1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekarang kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Satu Bantahan Lagi terhadap Dongeng tentang Organ Sisa

Discussion in 'Science and Technology' started by cellomozz, Oct 14, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. cellomozz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 4, 2009
    Messages:
    814
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +41,433 / -2
    Satu Bantahan Lagi terhadap Dongeng tentang Organ Sisa


    HARUN YAHYA

    Darwinisme menganggap seluruh kehidupan di bumi sebagai suatu hasil mutasi tak-disengaja dan seleksi alam dan, sebagai keyakinan yang bersifat praduga, meniadakan keberadaan perancangan cerdas. Dengan tujuan membantah adanya perancangan, pemikir Darwinis mencari-cari cacat pada keseluruhan seluk-beluk yang saling terkait dari makhluk hidup. Dari Darwin hingga Dawkins, berulang-ulang, sikap dogmatis ini telah membuat evolusionis tersebut bersikukuh tentang keberadaan struktur cacat dan organ-organ sisa (vestigial) "yang tidak memuliki kegunaan", yang bersifat praduga, pada makhluk hidup. Namun, berkali-kali juga, pengakuan berani dari para evolusionis tersebut ternyata malah menjadi bukti ketidaktahuan mereka. Organ-organ sisa yang diduga [sia-sia] tersebut kemudian ditemukan memerankan fungsi sangat penting dan keseluruh pendapat mengenai "organ sisa" ternyata merupakan buah pikiran yang keliru.

    Sejarah ilmu pengetahuan mencatat adanya penyusutan terus-menerus dalam jumlah organ-organ yang dianggap sisa ini (organ vestigial). Organ-organ yang diduga tidak memiliki fungsi tersebut, satu demi satu, ternyata merupakan organ-organ dengan fungsi yang belum ditemukan. Sebuah daftar organ-organ sisa yang dibuat oleh ahli anatomi Jerman, R. Wiedersheim pada tahun 1895 memuat sekitar 100 struktur, termasuk usus buntu dan tulang ekor. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, ditemukan bahwa semua organ dalam daftar Wiedersheim ternyata memiliki fungsi amat penting. Misalnya saja, telah ditemukan bahwa usus buntu, yang disangka "organ sisa", kenyataannya merupakan bagian dari sistem limfatik. Sebuah publikasi kedokteran pada tahun 1997 menyebutkan bahwa, "organ dan jaringan tubuh lainnya – thymus, hati, limpa, usus buntu, sumsum tulang, dan sejumlah kecil jaringan limfatik seperti amandel di tenggorokan dan bintik-bintik Peyer di dalam usus halus – juga merupakan bagian dari sistem limfatik. Sistem ini juga membantu tubuh melawan infeksi. 1

    Telah ditemukan pula bahwa amandel, yang juga dimasukkan dalam daftar organ sisa yang disusun Wiedersheim, memiliki tugas penting dalam melindungi tenggorokan melawan infeksi, terutama hingga usia remaja. Telah ditemukan bahwa tulang ekor pada bagian bawah dari ruas tulang belakang menyangga tulang-tulang di sekitar panggul dan merupakan titik pertemuan dari beberapa otot kecil dan karenal alasan ini, tidaklah mungkin untuk duduk nyaman tanpa tulang ekor.

    Di tahun-tahun setelahnya, disadari bahwa thymus membangkitkan kerja sistem kekebalan di dalam tubuh manusia dengan memicu bekerjanya sel-sel T, bahwa kelenjar pineal bertugas mengeluarkan sejumlah hormon penting, bahwa kelenjar tiroid sangat berperan dalam menjaga pertumbuhan teratur pada bayi dan anak, dan bahwa kelenjar pituitari bertugas memastikan bekerjanya secara benar dari banyak kelenjar hormon. Semuanya ini awalnya sempat dianggap sebagai "organ sisa". Akhirnya kelopak mata, yang dianggap sebagai organ sisa oleh Darwin, diketahui ternyata bertugas membersihkan dan meminyaki mata.

    Berkurangnya secara terus-menerus pada daftar organ sisa merupakan akibat dari kenyataan bahwa ini merupakan pendapat yang disebabkan karena ketidaktahuan. Sejumlah evolusionis yang lebih bijak juga menjadi sadar akan kenyataan ini. S. R. Scadding, ia sendiri seorang evolusionis, pernah menulis dalam artikelnya "Can vestigial organs constitute evidence for evolution?" [Dapatkah Organ-organ Sisa Menjadi Bukti bagi Evolusi] yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Theory [Teori Evolusi]:

    Dikarenakan tidak mungkin untuk secara pasti mengenali bentuk-bentuk tak berguna, dan dikarenakan rumusan pendapat yang digunakan secara ilmiah tidak dapat diterima, saya menyimpulkan bahwa "organ sisa" tidak dapat memberi bukti khusus bagi teori evolusi. 2

    KAKI KUDA

    [​IMG]

    Bantahan terkini terhadap kisah tentang organ peninggalan datang dari sebuah penelitian terbaru tentang kaki kuda. Sebuah tulisan pada majalah Nature terbitan tanggal 20-27 Desember 2001, berjudul: "Biomechanics: Damper for Bad Vibrations" [Biomekanika: Peredam untuk Getaran yang Membahayakan], menyatakan bahwa, "Sejumlah serat otot pada kaki-kaki kuda tampak seperti sisa peninggalan evolusi tanpa kegunaan. Namun kenyataannya [serat-serat otot] tersebut mungkin berperan meredam getaran bersifat merusak yang muncul pada kaki ketika kuda berlari." Tulisan tersebut berbunyi:
    Singkatnya, pengamatan lebih dekat pada anatomi kuda mengungkap bahwa bagian-bagian tubuh yang dianggap tidak memiliki peran oleh para evolusionis, mempunyai peran yang sangat penting. Dengan kata lain, kemajuan ilmiah menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai bukti evolusi ternyata merupakan bukti bagi perancangan.

