1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Pengen ganti nama ID? Plat tambahan? Promo GK? Cek Promo Spesial Hari Kemerdekaan, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  3. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  4. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  5. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!

Flora Plantae: Cannabis sativa (Ganja)

Discussion in 'Flora dan Fauna' started by kimochi_neesan, Jun 12, 2012.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    [​IMG]SELAMAT DATANG DI TAMAN PLANTAE: CANNABIS SATIVA (GANJA) [​IMG]

    [​IMG]


    Bahasa Indonesia: cimeng, baks, skab, jame, jankry, atau gele (slang bahasa Indonesia).
    Bahasa Inggris: Marijuana / pot, maui wowie, weed, dope atau green stuff (slang bahasa Inggris),
    Bahasa Jamaika: tampee
    Penamaan Ilmiah (Bahasa Latin): Cannabis sativa

    Deskripsi
    Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

    Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

    Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.

    Kontroversi
    Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetik atau semi sintetik dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia (rasa gembira) yang berlebihan serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

    Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi).

    Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreativitas), juga dipengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreativitas adalah hasil silangan modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat. Jenis ganja silangan inilah yang tumbuh di Indonesia.

    Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu. Segolongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan metamfetamin). Ganja, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, di mana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

    Dalam penelitian ilmiah dengan metode systematic review yang membandingkan efektifitas ganja sebagai obat antiemetic didapatkan hasil ganja memang efektif sebagai obat antiemetic dibanding prochlorperazine, metoclopramide, chlorpromazine, thiethylperazine, haloperidol, domperidone, atau alizapride, tetapi pengunaannya sangat dibatasi dosisnya, karena sejumlah pasien mengalami gejala efek psikotropika dari ganja yang sangat berbahaya seperti pusing, depresi, halusinasi, paranoia, dan juga arterial hypotension

    Pemanfaatan
    Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

    Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

    Budidaya
    Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca. Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya. Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis.


    [​IMG]Source: Wikipedia Indonesia[​IMG]

     
    Last edited by a moderator: Oct 13, 2012
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    sekilas info ganja ^^

    Biografi Obama: Menikmati Ganja Bersama Teman-teman Remajanya

    [​IMG]
    Barack Obama bersama Choom Gang



    Seorang penulis buku biografi, David Maraniss menulis biografi Presiden Barack Obama dengan judul: “Barack Obama: The Story” , yaitu sebuah biografi yang bercerita tentang masa muda Presiden Barack Obama ketika ia menikmati ganja bersama teman-temannya. “Ketika Obama sedang menghisap ganja bersama teman-temannya dengan cara menghisap bergiliran (roll joints), Obama sering memotong antrian sambil berteriak ‘Intercepted!‘ dan langsung merebut giliran menghisap,” tulis Maraniss. Dalam buku itu David Maraniss juga menceritakan teknik Obama saat menghisap ganja.

    Waktu Obama sekolah di SMA di Punahou, Honolulu, Hawaii dan Occidental College di Los Angeles, ia tergabung dalam sebuah kelompok atau geng yang bernama Choom Gang, yang artinya “untuk merokok ganja.”

    Dalam biografi Obama itu David menulis bahwa Obama bersama teman sekolahnya mensosialisasikan tehnik menghisap ganja yang mereka sebut dengan istilah “roof hits”. Cara menghisap ganja ini dilakukan di dalam mobil VW Combi milik salah satu anggota geng Choomwagon dengan kondisi seluruh kaca tertutup. Ini dilakukan agar tidak ada asap yang terbuang sia-sia. Ketika ganja telah terhisap habis, mereka akan menghisap sisa-sisa asap yang masih melayang di langit-langit mobil. “Menyia-nyiakan asap ganja tidak bisa ditoleransi,” kata seorang teman lama Obama dalam buku tersebut.

    Dalam biografi Obama sebelumnya yang berjudul Dreams from My Father, ia mengakui manfaat ganja: “Pot had helped, and booze; maybe a little blow when you could afford it.”

    Sayangnya setelah Obama jadi presiden, kebijakan hukum kepemilikan ganja menjadi semakin berat. Obama pernah berjanji untuk mereformasi kebijakan narkotika, namun dalam dua tahun terakhir ini sulit untuk membedakan antara kebijakan narkotika Obama dibanding para pendahulunya di Gedung Putih. Meskipun Presiden Obama pernah mengatakan bahwa legalisasi ganja adalah “topik yang sah untuk diperdebatkan,” yang mana Obama sebagai presiden Amerika Serikat pertama yang membuat pernyataan seperti itu, tetapi nyatanya dibawah kepemimpinan Obama penangkapan pengguna narkoba di AS yang berjumlah 850.000 pada tahun 2010 adalah dari pengguna ganja dan 88% adalah kasus kepemilikan ganja dalam jumlah sedikit.

