1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Penyebab Skizofrenia Katatonik dan Cara Mengobatinya

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by serenamilka, Apr 12, 2021.

  1. serenamilka Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 10, 2020
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    26
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +1 / -0
    [​IMG]

    Pengertian Skizofrenia Katatonik
    Katatonik sebetulnya dulu terkait erat dengan skizofrenia. Kini, katatonik dianggap sebagai subtipe dari skizofrenia.

    Skizofrenia katatonik adalah salah satu jenis skizofrenia dan terdapat gangguan psikomotor yang memengaruhi fungsi berbicara dan berperilaku. Skizoprenia katatonik bisa bermanifestasi menjadi pingsan dan tidak responsif atau gelisah dan kebingungan.

    Penyebab Skizofrenia Katatonik
    Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti dari perilaku katatonik dan tidak ada penyebab tunggal yang mengakibatkan timbulnya skizofrenia

    Penyebab Perilaku Katatonik
    1. Kelainan otak
    Kelainan otak seperti terjadinya aktivitas yang tidak biasa di otak, termasuk ketidakteraturan dalam sistem neurotransmiter yang melibatkan dopamin, glutamat dan asam gamma-aminobutyric (GABA).

    2. Kondisi kejiwaan
    Perilaku katatonik adalah kondisi kejiwaan serius yang secara historis kerap dikaitkan dengan skizofrenia, tetapi dapat muncul dalam berbagai kondisi kejiwaan yang lain seperti gangguan skizoafektif, bipolar dan gangguan depresi mayor.

    3. Konsumsi obat tertentu
    Perilaku katatonik juga dapat diakibatkan karena mengonsumsi obat-obatan, alkohol dan obat-obatan tertentu.

    4. Kondisi medis
    Beberapa kondisi medis lain dapat menimbulkan perilaku katatonik atau perilaku yang dapat disalahartikan sebagai catatonia. Kondisi medis seperti dystonia, ensefalopati, HIV dan gagal ginjal juga dapat menyebabkan katatonik.

    Penyebab Skizofrenia
    Meskipun penyebab pasti dari skizofrenia belum jelas sepenuhnya, tapi diyakini bahwa kombinasi genetik dan lingkungan bisa menyebabkan skizofrenia. Genetik tampaknya membuat orang jadi mudah rentan terhadap kondisi tersebut.

    Namun, faktor lain seperti infeksi virus, paparan racun, ketidakteraturan neurokimia, stres dan trauma juga dapat berpengaruh.

    Pencegahan Terjadinya Skizofrenia Katatonik

    Sebenarnya, skizofrenia katatonik tidak dapat dicegah. Tetapi ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah kambuhnya gejala skizofrenia katatonik.

    Oleh karena itu, selalu ikuti saran dokter dalam hal pengobatan. Rajin mengonsumsi obat yang telah diresepkan kepada Anda, disiplin mengikuti sesi terapi dan melakukan rawat inap jika direkomendasikan.

    Selanjutnya, Anda juga dapat memantau penyakit Anda secara lebih cermat, dan jangan lupa untuk memberi tahu teman, anggota keluarga dan dokter Anda jika merasa akan kambuh.

    Tak hanya itu, penting untuk menjauhi zat yang dapat memicu skizofrenia katatonik menjadi kambuh kembali. Misalnya, dengan menghindari obat-obatan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi serta tidak minum minuman beralkohol.

    Pengobatan Skizofrenia Katatonik
    Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan yang bisa terus berlangsung seumur hidup. Sebelum membeli dan mengonsumsi obat-obatan, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

    Berikut pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi skizofrenia katatonik:

    1. Pengobatan
    Benzodiazepin seperti Ativan (lorazepam) paling umum digunakan untuk mengatasi skizofrenia katatonik. Obat ini bertindak sebagai depresan pada sistem saraf pusat. Oleh karena itu, obat ini sering digunakan untuk mengobati kecemasan.

    Karena obat ini bekerja cepat, sering kali dapat meredakan gejala katatonik dengan cukup cepat. Namun, obat ini dapat membentuk ketergantungan bila digunakan sebagai pengobatan jangka panjang.

    Ada beberapa perdebatan seputar penggunaan antipsikotik pada katatonia. Dalam beberapa kasus, antipsikotik dapat memperburuk katatonia dan sering dihentikan dalam penanganan akutnya. Namun, antipsikotik umumnya diperkenalkan kembali untuk mengobati dan mencegah gejala skizofrenia.

    2. Electroconvulsive Therapy (ECT)
    ECT sebelumnya dikenal sebagai terapi kejut listrik. Kini, ECT semakin banyak digunakan untuk mengobati katatonia secara efektif pada skizofrenia dan kondisi kejiwaan lainnya.

    Kunci mengatasi skizofrenia katatonik adalah dengan mendapatkan diagnosis yang tepat dan selalu mematuhi pengobatan yang disarankan oleh dokter.

    Skizofrenia katatonik merupakan gangguan yang akan terjadi selama seumur hidup. Meski begitu, penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.
     
Tags:

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.