1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Historical Places sejarah Kota Malang

Discussion in 'Indonesian History' started by ichreza, Mar 23, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    SEJARAH KOTA MALANG
    [​IMG]Daerah Malang merupakan peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia yaitu sejak abad ke 7 Masehi. Peninggalan yang lebih tua seperti di Trinil (Homo Soloensis) dan Wajak - Mojokerto (Homo Wajakensis) adalah bukti arkeologi fisik (fosil) yang tidak menunjukkan adanya suatu peradaban. Peninggalan purbakala disekitar wilayah Kota Malang seperti Prasasti Dinoyo (760 Masehi), Candi Badut, Besuki, Singosari, Jago, Kidal dan benda keagamaan berasal dari tahun 1414 di Desa Selabraja menunjukkan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara kontinyu.
    Malang merupakan wilayah kekuasaan 5 dinasti yaitu Dewasimha / Gajayana (Kerajaan Kanjuruhan), Balitung / Daksa / Tulodong Wawa (Kerajaan Mataram Hindu), Sindok / Dharmawangsa / Airlangga / Kertajaya (Kerajaan Kediri), Ken Arok hingga Kertanegara (Kerajaan Singosari), Raden Wijaya hingga Bhre Tumapel 1447 - 1451 (Kerajaan Majapahit).
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KERAJAAN KANJURUHAN
    Kerajaan Kanjuruhan menurut para ahli purbakala berpusat dikawasan Dinoyo Kota Malang sekarang. Salah satu bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan ini adalah Prasasti Dinoyo yang saat ini berada di Museum Jakarta. Prasasti Dinoyo ditemukan di Desa Merjosari (5 Km. sebelah Barat Kota Malang), di kawasan Kampus III Universitas Muhammadiyah saat ini. Prasasti Dinoyo merupakan peninggalan yang unik karena ditulis dalam huruf Jawa Kuno dan bukan huruf Pallawa sebagaimana prasasti sebelumnya. Keistimewaan lain adalah cara penulisan tahun berbentuk Condro Sangkala berbunyi Nayana Vasurasa (tahun 682 Saka) atau tahun 760 Masehi. Dalam Prasasti Dinoyo diceritakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan sebagaimana berikut :

    • Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja yang sakti dan bijaksana dengan nama Dewasimha
    • Setelah Raja meninggal digantikan oleh puteranya yang bernama Sang Liswa
    • Sang Liswa terkenal dengan gelar Gajayana dan menjaga Istana besar bernama Kanjuruhan
    • Sang Liswa memiliki puteri yang disebut sebagai Sang Uttiyana
    • Raja Gajayana dicintai para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketentraman diseluruh negeri
    • Raja dan rakyatnya menyembah kepada yang mulia Sang Agastya
    • Bersama Raja dan para pembesar negeri Sang Agastya (disebut Maharesi) menghilangkan penyakit
    • Raja melihat Arca Agastya dari kayu Cendana milik nenek moyangnya
    • Maka raja memerintahkan membuat Arca Agastya dari batu hitam yang elok
    Salah satu Arca Agastya ada di dalam kawasan Candi Besuki yang saat ini tinggal pondasinya saja. Bukti lain keberadaan Kerajaan Kanjuruhan adalah Candi Badut yang hingga kini masih cukup baik keadaannya serta telah mengalama renovasi dari Dinas Purbakala. Peninggalan lain adalah Patung Dewasimha yang berada di tengah Pasar Dinoyo saat ini.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KERAJAAN MATARAM HINDU
    Keturunan Dewasimha dan Gajayana mundur sejalan dengan munculnya dinasti baru di daerah Kediri yaitu Balitung, Daksa, Tulodong dan Wawa yang merupakan keturunan Raja Mataram Hindu di Jawa Tengah. Balitung (898 - 910) adalah Raja Mataram pertama yang menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dinasti ini memusatkan kekuasaannya di daerah Kediri yang lebih dekat ke Jawa Tengah dibandingkan dengan bekas pusat kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan di Malang. Pada masa ini Malang hanyalah sebuah wilayah yang tidak begitu penting kedudukannya.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KERAJAAN KEDIRI, DAHA DAN JENGGALA
    [​IMG]Dinasti berikutnya yang menguasai Kediri setelah kemunduran Mataram Hindu adalah keturunan Sindok, Dharmawangsa, Airlangga dan terakhir Kertajaya (1216 - 1222). Pada masa ini pusat kekuasaan beralih ke Daha / Jenggala sedangkan daerah Malang menjadi sebuah wilayah setingkat Kadipaten yang maju dan besar terutama sebagai dalam bidang keagamaan dan perdagangan, dipimpin oleh seorang Akuwu.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KERAJAAN SINGOSARI
    Singosari dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di tanah Jawa yang disegani diseluruh Nusantara dan manca negara. Singosari semula adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Raja Kediri yaitu Kertajaya. Kadipaten tersebut bernama Tumapel dipimpin oleh Akuwu Tunggul Ametung yang kemudian direbut kedudukannya oleh Ken Arok. Ken Arok kemudian mengembalikan pusat kekuasaan ke daerah Malang setelah Kediri ditaklukkan. Selama 7 generasi Kerajaan Singosari berkembang pesat hingga menguasai sebagian besar wilayah Nusantara. Bahkan Raja terakhir yaitu Kertanegara mempermalukan utusan Maharaja Tiongkok Kubhilai Khan yang meminta Singosari menyerahkan kekuasaannya.
    Singosari jatuh ketangan Kediri ketika sebagian besar pasukan Kertanegara melakukan ekspedisi perang hingga ke Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Namun tidak lama kemudian pasukan Kediri berhasil dipukul mundur oleh keturunan Kertanegara yaitu Raden Wijaya yang kemudian dikenal sebagai pendiri Kerajaan Majapahit. Pada saat yang hampir bersamaan Raden Wijaya juga harus menghadapi serbuan dari armada Tiongkok yang menuntut balas atas perlakuan Raja Singosari sebelumnya (Kertanegara) terhadap utusannya. Armada Tiongkok inipun berhasil dikalahkan oleh Raden Wijaya berkat bantuan dari Penguasa Madura yaitu Arya Wiraraja.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KERAJAAN MAJAPAHIT
    Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk. Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja pula.
    Dalam Negara Kertagama dikisahkan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit melakukan ziarah ke makam leluhurnya (yang berada disekitar daerah Malang), salah satunya di dekat makam Ken Arok. Ini menunjukkan bahwa walaupun bukan pusat pemerintahan namun Malang adalah kawasan yang disucikan karena merupakan tanah makam para leluhur yang dipuja sebagai Dewa. Beberapa prasasti dan arca peninggalan Majapahit dikawasan puncak Gunung Semeru (Telaga Ranu Gumbolo) dan juga di Gunung Arjuna menunjukkan bahwa kawasan Gunung Bromo - Tengger - Semeru serta Gunung Arjuna adalah tempat bersemayam para Dewa dan hanya keturunan Raja yang boleh menginjakkan kaki di wilayah tersebut. Bisa disimpulkan bahwa berbagai peninggalan tersebut merupakan rangkaian yang saling berhubungan walaupun terpisah oleh masa yang berbeda sepanjang 7 abad.
    §[FONT=&quot] [/FONT]ASAL USUL NAMA KOTA MALANG
    Nama Batara Malangkucecwara disebutkan dalam Piagam Kedu (tahun 907) dan Piagam Singhasari (tahun 908). Diceritakan bahwa para pemegang piagam adalah pemuja Batara (Dewa) Malangkucecwara, Puteswara (Putikecwara menurut Piagam Dinoyo), Kutusan, Cilahedecwara dan Tulecwara. Menurut para ahli diantaranya Bosch, Krom dan Stein Calleneis, nama Batara tersebut sesungguhnya adalah nama Raja setempat yang telah wafat, dimakamkan dalam Candi Malangkucecwara yang kemudian dipuja oleh pengikutnya, hal ini sesuai dengan kultus Dewa - Raja dalam agama Ciwa.
    [​IMG]Nama para Batara tersebut sangat dekat dengan nama Kota Malang saat ini, mengingat nama daerah lain juga berkaitan dengan peninggalan di daerah tersebut misalnya Desa Badut (Candi Badut), Singosari (Candi Singosari). Dalam Kitab Pararaton juga diceritakan keeratan hubungan antara nama tempat saat ini dengan nama tempat di masa lalu misalnya Palandit (kini Wendit) yang merupakan pusat mandala atau perguruan agama. Kegiatan agama di Wendit adalah salah satu dari segitiga pusat kegiatan Kutaraja pada masa Ken Arok (Singosari - Kegenengan - Kidal - Jago : semuanya berupa candi).
    Pusat mandala disebut sebagai panepen (tempat menyepi) salah satunya disebut Kabalon (Kebalen di masa kini). Letak Kebalen kini yang berada di tepi sungai Brantas sesuai dengan kisah dalam Pararaton yang menyebut mandala Kabalon dekat dengan sungai. Disekitar daerah Kebalen - Kuto Bedah - DAS Brantas banyak dijumpai gua buatan manusia yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat menyepi oleh pengikut mistik dan kepercayaan. Bukti lain kedekatan nama tempat ini adalah nama daerah Turyanpada kini Turen, Lulumbang kini Lumbangsari, Warigadya kini Wagir, Karuman kini Kauman.
    Pararaton ditulis pada tahun 1481 atau 250 tahun sesudah masa Kerajaan Singosari menggunakan bahasa Jawa Pertengahan dan bukan lagi bahasa Jawa Kuno sehingga diragukan sebagai sumber sejarah yang menyangkut pemerintahan dan politik. Penulisan Pararaton sudah . Namun pendekatan yang dipakai para ahli dalam menyelidiki asal usul nama Kota Malang didasarkan pada asumsi bahwa nama tempat tidak akan jauh berubah dalam kurun waktu tersebut. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dari nama Kabalon (tempat menyepi) ternyata juga disebutkan dalam Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa puteri mahkota Hayam Wuruk yaitu Kusumawardhani (Bhre Lasem) sebelum menggantikan ayahnya terlebih dahulu menyepi di di Kabalon dekat makam leluhurnya yaitu Ken Arok atau Rangga Rajasa alias Cri Amurwabumi. Makam Ken Arok tersebut adalah Candi Kegenengan.
    Namun istilah Kabalon hanya dikenal dikalangan bangsawan, hal inilah yang menyebabkan istilah Kabalon tidak berkembang. Rakyat pada masa itu tetap menyebut dan mengenal daerah petilasan Malangkucecwara dengan nama Malang hingga diwariskan pada masa sekarang.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KOLONIAL
    Setelah kemunduran Kerajaan Majapahit yang terdesak oleh Kerajaan Mataram Islam, daerah Malang semakin ditinggalkan bahkan dijauhi karena kultus Dewa - Raja dan agama Hindu bertentangan dengan ajaran Islam. Peninggalan peradaban Hindu - Ciwa tidak lagi diperhatikan karena sisa pengikut Kerajaan Majapahit yang memeluk agama Hindu Ciwa menyingkir ke daerah Tengger dan keturunannya dikenal sebagai masyarakat Tengger sekarang.
    Kedatangan bangsa kulit putih antara lain Portugis, Belanda dan Inggris pada akhirnya mengakibatkan kemunduran Kerajaan mataram sehingga Nusantara jatuh kedalam masa penjajahan. Dalam masa pertengahan penjajahan menurut Buku History of Java karangan Gubernur Jenderal Raffles (1812), Malang merupakan daerah perkebunan dibawah Kabupaten Pasuruan. Malang berkembang pesat setelah ada jalur kereta api dan dibukanya berbagai perkebunan terutama tebu untuk industri gula. Sampai saat ini dua pabrik gula peninggalan kolonial masih beroperasi yaitu PG. Krebet Baru dan PG. Kebon Agung.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA KEMERDEKAAN
    [​IMG]Pada masa sesudah Proklamasi Kemerdekaan di Malang didirikan Pemerintah Daerah Sementara dan pada masa Perang Kemerdekaan (Clash I 1947 dan Clash II 1949) daerah Malang menjadi basis perjuangan baik politis maupun gerilya. Berbagai pasukan antara lain TGP dan pasukan Hamid Rusdi sangat terkenal dengan kegigihan dan keberaniannya. Salah satu pertempuran dahsyat dalam mempertahankan Kota Malang yang selalu dikenang adalah front Jalan Salak (kini Jalan Pahlawan Trip). Pada saat itu gugur 35 orang anggota Brigade 17 Detasemen I Trip Jawa Timur. Di bekas lokasi pertempuran tersebut kini didirikan Monumen dan Makam Pahlawan Trip. Makam Pahlawan yang lain terletak di Jalan Veteran tidak jauh dari Jalan Pahlawan Trip.

