1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Setiap manusia mempunyai karmanya sendiri sendir

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Honda2009, Jun 21, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Honda2009 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 30, 2009
    Messages:
    66
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +143 / -1
    Email dari seorang sahabat,

    Kisah ini menceritakan seorg tukang kayu yg hidup bersama istrinya disebuah rumah sederhana di pinggiran hutan. Meskipun sudah lama menikah, namun mereka belum dikaruniai anak. Si tukang kayu adalah org yg rutin bermeditasi. Krn diasah setiap hari, konsentrasinya menjadi sangat kuat dan lama kelamaan indra pendengarannya pun semakin tajam. Kadang2 dia bisa mendengar suara2 makhluk halus disekitarnya.

    Suatu hari, seperti biasa si tkg kayu pergi ke gudang mengambil kapak dan setelah itu dia pergi ke hutan mencari kayu bakar. Ketika sedang membelah kayu, tiba-tiba dia mendengar suara 2 anak kecil sedang bercakap cakap.

    "Hei, kamu mau kemana?"

    "Saya mau ke rumah itu, saya mau menagih karma."

    "Oh, saya jg mau kesana, kalo saya sih mau bayar karma."

    Si tkg kayu hanya diam sambil melanjutkan pekerjaaannya seolah dia tidak mendengar apa2. Kemudian dia mengumpulkan kayu bakar yg sdh dibelah, mengikatnya menjadi satu dan mengusungnya ke rumah .

    Setibanya di rumah, betapa kagetnya dia ketika mendapati seorg tabib tengah memeriksa istrinya. Ternyata istrinya sedang hamil anak kembar. Si tkg kayu berpikir "Ah... pastilah dua anak kecil tadi yg masuk ke rahim istriku."

    Tahun berganti tahun, si kembar pun mulai tumbuh. Sejak kecil, sudah tampak perbedaan yg mencolok diantara keduanya. Yg sulung malas dan nakal, yg bungsu rajin dan penurut. Seiring pertumbuhannya, si sulung terus menerus membuat masalah dan keributan bagi keluarganya. Banyak perbuatannya yg membuat si tkg kayu terpaksa harus menanggung malu. Tukang kayu pun berpikir "Pasti ini anak yg datang utk menagih karma, makanya dia sering membuat aku susah dan malu. Baiklah, aku tidak mau anak ini terus menerus menagih karmanya sampai aku tua. Akan aku usir dia dari rumah."

    Akhirnya si sulung pun diusir dari rumah. Sekarang hanya tinggal si bungsu yg rajin dan penurut. Tidak ada lagi yg membuat keributan. Si tkg kayu dapat hidup dengan tentram dan damai, mencurahkan seluruh harapan dan kasih sayangnya kepada si bungsu.

    Tahun berlanjut, rasa sayang kepada si bungsu semakin dalam, harapan pun semakin besar. Namun tiba tiba si bungsu jatuh sakit. Tkg kayu menghabiskan tabungannya utk membayar tabib-tabib terbaik, membeli obat-obat terbaik, namun si bungsu belum sembuh juga. Karena tabungannya sudah habis, tkg kayu pun menjual sawah serta ternak peliharaannya utk menambah biaya pengobatan. Tapi, penyakit anaknya ternyata sangat langka, belum pernah ada orang yg terserang penyakit seperti itu, para tabib mulai kebingungan dan akhirnya menyerah.

    Tukang kayu tidak kehabisan akal. Dia menjual rumah serta seluruh harta bendanya dan pergi keluar kota utk mencari tabib lain. Demi kesembuhan anak kesayangannya, apapun akan dia lakukan. Tapi sampai di luar kota, dia memperoleh jawaban yg sama. Penyakit anaknya sangat langka. Belum ada obat
    utk penyakit itu. Tak lama kemudian, di tengah kemelaratan dan keputus-asaan si tukang kayu, anaknya meninggal.

    Tak terlukiskan lagi kepedihan dan kekecewaan yg dirasakan si tukang kayu...

    Ternyata, inilah anak yg datang utk menagih karma ...

    Tkg kayu sadar dia tidak bisa lari dari karmanya sendiri. Dulu dia berpikir, si sulung lah yg datang utk menagih karma karena kenyataannya anak itu seringkali membuat masalah. Tukang kayu teringat kembali pada anak sulung yg telah diusirnya. Dia merasa sangat menyesal.

    Sementara si sulung, setelah diusir dia pergi keluar kota, mencari pekerjaan utk menghidupi dirinya. Dia bekerja dgn sangat rajin, sehingga dlm waktu singkat dia menjadi karyawan kepercayaan dan kesayangan majikannya. Setelah tabungannya cukup, dia berhenti dari pekerjaannya dan pulang ke kampung halaman utk mencari orang tuanya. Meskipun telah diusir, tapi dia tidak mempunyai rasa dendam di hati. Karena dia adalah anak yg datang utk membayar karmanya.

    Si sulung akhirnya tiba di kampung halamannya. Dengan tabungan yg dia kumpulkan, dia membelikan rumah baru utk keluarganya. Merekapun hidup dgn damai.

    Karma selalu ada disana, seperti buah yg tergantung pada cabang pohon.
    Menunggu kematangannya pada waktu yg tepat, pada kondisi yg tepat. Dan saat buah itu matang, ia akan jatuh menghantam tanah dibawahnya. Sekeras apa buah itu menghantam tanah, tergantung berat dari buah itu sendiri.
    Seberat apa karma yg berbuah, sesakit apa derita yg hrs kita rasakan, tergantung dari berat karma yg telah kita lakukan. Tidak lebih, tidak kurang.

