1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

OriFic POKEMOM : The Rising Hero

Discussion in 'Fiction' started by kakampreto, Aug 14, 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    Pokemom : The Rising Hero
    Genre : Slice of life, Action, Thriller, Fantasy, Romance, Mistery, dsb.
    Status : On Going



    Ini POKEMOM (Pocket Mommy), bukan POKEMON (Pocket Monster).

    Sebuah pertandingan yang bukan menggunakan monster imut, melainkan monster-monster mengerikan yang berwujud Emak-Emak.

    Kisah ini menceritakan perjalanan seorang remaja bernama Saifruloh atau biasa dipanggil Saprol menjadi master Pokemom nomor satu di dunia.

    JRENG...JRENG!!

    Akankah Saprol berhasil mencapai cita-citanya?

    JRENG...JRENG LAGI!!

    Ataukah cita-cita Saprol kandas karena penulisnya yang males nulis lanjutan ceritanya?

    [​IMG]

    Jakarta, 2024.
    Panas terik matahari tak menghalangi antusias para penonton untuk menyaksikan laga final Kejuaraan Pokemom Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno Senayan.

    Kejuaraan tahunan yang telah berlangsung selama hampir sebulan itu akhirnya mendapatkan dua kontestan yang berhak maju ke babak final setelah berhasil menyingkirkan kontestan-kontestan lainnya yang berasal dari seluruh penjuru negeri.

    Kedua kontestan yang akan bertemu di final itu adalah Saprol yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah dan Maruli Hutapea dari Medan, Sumatra Utara.

    Pokemom adalah Mommy atau Ibu atau Emak 3D yang diciptakan berdasarkan informasi asli dari Ibu sang master. Sehingga fisik dan sifat Pokemom memiliki kemiripan hingga 99% dengan emak asli master Pokemom. Emak virtual tersebut dapat disimpan di dalam pokeball saat tidak digunakan untuk bertanding.

    Sedangkan pertandingan Pokemom adalah pertandingan tiga babak yang akan mengadu skil ngebacot, ngerumpi, dan melakukan propaganda atau adu domba.

    Pokemom yang menang adalah Pokemom yang mendapat poin lebih banyak atau berhasil membuat K.O lawannya dengan menggunakan lidah tajam, tatapan sinis, tampang super jutek atau hal-hal keji khas ibu-ibu yang lain.

    Dan orang yang bertugas sebagai pengawas pertandingan disebut sebagai Pak RT.

    Waktu telah menunjukan pukul satu siang, dan akhirnya saat-saat yang dinanti-nantikan hampir tiba. Kedua kontestan sudah berada di atas arena dan siap melakukan pertarungan Pokemom.

    Pak RT juga telah berada di posisinya, pinggir tengah arena.

    "Selamat datang di kejuaraan Pokemom tingkat nasional," suara sang komentator membahana melalui pengeras suara yang terpasang di sudut-sudut stadion, dan wajahnya terpampang pada monitor-monitor besar yang ada di sudut-sudut stadion juga. "Sebentar lagi kita akan menyaksikan pertandingan yang akan menentukan juara Pokemom tahun ini."

    Suara gemuruh teriakan dan tepuk tangan penonton menggema di stadion GBK.

    "Pada sudut biru telah berdiri Saprol yang memiliki Pokemom bernama Supini," komentator itu kembali berbicara di depan microphone. "Dan di sudut merah adalah Maruli dengan Pokemom bernama Magdalena Sirait."

    Suara genderang dan yel-yel penyemangat diteriakan oleh pendukung masing-masing kontestan.

    "Sebagaimana kita ketahui," kata si komentator lagi, "Pokemom Supini memiliki jurus maut yang telah berhasil melumat habis musuh-musuhnya di atas arena. Jurus terkenal Supini adalah jurus 'cocot bodhol'* yang akan membuat telinga musuhnya berdarah-darah karena mengalami pendarahan otak setelah mendengar omelan-omelan cerewet yang super pedas dan super keji dari Supini."

    "Sedangkan Pokemom milik Maruli," si komentator berteriak lagi, "memiliki jurus spesial yang dapat memutar balikan fakta saat berdebat. Sekuat apapun musuhnya berusaha, maka argumen yang dilontarkan akan segera diputar balik dan menghancurkan dirinya sendiri hingga mulutnya berbusa dan kejang-kejang."

    "Siapakah yang akan berhasil meraih gelar kehormatan sebagai master Pokemom nomor satu di Indonesia tahun ini? Kita akan menyaksikannya sesaat lagi setelah iklan berikut ini."

    Kejuaraan pokemom yang juga disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun tivi nasional ini kemudian diselingi oleh iklan-iklan pembalut dan deterjen.

    Setelah jeda pariwara yang berlangsung cukup lama, akhirnya siaran pertandingan final kejuaraan Pokemom disiarkan kembali.

    Kedua kontestan sudah menggenggam erat pokeball dan menunggu aba-aba dari Pak RT. Suasana tegang menyelimuti arena pertandingan yang berada di tengah-tengah stadion.

    "Emakku pasti akan melibas Emak kau!!" Kata Maruli dengan logat bataknya yang kental.

    Dengan senyuman merendahkan, Saprol membalas gertakan Maruli. "Oh, ora bisa kayak kuwek! Biyunge inyong** pasti akan membuat Emakmu terkapar tak berdaya hanya dalam waktu lima detik saja." Kata saprol dengan nada yang keji sekeji-kejinya.

    "Apa kau pikir mamakku akan mudah kau kalahkan hah?!" Balas Maruli. "Mamakku telah dilengkapi dengan daster suci yang belum pernah dicuci selama berabad-abad sehingga baunya dapat menangkal jurus pamungkas dari mamakmu itu!"

