1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Roller Coaster Bikin Pendengaran Hilang Sesaat

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by smkosasih, May 3, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,187 / -0
    Imbauan dari pakar jika ingin naik permainan roller coaster sebaiknya wajah menghadap ke depan agar tidak mengalami trauma pada salah satu telinga. Naik roller coaster juga harus dalam kondisi sehat.

    [​IMG]

    Saran ini penting karena kecepatan yang terlalu tinggi pada permainan roller coaster ternyata bisa memicu trauma pada gendang telinga. Dampak paling buruk yang bisa ditimbulkan adalah kehilangan pendengaran untuk sesaat.

    Dikutip dari BBCNews, Minggu (2/5/2010), tim dokter dari Detroit AS melaporkan kasus semacam ini pada seorang pria berusia 24 tahun. Kasus ini disebut Barotrauma, sebuah trauma yang juga sering terjadi pada penyelaman dengan scuba maupun transportasi udara.

    Pria tersebut mengaku sedang menoleh ke kiri untuk berbicara dengan pacarnya, saat roller coaster yang dinaikinya mencapai kecepatan maksimal yakni 120 mil/jam hanya dalam waktu 4 detiks. Dua hari kemudian ia merasakan nyeri pada telinga kanan.

    Dokter yang memeriksa pria itu mendapati telinga sebelah kiri dalam kondisi normal. Sedangkan telinga kanan mengalami pembengkakkan dan pada gendang telinganya tampak ada peradangan.

    Tim dokter dari Henry Ford Hospital meyakini, penyebabnya adalah perubahan tekanan yang terlalu cepat pada rongga telinga bagian tengah. Diperkirakan tekanan yang terjadi pada telinga pria itu saat roller coaster melaju mencapai 0,6 psi dan merusak gendang telinga.

    Karena terjadi begitu cepat, perubahan tekanan itu tidak bisa diantisipasi dengan menguap maupun mengunyah permen karet seperti saat naik pesawat.

    Risikonya pun semakin besar ketika pengelola tempat hiburan berlomba-lomba merancang roller coaster dengan kecepatan maupun ketinggian yang semakin ekstrem.

    Orang yang mengalami Barotrauma akan merasakan pusing, nyeri serta sensasi 'pop' (bunyi letupan) di dalam rongga telinga. Menurut tim dokter, risiko paling buruk yang bisa ditimbulkan adalah kehilangan pendengaran untuk sesaat.

    Menghadap ke depan

    Tim yang akan mempresentasikan temuan itu dalam pertemuan tahunan Triological Society di Las Vegas membantah adanya anjuran untuk tidak naik roller coaster.

    Namun peneliti menyarankan agar penumpang tetap menghadap ke depan, agar tidak mengalami trauma pada salah satu telinga.

    "Sebenarnya kasus semacam ini jarang terjadi. Pria itu kebetulan menoleh pada saat yang sangat tepat untuk mendapat tekanan maksimal pada gendang telinganya," ungkap Dr Kathleen Yaremchuk, salah satu anggota tim.

    Pendapat ini didukung oleh ilmuwan lain. Alan Johnson dari ENT UK (Asosiasi Otorhinolaringologis se-Inggris) sepakat bahwa temuan ini tidak perlu memicu kekhawatiran yang berlebih terhadap permainan roller coaster.

    "Umumnya, ketinggian roller coaster hanya beberapa ratus kaki. Variasi tekanan tidak akan sebesar itu. Tapi memang perlu diwaspadai, terutama pada seseorang yang sedang tidak sehat," ungkapnya.

    Kondisi pria yang mengalami barotrauma itu sendiri dilaporkan membaik dalam beberapa hari kemudian. Tetapi tidak diketahui apakah ia masih berani berbicara pada pacarnya di atas roller coaster.

    sumbre:detikHealth
     
    Last edited: Jan 2, 2012
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. myth73 M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    2,784
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +8,374 / -0
    Baru tau kalo roller coaster bisa bikin telingan jadi tuli.
    untungnya tulinya sementara gak sampe permanen...
     
  4. 9a0809 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 29, 2009
    Messages:
    710
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +578 / -0
    wah, kudunya pengumuman gini ditaruh didepan loket roller coster
     
  5. dayta Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 8, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +43 / -0
    gak perlu naik roller coaster, naik motor dlm kecepatan tinggi kl gak pakai helm jg berpengaruh buruk utk telinga kt
     
  6. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,187 / -0
    oh iya, ternyata naik motor gak make helm bisa kaya gt...:rokok:
     
  7. totonpunk M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 8, 2011
    Messages:
    1,435
    Trophy Points:
    97
    Ratings:
    +480 / -0
    Makanya kalau gak pakai helm bisa ditilang ama polisi.
    Polisi itu sayang sama kita, biar telinga kita tidak tuli......
     
  8. mrisnadi Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 18, 2011
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    wah,, ngeliat rollercoaster aja udah serem,, apalagi naik,,,
    kalo naik juga ane takut kena telinga ane,, jadi takut gan
    nice inpoh
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.