    Beberapa tahun yang lalu Barack Obama sempat melegakan hati banyak orang ketika ia berbicara secara terbuka dan terus terang mengenai penggunaan ganja di masa mudanya. Pengakuan Obama tersebut sangat kontras dibanding presiden sebelumnya seperti Bill Clinton dan George Bush yang menampik serta menolak mengakui apa yang diceritakan teman-teman lamanya mengenai penggunaan ganja mereka dimasa lalu.

    Sekarang Obama telah kehilangan simpati dan dukungan, terutama dari para pemilih muda yang mendukungnya oleh karena keberpihakannya pada wacana legalisasi ganja.

    Hal yang paling mengecewakan adalah fakta bahwa setengah dari seluruh kasus penangkapan narkoba setiap tahun adalah mereka yang tertangkap hanya karena memiliki sejumlah kecil ganja, yaitu sesuatu yang sering dilakukan Barack Obama di masa mudanya.

    Sekarang jumlah orang yang ditangkap karena memiliki ganja dua kali lebih banyak sejak tahun 1980, meskipun jumlah orang yang mengkonsumsi ganja sekarang ini jumlahnya tidak lebih bayak dibanding dulu. Jika pada saat itu polisi sudah gencar melakukan penangkapan pengguna ganja seperti sekarang, sangat mungkin seorang pria muda bernama Barry Obama akan tertangkap dan masuk penjara dengan catatan kriminal dan bahkan lebih mungkin lagi ia tidak akan memduduki jabatan penting seperti saat ini.

    David Maraniss menulis,” sebagian besar anggota Gang Choom setelah lulus sekolah mereka sukses dalam karier dan pekerjaannya. Ada yang jadi atlet, pengacara sukses, penulis dan pengusaha, termasuk Barack Obama yang jadi presiden.”
    (cpt)


     
  4. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    sekilas info ganja


    Ganja Bukan Narkotika


    [​IMG]


    Marijuana (ganja) berasal dari tanaman Indian Hemp, yang sebelumnya pernah dibudidayakan secara formal dimana-mana di Amerika Serikat untuk membuat tali, dan masih tumbuh liar di banyak daerah. Hingga beberapa tahun yang lalu ia adalah bahan utama dalam pakan unggas komersil. Daun dan pucuk-pucuknya yang berbunga memberikan cannabis (dikenal umum di belahan dunia barat sebagai marijuana, rumput atau pot); getah dan serbuk sarinya, dimana zat aktif terkonsentrasi paling tinggi, sebagai sumber dari “hashish.” (Wolstenholme, 1965)

    Marijuana (ganja) tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan bila digunakan dalam jangka waktu yang lama, ia tidak tampak menyebakan gangguan fisik atau psikologis. (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Freedman & Rockmore, 1946; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Indian Hemp-Drug Commission, 1894; Becker, 1963)

    Marijuana (ganja) tidak cenderung melepaskan “perilaku agresif.” Sebaliknya, penggunaannya menghambat perlaku agresif; ia bertindak sebagai “penenang.” (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Garattini, 1965)
    Ganja tidak “menggiring” atau “mendorong” pada penggunaan obat-obatan adiktif. “Sembilan puluh delapan (98) persen dari pemakai heroin memulai dengan merokok tembakau dan minuman keras terlebih dahulu” (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Garattini, 1965)

    Pada persentasi kecil individu, sebuah “ketergantungan psikologis” dapat terbentuk, namun predisposisi harus ada terlebih dahulu. Dalam makalahnya, “Ketergantungan dari Jenis Hashish,” Watt (1965,p.65) menyimpulkan : Kebiasaan ini sifatnya sosial dan mudah ditinggalkan. Kerusakan kepribadian dan gangguan psikotik yang pernah atau sedang berjalan adalah faktor-faktor penting yang mendasari terbentuknya kebiasaan mencandu.