    "Ndak usah banyak omong kamu! Nanti kamu akan merasakan sendiri betapa dahsyatnya gelombang kehancuran yang dihasilkan oleh kibasan bulu ketek ekstra lebat dari Biyunge inyong!" Saprol balik menggertak dengan logat khas Ngapaknya.

    "Pemirsa," si komentator tiba-tiba menyela adu mulut kedua kontestan, "pe-pe-mi-mir-sa-sa!" Tangan kanan si komentator dan bibir tebalnya bergerak liar ketika ia bicara.

    "Tampaknya kondisi di atas arena telah memanas!" Kata komentator. "Sebelum melangsungkan pertandingan, kita akan membahas prediksi-prediksi pertandingan dengan para pengamat yang sudah hadir bersama saya."

    "Bung Towel dan Bung Kus, bagaimana menurut pendapat anda tentang pertandingan yang sebentar lagi akan dimulai ini bung?!"

    Lalu seseorang yang bernama Bung Towel mulai mengatakan prediksinya. "Terima kasih atas kesempatannya Bung Ruweynaldi," Bung Towel berbicara, "pertandingan yang sangat menarik saya rasa. Karena kedua kontestan memiliki Pokemom yang sudah terkenal keganasannya. Saya rasa pertandingan antara Ngapak melawan Batak ini adalah pertandingan paling seru sejak pertama kali kejuaraan Pokemom digelar. Saya sendiri sangat kesulitan untuk memprediksi siapa yang akan keluar menjadi juaranya Bung."

    "Anda dengar sendiri pemirsa," kata komentator Ruweynaldi melalui mikropon yang ada di meja, "seorang pakar seperti Bung Towel saja mengalami kesulitan dalam memprediksi. Selanjutnya kita akan mendengar komentar dari Bung Kus. Silahkan Bung!"

    "Di atas kertas," kata Bung Kus, "Maruli sangat berpeluang untuk menjadi pemenangnya Bung. Kita semua sudah mengetahui bahwa pertahanan Pokemom miliknya sangatlah kokoh. Selama ini belum ada yang dapat merobek daster suci andalannya."

    "Yang jadi pertanyaan," Bung Kus masih berbicara, "apakah gelombang supersonik yang dihasilkan oleh kepakan bulu ketek Pokemom milik Saprol dapat menembus pertahanan absolut daster suci milik Pokemom Maruli?"

    "Pemirsaaaaahhh! Pe-pe-mi-mir-sa-sahhh!!" Komentator Ruweynaldi berteriak lagi dengan gerakan bibirnya yang semakin liar dan semburan ludahnya yang juga semakin keji. "Kita mulai saja pertandingan paling prestisius tahun ini, laga final Pokemom National Championship, dimulai!!"

    Kemudian kedua kontestan melempar pokeball ke dalam arena pertandingan.



    ##POKEMOM : THE RISING HERO##
    * Terjemahan : mulut rusak
    ** Terjemahan : Tidak bisa seperti itu! Emak saya pasti bisa....

    Biyunge inyong adalah bahasa daerah masyarakat Banyumas yang berarti Ibu Saya.
     
    • Like Like x 1
    Last edited: Aug 27, 2014
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. Blance Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 7, 2014
    Messages:
    72
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +18 / -0
    lanjutin dong kk ^^
     
  4. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    eh.. :kaget: ada juga yg doyan cerita kaya ginian ternyata... :lol:

    hehe.. iya kak, nanti juga dilanjutin kok ceritanya... kalo sempet... :ngacir:
     
  5. Blance Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 7, 2014
    Messages:
    72
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +18 / -0
    kwkwkwkw abis lucu sih critanya.. lumayan bisa bkn ketawa..hehehe..
     
  6. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    Sebenernya di tempat lain (kaskus misalnya) fic ini cuma aku jadiin cerpen doang. Tapi aku coba bereksperimen disini deh... makasih ya kak udah mau mampir... :hmm:
     
  7. Blance Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 7, 2014
    Messages:
    72
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +18 / -0
    oh gt.. gk ikutin kaskus sih.. tapi iya sama" hehehe ^^
     
  8. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    Chapter 1

    "Kita kembali lagi ke pertandingan pemirsahh. Kedua kontestan telah melemparkan pokeball mereka ke dalam arena." Kata komentator kita, Bung Ruweynaldi.

    Pokeball yang pertama kali menyentuh lantai arena adalah milik Saprol. Setelah pokeball itu terbuka, bersama kilatan cahaya munculah sesosok emak yang menggunakan kemben dan tengtop, muka yang telah dimodifikasi sehingga lubang hidungnya menjadi ekstra besar yang hampir menyamai ukuran lubang mulutnya, tahi lalat super yang berada di sudut kiri bibirnya dan rambut panjang yang digelung. Tatapan matanya pun sangat keji. Bagaikan seorang emak yang baru saja mengetahui anaknya telah menggelapkan uang sekolahnya.

    Kemudian disusul kemunculan sosok Pokemom milik Maruli. Sesosok emak yang memakai daster putih yang kumal, rambut keriting acak-acakan seperti rambut singa jantan, rahangnya yang tegas, dan lengannya yang sebesar paha milik masternya. Tatapan Pokemom milik Maruli pun tak kalah keji. Tatapannya setajam tatapan seorang emak yang tanpa sengaja mengintip anaknya sedang berbuat asusila dan men-dzalimi bantal guling di kamarnya.

    Kedua Pokemom saling pandang dan menunggu perintah dari masternya.

    Namun Pak RT yang bertugas selaku pengawas pertandingan justru menghilang secara tiba-tiba dari posisi yang seharusnya.

