1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Surat Terakhir Untuk Siao Feng

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by R3Qui3M, Sep 18, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. R3Qui3M M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 29, 2009
    Messages:
    621
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,844 / -0
    Siao Feng adalah seorang gadis kecil berumur lima tahun. Ia tinggal bersama mamanya yang sudah cukup tua. Mereka hanya tinggal berdua. Papanya sudah bercerai dengan mamanya, karena masalah yang tidak ia mengerti.

    Pada suatu hari, saat Siao Feng sedang bermain-main, ia melihat mamanya membawa tas dan bersiap untuk pergi. Siao Feng menyusul mamanya dan berkata ingin ikut. Tapi mamanya hanya menangis sambil berkata, “Siao Feng, mama akan pergi ke Amerika untuk suatu pekerjaan, mama tidak bisa menunda lagi. Kamu tidak boleh ikut. Kamu akan tinggal bersama kakek dan nenek. Baik-baik ya... Jaga dirimu... Jangan nakal... Mama akan sering menyuratimu...” Siao Feng menangis dan berteriak agar mamanya jangan pergi. Tapi percuma, mamanya tidak mau mendengarkannya.

    Beberapa bulan kemudian, mama Siao Feng mengirimi Siao Feng surat. Hari ini hari Siao Feng masuk sekolah pertamanya di SD. “Siao Feng, bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakah? Saat ini kamu pasti sudah duduk di bangku SD, kamu pasti sudah mendapat teman yang banyak, sepatu baru, tas baru... Siao Feng, maafkan mama, mama tidak datang melihatmu masuk sekolah, mama sangat sibuk di Amerika... Tidak ada waktu untuk pulang melihatmu...”

    Sampai beberapa tahun kemudian, Siao Feng masih dikirimi surat oleh mamanya. Bukannya merasa bahagia, Siao Feng malah merasa benci dan sangat marah kepada mamanya. Mamanya sempat menulis surat tapi tidak sempat datang untuk menemuinya.

    Pada saat ia SMP, mamanya juga mengirimkan surat padanya. “Siao Feng, sekarang kamu sudah smp kan? Mama kangen kamu. Kamu pasti tambah cantik, Siao Feng jaga kesehatanmu. Sekarang musim dingin, pakai baju hangat kalau mau keluar ya... Supaya kamu tidak sakit nanti.”
    Setiap kali menerima surat dari mamanya, Siao Feng selalu merasa sedih. Ia teringat bagaimana kasih sayang mamanya dulu, dan sekarang tidak bisa ia dapatkan, meskipun mamanya sudah mengirimkan surat padanya. Ia merasa marah dan kesal... Ia heran kenapa ada seorang ibu yang tega pada anaknya seperti ini, kalau seperti ini, seharusnya mama mati saja.. Ia tidak butuh mama seperti ini..

    “Siao Feng, sekarang kamu pasti sudah SMA, apa kamu sudah punya pacar? Mama kangen sama kamu...”

    Belasan tahun, Siao Feng menunggu dan menunggu mamanya pulang, tapi yang datang hanya surat, dan surat...

    Siang hari ini, Siao Feng menunggu surat dari mamanya di depan pagar rumahnya. Siao Feng menunggu pak pos untuk mengantarkan surat dari mamanya yang dikirimkan dari Amerika untuknya yang mengucapkan selamat ulang tahun Siao Feng yang ke-17. Sudah tiga jam Siao Feng menunggu surat dari mamanya, Siao Feng merasa kesal karena surat itu belum datang-datang juga. Sambil menangis Siao Feng memaki mamanya, “Dasar mama! Mendingan mama mati aja deh... uhh.. nyebelin....”

    Siao Feng merasa mamanya sudah tidak sayang lagi kepadanya. Kalau mamanya masih sayang kepadanya, setidaknya mama pulang dari Amerika dan datang untuk melihat Siao Feng, tapi dari Siao Feng berumur 5 tahun sampai ia berumur 17 tahun mama tidak pernah kembali dari Amerika.

    Setelah 5 jam Siao Feng menunggu, kakek dan nenek Siao Feng datang membawa surat untuk Siao Feng. Siao Feng melihat kalau mereka berdua terlihat sedih. Siao Feng yang sangat menantikan surat dari mamanya langsung mengambil surat yang dibawa kakek dan neneknya. Siao Feng meilhat kalau warna kertas surat itu sudah kuning dan usang seperti sudah disimpan lama. Siao Feng yang awalnya sangat senang menerima surat dari mamanya iba-tiba langsung menangis terisak-isak tak percaya. Siao Feng sangat kaget ketika membaca surat dari mamanya yang mengatakan.

    “Siao Feng, maafkan mama, mama sudah berbohong kepadamu dari dulu. Mama rasa sudah saatnya kamu mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Siao Feng, mama betul-betul minta maaf karena mama tidak dapat menemani kamu pada saat ulang tahunmu yang ke-17. Mama ucapkan selamat ulang tahun Siao Feng....

