1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Pengen ganti nama ID? Plat tambahan? Promo GK? Cek Promo Spesial Hari Kemerdekaan, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  3. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  4. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  5. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!

Pajak di Indonesia Tentang Jual Beli Rumah

Discussion in 'Micro Business Talks' started by d3xtos, Dec 28, 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. d3xtos Members

    Offline

    Joined:
    Nov 25, 2013
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    Bila Anda memiliki rumah, ada baiknya jika mengetahui pajak di Indonesia tentang jual beli rumah. Terlebih jika sekarang ini Anda memiliki keinginan untuk menjual atau pun membeli rumah, Anda harus membekali diri tentang pajak jual beli rumah. Mengapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan besarnya pajak yang harus di bayarkan akan memiliki pengaruh dengan uang yang harus di serahkan oleh pembeli. Jadi, setelah nantinya Anda menyepakati besarnya harga rumah, Anda di haruskan masih membayar pajak rumah.

    [​IMG]

    Berikut berbagai macam pajak yang menyangkut jual beli rumah, antara lain:
    • NJOP. NJOP ini ialah Nilai Jual Objek Pajak. Nilai ini di terapkan oleh negara dan digunakan sebagai dasar pengenaan pajak untuk PBB. NJOP ini relatif berbeda untuk tiap area. Anda bisa melihat NJOP ini dari PBB. Setelah Anda melihat besarnya NJOP Anda baru dapat melakukan penawaran harga ke penjual rumah,
    • NPOP. NPOP atau yang di sebut dengan Nilai Perolehan Objek Pajak yakni nilai atas dasar perolehan hak tanah serta bangunan di dalam perhitungan BPHTB. Di dalam hal ini NPOP merupakan nilai yang telah disepakati penjual dan juga pembeli,
    • BPHTB. BPHTB ini lebih pada pajak yang dibebankan bagi si penjual rumah. Seringnya besarnya pajak yang di bebankan ialah 5% dari harga jualnya,
    • PPH. Pajak Penghasilan ini memang di bebankan ke penjual rumah. Ia mempunyai nilai 5% dari adanya harga jual rumah. Pajak ini selesai dibayar bila sudah melakukan pemotongan, pemungutan,
    • NPOPTKP. Nilai ini digunakan sebagai perhitungan dari BPHTB,
    • NPOPKP. Ia adalah dasar pengenaan BPHTB.
    Saat melakukan pembelian rumah, ada berbagai macam biaya tambahan lain contohnya seperti pemeriksaan sertifikat. Di sini, pemeriksaan sertifikat rumah dilakukan oleh calon pembeli agar bisa memastikan jika sertifikat rumah yang akan di beli tidak cacat. Maksudnya di sini ialah pembeli ingin memastikan bila sertifikat memang asli adanya bukan sertifikat ganda. Anda bisa memeriksakan sertifikat ini ke BPN atau Bahan Pertahanan Nasional.

    Ada juga biaya KPR dan biaya lain. Untuk biaya KPR, disini di bayarkan bila Anda membeli rumah secara kredit atau tidak cash, biasanya biaya yang harus Anda keluarkan untuk biaya ini ialah 4 hingga 5 persen dari pentotalan pinjaman, biaya ini meliputi provisi, administrasi, dan lainnya. Untuk biaya lain bisa seperti biaya pajak rumah, PAM, listrik.

    Mengapa Anda harus paham tentang pajak di Indonesia tentang jual beli rumah? Ini dikarenakan Anda tidak hanya memikirkan berapa besar harga jual dari rumah. Sebagai pembeli atau pun penjual Anda juga harus mengerti besarnya pajak serta biaya tambahan yang lainnya agar Anda mengetahui biaya apa saja yang harus di bayarkan selain harga rumah.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.