    Dan secara tiba-tiba juga Justin Bieber muncul di tengah-tengah arena disusul oleh beberapa penari latar yang berbadan kekar. Kemudian Justin mulai menari dan bernyanyi, "baby...baby..baby...oh..."

    Hal yang lebih mengejutkan adalah Pokemom Saprol melompat dari arena dan kini berdiri di depan Saprol dan menampari pipinya. "Prol... Ada telpon masuk ini Prol! Bangun Prol! Siapa tahu telepon panggilan kerja Prol!"

    Saprol terkejut setengah mati saat membuka matanya. Persis di depan wajahnya, emaknya masih menampari pipinya sambil menyodorkan hape miliknya.

    "Supini?! Kenapa kamu malah menyerang mastermu sendiri hah?!!" Kedua tangan Saprol langsung menerkam leher emaknya dan mencekiknya sekuat tenaga.

    "Kurang ajar! Bocah durhaka! Mau membunuh emakmu sendiri ya!" Emak Saprol meronta-ronta sambil memukul-mukul kepala Saprol menggunakan hape.

    ##POKEMOM : THE RISING HERO##

    Setelah kejadian itu, tumbuh beberapa benjolan-benjolan kecil di kepala Saprol.

    Iya, Saprol ternyata hanya bermimpi. Sebuah mimpi buruk tentang pertandingan Pokemom.

    Sebenarnya cerita ini nantinya tidak akan membahas lagi tentang pertandingan Pokemom, karena kedepannya, kita akan bercerita tentang kehidupan Saprol yang emejing.

    Lalu kenapa penulis repot-repot menulis tentang Pokemom di awal-awal cerita?

    Dan kenapa juga judulnya harus Pokemom, bukannya 'Kehidupan Saprol yang Emejing' saja?

    Ehem... Jadi begini, Saprol ini hanyalah orang biasa, dan dia tidak punya akun twiter yang memiliki jutaan follower. Jadi, penulis mencari cara agar pembaca menjadi tertarik membaca cerita kehidupan Saprol yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang tidak pernah ditulis dalam buku manapun. Dan ide tentang Pokemom lah yang akhirnya dipakai oleh penulis.

    Coba kalian pikirkan, kalau misalnya penulis langsung menceritakan tentang Saprol yang begini, begitu, bla..bla..bla.. apa kira-kira kalian akan tertarik untuk membacanya? Itu termasuk strategi marketing untuk menarik minat pembaca.

    Bagaimana? Masih penasaran dengan cerita tentang Saprol atau berharap pertandingan Pokemom benar-benar terjadi?

    Okelah, kita langsung saja memasuki kehidupan Saprol yang emejing.

    Jreng... Jrengjeng...

    Saprol adalah sebuah entitas yang diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya yang lain.

    Salah satu kelebihannya adalah pertumbuhan bulu hidung yang sangat cepat. Makhluk hidup pada umumnya, khususnya manusia, membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk dapat memanjangkan bulu hidungnya sepanjang 0.00001 milimeter. Sedangkan Saprol, ia dapat menumbuhkan bulu hidungnya sepanjang tiga meter dalam waktu sepersekian detik saja.

    Kemampuan itu pertama kali ia sadari saat sekelompok preman pasar berusaha untuk memerasnya. Ketika ia terdesak, seberkas cahaya terang memancar dari kedua lubang hidungnya dan bulu hidung yang sangat panjang tiba-tiba tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa dan seketika ia dapat menjerat preman-preman itu menggunakan bulu hidungnya. Sejak itulah Saprol dikenal sebagai Buluhidungman.

    Sori, penulis tidak sengaja mencurahkan imajinasinya yang keji tentang Saprol. Cerita di atas hanya bohong-bohongan. Saprol tidak sekeji itu. Kita akan mulai cerita yang sebenarnya tentang Saprol. Penulis meminta maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca.

    Saprol adalah anak semata wayang yang dilahirkan dari rahim seorang ibu yang bernama Supini. Sedangkan ayah Saprol telah menghilang tanpa jejak sejak ia masih bayi. Kabar terkini mengatakan bahwa ayah Saprol terlihat sedang berjuang di jalur Gaza sebagai pejuang jihad. Namun kebenaran dari kabar itu masih diragukan.

    Supini hanyalah seorang penjual jamu gendong. Walaupun penghasilan yang ia dapatkan tidak seberapa, namun ia dapat membiayai sekolah anaknya hingga jenjang SMA. Supini adalah seorang ibu yang tegar. Ia selalu sabar menghadapi cobaan hidup yang dialaminya, khususnya cobaan yang berasal dari anak semata wayangnya itu. Iya, cinta seorang emak takkan pernah terkikis walaupun buah hatinya begitu menyebalkan (nb: Emaknya Malin Kundang tidak termasuk).

    Mereka berdua bertempat tinggal di sebuah rusun di daerah Mukakuning kota Batam.

    Setelah Saprol berhasil menyelesaikan pendidikan SMA, ia mulai mencari pekerjaan sendiri demi membantu perekonomian emaknya. Untungnya, lapangan pekerjaan di kota Batam tergolong banyak, sehingga Saprol tidak mengalami kesulitan sedikitpun dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya.

    Setelah selama setahun bekerja sebagai operator mesin di sebuah perusahaan elektronik, akhirnya Saprol dapat mengumpulkan uang dan ia pergunakan untuk mendaftar kuliah.

    Meskipun Saprol belum dapat membiayai emaknya pergi haji, namun Supini bangga anaknya berusaha menjadi seorang sarjana dengan uang hasil keringatnya sendiri.