    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA ORDE LAMA
    Pergolakan politis pada akhir masa Orde Lama juga terjadi di Malang karena aktifitas PKI / Komunis cukup banyak mempengaruhi masyarakat terutama golongan pemuda. Terjadi rapat2 umum, demonstrasi, kerusuhan dan bentrokan fisik antara pendukung Komunis dengan pendukung Pancasila, salah satunya yang terkenal adalah penyerbuan Gedung Sarinah sekarang. Akhirnya kelompok Komunis dapat dikalahkan dan melarikan diri ke daerah Blitar sehingga dilakukan operasi militer Sandhi Yudha yang mengakhiri petualangan Komunis di Indonesia.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA ORDE BARU
    Kota Malang berkembang pesat pada masa Orde Baru berkat perkembangan perekonomian yang semakin baik dan semangat masyarakat yang kuat untuk meraih hari depan yang lebih baik. Berbagai kegiatan pembangunan di segala bidang terus dilakukan dan memberikan hasil yang memuaskan.
    §[FONT=&quot] [/FONT]MASA REFORMASI
    Malang sebagai Kota Pendidikan juga menjadi salah satu barometer aksi yang menggulirkan reformasi. Ribuan Pelajar dan Mahasiswa turun ke jalan untuk memperjuangkan hak rakyat dan prinsip demokrasi hingga berhasil. Dan perjuangan terus dilanjutkan di daerah antara lain dengan mengupayakan pemilihan Pimpinan Daerah (Walikota) yang demokratis.
     
