1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Machinery Sekilas Tentang Cloud Computing

Discussion in 'Science and Technology' started by 4w4n2, Feb 24, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. 4w4n2 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    1,117
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +32,091 / -0
    Definisi
    Dengan mengetikkan kata kunci "Cloud Computing Definition" di search engine atau wikipedia, dalam sekejap ratusan definisi tentang "Cloud Computing" akan muncul. Dari mulai yang sangat teknis, sampai yang sangat simplistis.

    Namun semuanya sepakat bahwa yang dimaksud dengan "Cloud Computing" secara sederhana adalah "layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet".

    Kata-kata "Cloud" sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud).

    Namun tidak semua layanan yang ada di internet bisa dikategorikan sebagai Cloud Computing, ada setidaknya beberapa syarat yang harus dipenuhi :

    1. Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.

    Misalkan sebuah layanan menyediakan 10 fitur, user dapat berlangganan 5 fitur saja dan hanya membayar untuk 5 fitur tersebut.

    2. Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut.

    3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

    Dari sisi jenis layanan tersendiri, Cloud Computing, terbagi dalam 3 jenis layanan, yaitu : Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS).

    Sementara dari sifat jangkauan layanan, terbagi menjadi Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud. (Untuk terminologi ini akan dijelaskan secara lebih detail dalam tulisan berikutnya).

    Intinya, Cloud Computing adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan kita "menyewa" sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar secukupnya pula.

    Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang bisa memiliki akses dan memanfaatkan sumber daya tersebut, karena tidak harus melakukan investasi besar-besaran.

    Apalagi dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, setiap organisasi akan berpikir panjang untuk mengeluarkan investasi tambahan di sisi TI. Terlebih hanya untuk mendapatkan layanan-layanan yang mungkin hanya dibutuhkan sewaktu-waktu saja.

    Seperti kecenderungan beberapa tahun terakhir dimana banyak perusahaan telah melakukan outsourcing terhadap pekerjaan non-core mereka. Demikian juga dengan kebutuhan layanan TI, kecenderungan untuk "menyewa" sumber daya TI melalui mekanisme Cloud Computing ini, menunjukan peningkatan signifikan dalam 3 tahun terakhir.

    Makanya tidak heran, jika nama-nama besar itu sudah memulai memukul genderang perang menjadi penguasa awan. Everybody wants to be in the Cloud!

    Sejarah Cloud Computing

    Ide awal dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa "suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik--seperti listrik dan telpon".

    Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide "Network Computing" sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya.

    Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC Desktop mereka.

    PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.

    Ide "Network Computing" ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop.

    Penulis sendiri pada tahun '98 sempat mencoba Network Computing yang dikoneksikan ke sebuah Windows NT Server di mana NC client dapat menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia di dalam server tersebut secara remote.

    Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses NC ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC.

    Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat.

    Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer.

    Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat "privat", di mana layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server.

    Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks.

    Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita.

    Dengan misinya yang terkenal yaitu "The End of Software", Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian.

    Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya.

    Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan.

    Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah "Cloud Computing", namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.

    Walaupun di luaran perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit, bahkan jumlahnya bisa dibilang belum sebanyak jari sebelah tangan.
    Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah.

    Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.

    Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:

    1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas.
    2. Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi.
    3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus.

    Namun demikian, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-5 di dunia--yang berarti juga pasar terbesar ke-5 di dunia--para pelaku teknologi informasi dalam negeri harus sesegera mungkin mempersiapkan diri dalam arti mulai mengembangkan layanan-layanan yang siap di-cloud-kan.

    Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini, karena sekali lagi: Everybody wants to be in the Cloud!

    kalau :repost: silahkan di delete saja om momod...ane cuma share dan copas saja...

    sumber

    IBM di paruh akhir tahun 2009 kemarin telah meluncurkan LotusLive, layanan kolaborasi berbasis cloud.

    Microsoft, yang sekarang di perkuat oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti Bill Gates, menggadang Windows Azure, sistem operasi berbasis cloud yang akan menjadi masa depan Windows OS.

    Apple mengambil sisi lain, telah menyediakan layanan Mobile Me yang memungkinkan pengguna produk Mac, untuk melakukan sinkronisasi data ke dalam cloud.

    Sementara Google, satu-satunya raksasa yang lahir di era internet, sudah sejak lama memberikan layanan Google Docs yang memungkinkan pengguna membuat dokumen atau bekerja dengan spreadsheet secara online tanpa perlu software terinstal di PC atau notebook.