    Namun sayangnya, dikarenakan krisis global, perusahaan tempat Saprol bekerja terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Dan Saprol termasuk salah satu karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya oleh perusahaan dengan alasan pengurangan karyawan. Dan kini, Saprol yang telah menjalani dua semester sebagai seorang mahasiswa, berjuang untuk mendapatkan pekerjaan baru demi membiayai kuliahnya.

    Setiap cerita harus memiliki sebuah tujuan, dan tujuan dalam cerita ini adalah perjalanan Saprol untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pahlawan untuk emaknya.

    Dan inilah cerita tentang Saprol De Emejing yang (mungkin) sarat akan makna kehidupan.

    ##POKEMOM : THE RISING HERO##

    "Halo," Saprol menjawab panggilan teleponnya sambil mengusap kepalanya yang kini terdapat banyak benjolan akibat perbuatan keji emaknya.

    "Selamat siang," jawab si penelpon dengan suara wanita yang lembut khas operator telepon, "dengan bapak Saifrulloh?"

    "Bapak saya sekarang pergi jihad di jalur Gaza mbak," jawab Saprol, "tapi kalau mbak ingin berbicara dengan Saifrulloh, saya orangnya."

    Si penelpon terdiam.

    "Iya, maksud saya, apa benar saya berbicara dengan saudara Saifrulloh."

    "Mbak," Saprol berkata lagi, "kalau ini adalah cerita komedi jadul, pasti saya akan berkata 'maaf mbak, saudara saya ada di kampung semua' tapi untungnya saya tidak seperti itu. Maaf mbak, ini darimana ya?"

    "Daritadi saya tidak kemana-mana mas." Jawab si penelpon ketus.

    "Lho, siapa yang nanya mbak?"

    "Lah kan situ yang tadi nanya 'mbak ini darimana ya?' makanya saya jawab."

    "Cie... Balas dendam cie... Menjadi pendendam itu tidak baik lho mbak." Saprol menggoda si penelpon dengan nada yang amat keji.

    "Oke, becandanya cukup pak," kata si penelpon dengan nada yang tegas, "saya dari PT. Dildotronics ingin menyampaikan bahwa lamaran pekerjaan yang bapak ajukan telah kami terima. Setelah mempelajari berkas yang bapak kirimkan kepada kami, bapak dimohon kedatangannya besok pagi pada pukul sepuluh di kantor kami untuk melakukan wawancara kerja."

    "Jam sepuluh pagi ya mbak?"

    "Benar pak."

    "Harus memakai kemeja putih dan celana hitam atau pakaian bebas juga boleh mbak?"

    "Pakaian bebas juga diperkenankan pak."

    "Berarti saya boleh dong mbak memakai pakaian adat Papua? Kan katanya boleh memakai pakaian bebas."

    Telepon langsung ditutup dengan suara gagang telepon yang dibanting.

    "Mak," Saprol berteriak, "besok Saprol ada wawancara kerja."

    "Wawancara di PT mana Prol?" Kata emaknya yang masih sibuk meracik jamu beras kencurnya di dapur.

    "PT. Dildotronics mak. Gajinya gede loh mak kata orang."

    "Sukurlah Prol, moga-moga jadi rejekimu."

    Kemudian Saprol berbaring lagi di atas kasurnya yang penuh bercak-bercak hitam yang misterius. Sambil menggaruk-garuk pantatnya, ia mengingat-ingat kembali mimpi buruknya saat tidur siang tadi.

    'Ini pasti gara-gara tadi pagi Maruli bilang bahwa hidung emakku mirip hidungnya Bulbasaur. Kurang ajar si Maruli itu. Dia harus diberi pelajaran karena sudah berani berkata jujur tentang emakku.' Saprol membatin.

    "Prol," emaknya berteriak lagi dari dapur.

    "Apa mak?"

    "Itu si Maruli masih nganggur juga kan?"

    "Iya mak, tapi katanya minggu depan dia mulai kerja di galangan kapal."

    "Galangan? Ooh, kerja bareng bapaknya ya?"

    "Dia bilang sih gitu mak."

    Kemudian hening. Saprol pun kembali melanjutkan tidur siangnya yang tadi sempat terganggu.

    ##POKEMOM : THE RISING HERO##

    Esoknya, Saprol tengah bersiap-siap berangkat untuk melakukan wawancara kerja di PT. Dildotronics. Sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang elektronik itu memiliki beberapa pabrik di Indonesia, salah satunya adalah di Batam.

    Emaknya sudah keluar rumah dan keliling menjajakan jamunya sejak subuh tadi saat Saprol masih sibuk meniduri bantal dan kasur di kamarnya.

    Setelah mandi dan memakan sarapan yang telah disiapkan oleh emaknya, Saprol menyetrika kemeja kotak-kotak ala Jokowi dan celana panjang hitam favoritnya.

    Saat jam dinding kamarnya menunjukkan pukul sembilan pagi, ia berjalan keluar dari rusun tempat tinggalnya yang berada di lantai tiga.

    "Mau kemana kau Prol? Tumben kau rapi begitu? Biasanya kau berkeliaran hanya memakai kolor saja." Tetangganya, Maruli, berbicara pada Saprol saat ia sedang mengunci pintu rumahnya dengan logat Batak yang tiada duanya.

    "Mau interview Mar," jawabnya singkat.

    "Bah, ada nya PT yang mau merekrut kau sebagai karyawan?"

    Catatan : orang Batak kadang-kadang memakai imbuhan 'nya' dalam kalimat-kalimat yang mereka ucapkan.

    "Bah, sepele kali kau sama aku Mar." Saprol menjawab dengan menirukan logat Batak Maruli. Dan usaha Saprol meniru logat Batak tidak didukung oleh lidahnya yang sudah permanen Ngapaknya.

    "Wawancara di mana Prol?"

    "PT. Dildotronics Mar."