    Efek dari merokok mariyuana (ganja) dideskripsikan sebagai berikut: “euforia, berkurangnya rasa lelah, dan pelepasan ketegangan… juga dapat meningkatkan nafsu makan, mendistorsi perspektif waktu, meningkatkan kepercayaan diri, dan, seperti alkohol, dapat melemaskan beberapa hambatan.” (Fort, 1965) Meningkatnya kesadaran terhadap warna dan kecantikan estetis, produksi dari asosiasi mental yang baru dan kaya juga merupakan efek yang sering dilaporkan. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa pengalaman mengkonsumsi mariyuana (ganja) adalah “psikedelik”: dapat menimbulkan peningkatan kesadaran, atau dalam perubahan kesadaran-meluas dalam perspektif, ide mengenai diri sendiri, kehidupan, dll. Marijuana (ganja) bagaimanapun tidak seperti LSD – sebuah psikedelik yang kuat. Dimana LSD secara drastis merubah pikiran dan perspektif, seringkali “memaksa” pemakainya untuk merasakan kesadaran yang meningkat., marijuana memberikan “sugesti” atau menunjukkan jalan kepada kesadarn yang lebih dalam secara moderat. Pemakainya bebas untuk mengikuti potensi ini atau tidak ketika mereka muncul. (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a, 1965b ; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Goldstein, 1966; Becker, 1963; De Ropp, 1957; Indian Hemp-Drug Commission, 1894)

    Merokok ganja tidak menimbulkan bahaya sosial. Empat penelitian resmi yang terpisah telah dilakukan terhadap pertanyaan ini, sebagai bagian dari penelitian yang lebih besar: Komite Walikota kota New York pada 1944; komite departemen kesehatan dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat; komite Angkatan Bersenjata U.S. lain yang berminat terhadap pertanyaan pengaruhnya pada disiplin; dan sebuah penelitian sangat mendalam yang diselenggarakan oleh Pemerintah Inggris untuk meneliti pengaruhnya di India dimana disana pemakaiannya sangat menyebar luas seperti halnya alkohol disini. Semua penelitian ini sampai pada kesimpulan yang sama: mariyuana (ganja) tidak merusak baik pemakainya maupun masyarakat, dan karena ini seharusnya tidak dilarang. Tekanan ekonomi dan politik mencegah otoritas di New York untuk menjalankan rekomendasi komite Walikota – tekanan terbesar berasal dari Harry J. Anslinger, Komisi Narkotik Amerika sebelumnya. (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943 ; Indian Hemp-Drug Commission, 1894)

    Berangkat dari dasar bahwa marijuana (ganja) adalah lebih aman dan lebih bermanfaat dari tembakau atau alkohol (dimana keduanya beracun pada fisik, dan keduanya juga adiktif), dan tidak ada dasar untuk melegalkan kedua zat berbahaya ini sementara melarang satu yang justru tidak berbahaya, banyak dari kejaksaan yang sedang menentang hukum saat ini. Pada susunan kata dari penjelasan hukumnya: “Para penuntut menyatakan bahwa klasifikasi mariyuana (ganja) pada bagian narkotik Seksi 1101 (d) pada Kode Kesehatan dan Keselamatan dan juga hukum yang melarang mariyuana (ganja) berdasarkan pada klasifikasi yang subyektif dan tidak mempunyai alasan serta tidak memiliki hubungan dengan kesehatan publik, keamanan, kesejahteraan dan moral… Klasifikasi dari mariyuana (ganja) sebagai narkotik adalah inkonstitusi dan melanggar klausul Amandemen ke-8 akan larangan terhadap hukuman yang luar biasa dan kejam, dan juga melanggar hak dasar yang merupakan klausul dari Amandemen ke-14 dari Konstitusi Amerika Serikat.” (1 Crim 5351 Calif. District Court of Appeal, First Appel. Dist., pp. 61-62 and Appendix 1, p. 6)

    Komite ini sebenarnya mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mempertahankan mariyuana (ganja) dalam daftarnya: Definisi dari ketergantungan jenis mariyuana dapat dengan mudah memenuhi definisi dari “menyukai” (sebagai contoh., kecenderungan alamiah untuk mengulangi pengalaman yang menyenangkan, memuaskan dan tidak berbahaya). Ketergantungan yang sebenarnya akan ganja sangatlah jarang, dan tergantung dari permasalahan psikologis sebelumnya-dan bahkan ini tidak “mencandu.” [See above, p. 333] (Watt, 1965; United Nations, 1964b)