    :hero::piss:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. mulia24 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    :niceinfo: sesuai artikel diatas, istilah dan konsep cloud memang sudah lama ditemukan dan diperbincangkan diatas. sayangnya lenyap seiring dengan kesulitan2 teknis.

    tapi, sebenarnya (menurut saya) ada layanan yang bisa dianggap cloud yang sudah ada sejak dulu, contohnya web hosting. web hosting memenuhi 3 kriteria diatas
    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    1. Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.

    Misalkan sebuah layanan menyediakan 10 fitur, user dapat berlangganan 5 fitur saja dan hanya membayar untuk 5 fitur tersebut.

    2. Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut.

    3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.
    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    betul bukan?

    dan baru2 ini (sebenarnya sudah sejak pertengahan 2009) panda security merilis software panda cloud, antivirus yang katanya ringan dari segi resource, walau tidak saya coba karena memaksa saya menghapus antivirus lain baru mau terinstall (ogah gue). panda cloud terkesan hanya nama untuk mengkerenkan productnya, dan tidak berbasis cloud computing. :hihi: sekedar info.
     
  4. 4w4n2 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    1,117
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +32,091 / -0
    benar sekali...nah masalahnya apakah orang indonesia sudah siap dengan kehadiran cloud computing :???:



    contohnya saja googledocs....banyak orang yg masih bingung bagaimana cara membuka file dokumen lewat google...

    kira2 kapan ya hal itu bisa diterapkan di indonesia :???:

    mari kita tunggu saja saatnya tiba............:piss:
     
  5. notox Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 11, 2008
    Messages:
    2,840
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +10,013 / -0
    Masih bingung setelah baca aartikel ny...
    Dunia Internet termasuk Cloud computing kan :???:
    Berati dah masuk ke indo donk ?

    Ada yg bersedia menjelaskan cloud computing secara sederhana??
     
    • Like Like x 1
  6. mulia24 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    bro notox, sebagaimana disebutkan dalam artikel, ada 3 kriteria (menurut artikel) cloud computing.

    contoh dari implementasi cloud computing antara lain:
    social networking: facebook
    aplikasi peer-to-peer: skype, bittorent,
    SaaS: Google apps.

    cloud computing akan sangat sulit untuk benar2 diterapkan di beberapa negara misalnya Indonesia, dengan harga internet yang mahal namun lambat, cloud computing tidak akan efektif (apalagi efisien). :swt:
     
  7. kecebongoreng M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jul 23, 2008
    Messages:
    6,468
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +14,656 / -0
    Upload file docx ke GoogleDocs dari rumah, ketik dan simpan. Di kampus login ke GoogleDocs, lalu nyambung ngetik. Terus ke warnet numpang ngeprint file yang tadi diketik.

    Nah itu filenya selalu berada di awan:angel3:
     
  8. Chopsuey03 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 11, 2009
    Messages:
    709
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +134 / -0
    bisa dibikin network pake Rt/RwNet yang udah mulai marak di kampung2 cuman nyewanya dari S****y atau ISP lain juga bisa.... pembayaranya bisa kolektif antar warga yang menggunakan layanan jasanya

    masalahnya taraf kesehjahteraan kebanyakan dibawah standard dan yang masih melek komputer relatif dikit :swt:
     
  9. mulia24 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    agreee brother. :nikmat:

    wew, sementara saya yang memakai ISP *slowly* dengan koneksi 1MBPS untuk saya sendiri saja masih terasa lambat (dan mahal :keringat: ) apalagi di share koneksinya. bisa :hot: ketiduran nungguin loadingnya. :swt: walau dengan kecepatan 3MBPS paket *slowly* yang paling mahal tuh, masih pasti lambatnya. apalagi *slowly* jaringannya pilih kasih, kalau didaerah yang dirasa kurang banyak yang makai *slowly* kabelnya yang pada jelek tuh dah kupak kapik diluar tidak dibenahi sama sekali, alhasil modem saya sering kehilangan link nya yang ujung2nya file yang saya download corrupt :lempar:

    gimana mau terapin cloud computing kalau begini kondisinya. :panas:
     
  10. Chopsuey03 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 11, 2009
    Messages:
    709
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +134 / -0
    @ kk mulia iya bener ane juga ngalamin kok ..... tapi ada kok pake provider telekomunikasi dari si matrix pasca bayar emang bejibun kalo udah akhir bulan tapi cepet sih soalnya dia dedicated 7mbps .... tapi juga tergantung dari coverage area tower bts nya sih ... :swt:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.