    "Wah... Boleh lah temen kita satu ini. Kalau diterima, jangan lupa kau ajak aku makan-makan ya Prol!"

    Kemudian Saprol meninggalkan Maruli dan mulai menapaki anak tangga menuju tempat motornya di parkir pada lantai bawah.

    Saat sedang memanasi mesin motornya, salah satu perempuan muda penghuni rusun yang memiliki dada besar lewat di depan Saprol.

    Berbeda dengan apa yang terjadi pada sinetron Handsome-handsome Wolf dimana para Vampirenya haus darah manusia, Saprol adalah jomblo yang haus akan kasih sayang seorang perempuan (selain emaknya). Dan jika Vampire akan menyeringai lalu menampakkan gigi taringnya yang tajam saat melihat manusia, Saprol juga menyeringai dan menampakkan wajah *****nya saat melihat perempuan (selain emaknya).

    "Hai," goda Saprol sambil terus menggenjot kick starter motor bebeknya.

    Perempuan itu hanya tersenyum dan terus berjalan melewati Saprol.

    Mata Saprol masih memperhatikan ayunan dada besar perempuan yang lewat dihadapannya. Jika Vampir ingin sekali menggigit leher manusia dan kemudian menghisap darahnya, Saprol justru ingin menggigit dan menghisap puting... Ehem, sori. Penulis terlalu larut dengan imajinasi liarnya. Maksudnya, Saprol ingin menghisap angin puting beliung.

    Setelah selesai membersihkan pikirannya dari hal-hal yang kotor dan keji, Saprol melaju di atas motornya menuju ke lokasi perusahaan tempat ia akan diwawancarai dengan kecepatan 120 KM/Minggu.

    Tak sampai seminggu, akhirnya Saprol berada di halaman depan PT. Dildotronics dan memarkirkan sepeda motornya.

    "Selamat pagi pak," Saprol menyapa seorang petugas keamanan yang sedang mengisi buku TTS di dalam pos jaganya.

    "Pagi, ada apa dek?" Jawab sekuriti itu sambil menutupi sampul depan buku TTS yang bergambar wanita seksi dengan pakaian minim.

    "Anu pak, saya mau wawancara kerja."

    "Oh, langsung saja ke bagian resepsionis dek."

    Setelah mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak sekuriti tadi dan melakukan sedikit tari-tarian tradisional sebagai tanda terima kasih, Saprol langsung menuju ke dalam gedung utama kantor PT. Dildotronics.

    ##POKEMOM : THE RISING HERO##

    Iseng nulis aja... :hmm:
     
    Last edited: Aug 15, 2014
  9. noprirf M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 14, 2014
    Messages:
    1,310
    Trophy Points:
    127
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +422 / -0
    Setelah ITU muncullah noprirf... Setelah ia membaca ia pun sulit menutup mulutnya, bagaikan disambar gledek oleh perubahan cerita ia sedikit tersenyum nyengir

    Lalu bagaimana kisah Pokemom ini selanjutnya saudara2 :onfire:
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Komenku saat INI cerita teramat complex Dari sang mc, jatuhnya absurb kataku :lol: menarik
     
  10. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    ngahaha... akhirnya ada pembaca yang kena trap. :lol:

    makasih kak udah mau mampir... :hmm:
     
  11. Blance Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 7, 2014
    Messages:
    72
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +18 / -0
    kwkwkw lucu.. aduhh, kaya org stres pas baca jd senyum" sendiri.. lanjutin lagi dong... #masih setia membaca kelanjutannya nih..
     
  12. diaz_pradifta Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 31, 2011
    Messages:
    42
    Trophy Points:
    62
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +807 / -0
    lanjut2 lanjut...ane tunggu ya gan ^^
     
  13. kakampreto M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 26, 2013
    Messages:
    393
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +139 / -0
    Chapter 2

    Ini lanjutannya... silahkan... :hmm:

    Nah, untuk membantu imajinasi anda tentang karakter-karakter yg ada di dalam cerita ini, penulis dengan hati yg amat mulia mencomot sebuah poto sebagai ********** s*ks imajinasi saat membaca.

    [​IMG]

    Semoga membantu... :hmm:


    Saprol berjalan menuju pintu masuk kantor Dildotronics dengan langkah tegap dan penuh percaya diri.

    Namun ketika ia hendak mendorong pintu dan memasuki kantor tersebut, ia melihat seorang nenek terlihat sedang kepayahan mendorong sebuah troli yang bermuatkan peti kayu yang terlihat cukup berat. Jiwa sosial Saprol yang melegenda, kini mulai bergejolak.

    Kemudian Saprol berjalan mendekati nenek itu dan ingin membantu. Jiwa sosial Saprol memang termasuk dalam tingkatan yang paling tinggi dalam sejarah kemanusiaan, maka dari itu, jika Saprol melihat seseorang yang sedang kesusahan, ia tak pernah berpikir dua kali untuk menolongnya.

    "Nek," teriak Saprol kepada nenek itu sembari menggerakan kedua tangannya bak seorang cheer leader, "semangat Nek! Kamu pasti bisa! Akan kukirimkan semangat jiwa mudaku kepada Nenek melalui teriakan penyemangat ini. Kamu pasti bisa Nek! Cemungudh Nek!"

    Begitulah, teriakan semangat itu adalah cerminan jiwa Saprol yang suka menolong sesama. Ia merelakan waktu dan tenaganya yang sangat berharga untuk melakukan teriakan dan tarian penyemangat demi membantu Nenek tua itu.

    Nenek yang sedang bersusah payah mendorong itu berhenti karena teriakan-teriakan dan tarian aneh Saprol. Setelah meludah ke arah Saprol, ia kembali mendorong troli dan menggumamkan sesuatu yang tak jelas.