    Para evolusionis seharusnya mengambil petunjuk dari kenyataan ini, jika mereka mau. Ulasan berikut ini yang dimuat dalam majalah Nature terlihat masuk akal:

    Wilson dkk. telah menemukan satu peran penting dari sebuah otot yang tampak sebagai sisa dari sebuah bagian yang telah kehilangan kegunaannya selama berlansungnya peristiwa evolusi. Penelitian mereka membuat kita bertanya-tanya apakah organ-organ sisa lain (seperti usus buntu manusia) terlihat pula tidak memiliki kegunaan. 4

    Hal ini tidaklah mengejutkan. Semakin banyak kita belajar tentang alam, semakin banyak pula kita saksikan bukti ciptaan Allah. Sebagaimana Michael Behe katakan, "kesimpulan tentang perancangan datang bukan dari apa yang kita tidak tahu, akan tetapi dari apa yang telah kita pelajari selama lebih dari 50 tahun yang lalu."5 Dan Darwinisme ternyata merupakan sebuah pendapat yang berakar dari ketidaktahuan, atau, dengan kata lain, sebuah "ateisme yang berasal dari jurang ketidaktahuan"
    _________________________________________________________________________

    [Catatan]:

    1. The Merck Manual of Medical Information, Home edition, Merck & Co., Inc. The Merck Publishing Group, Rahway, New Jersey, 1997.
    2. S. R. Scadding, "Do 'Vestigial Organs' Provide Evidence for Evolution?," Evolutionary Theory, vol. 5, May 1981, h. 173.
    3. R. Mcneill Alexander, "Biomechanics: Damper For Bad Vibrations," Nature, 20-27 December 2001.
    4. R. Mcneill Alexander, "Biomechanics: Damper For Bad Vibrations," Nature, 20-27 December 2001.
    5. Behe's Seminar in Princeton, 1997.


    Code:
    http://www.harunyahya.com/indo/artikel/040.htm
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. tienming M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 3, 2009
    Messages:
    274
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +8 / -0
    nice info. tinggal tunggu kemajuan teknologi manusia semakin bisa menguak alam
     
  4. Ken M V U

    Offline

    Joined:
    Feb 10, 2009
    Messages:
    4,366
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +57,792 / -0
    kenapa ga mungkin "Organ Sisa" itu ber evolusi menjadi suatu hal yg dapat dimanfaatkan tubuh :???:

    makluk hidup berevolusi sesuai dengan lingkungan..
    bisa aja organ sisa itu juga telah berevolusi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup :yareyare:

    IMO
     
  5. nakamura197 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 30, 2009
    Messages:
    552
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +499 / -0
    Yak, segala sesuatu itu diciptakan pasti ada gunanya...
     
  6. yuripuspita M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    1,144
    Trophy Points:
    132
    Ratings:
    +4,782 / -0
    dari awal emang sudah ga setuju ma teori darwin...
     
  7. shibagon M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 28, 2010
    Messages:
    574
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +41 / -0
    setuju bro, organ sisa mungkin aja bisa berguna, semua organ bisa berguna, cuma blom ditemuin aja kegunaannya, klo nama organ sisa tu kayanya rada aneh..
     
  8. Ken M V U

    Offline

    Joined:
    Feb 10, 2009
    Messages:
    4,366
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +57,792 / -0
    lagi pula ga pantes dibilang "dongeng tentang organ sisa" :panda:

    semua nya blom clear..
    blom diketahui pasti jadi jangan nge bash teori org kk.. :unyil:
     
  9. kroy M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 10, 2009
    Messages:
    238
    Trophy Points:
    102
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,446 / -0
    Harun Yahya? mmmm, kudu cross check sama sumber laen deh kayaknya.. kalo cuma dari satu sumber ntar jadi kaya doktrin malah
     
    • Like Like x 1
  10. davelf M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 24, 2009
    Messages:
    791
    Trophy Points:
    192
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +65,200 / -0
    mungkin karena emang blum ketemu fungsinya
     
  11. hendry7777 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 8, 2009
    Messages:
    243
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +1 / -0
    kalau kata bokap gw usus buntu itu berguna untuk mengingatkan kita agar tidak makan terburu-buru dan terlalu banyak, sehingga menghindari dari sifat rakus.. hehe:peace:
     
  12. toruk_makto M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 27, 2010
    Messages:
    555
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +357 / -0
    Kalo menurut saia, artikel2 ato bacaan yg bersumber dari harun yahya ini ga pantes disebut doktrin deh.. Karena semua yang dikemukakan adalah bukan pendapat pribadi, melainkan berdasarkan penelitian, dan penelitian ini juga sudah berdasarkan beberapa sumber. Jadi ga bisa dibilang juga ini dari satu sumber, tapi ini sudah dari beberapa sumber. Kalo ga percaya, silahkan dicari sndiri..
    Sedangkan menurut pendapat pribadi, saia lebih cenderung untuk setuju dengan om harun ini. Jujur aja, saia sempet diskusi dengan seorang dokter mengenai appendix ato usus buntu. Dan dokter itu menyatakan bahwa appendix bukanlah sebuah organ sisa seperti yang dikatakan sebelumnya. Dokter ini menambahkan bahwa pendapatnya juga didukung beberapa dokter lainnya.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.