    Ganja digunakan dalam berbagai cara di berbagai daerah di dunia. Ia dihisap atau dimakan dalam berbagai bentuk untuk menimbulkan kenikmatan dan efek-efek subyektif lainnya dan untuk peningkatan yang disengaja (atau distorsi) dari persepsi dan performa. Ini sebagian besar mungkin tergolong penyalahgunaan dan diasosiasikan dengan tingkat ketergantungan psikis yang lebih rendah. Tidak ada bukti bahwa ganja dapat menyebabkan ketergantungan fisik. (World Health Organization, Technical Report Series No. 287, “Evaluation of Dependence-Producing Drugs, Report of a WHO Scientific Group”; Hal. 22)

    Beberapa penelitian telah menunjukkan efek terapeutik dari cannabinoid untuk nausea dan muntah-muntah pada tahap akhir penyakit-penyakit seperti kanker dan AIDS. Dronabinol (tetrahydrocannabinol) telah tersedia melalui resep selama lebih dari satu dekade di Amerika Serikat. Kegunaan terapeutik lain dari cannabinoid telah ditunjukkan oleh penelitian yang terkontrol, termasuk pengobatan terhadap astma dan glaukoma, sebagai antidepresan, perangsang nafsu makan, antikonvulsan dan anti-spasmodik, penelitian dalam bidang ini harus dilanjutkan. Sebagai contoh, lebih banyak penelitian dasar pada mekanisme periferal dan pusat dari cannabinoid pada fungsi pencernaan dapat meningkatkan kemampuannya utuk menghilangkan nausea dan emesis. Riset yang lebih banyak dibutuhkan pada dasar neurofarmakologi dari THC dan cannabinoid lainnya sehingga agen terapeutik yang lebih baik dapat ditemukan.

    Ada 2 Hal yang muncul dari laporan komite ahli WHO tahun 1964 di Jenewa maupun dari situs resmi WHO sendiri, ganja ternyata tidak menyebabkan kecanduan fisik, dan ternyata punya manfaat medis… 2-2 nya bertentangan dengan UU Narkotika no.35 tahun 2009 yang memasukkan ganja sebagai narkotika kelas 1 (mencandu secara fisik) dan tidak punya manfaat medis sama sekali.


     
  5. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    sekilas info taman ganja

    Fakta vs Mitos Ganja


    [​IMG]

    1. Ganja dapat mengakibatkan kecanduan?



    Mitos: Ganja dapat mengakibatkan kecanduan yang sangat tinggi.

    Menggunakan ganja dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kecanduan secara fisik dan membutuhkan ahli terapis untuk bisa berhenti dari kebiasaan menggunakan ganja.

    Fakta: Kebanyakan pengguna ganja hanya menghisap ganja sesekali saja.

    Di Amerika Serikat hanya sedikit orang-orang yang mengkonsumsi ganja, hanya sekitar 1 persen dalam sehari orang mengisap ganja dan hanya sedikit sekali yang mengalami ketergantungan. Seorang pengguna berat ganja dapat berhenti dengan mudah tanpa mengalami kesulitan. Ganja tidak menyebabkan ketergantungan fisik. Jika orang mengalami gejala putus ganja, mereka tidak akan mengalami masalah yang berarti.


    2. Ganja menyebabkan kerusakan mental?



    Mitos: Ganja dapat menyebabkan kerusakan mental permanen.

    Di antara remaja, bahkan yang jarang menggunakan ganja sekalipun bisa mengalami kerusakan psikologis. Selama mabuk, pengguna ganja menjadi tidak rasional dan sering tidak konsisten dalam bekerja.

    Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa ganja dapat menyebabkan kerusakan psikologis atau penyakit mental baik remaja atau orang dewasa.
    Beberapa pengguna ganja mengalami tekanan psikologis setelah menggunakan ganja yang mungkin mencakup perasaan panik, gelisah, dan paranoia. Pengalaman seperti itu bisa menakutkan, tapi efeknya hanya bersifat sementara. Dengan dosis yang sangat besar, ganja dapat menyebabkan psikosis toksik sementara. Ini pun jarang terjadi, walaupun ganja di konsumsi dengan cara di makan atau di hisap seperti rokok. Ganja tidak menyebabkan perubahan mendasar dalam perilaku orang.


    3. Ganja adalah jalan menuju narkoba?​



    Mitos: Ganja adalah jalan menuju narkoba yang lebih berbahaya.
    Meskipun ganja hanya sedikit mengakibatkan kerugian, ganja adalah zat berbahaya karena dapat menyebabkan penggunaan narkoba lain yang lebih berat seperti heroin, LSD, dan kokain.

