1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Penyakit & Dimensi Psikoreligi ...

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by gusrus, Feb 18, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. gusrus M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    219
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,432 / -0
    Ada kaitan antara timbulnya penyakit dengan kepribadian seseorang. Berbagai macam cara penyakit bisa masuk dan berkembang dalam tubuh seseorang dengan kepribadian tertentu. Ada manusia dengan kepribadian yang mengundang penyakit namun juga ada yang menolaknya.

    Manusia yang sering mengundang penyakit biasanya tidak menyadari bahwa perilaku dia sehari-hari sangat tidak sehat. Perilaku tersebut bisa mencakup aspek sosiokultural maupun dimensi psikoreligi.

    Pada aspek sosiokultural, manusia yang menciptakan berbagai macam budaya. Salah satunya budaya kuratif. Budaya ini juga secara tidak disadari juga bisa mengundang penyakit. Kebanyakan manusia yang menganut budaya kuratif ini dalam dirinya bahwa ada keyakinan bahwa kalau terjadi penyakit bukankah ada obatnya dan paling-paling pergi ke dokter, lalu mereka pun melanjutkan aktivitasnya yang mengundang berbagai penyakit yang akan bersemayam dalam tubuhnya. Contohnya adalah aktivitas yang mengurangi waktu tidur dan olahraga. Pola makan yang tidak teratur juga termasuk aktivitas yang mengundang penyakit. Banyak nantinya penyakit-penyakit yang bisa timbul seperti dimulai dengan gejala sakit kepala, vertigo, rematik, sakit maag, konstipasi, badan lemah, tidak mood sampai akhirnya divonis oleh dokter menjadi stroke, artritis, gastritis, anemia, malnutrisi, dan psikosomatik.

    Pada dimensi psikoreligi sedikit berbeda, hal ini karena tinjauan terjadi penyakit dari sudut pandang gejolak emosi dengan ketenangan beribadah. Sesungguhnya inipun juga diciptakan oleh manusia itu juga. Seseorang yang menciptakan kepribadian tipe A misalnya lebih sering menderita penyakit yang awalnya berupa psikosomatik dan berakhir dengan penyakit fisik beneran.

    Masyarakat Indonesia telah mengalami pergeseran dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Hal ini berakibat pergeseran pola kependudukan yang berdampak pada pergeseran pola penyakit. Contohnya adalah perkembangan terakhir akibat gaya hidup manusia modern maupun tradisional, penyakit infeksi yang menonjol adalah HIV/AIDS.

    Pola hidup penduduk di kota-kota besar (urban) berbeda dengan di pedesaan (rural). Penduduk di kota-kota besar banyak yang menderita ketegangan jiwa (stres mental) berubahnya kebiasaanya hidup seperti kurang gerak, berubahnya pola makan ke arah konsumsi tinggi lemak, kebiasaan merokok, minum alkohol dan lain sebagainya.

    Adanya pergeseran masyarakat ke industri dan ditambah dengan pola hidup manusia urban telah mampu menciptakan dimensi baru dari penyakit, paling tidak dimensi psikoreligi.

    Dimensi psikoreligi ini memandang kepribadian lah yang bertanggung jawab terhadap timbulnya penyakit. Kita mengenal pembagian kepribadian ini menurut psikiater menjadi kepribadian tipe A dan B.

    Adapun kepribadian tipe A itu adalah :

    1. Ambisius, agresif dan kompetitif (suka akan persaingan), banyak jabatan rangkap
    2. Kurang sabar, mudah tegang, mudah tersinggung dan marah (emosional)
    3. Kewaspadaan berlebihan, kontrol diri kuat, percaya diri berlebihan (over confidence)
    4. Cara bicara cepat, bertindak serba cepat, hiperaktif, tidak dapat diam
    5. Bekerja tidak mengenal waktu (workaholic)
    6. Pandai berorganisasi dan memimpin dan memerintah (otoriter)
    7. Lebih suka bekerja sendirian bila ada tantangan
    8. Kaku terhadap waktu, tidak dapat tenang (tidak relaks), serba tergesa-gesa
    9. Mudah bergaul (ramah), pandai menimbulkan perasaan empati dan bila tidak tercapai maksudnya mudah bersikap bermusuhan
    10. Tidak mudah dipengaruhi, kaku (tidak fleksibel)
    11. Bila berlibur pikirannya ke pekerjaan, tidak dapat santai
    12. Berusaha keras untuk dapat segala sesuatunya terkendali

    Sedangkan kepribadian tibe B;

    1. Ambisinya wajar-wajar saja, tidak agresif dan sehat dalam berkompetisi serta tidak memaksakan diri
    2. Penyabar, tenang, tidak mudah tersinggung dan tidak mudah marah (emosi terkendali)
    3. Kewaspadaan dalam batas wajar demikian pula kontrol diri dan percaya diri tidak berlebihan
    4. Cara bicara tidak tergesa-gesa, bertindak pada saat tepat, perilaku tidak hiperaktif
    5. Dapat mengatur waktu dalam bekerja (menyediakan waktu untuk istirahat)
    6. Dalam berorganisasi dan memimpin bersikap akomodatif dan manusiawi
    7. Lebih suka bekerja sama dan tidak memaksakan diri menghadapi tantangan
    8. Pandai mengatur waktu dan tenang (rileks)
    9. Mudah bergaul, ramah dan dapat menimbulkan empati untuk mencapai kebersamaan (mutual benefit)
    10. Tidak kaku (fleksibel), dapat menghargai pendapat lain, tidak merasa dirinya paling benar
    11. Dapat membebaskan diri dari segala macam problem kehidupan dan pekerjaan manakala sedang berlibur
    12. Dalam mengendalikan segala sesuatunya mampu menahan serta mengendalikan diri.

    Contoh tipe kepribadian A dan B tersebut di atas merupakan pola perilaku dengan sifat-sifat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang suka mengkritik konstruktif termasuk kepribadian tipe A. Kepribadian tipe A ini tidak suka dikritik dan kalau mencerca orang sifatnya tidak membangun sama sekali. Termasuk juga sifat seseorang yang sok tahu, seolah-olah dialah yang paling benar adalah bagian dari kepribadian tipe A.

    Biasanya seseorang dengan kepribadian tipe A ini tidak begitu memperhatikan waktu beribadah, seperti mengabaikan waktu sholat dan berzikir, dengan kata lain mereka ini jauh dari agama, apalagi menjalankan kewajibannya sebagai manusia terhadap Tuhan. Orang-orang ini selalu menggunakan logika dalam beragama, sehingga sebagian dari golongan ini tidak mempercayai ajaran agama sepenuhnya. Terakhir penyakit yang paling sering muncul pada kepribadian tipe A ini penyakit jantung koroner, stroke, rematik, psikosomatik dan bahkan gangguan kejiwaan.

    Bagaimana dengan kepribadian anda ?


    www.kompasiana.com

    :idws:
    :idws:
    :idws:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.