    • Thanks Thanks x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. piyongima M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 17, 2010
    Messages:
    446
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,649 / -0
    :swt:
    24 th hidup di sini, saya baru tahu sekarang sejarahnya...
     
    • Thanks Thanks x 1
  4. mikemandey M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 18, 2007
    Messages:
    577
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +857 / -0
    gw dulu pernah 1x ke malang ke rumah sodara gw.. enak disana.. ga usah pake AC udah dingin..
     
    • Thanks Thanks x 1
  5. galung Members

    Offline

    Joined:
    Apr 6, 2011
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    malang gak kayak dulu....sekarang puanasss
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. kouga320 Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jul 23, 2009
    Messages:
    2,789
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +1,671 / -1
    malang sekarang kalo pan s, panas banget. kalo dingin, banyak orang sakit.
    setelah lepas dari kolonial, para kontraktor rakus masuk malang, menghabiskan tanah rakyat, membangun hutan beton dimana2.
    tidak ada lagi tata letak kota yg bagus. tidak ada lagi lapngan untuk anak2 main layangan.
    Malang ku..
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  7. sumariyanto Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 14, 2009
    Messages:
    113
    Trophy Points:
    36
    Ratings:
    +275 / -0
    thank buwat infonya...jadi lebih ngerti asal usul kota sendiri
     
    • Thanks Thanks x 1
  8. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    yah begitulah.....banyak drainase yng tak terawat....akibatnya banyak jalan2 yang banjir....hutan malabar yang indah tak cukup menampung derasnya air hujan...lambau yang kini jadi perumahan mewah.....matos, Giant....aset besar para konglomerat untuk mengeruk uang rakyat......hmmmm....ke mana bumi aremaku yang dulu
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  9. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    Kota malang seperti kota-kota lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Fasilitas umum di rencanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif itu masih berbekas hingga sekarang. Misalnya Ijen Boulevard kawasan sekitarnya. hanya dinikmati oleh keluarga- keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang bagai monumen yang menyimpan misteri dan sering kali mengundang keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana untuk bernostalgia.
    Pada Tahun 1879, di Kota Malang mulai beroperasi kereta api dan sejak itu Kota Malang berkembang dengan pesatnya. Berbagai kebutuhan masyarakat pun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
    Sejalan perkembangan tersebut di atas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat di luar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas, yang selanjutnya akan berakibat timbulnya perumahan-perumahan liar yang pada umumnya berkembang di sekitar daerah perdagangan, di sepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Selang beberapa lama kemudian daerah itu menjadi perkampungan, dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Gejala-gejala itu cenderung terus meningkat, dan sulit dibayangkan apa yang terjadi seandainya masalah itu diabaikan.