    Fakta: Ganja tidak menyebabkan orang untuk menggunakan narkoba.

    Teori gateaway to drugs muncul sebagai penjelasan kausal mengenai hubungan statistik antara narkoba secara umum. Asosiasi yang berubah dari waktu ke waktu terhadap narkoba berbeda pada peningkatan dan penurunan prevalensi. Ganja adalah narkoba yang paling populer di Amerika Serikat saat ini. Oleh karena itu, orang-orang yang sudah menggunakan narkoba seperti heroin, kokain, dan LSD, cenderung ingin menggunakan ganja juga. Kebanyakan pengguna ganja tidak pernah menggunakan obat terlarang lainnya. Memang, bagi sebagian besar orang ganja adalah terminus daripada sebagai gateway drugs.


    4. Ganja membunuh sel otak??​


    Mitos: Ganja dapat membunuh sel otak.

    Apabila digunakan secara terus menerus, ganja dapat mengubah struktur dan fungsi otak secara permanen, menyebabkan kehilangan memori, gangguan kognitif, kerusakan kepribadian, dan menyebabkan berkurangnya produktivitas.

    Fakta: Tidak pernah ada medical test yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan otak pada manusia akibat mengkonsumsi ganja, bahkan dari penggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi sekalipun.


    Sebuah studi awal melaporkan adanya kerusakan pada otak kera setelah enam bulan di cekoki asap ganja berkonsentrasi tinggi. Baru-baru ini, dengan didasari penelitian yang lebih hati-hati, para ilmuan tidak menemukan bukti adanya kelainan otak pada monyet yang dipaksa untuk menghirup asap ganja setara 4-5 batang rokok ganja setiap hari selama setahun. Klaim bahwa ganja membunuh sel-sel otak adalah berdasarkan laporan spekulatif sejak seperempat abad yang lalu dan belum pernah didukung oleh studi ilmiah.


    5. Ganja mengganggu hormon s*ks pria dan wanita??


    Mitos: Ganja mengganggu hormon s*ks pria dan wanita.

    Ganja dapat menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita. Ganja memperlambat perkembangan seksual pada remaja. Ganja menghasilkan karakteristik feminin pada pria dan karakteristik maskulin pada perempuan.

    Fakta: Tidak ada bukti bahwa ganja menyebabkan kemandulan pada pria atau wanita.

    Dalam sebuah penelitian yang menggunakan hewan percaobaan, dosis tinggi THC mengurangi produksi beberapa hormon s*ks dan dapat mengganggu reproduksi. Namun, lebih banyak studi tentang manusia yang membuktikan bahwa ganja tidak memiliki pengaruh hormon s*ks. Studi tersebut menunjukkan dampak yang sederhana, sementara, dan tidak ada konsekuensi yang jelas terhadap proses reproduksi. Tidak pernah ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa ganja dapat memperlambat perkembangan seksual remaja dan mengakibatkan efek feminisasi pada laki-laki, atau efek maskulinisasi pada perempuan.


    6. Kebijakan ganja di Belanda adalah kesalahan?



    Mitos: Kebijakan mengenai ganja di Belanda adalah sebuah kesalahan.

    Hukum di Belanda yang memungkinkan orang membeli, menjual, dan menggunakan ganja secara terbuka, telah menyebabkan peningkatan penggunaan ganja, khususnya di kalangan remaja.

    Fakta: Kebijakan hukum narkoba di Belanda adalah yang paling terbuka di Eropa.
    Selama lebih dari dua puluh tahun, warga negara Belanda di atas usia 18 tahun telah diizinkan membeli dan menggunakan ganja dan hasish di kedai kopi yang diatur pemerintah. Kebijakan ini tidak berdampak pada peningkatan pengguna ganja. Untuk kelompok usia tertentu, tingkat penggunaan ganja di Belanda adalah sama dengan di Amerika Serikat. Namun, untuk remaja muda, tingkat penggunaan ganja lebih rendah di Belanda daripada di Amerika Serikat. Masyarakat Belanda sangat setuju dengan kebijakan ganja saat ini yang bertujuan untuk menormalkan dramatisasi atas penggunaan ganja. Pemerintah Belanda kadang-kadang merevisi kebijakan yang ada, tapi tetap berkomitmen untuk dekriminalisasi.