    Saprol tersenyum puas dan mengacungkan jempolnya dengan perasaan haru setelah melihat Nenek itu kembali bersemangat mendorong trolinya.
    Lalu ia kembali berjalan menuju pintu masuk.

    Tak lama kemudian ia sudah berada di dalam lobi kantor Dildotronics. Di sudut lobi, seorang petugas resepsionis sedang duduk di balik meja kerjanya.

    "Selamat siang bapak, ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis itu dengan ramah setelah berdiri dari tempat duduknya.

    Saprol terpana saat melihat keindahan paras si resepsionis. Alisnya, matanya, hidungnya, dan bibir indahnya yang terpahat sempurna di wajah oval perempuan itu membuat Saprol tak dapat berkata-kata. Rambut hitam yang digelung rapi kebelakang membuat dahinya yang indah dapat dengan jelas terlihat dan kacamata tanpa bingkai berlensa elips, melengkapi keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang sangat mempesona ini.

    "Artis Korea..." Saprol bergumam lirih.

    "Maaf Pak?" kata resepsionis itu bingung.

    "Eh," Saprol tersadar, "anu Mbak, saya dipanggil untuk wawancara kerja."

    "Oh begitu, silahkan duduk Pak." Ia mempersilahkan Saprol duduk. "Maaf, dengan Bapak siapa?"

    'Oh.. Kau berhala hatiku...' Saprol bergumam dalam hati.

    "Nama Bapak siapa?" ia mengulangi pertanyaannya.

    'Oh Tuhan... Ia menginginkan namakuhhh... Inikah yang disebut dengan cintahhh?!' batin Saprol bergejolak liar layaknya ombak bulan september di lautan.

    "Pak?" resepsionis itu tampak mulai kehilangan kesabarannya karena Saprol hanya diam membisu dan memandangi wajahnya.

    "Jangan panggil saya Bapak. Tapi panggil aku cinta..."

    "Heh?!" alis kanan resepsionis terangkat ke atas melampaui kaca matanya yang indah.

    "Oh, maaf. Nama saya Saifrulloh Mbak."

    "Oh.. Pak Saifrulloh ya? Tunggu sebentar ya Pak, saya akan memeriksa agenda terlebih dahulu." Kata resepsionis itu sambil menggelengkan kepalanya pelan.

    "Saifrulloh?!" resepsionis itu berteriak seperti teringat akan sesuatu, "oh.. Saya ingat sekarang. Kemarin Bapak bilang mau memakai pakaian adat Papua saat diwawancara, kenapa tidak jadi Pak?" ia berkata dengan suara meledek.

    'Ja-jadi, dia benar-benar ingin melihatku memakai koteka?! Aku tak menyangka berhala hatiku ini terang-terangan mengungkapkan isi hatinya padaku... Aku semakin yakin kalau dia adalah jodohku...' Saprol membatin lagi, dan tanpa ia sadari, ia memperlihatkan senyum ***** yang menjijikan pada wajahnya.

    "Bapak ambeien?"

    "Hah? Ambeien?!"

    "Soalnya Bapak tiba-tiba meringis seperti sedang menahan sesuatu, jadi saya pikir Bapak kena ambeien."

    "Ohohoho... Tidak, bukan ambeien. Aku hanya sedang menahan perasaan cintaku yang sangat bergejolak di dalam dadaku." Saprol salah tingkah.

    "Cinta?" resepsionis itu kembali memandang Saprol dengan tatapan bingung.

    "Ahhh, maksud saya perasaan gatal. Iya, saya sedang menahan perasaan gatal dalam dadaku." Saprol memaksakan dirinya untuk nyengir.

    "Oh begitu," kemudian si resepsionis menatap layar komputernya dan jemari indahnya mulai mengetikkan sesuatu pada kibornya.

    Ketika resepsionis itu sedang memperhatikan layar komputer, Saprol memandangi dada si resepsionis yang tidak terlalu membusung ke depan namun terlihat menawan. Dan ia berhasil membaca tulisan yang tertera pada tanda pengenal yang tersemat di dada sebelah kanan si resepsionis. Pada tanda pengenal itu, di atas foto wajah cantik si resepsionis, tertera nama 'Herman Prakoso'.

    "Hah?!" Saprol tiba-tiba berteriak dan berdiri mendadak dari tempat duduknya.

    "Kenapa Pak?" tanya si resepsionis panik.

    "Her-herman Prakoso... Ja-jadi kamu ini laki-laki?!" Saprol menjadi gagap karena impian indahnya berada di ujung kehancuran.

    "Ooh, anda kaget setelah mengetahui nama saya ya?" resepsionis itu malah tertawa, "tenang saja Pak, saya ini perempuan dari lahir kok."

    "Ta-tapi kenapa namamu seperti itu?!"

    "Saat saya sudah berusia delapan bulan dalam kandungan Ibu saya, kedua orang tua saya melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin saya. Karena sebuah kesalahan, hasil foto USG-nya tertukar dengan foto USG bayi laki-laki. Namun kedua orang tua saya tidak menyadarinya hingga kemudian saya lahir. Dan karena beranggapan bahwa anaknya yang akan segera lahir itu adalah laki-laki, maka ia menyiapkan nama laki-laki untuk saya. Nama Herman Prakoso adalah nama sahabat baik ayah saya yang telah meninggal ketika saya sebentar lagi akan dilahirkan. Ketika sahabat ayah saya itu sekarat, ayah saya berjanji kelak jika saya lahir, maka ia akan memberi nama Herman Prakoso. Karena janji sudah terucap, walaupun saya ini perempuan, saya tetap diberi nama Herman Prakoso oleh ayah saya. Begitu ceritanya Pak."