    Lalu apa yg harus kita lakukan? Apakah tidak ada cara utk menghapus karma?
    Kita tidak bisa menghapus karma, tapi bisa membuatnya menjadi lebih ringan. Perbanyaklah berbuat kebajikan. Sekecil apapun kebajikan itu, jika dilakukan dgn hati tulus, akan lebih besar karmanya. Seperti halnya segelas air garam yg sangat asin, jika ditambah dgn air tawar, sampai
    gelas itu tak mampu lagi menampung dan air mulai berceceran keluar, lama kelamaan air yg asin akan mengalir keluar dan yg tersisa di gelas hanyalah air tawar saja.

    Seperti itulah seharusnya yg kita lakukan dalam kehidupan kali ini. Entah sudah berapa karma buruk yg telah kita lakukan. Dan skrg, di kehidupan ini, di saat kita berkesempatan bertemu dengan Dhamma, seharusnya kita banyak berbuat kebajikan utk mengurangi karma-karma buruk kita.

    Dan ingatlah, jika ada karma buruk yg terjadi pada Anda, janganlah membalasnya, krn disaat Anda berbuat, disitu karma baru diciptakan.
    Relakan saja, dan berpikirlah positif "Ah, karma burukku berkurang satu."

    Mungkin kedengarannya sangat susah utk dijalankan. Seberapa banyak dari kita yg bisa tetap baik dan bersahabat dgn org yg telah mencuri, menipu,
    memfitnah kita?

    Tapi pernahkan Anda mencoba utk tetap bertahan tdk membalas, mencoba utk berdamai dengan perasaan kecewa dan marah?

    Cobalah sekali saja, tutup rapat-rapat mulut Anda disaat hendak marah, Anda akan tau, mengalahkan diri sendiri jauh lebih susah daripada mengalahkan sepuluh orang.

    Dan disaat Anda sedang menutup rapat mulut Anda, menahan amarah Anda, disitulah Anda bertemu dengan Dhamma yg mengatakan " Musuh terutama bagi manusia, adalah dirinya sendiri."
    ______________

    Moga-moga tulisan ini berguna bagi rekan-rekan semuanya, kalau double post tolong dengan hormat boss moderator mendelete tulisan ini, thanks
     
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. azkhaz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jul 6, 2009
    Messages:
    2,191
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +121,777 / -1
    " Musuh terutama bagi manusia, adalah dirinya sendiri."

    betul sekali brother, memang lebih susah mengalahkan kehendak hati, .. untuk tidak berbuat sesuatu yang buruk ..
     
  4. aphoisme Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 14, 2010
    Messages:
    124
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +14 / -0
    wah,inspiratif bgt ceritanya
     
  5. hidayato M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    2,055
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +14,659 / -0
    Karma??
    Apaan itu Karma??
     
  6. ndandrian Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 6, 2009
    Messages:
    43
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +53 / -0
    :niceinfo: gan.....
     
  7. shinminho Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,166
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,813 / -0
    memang klo udah karmanya sendiri nda akan bisa di tolak,karma tuh hasil perbuatan diri kita sendiri baik di masa lalu maupun di masa sekarang entah kamu berbuat baik atau berbuat jahat semuanya menjadi karma

    sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua makhluk berbahagia
     
  8. dawerzzzz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 9, 2009
    Messages:
    1,516
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,135 / -0
    inti cerita mah setiap perbuatan pasti ada Pertanggung jawab nya. maka setiapa perbuatan arus bener dipikirkan
     
  9. kris102ster M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 26, 2009
    Messages:
    202
    Trophy Points:
    166
    Ratings:
    +7,036 / -0
    Dalem banget ceritanya, membuat yang baca jadi ingat kembali menginjak bumi. Intinya ya...siapa yang menabur angin ya akan menuai badai. Paling tidak dalam hidup berupaya berpikir positif dengan menabur kebaikan. Walaupun itu kecil namun kalau dilakukan tiap hari akan menjadi kebiasaan yang baik dan menghasilkan yang baik juga.
     
  10. titanov Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 30, 2009
    Messages:
    28
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +0 / -0
    sepertinya udah pernah dengar cerita yang mirip ini
    inti ceritanya, qta harus bertanggung jawab atas apa yang telah qta perbuat

    :niceinfo:
     
  11. shabutaro M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Oct 7, 2008
    Messages:
    2,666
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +2,229 / -0
    aku juga ga bisa bilang kalau karma si sulung adalah memberi karma
    itu uda takdirnya dia, diusir...
    karena dia diusir, maka dia mulai tobat, trus malah jadi yg memberi karma...

    sedangkan kalo dia ga diusir, maka ceritanya ga akan jalan... itulah namanya kehidupan...
     
  12. NugrohoP M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 27, 2010
    Messages:
    386
    Trophy Points:
    52
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,641 / -0

    karma itu nama makanan... :hahai:

    btw, nice info :top:
     
  13. harumiya M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 11, 2009
    Messages:
    566
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +248 / -0
    lo? bukan "kamar" gan? koq karma sih, itukan salah tulis. hehehe :hahai:

    nice info juga gan.
     
  14. moldiii Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 31, 2008
    Messages:
    84
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    Karma emang ada kok
     
  15. benih M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 11, 2009
    Messages:
    484
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +2,285 / -0
    ane juga kagak tau apaan itu karma kk

    :maaf:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.