     
  6. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    [video=youtube;vspYkJYEZYA]http://www.youtube.com/watch?v=vspYkJYEZYA[/video]

    Polisi Tangkap 54 Tersangka di Kampung Ambon

    Polres Metro Jakarta Barat kembali menggerebek di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Kali ini, polisi berhasil mengamankan 34 tersangka dan beberapa barang bukti narkoba seperti ganja serta sabu.

    _____________________________

    :sigh: udah ketahuan jelas bgt ada sarang penyamun kek gitu, masi aja di biarin :yareyare:
     
  7. komikb4 M V U

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Jul 22, 2010
    Messages:
    37,180
    Trophy Points:
    172
    Ratings:
    +9,948 / -0

    lengkapnya baca di sini http://www.legalisasiganja.com/ganja-dengan-vaporizer/

    :rokok:
     
  8. komikb4 M V U

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Jul 22, 2010
    Messages:
    37,180
    Trophy Points:
    172
    Ratings:
    +9,948 / -0
    http://www.examiner.com/article/cannabis-brings-relief-to-women-suffering-from-pms-and-pmdd-symptoms

    baru tahu .... kayakna cocok klo lagi PMS :tkp1:
     
  9. kimochi_neesan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2011
    Messages:
    1,185
    Trophy Points:
    122
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,687 / -0
    wkwkwk :lol: oo gitu toh :lol:



    RESEP SAMBAL GANJA

    [​IMG]

    Bahan:
    10 bh bawang merah, iris tipis
    10 bh cabai rawit, iris tipis
    2 btg serai, iris halus
    5 lbr daun jeruk, iris halus
    5 bh belimbing sayur, potong tipis
    1 sdt garam
    100 gr udang ukuran sedang, rebus, tumbuk kasar

    Cara Membuat:
    1. Taruh bawang merah, cabai rawit, serai, daun jeruk, belimbing sayur dan garam, tumbuk kasar.
    2. Tambahkan udang, aduk rata. Sajikan.

    Tips: Sambal khas Aceh ini dikenal dengan nama Sambal Ganja, meski tak menggunakan ganja dalam bahannya. Alasannya? Karena rasanya yang membuat ketagihan.

    Resep: RUMAH MAKAN KHAS ACEH Seulawah (Ibu Ratna Dwikora), Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8 (Depan RSAL Mintoharjo), (021- 570 8660)


    Mabuk Kepayang Sambal Ganja​

    Jakarta - Sambal yang satu ini memang lain daripada yang lain. Rasanya yang asam asam pedas dan juga gurih bikin lidah bergetar. Paling enak saat disantap bersama dengan ikan 'keumamah' dan nasi putih hangat. Penasaran dengan sambal ini? Simak info lengkapnya di sini!

    Saat pertama kali mendengar namanya saya sedikit kaget. Sayapun lantas berpikir, apakah sambal ini berhubungan dengan daun ganja atau sejenisnya? Sambal ini saya jumapi di salah satu trumah makan khas Aceh. Kalau biasanya sambal didominasi dengan warna merah dan hijau tergantung dari cabai apa yang digunaka, atau sedikit kecoklatan kalau menggunakna terasi.

    Tapi berbeda dengan sambal ganja, warna sambalnya putih kehijauan. Sasat disoba, wow..semburat asam dan gurih langsung bikin mata melek! Dugaan saya rasa asamnya berasal dari belimbing sayur atau wuluh. Gurihnya dari udang yang dihancurkan bersama dengan sambalnya. Tak ketinggalan bawang merah yang membuatnya semakin sedap!

    Tak terlacak aroma bumbu lain juga biji ganja atau kaskas yang biasa dicampurkan dalam sambal dan rempah Aceh.Sambal ini akan semakin mantap saat disantap bersama dengan nasi putih yang hangat kemepul plus dengan ikan keumamah yang dibumbu pedas.

    Wah.. benar-benar ketagihan saya dibuatnya. Dugaan saya karena sering bikin orang ketagihan karena enaknya sambal ini diberi nama atau sebutan sambal ganja oleh penjualnya. Sebenarnya nama asli sambal ini adalah sambal Asam Udang karena memang bahan utama udang.

    Hmm.. kalau ingin merasakan kenikmatan sambal ini, mampir saja ke rumah makan Aceh. Dijamin mabuk kepayang karena gurih asam yang enak di lidah.

    (eka/Odi) SUMBER
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.