1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Pertarungan Monyet dan Kepiting

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by kiefs, Jul 5, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kiefs M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 8, 2009
    Messages:
    1,194
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +747 / -0
    Pada jaman dahulu kala, terdapat seekor induk kepiting yang sangat kelaparan.

    "Aku harus makan sesuatu, kalau tidak, anak dalam perutku tidak akan tumbuh. Baiklah, aku akan pergi untuk mencari makanan."
    Tepat pada saat itu, seekor monyet yang terlihat berandalan datang sambil memainkan dua kesemek yang tampaknya lezat. Kepiting menatap buah kesemek itu.
    "Kamu ingin makan ini ya? Enak loh!"
    Kepiting merasa gembira karena ia mengira akan diberi kesemek itu. Tetapi...
    "Makan ini saja!"
    Monyet melemparkan biji kesemek kepada kepiting. Alangkah jahatnya monyet itu.
    "Oh, enaknya...."
    Monyet memakan kesemek yang satu lagi dan sengaja memperlihatkannya kepada kepiting. Kepiting merasa kecewa lalu pergi untuk mencari makanan lagi.
    Saat itu nasi kepal yang besar jatuh di tanah. Monyet juga melihatnya. Kepiting melompat ke arah nasi kepal itu dengan segala kekuatannya.
    "Akulah yang menemukan ini dulu! Ini milikku!"
    Monyet mendekati kepada kepiting sambil meringis.
    "He, he he! Ayo berikan itu kepadaku."
    "Tidak bisa! Ini milikku."

    "Kalau begitu Kepiting, mari kita menukar nasi kepal itu dengan biji kesemek ini."
    "Aku tidak bisa makan makanan seperti itu."
    Kepiting itu marah, lantas monyet yang curang berkata, "Dari biji ini akan tumbuh pohon kesemek. Tidak lama kemudian pohon itu akan berbuah banyak, sampai-0sampai kamu tidak bisa memakan semuanya. Sedangkan kalau nasi kepal, begitu dimakan langsung habis."
    Setelah berkata begitu monyet meletakkan biji kesemek di dekat kepiting, dan segera mengunyah nasi kepal.
    "Hmm, lezat...."
    Kepiting merasa begitu kecewa sampai-sampai air matanya keluar.
    Apa boleh buat. Kepiting lantas bertekad menanam biji kesemek itu. Meskipun badan kepiting telah terhuyung-huyung karena lapar, ia terus mengayunkan cangkul sekuat tenaga, menggali lubang dan menanam iji kesemek.
    "Cepatlah tumbuh biji kesemek. Kalau tidak aku akan memotongmu dengan capitku!"
    Kepiting berteriak dengan sungguh-sungguh dan menuju tanah. Tanah itu mulai menggeliat-keluarlah pucuk tumbuhan yang kecil. Kepiting menggerakkan capitnya sambil menyiramnya dengan air.
    "Tumbuhlah cepat , wahai pucuk kesemek. Kalau tidak aku akan memotongmu dengan capitku!"
    Pucuknya segera tumbuh dengan cepat dan menjadi pohon yang besar.
    "Berbuahlah cepat, wahai poho kesemek. Kalau tidak aku akan memotongmu dengan capitku!"
    Benarkan keinginannya tercapai-pohon yang besar itu berbuah banyak dengan buah-buahan yang berwarna hijau. Buah-buahan yang berwarna hijau itu perlahan-lahan mulai memerah-tampaknya lezat. Usaha kepiting akhirnya membuahkan hasil.
    Baiklah, aku makan saja, pikir kepiting. Ia berusaha naik pohon, ...sayangnya ia tidak bisa menjangkau buah kesemek.
    Muncullah monyet yang jahat itu. Kepiting sangat terkejut. Sosoknya yang merah pucat pasi.
    "Ini pohon kesemek milikku!"
    "Tapi bagaimana kamu akan mengambilnya?" kata monyet.
    Tanpa seizin kepiting ia segera naik pohon kesemek dengan mudah.
    "Serahkan saja padaku. Aku akan mengambilkan buah kesemek yang enak untukmu."
    Monyet itu mengambil buah kesemek yang berwarna merah tua. Kepiting menunggu di bawah pohon dengan penuh harap. Tiba-tiba monyet menggerogoti buah kesemek.
    "Wah, enaknya...."
    Monyet memakan satu demi satu buah kesemek terus-menerus seolah lupa akan kepiting.

    "Hai monyet, tolong ambilkan juga untukku."
    "Oya, aku lupa. Baiklah, aku akan mengambilkan untukmu juga."
    Monyet mengambil buah yang hijau, lantas melemparnya ke arah kepiting. Aduh, kasihan sekali..., kepiting yang terkena lemparan buah yang keras menjadi terluka parah.
    Pada waktu itu, kulit kepiting terbelah dan lahirlah riga ekor anak kepiting yang manis. Monyet memakan buah kesemek sampai kenyang, lantas pulang ke tempat tinggalnya.
    Demikianlah beberapa hari berlalu. Induk kepiting mati akibat luka itu.




    "Kita tidak akan lupa sama sekali akan monyet yang jahat itu," demikian janji tiga ekor anak kepiting.
    Pada suati hari, anak-anak kepiting yang sudah tumbuh besar akhirnya keluar rumah untuk memberi pelajaran kepada monyet yang mereka benci itu.
    Kastanye yang bertemu dengan mereka di tengah jalan menegur, "Ke mana kalian hendak pergi, wahai anak-anak kepiting?"
    "Kami pergi untuk memberi pelajaran kepada monyet yang jahat itu."
    "Oh, kalau begitu aku akan pergi bersama kalian."
    Ternyata, dulu kastanye juga pernah diganggu oleh monyet itu.
    Berikutnya mereka bertemu dengan lebah. Lalu tahi sapi, dan terakhir lesung. Mereka semuanya bertekad akan memberi pelajaran kepada monyet yang jahat itu.

