1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Retrograde Ejaculation, Apa Penyebabnya?

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by serenamilka, Mar 8, 2021.

  1. serenamilka Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 10, 2020
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    26
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +1 / -0
    Retrograde ejaculation merupakan kondisi yang muncul karena air mani tidak keluar melalui penis saat orgasme, namun masuk ke kandungan kemih. Meskipun bisa mencapai klimaks seksual, jumlah air mani yang keluar sedikit atau tidak sama sekali ketika seseorang mengalami ejakulasi.

    Istilah lain retrograde ejaculation adalah orgasme kering. Retrograde ejaculation tidak memicu kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Kondisi tersebut bisa saja timbul tanpa disadari penderita. Pada umumnya, jumlah air mani yang dihasilkan pria dewasa berkisar antara 1,5 sampai 7,6 mL air mani, atau setara dengan setengah sampai satu sendok teh.

    Meskipun tidak membahayakan kondisi penderita, retrograde ejaculation bisa memicu masalah kesuburan pada pria. Pria yang mengalami retrograde ejaculation bisa merasa kesulitan untuk membuat pasangannya hamil. Jika seseorang mengalami retrograde ejaculation, mereka dianjurkan untuk mengikuti terapi kesuburan.

    Gejala
    Seseorang yang mengalami retrograde ejaculation bisa menunjukkan gejala berupa:
    • Tidak mengeluarkan air mani atau mengeluarkan air mani dalam jumlah yang sedikit ketika mencapai orgasme.
    • Air kemih yang terlihat lebih keruh setelah orgasme.
    • Kurangnya kesuburan (infertilitas).
    Penyebab
    Seseorang yang mengalami retrograde ejaculation bisa disebabkan oleh faktor berikut:
    • Otot
    Pria memiliki otot yang terletak di muara kandung kemih. Otot tersebut mampu berkontraksi dan mencegah air mani ke kandung kemih. Otot tersebut juga mampu mencegah air kemih supaya tidak mengompol.

    Retrograde ejaculation bisa menyebabkan otot tersebut tidak berfungsi dengan baik dan membuat air mani naik ke kandung kemih ketika penderita melakukan ejakulasi. Kondisi tersebut juga menyebabkan jumlah air mani keluar dalam jumlah yang sedikit atau tidak sama sekali.
    • Kerusakan saraf
    Kerusakan saraf merupakan faktor lain yang dapat memicu retrograde ejaculation. Kerusakan saraf terjadi karena penderita mengalami penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit Parkinson.
    • Pembedahan
    Pembedahan prostat dan kandung kemih merupakan prosedur medis yang lebih sering menimbulkan retrograde ejaculation. Selain itu, pembedahan kanker testis, kanker kolon, kanker rektum, dan operasi tulang belakang bagian bawah juga bisa memicu risiko yang sama pada penderita.
    • Obat-obatan
    Obat-obatan bisa memicu berbagai efek samping pada tubuh, termasuk retrograde ejaculation. Obat-obatan tersebut termasuk obat pembesaran prostat, obat penurun tekanan darah tinggi, dan obat untuk mencegah depresi.

    Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter
    Jika Anda mengalami retrograde ejaculation, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:
    • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.

    • Daftar gejala yang timbul akibat retrograde ejaculation.

    • Daftar obat yang Anda gunakan (jika Anda menggunakan obat-obatan dan dokter memerlukan daftar tersebut).
    Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:
    • Kapan gejala akibat retrograde ejaculation terjadi?
    • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
    • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?
    Diagnosis
    Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan:
    • Pemeriksaan fisik
    Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah kondisi di area alat kelamin pasien baik atau tidak.
    • Tes urine
    Dokter dapat melakukan tes urine untuk mengetahui apakah pasien mengalami retrograde ejaculation atau tidak. Ketika melakukan tes urine, pasien diminta untuk mengosongkan kandung kemih.

    Pengobatan
    Untuk mengobati retrograde ejaculation, pasien dapat menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter. Contoh obat yang dapat digunakan adalah imipramine, midodrine, efedrin, brompheniramine, dan fenilefrin. Pengobatan gangguan saraf juga bisa digunakan jika retrograde ejaculation disebabkan oleh kondisi lain seperti diabetes.
    Terapi kesuburan bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pada kesuburan di area alat kelamin.

    Kesimpulan
    Retrograde ejaculation merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita, karena bisa mengurangi kesuburan mereka dan tidak bisa membuat pasangannya hamil. Jika Anda ingin mengatasi retrograde ejaculation, Anda sebaiknya ikuti cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang retrograde ejaculation, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.
     
Tags:

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.