    "Sukurlah..." Saprol bernapas lega dan duduk lagi.

    "Ema." Si resepsionis berkata tiba-tiba.

    "Hah?" Saprol bingung.

    "Panggil saja saya Ema." Resepsionis itu kembali menyunggingkan senyumnya yang memancarkan keindahan surgawi.

    'Ohhh... Senyumanmu sungguh memabukanku... Aku bagaikan botol plastik yang terombang-ambing di lautan luas ketika melihat senyumanmu... Oh... Berhala hatiku...Oh... Sambungan udelku...'

    "Anda dijadwalkan untuk melakukan wawancara pada pukul 10:15 di ruangan itu Pak," Ema berkata sambil menunjukan letak ruangan wawancara kepada Saprol.

    ##PokemoM##​

    Setelah agak lama menunggu, akhirnya seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan wawancara dimana Saprol telah berada di dalamnya.

    "Selamat pagi," kata orang itu dengan suara yang terdengar seperti dengkuran singa.

    "Pagi Pak," Saprol berdiri dan menyalami orang itu.

    Setelah orang itu mempersilahkan Saprol untuk duduk kembali, ia mulai membuka-buka berkas lamaran Saprol.

    "Saudara Saifrulloh."

    "Saya Pak."

    "Silahkan perkenalkan diri anda!"

    Dengan sedikit gemetaran karena grogi, Saprol mulai memperkenalkan dirinya. Mulai dari kapan dan dimana ia dilahirkan, hingga kehidupannya saat ini.

    "Jadi anda masih belum selesai kuliah?" orang itu bertanya ketika Saprol sedang bercerita tentang pendidikan terakhirnya.

    "Benar Pak."

    "Lalu, bagaimana dengan kuliah anda jika anda diterima untuk bekerja di perusahaan ini?"

    "Saya kuliah ikut kelas malam Pak, jadi saya rasa tidak akan mengganggu pekerjaan saya." Tegas Saprol.

    "Lalu bagaimana jika pekerjaan anda nanti kebagian shift?"

    "Oh, kalau itu juga tidak jadi masalah Pak, karena tempat kuliah saya juga ada kelas shiftnya."

    Orang itu kemudian menatap dalam-dalam mata Saprol.

    "Apakah anda siap jika ditempatkan untuk bekerja dimana saja?"

    Saprol sedikit ragu menjawabnya. "Saya siap Pak."

    "Apakah anda sanggup melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi dan dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi?"

    Saprol terdiam dan mencerna maksud dari perkataan orang itu. "Maksud Bapak?"

    "Apakah anda siap jika harus mengambil cuti kuliah karena pekerjaan anda?"

    "Heh?!" Saprol semakin bingung.

    "Sepertinya anda tidak siap untuk bekerja di perusahaan ini. Terima kasih atas waktunya dan selamat pagi." Orang itu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menyalami Saprol.

    "Eh.. Saya siap Pak. Saya siap melakukan apa saja demi mendapatkan pekerjaan ini." Kata Saprol tiba-tiba.

    Pewawancara itu sudah berjalan menuju pintu, namun ia menghentikan langkahnya setelah mendengar pernyataan Saprol. Kemudian ia membalikan badannya dan menatap Saprol.

    "Anda yakin?"

    "S-say-saya sangat yakin Pak!" Saprol sebenarnya agak ragu dengan apa yang baru saja ia katakan. Tapi ada sebuah dorongan dalam hatinya yang membuat ia begitu ingin diterima bekerja di perusahaan ini.

    Orang itu menuju meja wawancara dan kembali duduk. Dalam beberapa saat, mereka berdua terdiam dan saling pandang satu dengan lainnya. Irama yang tercipta dari ketukan jemari si pewawancara pada permukaan meja mengisi keheningan yang terjadi di ruang itu.

    Kemudian ia mengangkat gagang telepon yang ada di atas meja dan memencet beberapa tombolnya. "Ema, tolong ambilkan surat perjanjian kerjanya di ruang saya." Kemudian ia meletakan gagang telepon itu tanpa menimbulkan suara.

    Tak lama setelah itu, Ema masuk dengan membawa sebuah map berwarna merah di tangannya. Setelah menyerahkan map itu kepada si pewawancara, Ema berjalan menuju pintu dan tersenyum saat melewati Saprol.

    'Oh sambungan udelku... Engkaulah alasan yang membuatku tak bosan-bosannya menghirup oksigen, engkaulah yang membuatku terus memompa darahku ke seluruh nadi di tubuhku dari jantungku tanpa kenal lelah... Aku rela melakukan apa saja supaya aku dapat memandang wajah cantikmu tiap detik... Engkau adalah keabadian di dalam kefanaan ini...'

    "Pertanyaan terakhir dari saya sebelum saya mengambil keputusan," kata-kata orang itu menyadarkan Saprol yang sedang terhanyut dalam impian surgawinya. "Apakah anda siap jika dipekerjakan sebagi seorang agen rahasia?!"

    "Heh?! Agen rahasia?" Saprol melotot.

    "Oh, sepertinya anda tidak siap menerima pekerjaan ini. Baiklah, selamat siang." Orang itu sudah mau berdiri lagi dari tempat duduknya, tapi Saprol langsung menahannya.

    "Tu-tunggu Pak. Saya siap Pak. Menjadi agen rahasia atau agen minyak sekalipun saya siap."

    Setelah menimbang-nimbang keputusannya, akhirnya si pewawancara berkata. "Baiklah, silahkan anda baca terlebih dahulu surat perjanjian kerja ini. Kemudian silahkan di tanda tangani jika anda tidak ada pertanyaan mengenai perjanjian tersebut." Kemudian ia menyerahkan map merah itu kepada Saprol.