    Kastanye, lebah, tahi sapi dan lesung mulai berjalan menuju rumah monyet bersama anak-anak kepiting. Monyet itu adalah berandalan yang pintar. Siapapun tidak tahu kapan dan dari mana ia akan menyerang. Jadi lebah pergi untuk melihat keadaan rumah monyet itu.

    "Monyet tidak ada di rumah sekarang!"
    Mereka memutuskan untuk bersembunyi di dalam rumah dan menunggunya.
    "Monyet itu pasti akan menghangatkan diri di perapian sambil mengeluh ’dingin, dingin’ segera setelah ia pulang ke rumah."
    "Kalau begitu, aku akan bersembunyi di dalam abu, lalu nanti aku akan pecah dan mengejutkannya."
    Kastanye masuk ke dalam abu. Kalau ia pecah, monyet akan menderita luka bakar. "Monyet akan berkata ’panas, panas!’ dan menuju ke tempayan untuk mendinginkan diri."
    "Kalau begitu, aku akan bersembunyi belakang batang sendok besar, lalu menusuknya dengan sengatku yang runcing." Lebah pun bersembunyi.
    "Monyet yang ditusuk lebah......., mungkin akan berkata ’sakit,sakit’ dan berlari keluar."
    "Kalau begitu, aku menunggu di atas tempat sepatu dari batu di pintu depan," kata tahi sapi.
    Kalau monyet menginjak-injak tahi sapi, pasti ia akan jatuh terpeleset. Lali, Lesung berkata, "kalau begitu, aku akan menunggu di atas atap. Aku akan jatuh di atas monyet yang telah jatuh duluan."
    Anak-anak kepiting bersembunyi di dalam lesung. Semuanya menunggu kepulangan monyet. Belum ya, belum ya? Monyet tidak kunjung pulang. Namun, ketika urung gagak telah berkoak-koak dan hari menjadi senja, akhirnya si monyet datang juga.

    "Wah, dingin, dingin...."
    Sesuai dengan perkiraan mereka, monyet pergi ke dekat perapian....
    "Leganya..., aku akan menghangatkan diri."
    Saat itu kastanye yang terbakar sangat panas pecah. Ia mengenai monyet.
    "Aduuuuh! Pa-panas...! Air, air!"
    Seolah-olah telah menunggu, lebah segera menusuknya.
    "Aduuuuh! Sakit, sakit..."
    Monyet berlari ke arah pintu. Ia menginjak tahi sapi dan jatuh tergelincir. Lesung segera jatuh berbunyi gedebuk dan menginjak-injaknya. Monyet ynag berandalan telah mendapat pelajaran yang setimpal.

    Anak-anak kepiting pun hidup bahagia dengan rukun dan bahu-mebahu.
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. thaifansu M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Apr 30, 2010
    Messages:
    431
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +6 / -0
    monyet monyettt
     
  4. siroyqi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 10, 2009
    Messages:
    521
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +7,872 / -0
    hidup moyet sekali-lagi moyet mengang,,

    eh slah monyet nya kalah gra" ngijek tahi sapi,,, :haha:
     
  5. lynxsynch Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 27, 2010
    Messages:
    191
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +6 / -0
    wkwwk... agak gmn gt ceritanya... ga kena aja., hmm
     
  6. Apoooh M V U

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Oct 24, 2008
    Messages:
    14,241
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +30,864 / -0
    biasa d pasti monyetny rese ky gt...
     
  7. shinminho Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,166
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,813 / -0
    balasannya ga setimpal tuh :swt: ms kepiting ampe mati balasannya cuma segitu doank :swt:
     
  8. seifra M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    364
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +43 / -0
    Setuju..:marah:
    masa mpe mati..:-s
    harusna dah kna ganjaran bhkn sblum ank2 kpiting lahir..
     
  9. SanD5 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 12, 2008
    Messages:
    1,932
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +11,721 / -0
    harusnya tuh monyet d pancung ja :hahai:
    dongen anak kecil nih... :hehe:
     
  10. rakun M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 3, 2009
    Messages:
    3,101
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +888 / -0
    hm...ceritanya tentang akibat dari perbuatan yg dilakukan... sekilas memang tidak adil tp dgn begitu si monyet sadar akan perbuatannya (jd dia ga kan ngulangi lg) :p
     
  11. Lucky_7 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 30, 2010
    Messages:
    74
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +50 / -0
    emank tu gk setimpal ==
    monyet na cuma kena panas tusuk jatuh sama d gebukin doank ==
    lagian monyet na gk ngomonk klo dy nyesel kan itu ???
    brati gk setimpal ==
     
  12. Xinez M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    2,922
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +30,292 / -0
    monyet... :ehem:
    want to try dying this once?? :piso: :piso:
     
  13. Sasori_Sama Members

    Offline

    Joined:
    Jun 29, 2010
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +106 / -0
  14. Ed_hmw Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 21, 2009
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    Wah,, kasian banget monyetnya.. :haha:
     
  15. valkyrie1984 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 3, 2010
    Messages:
    203
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +18 / -0
    wkwkwk,. monyetnya nyebelin. kasian induk kepitingnya.
    Mati penasaran tu kayaknya.
     
  16. benih M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 11, 2009
    Messages:
    484
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +2,285 / -0
    nice share

    btw dongeng nya bagus kk
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.