    GELAR YANG DISANDANG KOTA MALANG
    1. Paris of Java
    Karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk dan kotanya yang bersih, bagaikan kota “PARIS” nya Jawa Timur.
    2. Kota Pesiar
    Kondisi alam yang elok menawan, bersih, sejuk, tenang dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur
    3. Kota Peristirahatan
    Suasana Kota yang damai sangat sesuai untuk beristirahat, terutama bagi orang dari luar kota Malang, baik sebagai turis maupun dalam rangka mengunjungi keluarga/famili.
    4. Kota Pendidikan
    Situasi kota yang tenang, penduduknya ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan.
    5. Kota Militer
    Terpilih sebagai kota Kesatrian. Di Kota Malang ini didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal., dan pada jaman Jepang dibangun lapangan terbang “Sundeng” di kawasan Perumnas sekarang.
    6 Kota Sejarah
    Sebagai kota yang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar, seperti Singosari, Kediri, Mojopahit, Demak dan Mataram. Di Kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan Kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.
    7. Kota Bunga
    Cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna-warni bunga






    PENDUDUK DAN SOSIOLOGI
    Jumlah
    Kota Malang memiliki luas 110.06 Km. persegi, Kota dengan jumlah penduduk sampai akhir Desember 2004 sebesar 778.149 jiwa. Kepadatan penduduk kurang lebih 6639 jiwa per kilometer persegi dengan tingkat pertumbuhan 1.63 % per tahun. Tersebar di 5 Kecamatan (Klojen, Blimbing, Kedungkandang, Sukun dan Lowokwaru), 57 Kelurahan, 10 Desa, 505 RW dan 3.649 RT

    Komposisi
    Etnik Masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA). Komposisi penduduk asli berasal dari berbagai etnik (terutama suku Jawa, Madura, keturunan Arab dan Cina)

    Agama
    Masyarakat Malang sebagian besar adalah pemeluk Islam, Kristen, Katolik dan sebagian kecil Hindu dan Budha. Umat beragama di Kota Malang terkenal rukun dan saling bekerja sama dalam memajukan Kotanya. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak jaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja (Alun2, Kayutangan dan Ijen) dan Kelenteng di Kota Lama. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren dan Seminari Alkitab yang sangat terkenal.

    Budaya
    Kekayaan etnik dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Tari Topeng, namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan gaya kesenian Jawa Tengahan (Solo, Yogya), Jawa Timur-Selatan (Ponorogo, Tulungagung, Blitar) dan gaya kesenian Blambangan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi).

    Bahasa
    Bahasa Jawa dialek Jawa Timuran. Di kalangan generasi muda berlaku dialek khas Malang yang disebut 'boso walikan' yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, contohnya : seperti Malang menjadi Ngalam. Gaya bahasa di Malang terkenal kaku tanpa unggah-ungguh sebagaimana bahasa Jawa kasar umumnya. Hal menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi

    Pendatang
    Kebanyakan pendatang adalah pedagang, pekerja dan pelajar / mahasiswa yang tidak menetap dan dalam kurun waktu tertentu kembali ke daerah asalnya. Sebagian besar berasal dari wilayah di sekitar Kota Malang untuk golongan pedagang dan pekerja. Sedang untuk golongan pelajar / mahasiswa banyak yang berasal dari luar daerah (terutama wilayah Indonesia Timur) seperti Bali, Nusa Tenggara, Timor Timur, Irian Jaya, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
    SEJARAH KOTA MALANG

    Dalam lambang Kota Malang tertulis sesanti berbunyi MALANG KUCECWARA yang berarti "Tuhan menghancurkan yang batil dan menegakkan yang baik" . Sesanti itu disahkan menjadi semboyan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang pada tanggal 1 April 1914.