    Pasal demi pasal yang tertera dalam surat perjanjian kerja itu sama sekali tidak dibaca oleh Saprol, tanpa pikir panjang ia langsung menandatanganinya dan menyerahkan surat perjanjian itu kepada si pewawancara.

    "Anda yakin tidak membaca terlebih dahulu isi perjanjiannya?"

    "Saya yakin Pak. Sangat amat yakin sekali."

    "Baiklah kalau begitu," kemudian ia memasukan SPK (surat perjanjian kerja) ke dalam map warna merah lagi. "Selanjutnya saya akan memberitahu tentang pekerjaan anda."

    Saprol menegakkan posisi duduknya dan mulai menajamkan pendengarannya.

    "Sebagaimana anda ketahui," orang itu berkata, "perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi alat-alat atau komponen elektronik. Banyak perusahaan besar yang mempercayakan kami sebagai penyedia kebutuhan produksi mereka. Misalnya perusahaan Ngaplle, Kintel, dsb.

    Namun anda tidak akan bekerja di departemen produksi. Anda akan bekerja di sebuah departemen R&D, yaitu sebagai agen rahasia.

    Saya akan menceritakan tentang departemen yang akan anda tempati secara garis besarnya saja. Dan perlu anda ketahui, keberadaan departemen ini sangat dirahasiakan.

    Selain perusahaan elektronik, klien kami lainnya adalah organisasi-organisasi intelejen dari seluruh negara di dunia. Karena kami juga memproduksi alat-alat yang super canggih seperti apa yang mungkin pernah anda lihat di filem-filem James Bond."

    "James Bond?" Saprol heran.

    "Sebuah insiden terjadi pada sekitar dua bulan lalu. Pada saat itu, tim ahli kami berhasil menciptakan prototipe alat pengendali pikiran. Namun ketika sedang berada di tahap uji coba, alat tersebut menghilang dari tempat penyimpanannya yang memiliki sistem keamanan yang sangat ketat. Setelah dilakukan investigasi, ternyata pelakunya adalah salah satu anggota organisasi kejahatan dunia yang menyamar sebagai ilmuwan di departemen R&D.

    Alat pengendali pikiran itu berpotensi membahayakan kedamaian dunia. Untung saja kami belum sempat mengumumkan hasil penemuan kami itu kepada klien-klien kami.

    Namun jika informasi bahwa kami telah berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat mengendalikan pikiran seseorang itu bocor kepada FBI, CIA, KGB, atau BIN, maka reputasi yang telah kami bangun selama berpuluh-puluh tahun akan hancur tak bersisa karena kami tidak dapat mencegah alat itu jatuh ke tangan organisasi kejahatan.

    Oleh karena itu,kami bekerja keras untuk dapat merebut kembali alat itu sebelum semuanya terlambat."

    "Organisasi kejahatan? Benarkah hal seperti itu ada di dunia ini Pak?"

    "Tentu saja." Orang itu melanjutkan, "nama organisasi itu adalah Black Bikini." Nada orang itu berubah menjadi ketakutan saat menyebut nama organisasi kejahatan dunia itu.

    "Black Bikini?!"

    "Nah, setelah dilakukan investigasi, ternyata alat tersebut masih berada di Indonesia. Dan menurut penyelidik kami, prototipe alat pengendali pikiran itu yang semula hanya berbentuk sebuah chip, kini telah dikembangkan oleh Black Bikini dan sedang diujicobakan di sebuah sekolah SMA.

    Alasan itulah yang membuat kami harus merekrut seorang agen baru yang bersedia untuk menyamar sebagai murid di SMA itu."

    "Jadi, saya menyamar sebagai murid SMA?!" Saprol terperangah. Bayangannya tentang tiap hari memandang wajah Ema perlahan mulai memudar.

    "Benar. Anda akan menyamar sebagai murid SMA!"

    "Te-tek-tetek tapi, kenapa harus saya Pak? Jujur saja saya ini tidak begitu pintar. Apalagi jika harus menjadi seorang agen rahasia dan melakukan penyamaran."

    "Itulah alasan sebenarnya anda dipanggil ke sini. Dari beberapa pelamar, hanya anda yang memiliki wajah yang sama sekali tidak menunjukan bahwa anda adalah makhluk yang memiliki intelejensi."

    "Hah? Maksud Bapak?!"

    "Sederhananya, tampang anda adalah yang paling bodoh di antara sekian banyak pelamar. Hal itu sangat diperlukan agar penyamaran anda tidak terdeteksi oleh anggota Black Bikini. Kami yakin, mereka tidak akan pernah menyangka orang sebodoh anda akan kami rekrut sebagai agen rahasia.

    Lagipula, tampang anda masih lumayan pas jika menyamar menjadi seorang siswa SMA."

    "Ti-tidak mungkin... Bapak pasti sedang bercanda kan?" Saprol kini tertunduk lemas.

    "Apa menurut anda saya ini orang yang gemar bercanda hah?!" Orang itu menggebrak meja, membuat Saprol semakin ciut nyalinya.

    "Anda sudah tidak memiliki pilihan lain karena anda telah menyetujui dan menandatangani SPK. Jadi, selanjutnya anda akan saya perkenalkan dengan seorang ilmuwan yang bertugas untuk mensuport pekerjaan anda. Dan dua hari lagi anda akan segera diterbangkan dan memulai misi anda sebagai seorang agen rahasia."

    "Terbang?"

    "Benar, SMA yang digunakan sebagai tempat persembunyian dan tempat uji coba oleh Black Bikini berada di pulau Jawa. Jadi, lebih baik anda mulai mencari alasan kepergian anda kepada kerabat anda di rumah."

    ##PokemoM##​
     
    Last edited: Aug 27, 2014
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.