    Siao Feng, mama minta maaf karena mama mengatakan bahwa mama bekerja di Amerika, sebenarnya mama sudah tidak ada. Mama terkena kanker paru-paru yang ganas. Siao Feng, sebenarnya dari dulu mama ingin memberitahukannya padamu tentang masalah ini, tapi mama tidak ingin membuatmu sedih. Mama membuat surat ini saat kamu masih berumur 5 tahun, karena pada saat itu, dokter mengatakan umur mama tinggal beberapa hari lagi... Waktu itu, kamu masih kecil dan nakal, kamu menghamburkan surat yang sudah mama buat dengan sisa kekuatan mama. Kamu tidak tahu surat itulah yang akan dikirimkan padamu suatu saat nanti.

    Siao Feng, maafkan mama, mama tidak dapat di samping kamu ketika kamu berada dalam kesulitan. Kamu tidak bisa memanggil “mama, mama”. Jika kamu sakit, kamu tidak bisa mengatakan “mama, aku sakit”. Mama tidak bisa menjadi tempat kamu cerita dan meminta petunjuk dari mama. Jika kamu kesepian, tidak ada yang menemani kamu. Tidak ada yang memberi kamu belaian kasih sayang. Maafkan mama... Dulu mama menitipkan surat ini pada pamanmu, mama meminta pamanmu untuk mengirim surat ini kepadamu, karena pada saat itu, mama sudah tidak ada lagi di dunia ini....

    Siao Feng, mama masih ingat ketika mama mengatakan bahwa mama akan ke Amerika untuk bekerja, mama melihat kamu menangis-nangis dan mau ikut dengan mama, tapi kakek dan nenek memelukmu. Ingin rasanya mama memelukmu, tapi ini hanya akan membuat kamu berat melepas mama. Siao Feng, ini surat terakhir dari mama untukmu, mama sudah hampir tidak kuat lagi menulis surat ini. Mama minta maaf Siao Feng, mama hanya berdoa semoga kamu berbahagia selalu dan selamanya........”

    Setelah membaca surat dari mamanya, Siao Feng hanya bisa menangis, mengingat ia selalu memaki mamanya agar mamanya cepat meninggal. Ternyata memang itulah yang terjadi...............
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. saint_xaver M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 28, 2009
    Messages:
    347
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +18 / -0
    duh jadi pengin nangis bacanya... kasihan benar siao feng. sad story, jgn sampe kita nyumpahi orang yg kita sayangi..
     
  4. bee_can Veteran

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    1,951
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +7,491 / -0
    sedih banget bacanya. memang benar kasih ibu itu sepanjang masa. i love u mom...
     
  5. ddesta Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    3,109
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +8,979 / -0
    kasih ibu :terharu::sedih:
    memang kasih ibu sepanjang masa:terharu::sedih:
    jadi inget masa kecil mama selalu memberikan yg terbaik untuk ku :sedih:
    nice thread :terharu::sedih:
     
  6. deJeer Administrator
    Head Admin

    Offline

    Watching You

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    16,502
    Trophy Points:
    292
    Ratings:
    +31,176 / -1
    penyesalan pasti datang belakang...
    yg udah pergi...gag mungkin kembali lagi....
    ______________:ngacir:
     
  7. adi_bayumi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 21, 2011
    Messages:
    1,756
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,555 / -0
    Ada kebahagiaan tentu ada kesedihan....

    kesedihan memang menyakitkan, tapi tenang.... Yang maha Kuasa ada rencana di balik itu
     
  8. HoRny M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 12, 2011
    Messages:
    1,814
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +705 / -0
    kasian tuh , ditinggal mati ibunya , kasih ibu emang tk dapat tergantikan ya gan :terharu:
     
  9. wirangga M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 22, 2010
    Messages:
    594
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +28 / -0
    aduh gan...sedih sekaleeee.....
     
  10. CloNe_JutSu M V U

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 21, 2011
    Messages:
    192
    Trophy Points:
    36
    Ratings:
    +1,847 / -0
    sedih banget kak:terharu:terharu bacanya
     
  11. sani01 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 8, 2011
    Messages:
    73
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    apakah ini karma tau ah itu kuasa yg diatas
     
  12. priezt Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    May 6, 2010
    Messages:
    2,042
    Trophy Points:
    262
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +27,203 / -0
    astaga.. pengorbanan si ibu besar bgt :terharu:
    nunggu anaknya sampe besar dan bisa memahami semua yg terjadi :sigh:
    tapi satu sisi kalo anaknya tau dari kecil, kejadiannya mungkin lain
    dia ga perlu nyumpahin mamanya meninggal... malah mungkin akan ngedoain mamanya
    :sedih:

    btw ini trit lama tiba" disundul ddesta :hoho:
     
  13. button Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 10, 2009
    Messages:
    101
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    mengharukan banget.. beginilah hidup.. bila disumpahin malah terjadi kenyataan..
     
  14. sikomo Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 1, 2010
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    sad story..
    hikkss..
     
  15. HoRny M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 12, 2011
    Messages:
    1,814
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +705 / -0
    anaknya blom sadar klo ibunya udah meninggal
    twnya baru udah gede
     
  16. faisal69 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 17, 2009
    Messages:
    313
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +312 / -0
    kasih ibu memang tidak ada bandingannya :sedih::sedih:
    sampe akhirnya beliau masih memikirkan buah hatinya :nangis::nangis::nangis:
     
  17. Setchi M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 12, 2012
    Messages:
    468
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +977 / -0
    Itulah makana sayangilah orang tua mu melebihi dirimu sendiri
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.