadi akhir dari pelarian kitai. Kenapa.. kenapa..

    Ditengah tangis pilunya memeluk tubuh orang yang dikasihinya itu, Rosaria tanpa memperdulikan kesekelilingnya tidak menyadari bahwa diruangan itu telah berkumpul orang – orang yang membawa senapan api dengan pakaian lengkap serta toperng masker yang menutupi mukanya sedang menodongkan senjata mereka ke arahnya.

    Ia tidak memperdulikan keadaan disekelilingnya. ya, ia benar - benar tidak peduli. Ia terus menangis dengan kencang menyesali segala hal yang telah terjadi…

    Kenapa… Kenapa mereka membencimu.. Hanya karena tiga digit angka yang terukir di tubuhmu.. Hanya karena 3 symbol yang begitu mereka takuti, tanpa tau siapa dirimu sebenarnya mereka mengejarmu dan melakukan penelitian pada tubuhmu. Mengapa? Mengapa manusia begitu sangat jahat… Hanya karena angka 666 itu seluruh kehidupan dan masa depan yang kita angankan sekarang telah hilang menjadi abu.


    ~ End ~
     
  4. spinx04 Veteran

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    1,674
    Trophy Points:
    217
    Ratings:
    +2,537 / -0
    opening auto-closed thread :watta:
     
  5. dimasterof32 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 30, 2009
    Messages:
    655
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +17 / -0
    wogh ane baca2 ternyata ceritanya bagus juga.
    akhirnya karena angka 666 satan ya, tapi di cerita dia juga punya power itu kan?
    endingnya so sad..
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Heilel_Realz012 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 8, 2011
    Messages:
    812
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +823 / -0
    yuup karena 3 angka itu dia dikejar2 ma militer (pemerintah).
    iya punya kekuatan karena dia emang number of beast (antichristos).

    thx dah baca :beer:
     
  7. aztflew Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 4, 2010
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +11 / -0
    Kayaknya masi banyak yamg harus dibenerin,,
    Terutama tanda bacanya,,
    Tapi ceritanya uda bagus kok :hmm:
     
    • Thanks Thanks x 1
  8. Heilel_Realz012 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 8, 2011
    Messages:
    812
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +823 / -0
    ini salah satu fict pertama wa sejak setahun lalu.
    side story ini gk ada apa-apanya dibanding fict main story wa.. :malu:
     
  9. om3gakais3r M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Feb 25, 2009
    Messages:
    3,045
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +5,622 / -0
    baca part 1.. merasa ada yang aneh..
    baca part 2... kok kayak bukan buatan om heil ya?
    baca tanggalnya..
    pantas lah barang lama..
    baca paragraf2 akhir lagi...
    ah, ini yakin buatan om heil.:haha:

    ehem.. banyak kata2 yang kurang baku, tapi nggak masalah karena itu masalah editor.. :haha:
    jumlah katanya terlalu banyak untuk cerita yang cukup pendek. bisa di-compress lagi.
     
    • Thanks Thanks x 1
  10. Heilel_Realz012 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 8, 2011
    Messages:
    812
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +823 / -0
    iya tulisan pertama wa itu.. satu generasi ma DF ongoing 1st book (part DF lagi ini oneshot).
    itulah yang namanya perkembangan menulis. :sedih1

    wogh gara-gara paragraf akhir baru percaya ini fict wa :lol:
    btw thx dah baca.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.