    Semboyan tersebut erat kaitannya dengan asal mula Kota Malang yang pada masa Ken Arok lebih kurang 8 abad yang lampau menjadi nama tempat di sekitar candi bernama Malang. Letak candi itu masih menjadi tanda tanya dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Daerah Malang dan sekitarnya termasuk Singosari merupakan pusat kegiatan politik dan budaya sejak tahun 760 s/d tahun 1414 berdasarkan tulisan batu di Dinoyo. Kegiatan selama masa itu di ikuti oleh kegiatan budaya tidak dapat di gambarkan sebagai perkembangan satu dinasti saja, melainkan merupakan rangkaian kegiatan politik dan budaya dari beberapa turunan. Demikian diungkapkan oleh almarhum Prof. Drs. S. Wojowasito dalam tulisannya tentang sejarah dan asal mula Kota Malang.

    Lebih jauh di ungkapkan dari beberapa keturunan itu,ada yang jelas terpisah dalam arti tidak ada hubungan antara satu keturunan dengan keturunan lainnya, seperti keturunan Dewasimba, Gajayana di Dinoyo dengan keturunan Balitung. Daksa, Tulodog dan Hawa, akhirnya Sindhok. Keturunan berlangsung kepada Dharmawangsa, Airlangga hingga yang terakhir yaitu Kertajaya (1215 - 1222). Kemudian timbulnya dinasti Ken Arok merupakan estafet pertama dari raja-raja Majapahit sampai raja terakhir Bhre Tumapel (1447-1451). Pada waktu Ken Arok menampakkan kegiatannya, Tumapel hanya merupakan semacam kabupaten dari daerah Jenggala yang pada waktu itu praktis berada di bawah kekuasaan Kertajaya dari Kediri. Batara Malangkucecwara, disebut di dalam piagam tahun 908 dekat Singosari. Piagam tahun 907 itu menerangkan bahwa orang-orang yang mendapat piagam itu adalah pemuja-pemuja batara dari Malangkucecwara, Putecwara Kutusan, Cilebhedecwara dan Tulecwara. Penyebutan nama-nama seperti Batara dari Malangkucecwara, putecwara dansebagainya membuktikan bahwa nama-nama itu adalah nama raja-raja yang pernah memerintah dan pada saat di makamkan di dalam candi lalu disebut Batara. Dengan disebutkannya piagamDinoyo, sekarang adalah Kelurahan Dinoyo, maka masuk akal jika candi malangkucecwara itu ada dekat Kota Malang sekarang.






    Berikut ini contoh budaya Kota Malang dalam berbahasa !
    Kera ngalam sing kadit itreng nola-nola paling-paling yo wong picek (nuwun sewu, buta), koma/lara sing parah (gak osi nandi-nandi), isik keyab, lumpuh parah (gak iso tangi), utawa wong sing sempel. Liyane iku jelas mesthi itrenge. Lha wong genah "njemumuk" nang tengah kutha. Jujugane yo gampang, meh kabeh dalan protokol nang Ngalam ngliwati nola-nola iki. Nola-nola Ngalam pancen terkenal tekan ndi-endi. Jarene wong-wong pinter, nola-nola iki dirancang karo arsitek londo, Ir. Thomas H. Karsten. Mbuiyen ndik jamane mbah buyut, kira-kira taun 1930-an londo iku dadi penasihat perencanaan kutho Ngalam. Lha, pas nyambut gawe dadi penasehat iku si Karsten iki gawe rancangan kutha Malang. Kawasan elit Ijen, prapatan Kayutangan, Pecinan, Kauman, termasuk nola-nola Ngalam kabeh lair saka kertas rancangane. Dasare arsitek laris, rancangane yo dilirik karo pemrentah kutha liyane. Antarane Semarang, Bandung, Buitenzorg (Bogor), Cirebon, Maester Cornelis (Jatinegara), Yogyakarta, Surakarta, Purwokerto, Palembang, Padang, lan liya-liyane. Iku ngono jarene wong-wong pinter lho...
    Teko kadohan sampeyan engkok eruh wit ringin gedhe-gedhe huaakeh. Merga umure wis kewut, diameter batange jan guedhene ora umum. Saumpama tangane genaro ndepani wit-e, ora cukup wong siji. Paling ora butuh wong loro ndaplang ngubengi wit iku. Iso-iso wong telu barang. Ringin-ringin iki ditandur mubeng, urut pinggire nola-nola. Godhonge sing ketel dadi papan ngiyup sing penak tenan. Ngisore, dikek-i bangku teko semen. Serr... lungguh ning kono rasane isis, AC alami. Merga saka iku biasane akeh nganal-kodew sing lagi asyik ngojob ndik kono. Mulai sing mek nggombal thok, cipokan, sampai sing rodo "hot" yo ono. Jan.. pokoke iso nggarai iri nawak-nawak sing lagi njomblo. Mulane, nek mrono ojo lali ngejak ojob, ben gak dadi obat nyamuk thok, hehehe ...
    Tengah nola-nola ana air mancur-e. Bentuke bunder, mekrok koyo kembang. Blumbange yo diiseni iwak. Mujaer, emas, lele ono ndik kono. Embuh nek welut, ono opo ora yo? Nek onok aku yo gelem melu mancing neng kono, pokok gak konangan petugas. Aku dadi kelingan jamane sik kluthusan mbiyen. Licek, mlekithik, ngentutan, senengane dolan mblakrak-mblakrak ko ndi-ndi. Golek gathul, mancing welut, utawa nyeser iwak nang kalen. Blumbange nola-nola iku mbiyen yo termasuk daftar tempat favorit pemancinganku karo nawak-nawak. Hihihi.. Bareng wes gedhe, acarane seje ker. Biasane ayas karo nawak-nawak nyang nola-nola nek kepengin refresing. Ethok-ethoke cuman lungguh karo moco koran, padahal matane mlirak-mlirik 360 derajat. Biasa.. menthelengi kodew tahes-tahes sing pating sliwer liwat. Acara ngene iki biasane nek sikil wis kesel ngadeg maca buku nang Gramed. Kadit ngono yo nek awak wis remek uklam-uklam turut Mitra, Gajahmada, Malang Plasa utawa Sarinah. Tempat favorit, bangku semen mubeng sisih kidul tengah, ngarepe Kantor Pos. Biasane kono kodew-ne sing paling akeh. Selain iku yo strategis gawe nyuwiti sing liwat kono arepe nyang arah Mitra utawa suwalike. Nate, nola-nola iku koyok pasar. Sabendina onok ae wong dodolan ndik kono. Tahu petis, gorengan, asongan oker, jaann.. pating tlecek ngebeki nola-nola. Durung sing dodol sabuk, dolanan, dompet, poster, pernak-pernik, lan macem-macem liyane.
    Kadit jarang onok juga atraksi kethek ogleng. Nek atraksi jenis iki sing rutin pas ndik kulon, ngarep Masjid Jami'. Sajake, si "Sarimin" (jeneng kethek-e) luwih seneng mubeng-mubeng ndik ngarep mesjid, latare pancen luwih ombo. Liyane iku, Nek sampeyan rumangsa cerdas, monggo nguji kepinteran karo sekak 3 langkah. Saklawase urip, terus terang durung pernah aku menang musuh bandar catur iki. Mbayar 1000 repes, kabeh wong oleh melu kuis. Hadiahe lumayan, Dji Sam Soe, Djarum, karo Bentoel sakpak. Ngelu mikir sekak, nek sampeyan butuh foto kenangan tapi lali gak nggawa tustel, ojo kuwatir, ndik kono wis nyepak 3 potografer profesional. Karek nggaya ning ngarep air mancur, utawa ndik sanding kembang, trus mak "jret!!", langsung dadi. Mbuh ongkose piro sakjepretan. Sing jelas gak larang kok. Saiki nola-nola Ngalam luwih tertib. Genaro-genaro sing dodolan wis dilarang karo pemda, jarene ngregedi. Pom Bensin sebelah lor, ngarep Sarinah, wis dibongkar, diganti parkiran. Dalan plesteran semen sing diicak genaro-genaro liwat, disulap dadi paving stone. Pager wesi wis ditandur ngubengi pinggire. Kembang-kembang ning tengah suketan dike'i pot tembok sing kukuh, diopeni, disiram rutin nganggo sprinkle. Kunam-kunam dara pating bleber miber teka pagupon-pagupone, ngleyang mudhun nuthuli pakan sing ditebar wong liwat. Pancen akeh sing wis ilang, tapi isik onok sing tetep. Ringin kewut isik tetep gembel godonge, ngenteni nom-noman pacaran nang ngisore. Sopir-sopir LDG, calo-calo, karo kera-kera ngamen sik onok ndik pojok kidul-kulon (cedek hotel pelangi), guyon-guyon ngenteni penumpang. Wong-wong ngemis yo sik akeh nglesot nang pojok, mburine pos polisi. Suketan kono isik tetep ijo, nampani gegodongan gogrog disurung angin. Tambah sore, nola-nola Ngalam tambah ramene.

    Daftar Pustaka
    Basis data Pemkot malang.
    www.malang.ac.id
    www.jonggringsaloka.com
     
    • Thanks Thanks x 1
  10. singleBedcover Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 1, 2010
    Messages:
    41
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    njisss...gw baru aja minggu kemaren ke kampus muhamadiyah ,,, sumpah dah, aura mistisnya kalo udah lewat jam 6 sore itu kental bgt, gak tau ya,,mungkin gara2 gw jg punya sedikit ilmu kebatinan...jadi mungkin rada lebay gini.Tpi so far sih gak ada yg aneh2 kmrn
     
    • Thanks Thanks x 1
  11. basex M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 26, 2009
    Messages:
    581
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +88 / -0
    dan sayangnya sekarang, malang bukan kota bunga lagi....taman dan lahan terbuka hijau dah berubah jadi ruko dan perumahan.....
    miss the old MALANG...
     
    • Thanks Thanks x 1
  12. andieeputra Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 20, 2011
    Messages:
    21
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +9 / -0
    thanks infonya,, jdi ternyata kyk gni riwayat kota asalQ,,
    hikshiks,,
     
    • Thanks Thanks x 1
  13. baukuetek Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 5, 2011
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +29 / -0
    Jadi Kuangennnnnnnnnnn Ma Mbatu,songgoredtea Ker.....:cinta::cinta::cinta::cinta:
    :niceinfo:
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
    I'm Miss This View.........
     
    • Thanks Thanks x 1
  14. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    betul sekali panas bgt, terutama yang rumahnya di tengah kota....tapi di mbatu, sukun, dinoyo, wagir dan pinggiran kota lainnya masih dingin kok...ademmmmm
     
    • Thanks Thanks x 1
  15. Ryazor M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 29, 2008
    Messages:
    2,268
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +33,578 / -0
    gimana solusianya kawan2 buat balikin malang kaya dulu lagi........:???: bom MoG :???:
     
    • Thanks Thanks x 1
  16. takuss Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 15, 2010
    Messages:
    71
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +19 / -0
    jangan dong, bom matos ama MX aja :hehe:
    becanda

    iya nih, dulu k malang kalo liburan aja. ademnya enak, sejuk bikin pengen balik. sekarang tinggal dimalang kalo gak :dingin: banget ya:hot:
     
    • Thanks Thanks x 1
  17. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    nek pengen ngadem nang hutan malabar ae....hihihihi
     
    • Thanks Thanks x 1
  18. tonitegarsahidi Members

    Offline

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +1 / -0
    bersyukur dengan rajanya Malang yang sekarang, kita punya julukan baru, Malang IJO RUKO2,
     
    • Thanks Thanks x 1
  19. yoshikanji Veteran

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,454
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +38,463 / -0
    avara kdavra, open sesame...
    auto lock open.



    Regards,
     
  20. holando27 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 25, 2010
    Messages:
    163
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +58 / -0
    kota kenangan selama kuliah...

    sekarang keluhan utamanya : Macet !!
     
  21. dharmawartha Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 22, 2010
    Messages:
    27
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    malang nominor sursum moveor dah :D

    walaupun ane bukan asli malang, tp malang membuat jatuh cinta
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.